Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Masih menunggu waktu.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Masih bercerita di gazebo luar kamar tapi tempat yang berbeda. Darrel dan Tara nampak duduk bersampingan di bangku yang ada di gazebo kamar Tara.


Tara menyandarkan kepalanya di dada bidang Darrel, pandangan nya lurus ke depan melihat langit malam yang indah dengan bintang-bintang dan sinar bulan.


"Kak.."


"Heum.."


"Aku masih belum___" ucap Tara terhenti karena Darrel tiba-tiba mengalungkan tangan nya di pinggang Tara.


Merasakan tiupan di leher nya membuat Tara merinding seketika.


pria dewasa memang sangat ahli dalam hal membuat bulu kuduk berdiri.


"Jadi, kapan kamu siapnya?." tanya Darrel lembut.


Keduanya memang sudah mulai saling menerima, saling terbuka dan saling perhatian.


tapi meski keduanya sudah jauh lebih dekat dia masih belum sampai ke niat baik nya.


Darrel masih belum mendapatkan persetujuan dari Tara untuk melaju ke sebuah jenjang yang lebih serius.


lebih tepatnya Tara masih ingin mendapatkan menuntaskan sekolah nya dulu.


"Setelah selesai sekolah, aku mau menikah setelah lulus SMA." jelas Tara.


"Itu sangat lama." kata Darrel.


Tara menggelengkan kepalanya, lalu menatap wajah yang kini sedang melihat nya.


dan saat tatapan keduanya beradu Tara mengulurkan tangannya untuk mengusap pipi Darrel.


"Ngak lama, hanya 10 bulan." kata Tara sambil tersenyum.


Darrel mengangguk setuju, dia memang sudah membahas nya berapa kali, tapi hasilnya selalu sama, yaitu dia harus menunggu beberapa bulan.


"Baiklah."


Cup..


Tara mencium pipi Darrel singkat, lalu bersandar di dada bidang Darrel lagi.


Darrel balik mencium kening Tara lalu memeluk Tara dari belakang lagi, keduanya kembali menikmati indahnya malam di bawah sinar bulan.


"Kak.."


"Ada apa?."


"Kak Fallen ngajak shoping besok." jelas Tara.


"Lalu?." tanya Darrel pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


Membuat Tara mencubit pinggang Darrel kesal karena tidak peka dengan kodenya.


"Sakit sayang."


"Tau ahk, aku masuk nih sebel." Tara berdiri.


Tapi saat akan melangkah kan kaki nya tiba-tiba Darrel menahan tangan nya, membuat Tara jadi terduduk di pangkuan Darrel.


Tara duduk di pangkuan Darrel mencoba berdiri, tapi pinggang nya di tahan oleh Darrel.


"Aku udah buatin kartu black card dengan nama kamu, kalau perlu kamu bisa ambil semua kartu aku." jelas Darrel.


Yang mana membuat Tara tersenyum tapi sedetik kemudian dia mencubit pinggang Darrel lagi.


Awww !!


"Sakit sayang."


"Rasain, siapa suruh modus terus." kata Tara langsung berlari ke kamar nya.


Darrel yang melihat Tara berlari langsung mengekori Tara dan ikut masuk ke kamar Tara.


dan setelah itu hanya ada suara jeritan Tara yang menggema di kamar nya.


Tentu saja keduanya sedang main kejar-kejaran layaknya pasangan yang baru pertama merasakan indahnya jatuh cinta.


Tanpa keduanya sadari ada dua wanita tua yang ada di gazebo sebelahnya yang sedari tadi mengawasi pergerakan keduanya.


dan ya semua yang di obrolkan oleh Tara dan Darrel terdengar jelas oleh Mom Dena ataupun ibu Rosalina.


"Lama banget nunggu Tara lulus." ucap ibu Rosalina dengan nada lesu.


"Hem, bener kaya nya kita harus terapin rencana yang gagal deh Ros." kata Mom Dena.


"Maksud kamu rencana terkahir, Dena?." tanya Ibu Rosalina.


Dan Mom Dena mengangguk.


"Iya, ngak ada salahnya rencana terakhir di jalankan, toh keduanya udah saling cinta, pasti ngak mau di pisahkan tuh." jelas Mom Dena.


Ibu Rosalina terdiam nampak berpikir, dia juga berpikiran sama dengan Mom Dena, dia ingin segera cepat melihat Darrel menikah.


dan setelah itu dia dan Mom Dena bisa liburan ke luar seluruh dunia menikmati masa tuanya, dan tentunya menikmati harta nya yang tidak akan pernah habis itu.


Keduanya saling pandang, lalu kembali terdiam.


sudah tidak ingin mengejar berondong nya yang ternyata seorang satpam yang sudah beristri tapi masih ganjen.


Kini keduanya hanya ingin menikmati masa tuanya dengan hidup yang nyaman, keduanya berencana liburan selama beberapa bulan ke tempat-tempat yang belum keduanya singgahi.


"Rencana terkahir." ucap keduanya bersamaan.


Pagi harinya seperti biasnya Tara sudah siap dengan stelan seragam sekolah nya.


meski naik karena percobaan tapi Tara merasa beruntung, setidaknya dia masih bisa sekolah dan mendapatkan ijazah.

__ADS_1


"Sarapan nya yang banyak ya sayang." kata Darrel sambil tersenyum.


Tara mengangguk lalu kembali makan dengan khitmat.


sesekali dia melirik beberapa kursi kosong yang tidak ada yang menduduki, dan itu membuat nya bingung.


"Mom sama Ibu kemana?." tanya Tara.


"Oh itu, ibu sama Mom lagi ke rumah twins." sahut Darrel.


Tara hanya mangut-mangut kecil mendengar ucapan Darrel, lalu keduanya kembali makan lagi.


Dan setelah selesai makan Tara dan Darrel langsung pergi ke sekolah Tara.


Di perjalanan Tara yang biasnya ceria dan suka nyanyi-nyanyi tidak jelas tiba-tiba tidak berekspresi, dan hal itu membuat Darrel yang melihatnya merasa aneh.


"Ada apa?." tanya Darrel.


"Bapak.." gumam Tara.


Darrel langsung melihat ke arah tatapan Tara, dan di sana dia melihat seorang bapak-bapak berbadan buncit yang berjalan di pinggir jalan seperti sedang mencari seseorang.


"Kamu mau ketemu? aku temenin ya." kata Darrel.


Dan Tara langsung menggelengkan kepalanya.


"Ngak usah, biarin aja lagian bapak nyari aku cuman karena mau uang, bapak emang gitu ngak pernah berubah dari dulu, bahkan setelah tau kak Hana jadi korban keegoisan nya pun bapak masih tetap menerapkan ego nya untuk menjual anak nya ke pria tua." kata Tara sambil melirik Darrel.


"Lanjut kak, aku mohon." ucap Tara lagi.


Darrel terpaksa mengendarai mobilnya lagi, padahal sebenarnya dirinya ingin mengenal lebih dekat keluarga Tara, tapi sepertinya saat ini bukan lah waktu yang tepat untuk dirinya mengenal kehidupan masa lalu Tara.


Dia tau Tara sekarang pasti sangat rapuh, dan Darrel juga merasakan jika Tara sedang menahan kesedihannya.


"Kak.. "


Darrel kembali menghentikan mobilnya.


"Kenapa___" ucap Tara terhenti karena Darrel langsung memeluk nya.


Dan seketika ketegaran Tara runtuh, air mata yang dia tahan selama beberapa menit itu akhirnya jatuh juga ke pipi nya.


Tara menangis di pelukan Darrel.


"Luapkan semua kekesalan mu." kata Darrel.


Tara menangis sejadi-jadinya, di pelukan Darrel sampai akhirnya..


"Aku benci bapak, ibu mereka jahat! mereka ngak sayang sama aku, aku hanya alat untuk dapat uang, aku benci!"


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Kira-kira rencana dua ibu peri apa ya?

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2