Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Masih belum datang.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Menunggu itulah yang mereka lakukan, Fallen dan yang lain nya menunggu kedatangan para suaminya sembari mengobrol di halaman belakang, dimana mereka akan melihat hutan yang di batasi dengan pagar besar.


Di atas karpet bulu-bulu itu mereka terus melihat sekitarnya, Fallen aneh kenapa suaminya belum pulang padahal ini bahkan sudah lebih dari empat jam dari saat mereka sampai.


"Seharusnya mereka sampai dua jam yang lalu, paling tidak satu jam yang lalu itupun jika mereka banyak berhenti." Fallen mulai mengeluhkan kejanggalan nya.


"Apa mereka nyasar?" tanya Arr.


Dia mulai khawatir akan keberadaan suaminya, apalagi semenjak hamil Arr merasa selalu ingin dekat-dekat dengan suaminya.


Arr termasuk beruntung karena tidak merasakan mual-mual hebat seperti wanita hamil pada umum nya, tapip hormon kehamilan membuat nya sangat manja bahkan Arr sekarang merasakan ingin di cium suaminya.


"Entahlah, aku tidak tau tapi nomer mereka tidak aktif." kata Fallen lagi.


Hana yang sedari tadi menelpon suaminya itu menghembuskan nafas nya kasar, kembali tidak mendapatkan kabar dari suaminya membuat nya kembali sedih.


"Seharusnya tadi kita membawa suami-suami kita, kenapa juga tadi kita membiarkan suami kita naik mobil." kata Hana dengan wajah cemas nya.


Menyesal dia menyetujui suaminya untuk melakukan perjalanan dengan menaiki mobil Jeep, seharusnya dia merengek meminta suaminya pergi dengan naik helikopter saja.


Tidak apa di katai suami takut istri, toh Hana tau jika suaminya itu seperti apa pandangan orang lain tidak penting yang paling penting untuk nya adalah dimana sekarang Hana merindukan suaminya.


Fallen melirik dua ibu hamil yang nampak mencemaskan suami-suami nya itu, kesal? tentu saja dia juga kesal, Fallen menyesal telah membiarkan suaminya melakukan perjalanan dengan naik mobil jeep, tapi apa boleh buat memang sudah terlanjur terjadi.


"Bastian, kenapa dia selalu membuat aku cemas, awas saja kau pria tengil aku akan membuat mu frustasi sesampainya di Villa." batin Fallen kesal.


Karena tidak ada ide untuk naik Jeep dari yang lain nya, selain dari Bastian yang dengan percaya dirinya ingin mencoba Jeep baru nya.


"Maafkan suamiku, aku tau kalian pasti kesal sama Bastian." Fallen merasa bersalah telah membuat ke empat wanita di sini menjadi cemas bersamaan.


"Tidak apa, aku yakin mereka akan sampai sebentar lagi." kata Hana sambil tersenyum kecil.


Bohong jika dia tidak marah pada Bastian, tentu saja Hana marah tapi tidak mungkin juga dia mengatakan rasa kesalnya pada Fallen, dia juga masih bisa berpikir jernih.


Tara dan Jenn yang sedang bermain dengan anak-anak tidak ikut mengobrol dengan Fallen dan yang lain nya, keduanya ingin belajar banyak tentang anak-anak untuk melatih diri menjadi jika suatu saat mereka di berikan kepercayaan untuk menjadi seorang ibu.


"Kak Jenn apa kak Juan selalu mandi setelah melakukan nya?" tanya Tara.


Jenn mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan itu lagi, Jenn benar-benar tidak habis pikir, kenapa gadis kecil di sampingnya selalu suka membahas hal seperti itu.


"Kak Jenn."


"Iya.."

__ADS_1


"Kak Jenn mendengar pernyataan ku tadi?" tanya Tara.


"Tentu saja, Juan selalu mandi bahkan kami mandi tiga kali." jawab Jenn asal.


Membuat Tara menganga dan mengacungkan jempol nya.


"Hebat, dulu aku pas pengantin baru juga gitu, tapi nggak sampai mandi tiga kali juga, ngapain ahk cape mandi terus mana di kamar mandi juga harus__" ucap Tara terhenti karena Syakira mulai bertingkah.


Syakira mengganggu Willy yang sedang memainkan mobil-mobilan bersama Syaka, dan gangguan Syakira membuat Willy nampak terganggu.


"Sana, jangan ganggu." kata Willy mendorong Syakira.


"Will, jangan begitu." Jenn melerai keduanya.


"Si endut menggangguku Aunty." adu Willy sambil melirik sinis Syakira yang kini di dekat Tara.


"Jangan bilang begitu, dia cantik tidak gendut jangan gitu lagi ya." kata Jenn memperingati.


Membuat Willy mengembungkan pipi nya sebal, karena semua orang selalu memihak pada bocah gendut itu, tidak padanya yang selalu di ganggu si gendut yang menyebalkan itu.


"Kau tidak apa cantik Aunty?" tanya Tara sambil mengelus pipi tembam sang keponakan.


"No, tapi Kira mau Abang" ucap Syakira dengan wajah imut nya.


Astaga Tara sangat gemas sekali melihat keponakan montok nya yang selalu berusaha mendekati Willy, itu mengingatkan nya akan perjalanan cintanya yang cukup unik.


Hanya saja beda nya Syakira menyukai Willy, lain hal nya dengan perjalanan cinta nya dulu dimana Darrel lah yang pertama menyukai nya, sedangkan Tara mencintai Darrel karena terbiasa selalu bersama.


Membuat Syakira menatap Tara dengan wajah bingung nya.


"Kak Kila mau nya main cendili, katanya Kira Endut suka abisin makanan." Syakira berbicara dengan suara nya yang cadel.


Dan entah kenapa itu terlihat sangat menggemaskan di mata Tara, dia melirik Syakila yang memang Asyik sendiri dengan berbie yang di mainkan nya, lalu melirik Syakira yang memegang robot wanita berwarna merah muda itu.


Sekarang Tara paham kenapa Syakila dan Syakira tidak cocok, keduanya meski wanita tapi tidak memiliki kesamaan dalam kesukaan, Syakila yang menyukai boneka dan Syakira yang menyukai robot wanita.


Dan perbedaan yang lain nya yaitu Syakira yang menyukai makanan dan sangat mencintai makanan, lain dengan Syakila yang makan secukupnya dan tidak terlalu banyak ngemil maka dari itu bentuk tubuh Syakira dan Syakila sangat berbeda, Syakira memiliki berat badan 15 kg di usianya yang baru satu tahun lebih itu, sedangkan Syakila sendiri dia lebih kurus yaitu 11 kg jauh dari Syakira adik nya yang montok.


Tiba-tiba terdengar suara mobil, membuat anak-anak itu langsung teralihkan perhatiannya.


"Daddy!" kompak triplets dan Willy.


Fallen dan yang lain nya ikut melihat ke arah mobil, tapi saat mobil itu mendekat mereka harus kecewa karena yang datang bukan lah suami-suami mereka, melainkan mobil yang membawa Alex dan ke tiga teman Tara.


"Suami ku dimana? kenapa kalian lebih dulu sampai dari mereka?" Tanya Tara menghampiri ke empat teman nya.


Dan tidak melupakan tos tanda persahabatan ke lima nya, membuat para wanita yang tak jauh dari anak-anak muda hanya bisa geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Jadi bang Darrel belum sampai?" tanya Alex.


Tara mengangguk dengan wajah kecewa nya.


"Kalian tadi di perjalanan emang nggak liat suami-suami kita?" tanya Jenn yang berjalan mendekat.


Dan ke empat nya kompak menggelengkan kepalanya.


"Mungkin mereka party dulu, soalnya tadi di perjalanan aku lihat ada tempat joget panas." celetuk Toni.


Membuat Alex dan yang lain nya kompak melotot ke arah Toni, membuat Toni hanya bisa nyengir kuda.


"Jangan di dengerin Tar, mungkin Bang Darrel masih di jalan, sabar aja mungkin sebentar lagi mereka datang." kata Alex berusaha untuk tidak membuat teman nya itu khawatir.


Tara dan Jenn saling melirik, keduanya melihat Jeep yang ada di depan nya, lalu seketika keduanya tersenyum menyeringai.


"Kak Jenn.."


"Ya.."


"Siap kak?" tanya Tara.


"Tentu saja, ayo kita temukan suami kita." jawab Jenn santai dengan wajah dingin nya.


Alex dan yang lain nya menelan ludahnya melihat aura wajah kedua wanita berbeda tahun kelahiran itu, yang satu gadis sejuta penasaran dengan dunia luar, dan yang satu nya lagi wanita yang sedang penasaran akan rasa yang baru dia nikmati.


"Hey kalian mau kemana?" Tanya Arr saat melihat adik nya naik Jeep.


"Mencari suami." bukan Jenn, tapi Tara yang menjawab.


Membuat Hana dan Fallen yang mendengar itu langsung mengacungkan jempol nya ke arah Tara dan Jenn.


"Hati-hati, kalau perlu bawa mereka hidup-hidup kita akan menyambut mereka dengan pesta!" teriak Hana dan Fallen bersamaan.


Glekkk..


Alex dan yang lain nya menelan ludahnya mendengar suara ke dua wanita yang bisa di bilang memiliki wajah cantik tapi judes itu, tidak bisa membayangkan apa yang di dapatkan ke lima pria yang rata-rata memiliki wajah bule itu.


"Menurut mu apa hukuman yang akan di berikan kak Fallen?" Toni mengeluarkan suara nya.


"Tentu saja di biarkan puasa." celetuk Hadian.


"Sepertinya akan lebih parah." Dani ikut menimpali.


Sampai akhirnya giliran Alex yang akan mengeluarkan suaranya, tapi terhenti karena suara Arr.


"Anak-anak masuk, mandi lalu makan." ucap Arr sedikit berteriak.

__ADS_1


"Siap!" sahut ke empat nya serempak.


🌹


__ADS_2