
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Jika di rumah Fallen dan Bastian selalu ribut akan masalah kecil maka lain hal nya di rumah Darrel.
sebelum nya Darrel di paksa pindah oleh Ibu Rosalina, alasannya tentu agar keluarga mereka semakin dekat.
Bagaimana tidak dekat bahkan Darrel juga harus membeli rumah yang sama di area perumahan Bastian, dan bukan hanya itu mereka juga bertetanggaan yang membuat mereka hanya terhalang dinding rumah saja.
"Ibu akan senam di rumah Fallen, kamu anterin Tara sekolah ya." ucap Ibu Rosalina.
Dengan cepat Darrel menggeleng kepalanya.
"Ngak, aku sibuk harus pergi kantor cepat." kata Darrel berasalan.
"Lagian arah sekolah Tara sama kantor aku kan beda." lanjut Darrel semakin berasalan.
Ibu Rosalina menghela nafas nya panjang lalu menatap putranya dengan tatapan garang nya..
"Kamu kan bos nya apa salahnya telat dikit, lagian kamu emang ngak kasihan tiap hari liat Tara naik motor, Ibu sih kasihan." kata Ibu Rosalina lagi.
"Itu bagus, dia mandiri nama nya ngak manja." sahut Darrel sambil berjalan ke arah meja makan dan langsung mendudukkan bokong nya di kursi yang di tarik nya.
Ibu Rosalina memegang pundak sang putra lalu memukul nya pelan, membuat Darrel meringis pelan, beginilah sikap ibu nya jika keinginan nya tidak di turuti, marah ngak jelas.
"Iya, iya aku antar." akhirnya Darrel memilih mengalah.
Yang mana hal itu membuat Ibu Rosalina tersenyum lalu berjalan pergi meninggalkan Darrel.
beginilah setiap pagi nya, dia harus sarapan sendiri sedangkan Ibu nya malah sibuk mengurusi Tara.
Tara memang tinggal di rumah nya, tepatnya setelah sebulan yang lalu, entah apa yang di janjikan Ibu nya pada gadis licik itu tapi Darrel mencium bau-bau mencurigakan dari sikap Ibu nya.
Apalagi Ibu nya sangat perhatian sekali pada Tara, berbanding terbalik pada nya yang selalu marah tidak jelas setiap meminta sesuatu nya.
"Aku benar-benar sudah seperti anak tiri saja." gumam Darrel sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
Kehadiran Tara memang membuat nya selalu kesal dimana hampir setiap hari Tara dan dirinya saling beradu mulut, tapi tentu yang Darrel pentingkan adalah kenyamanan Ibu nya, setiap melihat Ibu nya Darrel melihat aura ibunya yang lebih ceria di bandingkan beberapa bulan lalu, dan Darrel tau perubahan ibu nya itu terlihat sejak Tara ada di rumah nya.
Tok..tok..tok..
"Tara sayang, ini ibu." panggil Ibu Rosalina lembut sambil mengetuk pintu.
"Masuk aja Bu, tanggung nih lagi pake rok." teriak Tara dari dalam kamar.
Ibu Rosalina langsung masuk ke dalam kamar, tak lupa dia menutup kembali pintu kamar nya lalu berjalan mendekati sosok yang tengah berdiri merapikan pakaian nya itu.
"Lain kali jangan beres-beres lagi ya, kan ada bibi lihat tuh tangan kamu nanti kasar, udah gitu kamu jadi rusuh kan siap-siap ke sekolah nya." ucap Ibu Rosalina sambil mengambil sisir dan mulai menyisiri rambut Tara.
Tara hanya terdiam di perlakukan seperti itu oleh Ibu Rosalina.
bukannya tidak mau menurut, tapi Tara juga tau diri jika dia di sini hanyalah orang lain, meski Ibu Rosalina sudah menganggap nya seperti anak sendiri tapi tetap saja rasanya tidak enak kalau dia bermalas-malasan di kamar tidak melakukan apapun.
"Tidak apa Bu, lagian beres-beres kan sehat kaya olahraga pagi gitu." sahut Tara sambil membalikkan tubuhnya menjadi menghadap Ibu Rosalina.
__ADS_1
"Kalau di kasih tau tuh asik jawab aja, bikin ibu gemes tau." ucap Ibu Rosalina sambil mencubit pelan hidung kecil Tara.
"Mau di ikat?, di kepang atau di biarin terurai aja?." lanjut Ibu Rosalina bertanya.
Entah kenapa selama sebulan ini dia benar-benar menikmati hidup nya, dan ada kesenangan sendiri saat dia bisa melakukan sesuatu yang belum pernah dia lakukan sebelum nya.
Seperti mengurus anak gadis yang mau bersekolah seperti sekarang, dulu saat Darrel masih remaja ia bahkan tidak pernah mau ikut mengurus urusan sekolah putra nya, semuanya dia serahkan pada bibi pembantu nya sedangkan dirinya selalu sibuk dengan urusan nya sendiri.
"Di uraikan aja, hari ini ngak ada basket ko cuman pelajaran biasa." sahut Tara.
"Pakai jepit ya di pinggir nya." kata Ibu Rosalina, dan Tara hanya mengangguk kecil.
Sebenarnya dia tidak suka memakai aksesoris yang selalu di pakainya beberapa Minggu ini, tapi Tara juga menghargai Ibu Rosalina yang selalu menyempatkan waktu untuk mendandani nya sebelum berangkat sekolah.
Setelah siap Tara langsung mengambil tas nya, tas yang di belikan Mom Dena beberapa hari lalu.
lalu berjalan keluar kamarnya bersama dengan Ibu Rosalina.
"Sayang, Tara nya udah siap nih." ucap Ibu Rosalina berteriak.
Tapi yang di panggil tidak menyahut, membuat nya melirik Tara.
"Kak Darrel nya di luar, bentar ya Ibu ambil bekal kamu dulu." ucap Ibu Rosalina.
Tara hanya mengangguk, lalu berjalan ke luar rumah, dan saat itulah dia melihat Darrel yang melirik nya sinis, seolah tak suka dengan keberadaan nya.
"Cepat masuk." kata Darrel ketus.
Tara menghela nafas nya panjang, lalu berjalan mendekati mobil Darrel.
Membuat Darrel kesal dan ingin menarik rambut Tara agar mendekat ke wajah nya, tapi baru juga tangannya terangkat ke udara Darrel mendengar teriakan ibu nya.
"Jangan dulu pergi, Bekal nya cantik." ucap Ibu Rosalina ngos-ngosan karena berlari.
Darrel yang melihat nya hanya menggelengkan kepalanya, saat dia kecil mana ada ibu nya semanis ini, bahkan untuk bekal pun ibu nya hanya membuatkan untuk Tara saja, tapi tidak untuk nya.
Tara tersenyum dan menerima bekal nya, lalu memasukan nya ke tas nya.
"Makasih ibu, Tara pamit dulu ya." ucap Tara sambil tersenyum, lalu mencium punggung tangan ibu Rosalina.
"Belajar yang giat ya cantik, semangat." kata Ibu Rosalina sambil mencium pipi Tara.
Tara yang sudah biasa hanya membalas nya dengan senyuman lalu masuk ke dalam mobilnya.
Mendudukkan bokong nya di jok depan bersama Darrel.
Saat mobil mulai menjauh Darrel lagi-lagi berdecak kesal melihat ibu nya yang melambaikan tangan nya, dan di balas dengan lambaian tangan lagi oleh Tara.
"Lebay." ketus Darrel.
"Iri bilang sayang." sahut Tara tak kalah ketus.
"Iri? ngapain iri sama gadis licik seperti mu, tidak berguna." ucap Darrel lagi.
Yang mana hal itu membuat Tara tersenyum lalu mengambil bekal di dalam tas nya.
__ADS_1
"Nih, buat kakak aku ikhlas biar ngak iri terus." ucap Tara sambil memberikan bekal nya pada Darrel.
"Asyik bisa makan bakso." batin Tara senang.
Tapi Darrel malah kembali memberikan bekal nya pada Tara.
"Aku tidak suka makanan anak kecil, itu makanan mu." kata Darrel sambil fokus menyetir mobilnya.
Membuat Tara mengembung kan pipi nya, padahal dia sudah beberapa hari ingin terbebas dari sarapan nasi, tapi sayang juga kalau nasi nya tidak di makan, Tara tau Ibu Rosalina membuat kan nya bekal dengan penuh cinta, terlihat dari wadah bekal nya yang setiap hari nya berbeda-beda.
Seperti sekarang wadah bekal nya berwarna pink dan berbentuk buah-buahan, ibu Rosalina benar-benar menganggap Tara seperti anak TK.
Sesampainya di parkiran sekolahnya Tara yang akan keluar dari mobil melirik Darrel dulu, lalu membuka kepalan tangan nya.
"Minta jajan dong kak." ucap Tara sambil tersenyum.
Darrel sudah menduga nya, dengan santai dia memberikan uang recehan yang ada di mobil nya pada Tara.
"Jajan yang sehat." ucap Darrel santai tanpa memperlihatkan ekspresi wajah Tara.
"Goceng? ini beli air mineral aja ngak cukup." kata Tara sambil manyun.
Darrel terkekeh melihat ekspresi wajah Tara sekarang, karena kasihan akhirnya dia pun memberikan uang lima puluh ribu pada Tara, dan langsung di ambil oleh Tara dengan ekspresi wajah senang nya, bagaimana tidak senang Tara bahkan mendapatkan bekal sehari lima puluh ribu dari Ibu Rosalina, belum lagi dari Fallen, Bastian dan Mom Dena, membuat nya seperti menjadi miliarder kecil.
Sebelum turun Tara mencium punggung tangan Darrel.
"Berangkat dulu kak." ucap nya sambil tersenyum, lalu berlari masuk ke sekolahan nya.
Darrel yang masih terduduk di mobilnya memperlihatkan ekspresi wajah yang tidak bisa di artikan, sampai beberapa saat lalu Darrel merasa basah di tangan nya, dan dia melotot melihat punggung tangan nya yang basah.
"Anak itu benar-benar!" Darrel menatap tajam ke arah sekolahan nya.
Dan di saat bersamaan pula saat Darrel melihat ke arah sekolahan Tara dia melihat Tara yang di dekati beberapa pria.
"Dasar badgrils, masih kecil sudah pacaran." ucap nya sambil mengendarai mobilnya menjauh dari sekolahan Tara.
Tara Andini.
Darrel Hans Chris
Ada yang penasaran dengan visual Fallen dan Bastian?
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Cerita Hana udah UPP ya🤗
yukk mampir 😅
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1