
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Dag dig dug ser, itulah yang Tara rasakan saat ini, apalagi setelah mendengar jika mempelai pria sudah datang membuat Tara semakin gugup di buatnya.
Sesuai permintaan karena acara nya hanya akad Tara tidak mau make up yang terlalu medok, Tara meminta make up tipis-tipis yang tentunya sesuai dengan kebaya adat sunda karena Darrel asli kota B.
"Kak, aku harus nangis nggak?." tanya Tara konyol.
"Maksud nya?." tanya perias kebingungan.
"Biasanya kan pengantin yang mau nikah suka ada acara nangis-nangis nya, nah masalah nya aku nggak bisa pura-pura nangis, terus itu gimana?." jelas Tara.
Dia pernah menonton salah satu Vidio viral dimana si wanita nya menangis setelah akad nikah selesai.
Pertanyaan Tara itu membuat perias itu semakin kebingugan, tidak paham dengan apa yang sedang di ucapkan oleh Tara yang menurut nya aneh.
Merasa tidak akan mendapatkan jawaban yang di harapkan Tara hanya bisa menghela nafasnya panjang.
"Kalau nangis sayang sama bulu mata nya, terus soflen nya juga bakal perih, mana nanti cela bawah matanya luntur nanti yang ada kaya zombie aku." gumam Tara lagi.
Tok..tok..tok..
"Masuk." kata Tara.
"Leddy, capcus sebentar lagi udah mau ijab kabul." ucap Hadian.
Tara beranjak berdiri lalu mendekati ke empat pemuda tampan yang menjadi sahabat baik nya itu.
Alex, Hadian, Toni dan Dani memang sudah Tara tujuk untuk menjadi pengantar pengantin wanita.
Seharusnya memang kakak atau kerabat wanita nya, tapi karena Hana sang kakak ada di luar untuk mengawasi ibu nya agar tidak berulah jadi Tara menunjuk ke empat teman nya untuk menjemput nya ke pelaminan.
"Gimana cantik nggak?." tanya Tara sambil melirik ke empat teman nya.
Dan langsung di angguki ke empat nya cepat.
"Bukan main, cantik nya ngalahin artis Leddy." puji Toni.
"Haha, berlebihan kamu Ton." kata Tara sambil tertawa, yang seketika tawa itu membuat Alex yang masih memiliki sedikit perasaan yang tersisa itu menjadi salah fokus.
Sadar akan tatapan Alex Tara langsung mendekati teman nya itu, lalu tanpa ragu memeluk Alex.
"Buang perasaan kamu Lex, aku udah milik orang lain." kata Tara. "Aku yakin kamu pasti bisa Lex." lanjut Tara sambil tersenyum.
"Makasih Tar, aku akan berusaha lupain rasa ini." balas Alex membuat ketiga teman nya langsung tersenyum.
"Alex aja nih yang di peluk, kita enggak?." Toni si rusuh memeperlihlhat rasa iri nya, membuat Tara yang mendengar nya langsung tersenyum.
Tanpa ragu Tara memeluk satu persatu teman nya, dari Toni, Hadian, Dani, dan yang terakhir Alex kembali mendapatkan dua pelukan lagi.
__ADS_1
"Kita akan masih bisa sahabatan kan?." tanya Hadian.
Tara mengangguk sambil tersenyum.
"Tentu saja, kalian adalah teman terbaik aku, makasih ya udah mau jadi penjaga aku di sekolah." kata Tara tanpa sadar ingin menangis namun segera di alihkan dengan sebuah cubitan oleh Toni.
Awwww !!
"Tonooooo" kesal Tara merasa sakit di lengan nya.
"Jangan nangis, make up luntur nanti." Toni mengingatkan.
Di meja pelaminan nampak Darrel yang sedang menjawab beberapa pertanyaan dari penghulu tengtang data-data untuk surat nikah nya, di belakang nya nampak Bastian yang tengah menjaga image nya karena banyak kamera yang menyoroti ke arah nya.
"Sayang senyum." bisik Bastian.
"Nggak mau, aku kan nggak narsis kaya kamu." balas Fallen ikut berbisik.
"Kita nanti masuk TV." bisik Bastian lagi.
Membuat Fallen melirik suaminya dengan mata melotot nya.
"Diam atau aku__" Fallen melihat ke bawah.
Glekk..
Bastian menelan ludahnya sendiri, lalu tersenyum di paksakan.
"Jahat kamu sayang."
Hana yang mendengar bisik-bisik Fallen dan Bastian hanya tertawa, kembali tidak menyangka jika Fallen adalah Gibran persi wanita yang so cool dan malu-malu keong, dan mungkin sifat Hana sebelas dua belas dengan Bastian yang tengil.
Di samping nya Hana ada suaminya juga ibu Rosalina dan Mom Dena dengan besan nya yang nampak terlihat sombong.
bagaimana tidak ibu Rumi dengan kalung emas besar nya yang panjang nya hampir sampai udel itu nampak pede meski make up nya sudah seperti ondel-ondel.
"Nggak nyangka ya jeng kita besanan." ucap Bu Rumi.
Mom Dena dan ibu Rosalina hanya tersenyum kecut, tapi saat melihat kamera yang menyoroti ke arahnya keduanya langsung pura-pura fokus dan menjaga image nya agar terlihat seperti wanita elegan.
"Baiklah jika sudah siap acara nya akan saya mulai." ucap penghulu.
Darrel yang sudah tegang itu langsung mengangguk cepat, dan langsung menjabat tangan penghulu nya.
"Saya nikahkan dan kawinkan.." Penghulu mulai mengatakan ijab kabul, lalu memberi kode dengan anggukan kepala pada Darrel.
Darrel menarik nafasnya panjang..
"Saya terima nikahnya _____"
SAH !!
__ADS_1
Bastian dan kedua ibu nya paling semangat mengatakan kata SAH, bahkan tak tanggung-tanggung mereka langsung berdiri.
Membuat semua mata melihat ke arah nya, dan sadar akan hal itu Fallen langsung menarik tangan Bastian untuk duduk kembali di tempat nya.
"Maaf ini masih latihan." kata penghulu membuat semua nya tentu saja kaget dan tertawa.
Darrel semakin gugup di buat nya, apalagi mendengar keriuhan di belakang nya membuat dia semakin tidak sabar untuk segera membuat mereka bungkam.
"Saya terima nikahnya Tara Andini bin Bapak Sofyan dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai." ucap Darrel lagi.
"Bagiamana para saksi?." tanya Pak penghulu.
SAH !!!
Ucap semua orang yang ada di tempat itu serempak.
"Alhamdulillah." ucap Darrel mengelus dada nya lega.
Tiba-tiba dari kejauhan Tara datang dengan di temani keempat teman nya.
tatapan mata Darrel langsung tertuju pada wanita yang baru dia nikahi satu menit itu.
"Subhanallah.." gumam Darrel.
"Ngedip tuan mantu, Tara anak saya memang cantik." ucap Pak Sofyan yang membuat Darrel langsung melirik ke arah mertuanya.
Tapi baru saja Darrel akan mengeluarkan suaranya Darrel tangan nya di pegang oleh Tara, membuat Darrel langsung memilih lokasi amengabaikan mertuanya.
"Selamat, kalian telah resmi menjadi suami istri yang sah di mata hukum ataupun agama." ucap penghulu.
"Terimakasih pak." sahut Darrel dan Tara bersamaan.
Tak jauh dari tempat pelaminan itu Jenn dan kakak nya Arr sedang duduk.
Arr yang tau adiknya pernah menyukai Darrel hanya bisa memegang tangan sang adik.
"Santai kak, aku udah move on kok." kata Jenn.
"Yakin?" tanya Arr.
Dan Jenn mengangguk.
"Beneran kak, aku udah punya gebetan." kata Jenn.
"Siapa?."
"Ada deh, kakak jangan kepo mending sekarang kakak ngambil makan siapa tau ketemu sama jodoh di nikahan orang, kan rejeki." kata Jenn lagi membuat kakak nya itu langsung terdiam.
Selalu sensitif dengan kata jodoh, karena di usianya yang ke 33 tahun Arr memang belum pernah mengenal cinta ataupun berpacaran.
_________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️