
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Sayang." panggil Bastian lembut membuat Fallen yang sedang duduk di samping nya itu menjadi melirik ke arah nya.
"Ada apa?." tanya Fallen.
"Sini, mau peluk." kata Bastian sambil tersenyum.
Fallen menurut, dia merebahkan tubuhnya di samping sang suami dan langsung mendapatkan pelukan oleh Bastian.
"Rindu, kapan kita ketemu twins." ucap Bastian sambil mengusap perut buncitnya Fallen.
Fallen terkekeh geli merasakan sentuhan sang suami di perut nya.
"Nanti 4 bulan lagi, tunggu ya Pipi." sahut Fallen menirukan suara anak kecil, yang mana membuat Bastian gemas dan langsung memberikan beberapa kecupan di perut sang istri.
"Udah ihk geli." cicit Fallen sambil tertawa.
Bastian menghentikan, tapi tangan nakal nya malah menyibakkan baju yang di pakai Fallen.
"Aku ngak bisa bayangin perut kamu bakalan sebesar apa sayang, maaf ya aku ngak bisa bantu apa-apa selain nanam doang." kata Bastian sambil menatap perut Fallen yang memang buncit nya melebihi wanita yang hamil masih di bulan ke lima.
"Sembarangan nanam-nanam emang anak aku apaan? singkong?, dasar!" dengkus Fallen sambil mengacak-acak rambut suaminya.
"Perut aku bakalan besar banget dan otomatis tubuh aku bakalan berubah, mungkin jadi gendut dan bulat, kamu malu ngak?." tanya Fallen yang masih sibuk mengacak rambut suaminya.
Bastian menggelengkan kepalanya, membuat Fallen langsung tersenyum.
"Kenapa?." lanjut Fallen menatap suami nya.
"Ngak ada alasan buat aku malu, aku cinta kamu yang kurus ataupun gendut, kamu istimewa." kata Bastian yang seketika mendapatkan cubitan di pipi nya.
"Gombal kamu." ucap Fallen sambil terkekeh pelan.
Melihat Fallen yang tersenyum ada rasa kebahagiaan tersendiri di hati Bastian, dan itu semua di dapatkan dengan cara sederhana.
"Aku ngak gombal sayang, kamu gendut gini seksi tau, makin terlihat montok!" ucap Bastian menggoda istri nya.
Bukkkk !!
Seketika Bastian yang mendapatkan pukulan di lengan nya itu hanya bisa mendengkus pelan.
istri nya memang galak dan bar-bar.
__ADS_1
"Boleh jenguk ngak?." tanya Bastian.
Yang mana membuat Fallen yang mendengarnya langsung menutupi perut buncitnya itu.
"Apa kata dokter?." tanya balik Fallen.
"Ngak boleh main lama-lama sampai buat Mimi twins kelelahan." jawab Bastian cepat.
"Itu tau." ketus Fallen.
"Tapi sayang dokter ngak bilang kan kalau ngak boleh main sering, sekali main satu ronde masih bisa dong, kan ngak lama main nya." kata Bastian yang seketika membuat Fallen melotot.
Mana ada satu ronde tidak lama, satu ronde di ibaratkan satu jam untuk seorang Bastian, dan Fallen tentu selalu kalah telak jika menghadapi birahi Bastian yang gila itu, bahkan tiga hari ini anak-anak di perut nya terus mendapatkan jengukan suami nya.
"Sayang.." panggil Bastian.
Huh..
Fallen menghela nafasnya, lalu menatap Bastian.
"Iya, tapi sebentar aja ya, aku mengantuk." kata Fallen yang langsung mendapatkan ciuman mendadak dari suaminya.
Hemphh..
Kebiasaan Bastian selalu mencium mendadak, membuat Fallen kesal saja karena selain tidak bisa mempersiapkan diri dulu dia juga selalu kalah karena tidak bisa mengimbangi permainan suaminya.
Satu jam berlalu..
Setelah permainan nya selesai Fallen menarik selimut nya ke atas, Bastian tersenyum senang karena kembali mendapatkan vitamin dari sang istri, Fallen benar-benar sudah menjadi candu nya.
Cup.
"Makasih sayang ku." kata Bastian sambil tersenyum.
"Heum." sahut Fallen sambil memejamkan matanya, tapi sedetik kemudian Fallen membuka matanya, dan hal itu membuat Bastian yang semula ingin memeluk Fallen menjadi menatap Fallen dengan wajah bingung nya, wajah istrinya terlihat sedang berpikir keras.
"Apa ada yang menganggu pikiran mu sayang?." tanya Bastian.
Fallen menghela nafasnya panjang, dia memang sedang memikirkan permintaan Ibu Rosalina kemarin, Ibu tiri nya Bastian meminta nya untuk mencarikan gadis cantik yang memiliki pribadi baik.
"Ibu mau minta saran gadis yang cantik dan baik untuk di jodohkan dengan Darrel, adik ipar mu sudah dewasa ibu ingin putra ibu secepatnya menikah."
Dan Fallen sedang menimbang siapa di antara kenalan teman wanitanya yang cocok dengan Darrel.
kesan pertama saat bertemu dengan Darrel adalah sosok yang menyebalkan, dan sesukanya.
__ADS_1
Sifat Darrel adalah sifat copasan Bastian, entah dari sikap arogan nya atau pun sisi baik nya, keduanya sama-sama pandai menutupi sisi lain dari kehidupan keduanya.
"Aku sedang berpikir gadis yang pas untuk Darrel, adik mu." ucap Fallen.
What?.
Bastian tentu kaget mendengar nya, seperhatian itu kah Istri nya pada adik tiri nya, benar-benar menyebalkan.
"Ngak usah di cariin, biar dia nyari sendiri, lagi pula kaya yang ngak laku aja jodoh di cariin orang lain." kata Bastian sewot.
Yang mana membuat Fallen langsung menggelengkan kepalanya.
"Kita bukan orang lain, kamu kakak nya dan aku ipar nya." tegas Fallen yang seketika membuat Bastian bungkam.
Melihat wajah Bastian yang di tekuk membuat Fallen menghela nafasnya kasar, dia tau pasti Bastian sudah berpikir yang aneh-aneh.
"Ngak usah mikir yang aneh-aneh, apa salahnya kita perduli dengan saudara sendiri." lanjut Fallen lagi.
"Tapi sayang Darrel kan____" ucap Bastian terhenti.
"Apa? harta? ngak denger apa kata Mom sama Ibu, harta kalian akan di bagi rata buat anak-anak nanti." kata Fallen yang berpikir jika suami nya itu memikirkan perihal pewaris semua kekayaan Daddy nya.
"Nah sekarang kamu yang mikir aneh-aneh, mana ada aku gitu, gini ya sayang ku cantik kamu boleh nyari calon istri buat Darrel, tapi kamu harus tau juga Darrel nya mau ngak nerima perjodohan nya?." jelas Bastian yang mana seketika membuat Fallen langsung terdiam.
Fallen benar-benar tidak berpikir sampai sejauh itu, di hanya asal setuju karena menurut nya dengan Darrel menikah mungkin tidak akan ada lagi perselisihan antara keluarga, ataupun keluarga nya mungkin akan semakin hangat karena bertambah nya anggota keluarga baru.
Lagi pula ini semua permintaan Ibu Rosalina yang menginginkan putra nya segera berkeluarga, Fallen tidak bisa menolak permintaan Ibu Rosalina yang terkesan sangat memohon itu.
"Ini permintaan Ibu Rosa, Ibu yang meminta ku untuk memberikan calon untuk Darrel." jelas Fallen.
"Emang dua Nenek lampir kelakuan nya sama, dulu Mom yang mau jodoh-jodohan, sekarang Ibu Rosa, benar-benar kelakuan nenek-nenek." decak Bastian malah ikut kesal.
Fallen terdiam tidak ikut adu argumentasi lagi dengan sang suami, dia berpikir kembali siapa yang kira-kira cocok dengan Darrel.
sampai akhirnya..
"Aku tau siapa calon yang pas." kata Fallen.
Membuat Bastian yang semula ingin memejamkan matanya langsung membuka matanya lebar-lebar.
"Siapa?." tanya Bastian kepo akan pilihan sang istri.
"Hana!" kata Fallen santai sambil tersenyum.
_________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️