Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Hukuman kecil


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Mobil yang di kendarai Jenn terhenti saat melihat mobil yang menepi di jalur selatan, sekarang dia paham kenapa ke lima pria itu belum sampai ternyata mereka mengambil jalur yang salah.


Atau lebih tepatnya jalan yang di lewati ke lima pria itu adalah jalan yang cukup memakan waktu, padahal setahu Jenn di sini ada satu jalan lagi yang membuat perjalanan nya akan lebih cepat.


"Itu mobilnya kak." Tara menunjuk ke arah sebrang.


"Aku tau." balas Jenn.


Keduanya turun dari mobil, Tara dan Jenn saling melirik karena tidak melihat keberadaan ke lima pria yang kini masuk ke dalam daftar orang hilang itu.


"Kemana mereka?" tanya Tara.


"Mana aku tau, mungkin mereka pergi dengan jalan kaki." Jenn menjawab sambil melihat sekitar.


"Atau jangan-jangan suami-suami kita di makam___" ucap Tara tidak melanjutkan ucapan nya.


Dia langsung menutup bibirnya saat melihat sekeliling nya adalah hutan, dan yang Tara takutkan sekarang adalah jika suaminya di makan hewan buas.


"Kita harus menyelamatkan mereka kak, suamiku yang tampan astaga.." Tara kembali menutup bibir nya.


Membuat Jenn yang melihat itu menggelengkan kepalanya, jika bar-bar dan jiwa pemberani nya mungkin Jenn suka, tapi satu hal yang dia tidak sukai yaitu istri Darrel sangat bawel dan berisik.


"Sudahlah, kita tunggu mereka di sini." kata Jenn malah duduk di atas batu yang sebelumnya pernah di duduki Juan.


Tara melihat sekeliling nya, dia merinding melihat hutan yang tebal dengan pepohonan itu, tapi tersenyum saat melihat ke bawah jalanan di mana ada bukit kecil yang memperlihatkan dan di bawahnya ada air yang mengalir meski terlihat seperti kutu.


"Kakak !!!" teriak Tara melengking dengan suaranya yang cempreng.


"Istri mu rinduuuuuu !!" teriak Tara lagi kembali melengking tinggi dengan suara cempreng nya.


Jenn hanya bisa geleng-geleng kepalanya melihat tingkah remaja labil yang masih di miliki Tara, menutup telinga saat kembali mendengar teriakan gadis itu.


"Hey hentikan suara cempreng mu bukan hanya membuat telingaku sakit tapi juga memancing harimau untuk mendekati kita." kata Jenn masih dengan menutup telinga nya.


"Benarkah? apa harimau tidak suka suara teriakan?" Tara malah tidak koneks, membuat Jenn hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.


Membawa gadis berisik seperti Tara seperti nya itu adalah kesalahan besar yang dia lakukan, seharusnya dia sendiri saja untuk mencari suaminya kenapa juga dia membawa Tara.


"Kakak lihat!!" Tara menunjuk ke jalanan sana.


Jenn melihat ke arah tunjuk tangan Tara, dan dia tersenyum kecut melihat ke lima pria itu yang memakai pakaian serba basah.


"Apa mereka di kejar harimau sampai jatuh ke sungai." tanya Tara menganga melihat suaminya mendekati nya.


"Bukan di kejar harimau, tapi di kejar buaya air kan buaya darat nya mereka." kata Jenn menatap tajam ke arah pria yang tengah nyengir ke arah nya.


Akhirnya mereka semua melanjutkan perjalanan nya mengikuti mobil Jeep yang di kendarai oleh Jenny.

__ADS_1


hanya ada satu yang berbeda dari mobil yang di kendarai wanita itu, di mana sekarang mobilnya bertambah dua orang pria, yaitu Juan dan Darrel.


Dan di sepanjang perjalanan nya Jenn tidak mengatakan apa-apa, tidak seperti Tara yang tiada hentinya meniup tangan suaminya.


"Seharusnya kakak tidak boleh berenang di sore hari, kakak tau orang tua dulu bilang pamali nanti ada yang ikut." kata Tara cerewet.


"Mana ada begitu, aku berenang bersama yang lain nya, tentu saja tidak akan ada yang mengikuti ku." sahut Darrel mencolek hidung istrinya gemas.


"Kakak jangan pegang-pegang ya, aku sedang marah tau!" kesal Tara sambil mengerucutkan bibirnya.


Dan begitulah keduanya terus berbicara membuat Juan iri, karena Jenny nya hanya diam seolah sedang menahan sesuatu.


Sesampainya di Villa Bastian ke lima pria itu langsung masuk kamar untuk membersihkan tubuhnya masing-masing, Fallen tidak memarahi Bastian begitupun Hana dan Arr yang juga tidak memarahi suami-suami nya, dan itu membuat ke lima pria itu bingung.


Kini ke lima nya sedang makan malam, dan makan malam itu hanya ada sembilan pria, tidak ada wanita satu pun yang ikut makan tentu saja itu membuat mereka aneh.


"Apa istri mu memarahi mu Bas?" tanya Lian.


Bastian yang sedang makan menggeleng.


"Dia mencintai ku tentu saja dia tidak memarahi ku." balas Bastian dengan percaya dirinya.


Tidak mungkin dia mengatakan jika dirinya tau istrinya sedang marah, Bastian menjaga image nya untuk menjadi pria sejati, tentu saja dia tidak mau ada orang yang mengetahui pertengkaran di antara keduanya sekarang.


"Bagaimana dengan istrimu?" tanya balik Bastian.


Membuat Lian ikut menggelengkan kepalanya.


"Istriku sedang hamil, tentu saja dia sangat lengket dengan suami nya karena hormon ibu hamil selalu manja." kata Lian berbohong.


Sedangkan Gibran dia tidak banyak bicara karena istrinya memang sedang marah pada nya, bahkan saat di kamar biasanya istrinya akan bermanja-manja dengan memeluk nya dan mencium nya, tapi sekarang? Hana bahkan acuh terhadap nya, baju yang dia pakai pun dia ambil sendiri dari koper nya.


Lain dengan Juan dan Darrel yang nampak biasa saja, bukan biasa lebih tepatnya keduanya nampak terlihat makan dengan nyaman, apalagi keduanya membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam.


"Nanti malam main yuk kak, kakak kan sibuk akhir-akhir ini aku mau kita giat main nya biar cepat punya dedek bayi." suara Tara nan manja itu terngiang di telinga Darrel.


"Aku udah selesai menstruasi nya, nanti malam aku akan buat kamu nggak bisa jalan ya." suara yang datar dan terkesan dingin itu berhasil membuat jantung Juan berdebar semakin kencang, dia tidak sabar untuk menerobos gawang pertahanan istrinya lagi.


"Kalau mereka tidak marah kenapa mereka tidak makan?" kini Juan mengeluarkan suara nya, tapi dengan nada yang terkesan mengejek.


"Mereka sudah makan." balas Bastian singkat.


Alex dan ke tiga temannya itu hanya diam tidak mengeluarkan suara nya, ke empat nya makan tanpa enggan mengeluarkan suaranya karena takut mendapatkan kemarahan ke lima pria dewasa yang sudah senior itu.


Sampai akhirnya terdengar suara langkah kaki, semua mata pria itu melihat ke arah sumber suara, ke lima wanita itu berjalan mendekati mereka.


"Jagain anak-anak, aku sama yang lain nya mau nobar." kata Fallen dingin.


"Iya sayang, tapi jangan lama-lama ya soalnya aku mau__" ucap Bastian terhenti karena Fallen langsung pergi begitu saja.


Kini giliran Tara yang berjalan mendekati suaminya.

__ADS_1


"Kakak malam ini bantuin jagain anak-anak kak Babas ya." kata Tara lembut.


"Bukan nya nanti malam kita.." ucap Darrel terhenti karena Tara melotot ke arah nya.


"Jadi kakak nolak!" suara Tara terdengar santai tapi mencekam.


Darrel hanya bisa mengangguk pasrah, tidak berani menolak.


Dan kini giliran dua ibu hamil yang sama-sama memperlihatkan wajah dingin nya.


"Sama seperti Bastian, kalian jagain anak-anak." ucap Hana dan Arr bersamaan.


Gibran dan Lian hanya mengangguk tanpa berani mengeluarkan suaranya, marah orang dingin dan marah orang ceria itu benar-benar menyeramkan.


Jenn tidak mendekati Juan, tanpa mengatakan apapun Juan sudah paham melihat tatapan dingin sang istri.


"Belum juga punya anak udah harus jaga anak aja." Juan memasukan makanan ke mulut nya setelah melihat Jenn pergi menjauh.


"Sabar bang." Toni yang diam saja akhirnya mengeluarkan suaranya.


Membuat semua pria senior itu melihat ke empat pemuda itu, lalu tersenyum menyeringai.


"Kalian juga!!". kata ke lima nya kompak.


Membuat Alex, Dani dan Hadian kompak melirik Toni.


"Dasar si Ucok!" suara batin ke tiga nya kompak kesal pada Toni.


Sedangkan di ruang tamu Fallen dan yang lain nya nampak santai duduk di atas karpet bulu-bulu nya, cemilan melingkar di tengah-tengah nya.


"Emang nggak apa ningalin suami ngasuh anak kak?" tanya Tara.


"Biarin aja, biar mereka kapok emang mereka aja yang bisa senang-senang kita juga bisa kali." Hana menyahut sambil makan cemilan nya.


"Tapi gimana kalau anak-anak nangis." ucap Arr, semenjak hamil dia mudah takut akan beberapa hal.


Fallen menggelengkan kepalanya.


"Tenang saja ada Bastian, Willy dan Syakira tidak akan kembali saling menyakiti." balas Fallen, dia tau jika Arr mengkhawatirkan Willy dan Syakira yang memang setiap bertemu selalu berakhir dengan tangisan.


"Sekarang kita harus santai, bagaimana kalau kita menonton film yang lagi viral?" Fallen mengeluarkan ide nya.


"Oh yang film itu, boleh tuh mumpung lagi kesal." sahut Hana.


"Suami nya selingkuh kan?" Tara yang penyuka film itu mulai masuk ke dalam obrolannya.


"Iya, yang suaminya beliin Penthouse." Jenn yang diam saja mulai nyambung, setelah menikah dia memang suka menonton, tapi tetap saja hal itu tidak membuat jiwa penyuka buku nya hilang, Jenn dan Arr masih penyuka novel.


Dan pada akhir nya ke lima nya menonton sampai tengah malam, meski mereka melihat para suaminya yang selalu memberi kode dengan melewati tempat mereka berkumpul tetap saja ke lima nya tidak memperdulikan nya.


Itu adalah hukuman kecil dari mereka untuk para suami nya yang lupa akan waktu dan membuat mereka khawatir.

__ADS_1


Bahkan setelah selesai menonton mereka langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu nya, membiarkan para suaminya tidur di kamar anak-anak.


🌹


__ADS_2