Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Obrolan malam.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Membicarakan pernikahan besok, Bastian akan kebagian menjadi pendamping mempelai pria sebagai ganti sang Daddy yang sudah lama wafat, juga sebagai kakak dari Darrel.


Sekarang Bastian sedang duduk di ruang tamu di temani Gibran, suaminya Hana.


keduanya nampak asyik membicarakan bisnis, bisa di bilang keduanya saling mengenal di dunia bisnis meski tidak pernah melakukan kerja sama.


"Mau kemana?." tanya Bastian saat melihat kedatangan Darrel yang wajahnya sudah berseri-seri itu.


Darrel melirik kakak nya, lalu kakak iparnya yaitu Gibran.


"Calon istri minta sate." sahut Darrel sambil menebar senyum nya.


Tadi Tara memintanya untuk membelikan sate di tempat langganan nya, dan tentunya Darrel langsung membelikan nya, bahkan tak tanggung-tanggung Darrel membeli tiga bungkus sekaligus.


Melihat Darrel yang tersenyum terus membuat Bastian yang melihatnya serasa ingin


muntah saja di buatnya.


"Kesini lagi, jangan lama-lama pamali." Bastian mengingatkan.


Pernikahan nya besok, dan sekarang semua keluarga sedang kumpul di rumah Fallen, beruntung rumah yang Bastian beli itu besar jadi semuanya kebagian kamar.


Dan untuk masalah pernikahan baik gedung ketering ataupun persiapan yang lain nya semuanya sudah selesai, tentunya dengan uang semuanya menjadi lebih mudah.


"Santai Kak, cium dikit boleh kali ya." sahut Darrel masih dengan gaya santainya membuat Bastian geleng-geleng kepala.


"Heran kenapa punya adik mesum gitu, kasian Tara punya calon suami mesum bisa habis dia nikah sama si bule." ucap Bastian yang membuat Gibran yang mendengar nya tidak bisa berkata-kata.


"Bagaimana menurutmu?." tanya Bastian melirik Gibran.


Hah?.


"Bagaimana apa nya?." tanya balik Gibran tidak fokus.


Membuat Bastian menaikan sebelah alisnya ke atas.


"Tentang ranjang panas, santai saja kau bisa berguru pada ku." jelas Bastian.


"Tidak usah, aku sudah mahir dalam hal itu." kata Gibran menolak.


Cukup aneh memang membicarakan sesuatu yang intim, dan Gibran juga sedikit aneh saat mengenali Bastian yang terkenal arogan itu ternyata memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan rumor yang menyebar.


Gibran bahkan sempat kaget saat mendapatkan kabar jika Tara tinggal bersama keluarga Bastian, tentu nya dia juga termasuk salah satu orang yang tau dengan rumor itu karena beberapa kali Bastian dan dirinya pernah berpas-pasan saat sedang mencari kesenangan di club'.


"Ini bukan masalah mahir, tapi aku sekali tembus langsung tokcer tiga." bisik Bastian dengan percaya dirinya, membuat Gibran kaget.


Sedangkan di ruangan bersantai Tara, Fallen, Hana dan kedua ibu peri sedang berkumpul.


sampai akhirnya Darrel datang dengan kantung kresek berisi makanan pesanan Tara.

__ADS_1


"Makasih kak." kata Tara sambil tersenyum.


Membuat Darrel yang sedang menjaga image nya itu ingin meledak rasanya, tapi dia tahan karena dia harus menjaga image nya di depan calon kakak iparnya.


Seharian dia tidak bertemu dengan Tara, bahkan seminggu ini Darrel dan Tara terbilang jarang bertemu karena tradisi pingitan nya.


"Sudah sana, laki-laki di larang gabung sama cewek." kata Mom Dena mengusir Darrel.


Membuat Darrel dan Tara yang sedang bertatapan itu langsung nyengir.


"Sebentar aja kali Mom." kata Darrel.


"Sekali nggak boleh ya nggak boleh." kini ibu Rosalina yang ikut menyahut.


Fallen beranjak berdiri untuk untuk mengambil piring ke dapur, di ikuti dengan Hana yang juga akan mengambil minum nya.


"Udah selesai tatap-tatapan nya, besok kalian bisa puasin kalau udah sah." kata Mom Dena menarik tangan Darrel untuk menjauh.


Di dapur Fallen memberitahu Hana tentang acara besok, dan tak banyak komentar dari Hana, dia setuju dengan semua acara di pernikahan Tara dan Darrel.


"Tapi Han, emang nggak apa nggak ngundang ibu bapak kamu?." tanya Fallen yang sedang memindahkan sate nya ke piring.


Hana terdiam, mungkin itu terkesan tidak sopan dan juga dosa karena telah menjauhkan seorang anak dari orang tua nya.


Tapi mengingat Ibu bapaknya yang rela menukarkan anaknya dengan uang 225 juta, membuat Hana geram.


Bahkan beberapa saat lalu dia ke rumah ibu bapaknya pun malah mendapatkan pengusiran dari orang tuanya.


Harta memang membuat orang menjadi tamak, sekalipun harus kehilangan anak nya.


"Tapi gitu-gitu mereka orang tua kamu loh Han, orang tua Tara juga." lanjut Fallen.


Bukan ingin ikut campur, Fallen juga sama seperti Hana kehilangan cinta Papa nya yang lebih memilih duniawi di bandingkan dengan anak nya sendiri.


Tapi sekarang Papa nya sudah berubah, meski Fallen menjaga jarak untuk Papa nya tapi dia tetap memastikan jika Papa nya memiliki hidup yang lebih baik.


"Bapak Ibu hanya mau uang Fall, aku sudah hapal dengan sifat mereka yang matre." jelas Hana.


"Kak." tiba-tiba Tara datang.


"Tara." Hana dan Fallen kaget.


"Biarin mereka datang, aku mau mereka melihat putri nya bahagia." kata Tara.


Dia memang marah bahkan rasanya ingin membenci seorang ibu dan bapak yang tega menukarkan nya dengan uang itu.


Tapi meski demikian orang tua tetaplah orang tua, Tara tidak bisa mengabaikan kewajiban nya itu. karena bagaimanapun wali yang menikahkan seorang anak perempuan tentu saja harus ayah kandung nya.


"Tapi nanti Bapak ___." ucap Hana terhenti.


"Nggak apa, untuk masalah itu aku yakin mereka juga akan bikin malu di acara anak sendiri." Tara mencoba menyakinkan sang kakak.


Membuat Hana terharu dengan keinginan adik nya dan langsung memeluk Tara.

__ADS_1


"Tapi kak, nanti bapak sama ibu jangan di biarin kelayapan, kakak tau kan ibu bapak kaya gimana." lanjut Tara lagi.


Hana mengangguk, tentu dia paham dengan apa yang di lakukan ibu bapaknya di keramaian.


"Kakak akan suruh orang buat awasi bapak dan ibu, kamu tenang aja semuanya beres." kata Hana.


Fallen tersenyum senang melihat Tara dan Hana yang mau menerima ketidakadilan hidup.


jika di ceritakan mungkin pengamalan ketiga nya cukup mirip, hanya saja Fallen terlahir dari keluarga berada berbanding terbalik dengan Hana dan Tara yang berasal dari keluarga biasa.


"Aduh ini kenapa pada kumpul di sini, ayo ke sana Mom udah lapar pengen sate tau." kata Mom Dena sambil melihat ke arah Fallen dan yang lain nya.


"Ahk iya, tunggu sebentar Mom." sahut Fallen langsung membuka bungkus ketiga dan memindahkan nya ke piring yang sama.


Setelah itu ke lima nya langsung makan sate yang di belikan Darrel, sesekali ada candaan yang membuat mereka tertawa terpingkal-pingkal di buatnya.


"Han kamu Nemu bule setengah di mana sih, Mom juga mau bule setengah kaya gitu." kata Mom Dena.


Membuat Hana yang mendengar nya tersenyum.


"Gibran bukan bule Mom, dia lokal." sahut Hana.


"Tapi panas nggak?." tanya ibu Rosalina.


Hana mengangguk cepat.


"Nggak bisa di ragukan sih, hot banget." kata Hana sambil tertawa, membuat Fallen yang sedang makan sate itu hampir tersedak.


Hana yang sekarang memang agak berbeda dengan Hana yang dia kenal dulu, Hana yang sekarang lebih mesum dan juga agresif.


"Nah, hot si bule tua kalah kaya nya Fall." lanjut Mom Dena melirik Fallen.


Uhukk..


Uhukk..


Fallen terbatuk-batuk.


"Kak Bastian menang Mom, lihat saja triplet S sekali lahir langsung tiga." celetuk Tara santai, lalu memakan kembali sate nya.


"Heh, bocah." Hana menepuk paha adik nya.


"Apasih kak, bentar lagi aku juga nyusul kali." kata Tara sambil terkekeh.


"Kasih lima cucu ya." kata Ibu Rosalina.


Membuat Tara melihat perut nya lalu mengusap perutnya yang rata itu.


"Masuk emang?." tanya Tara.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2