Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Orang baik yang pergi


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Bastian mengerutkan keningnya aneh, tumben Anton dua hari tidak masuk ke kantor.


biasnya pria tua itu selalu datang tepat waktu bahkan sebelum dia datang asisten nya itu akan sudah sampai duluan di kantor.


Anton memang tidak dia ijinkan untuk menjemput nya seperti dulu, Bastian tidak mau menyusahkan Anton untuk hal-hal yang spele, cukup membebankan dengan pekerjaan yang menumpuk saja, Bastian yang sekarang sudah insaf.


Baik di dunia malam nya ataupun menjadi bos arogan yang dingin.


benar kata Anton jodoh nya akan membawa nya menjadi lebih baik, dan Bastian sangat berhutang budi pada Anton yang telah membuat nya mendapatkan pasangan seperti Fallen.


"Aku akan memberikan nya hadiah, mungkin mobil mewah untuk keluarga nya." gumam Bastian sambil mengambil ponselnya.


Saat melihat layar ponselnya Bastian menutup bibirnya dengan tangan nya.


ponselnya terjatuh ke lantai karena dia kaget melihat apa yang ada di layar ponselnya.


Sebuah pesan dari anak Anton yang memberikan foto seseorang yang terbaring lemah di brankar rumah sakit.


Tanpa berlama-lama Bastian langsung bergegas ke rumah sakit.


di perjalanan terlihat jelas jika Bastian sangat khawatir pada kondisi Anton sekarang yang di kabarkan sedang kritis di rumah sakit.


"Tidak, dia tidak boleh meninggalkan aku sekarang." gumam Bastian sambil menyupir dengan kecepatan cepat.


Beberapa menit berlalu..


Setelah melewati perjalanan yang cukup menyita waktu akhirnya Bastian sampai di rumah sakit.


Bastian berjalan dengan cepat ke arah lobby, menanyakan di ruangan nomor berapa pasien bernama Anton di rawat.


Dan setelah tau tempatnya tanpa membuang waktu lagi Bastian langsung masuk ke Lift.


Langkah kaki Bastian terhenti saat melihat orang-orang yang menatap nya dengan tatapan sendu itu.


di sana terlihat wanita tua yang tak lain adalah istri Anton dan ketiga anak nya yang masing-masing nya sudah memiliki pasangan.

__ADS_1


"Tuan." putra sulung Anton mendekati Bastian.


"Apa aku boleh menemui nya?, Papa kalian." ucap Bastian.


"Papa memang sudah menunggu anda tuan, silahkan." ucap Putra sulung Anton lagi.


Anton bukan hanya seorang Asisten yang sangat setia untuk keluarga Bastian.


tapi Anton juga seorang Papa yang sukses mengantarkan ketiga anak-anak nya menuju mimpi mereka.


Ya, tak bisa Bastian pungkiri jika idola nya adalah Anton, pria yang lebih paham dengan dirinya di bandingkan dengan Daddy nya mungkin Bastian lebih menyayangi Anton.


Bastian masuk ke ruangan Anton, di sini dia melihat pria yang selalu membantu nya dalam segala hal itu nampak terbaring lemah tak berdaya.


"Tuan." ucap Anton dengan nada pelan.


Bastian mencoba untuk tidak menangis, dia mengigit bibirnya untuk menahan kepedihan nya.


"Kenapa kau tidak memberitahu aku kalau kau sakit." Bastian mengeluarkan unek-uneknya.


"Jika aku tau lebih awal mungkin saja aku bisa membawa mu ke rumah sakit yang memiliki dokter hebat." lanjut Bastian.


"Semuanya sudah terjadi lama tuan, saya sudah tua jadi apa yang harus saya lakukan selain untuk mencoba menjalani sisa hidup saya." jelas Anton.


Membuat Bastian menunduk.


"Aku tidak akan membiarkan mu pergi.." ucap Bastian lagi.


Anton memegang tangan Bastian dengan gerakan nya yang sangat lambat dan lemah.


"Janji saya pada tuan besar sudah terlaksana tuan, jadi saya sekarang sudah ikhlas jika Tuhan menghentikan hidup saya." lanjut Anton.


Janji nya adalah untuk membuat Bastian berubah, entah itu memikirkan kehidupan pribadi Bastian agar lebih baik lagi, juga tugas utamanya untuk menikahkan Bastian dengan wanita yang baik, pasangan yang bisa memberikan Bastian kebahagiaan.


"Aku mohon bertahanlah, aku akan mendatangkan dokter hebat untuk menyembuhkan mu." kata Bastian lagi.


Anton menggelengkan kepalanya lalu menutup matanya.


"Saya senang anda sudah memiliki kehidupan yang bahagia, memiliki tiga malaikat kecil dan juga berhasil membuat kedua ibu anda bisa bersahabat, tuan besar di sana akan sangat bangga pada Anda tuan." lanjut Anton.

__ADS_1


Uhuk..uhukk..


Anton terbatuk-batuk lalu melirik Bastian lagi.


Dan Bastian terus menggelengkan kepalanya.


"Tidak!"


Anton melihat Bastian yang mengeluarkan air mata nya itu, dia ingin mengusap air mata Bastian tapi tiba-tiba dadanya terasa sesak sampai akhirnya..


Anton menghembuskan nafas terakhirnya dengan tangan satu tangan nya yang memegang Bastian.


Bastian mencoba untuk tidak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang, ia menutup matanya berharap ini adalah mimpi, tapi saat dia membuka matanya dan Anton memang benar-benar sudah pergi.


"Terimakasih, teman dan Papa terbaik.." bisik Bastian di telinga Anton.


Bastian keluar dengan air mata yang berlinang di wajahnya, membuat istri Anton yang paham dengan kesedihan Bastian itu langsung pingsan karena tau kalau suaminya sudah pergi untuk selama-lamanya.


Anak-anak Anton langsung memanggil dokter, dan ya.. dokter juga mengatakan hal yang sama yaitu Anton sudah meninggal dunia.


Hari masih siang tapi cuaca nya sangat mendung, seolah langit tau kalau banyak yang sedang berduka atas kepergian Anton.


Tidak akan Bastian lupakan untuk semua pengorbanan Anton untuk nya.


dan Bastian juga berjanji untuk akan menjaga keluarga Anton.


Mom Dena dan Fallen yang baru di kabar meninggalnya Anton tentunya takalah syok dari Bastian.


sedih? tentu saja, Fallen masih ingat jelas betapa gigih nya Anton untuk membujuk nya agar mau menikah dengan Bastian.


Bahkan sampai melakukan hal-hal gila nya sampai akhirnya Fallen menikah dengan Bastian dan sekarang sudah memiliki twins S, tapi kenapa orang sebaik Anton cepat pergi?.


Rasanya Fallen masih belum bisa menerima nya, seminggu yang lalu bahkan pria tua itu masih bisa datang ke rumah nya untuk memberikan makanan buatan istrinya untuk Fallen.


"Pak Anton orang baik, semoga Tuhan memberimu tempat yang indah di atas sana." gumam Fallen.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2