
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Meninggalkan kisah cinta Lian dan Arr yang masih menyesuaikan diri di dalam rumah tangga nya yang masih seujung jagung itu, percayalah cinta tidak ada yang instan, selalu ada lika-liku kehidupan yang harus di lewati sebelum bertemu kebahagiaan.
Di rumah mewah Darrel dan Tara, pasangan yang masih juga terbilang baru itu nampak sedang melakukan hal berbeda.
Tara yang sedang mengerjakan PR nya, dan Darrel yang sedang mengerjakan pekerjaan nya di laptopnya.
Begitulah sepanjang malam yang keduanya lalui, meski berbeda dunia tapi keduanya selalu terlihat harmonis dan serasi saat di dalam kamar, seperti sekarang..
"Akhirnya selesai juga." Tara meregakan otot-otot nya yang terasa pegal itu.
Suara Tara yang cukup besar itu mengundang perhatian Darrel yang sedang bekerja, dia langsung menutup laptopnya dan bangkit dari kursi bekerja nya, dan berjalan mendekati Tara yang duduk di kursi belajar nya.
"Aku lihat coba." Darrel mengambil buku Tara, dan melihat hasil kerja sang istri.
Tara melihat Darrel yang sedang fokus melihat hasil kerja otaknya yang tidak seberapa itu, dengan wajah yang lelah nya Tara melingkarkan tangannya nya di perut suaminya.
"Benar nggak?" tanya Tara sambil mengigit piyama suaminya.
Berpikir lama membuat kepalanya hampir pecah, tapi meski begitu Tara tetap melakukannya karena dia ingin nilai nya menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Tara ingin memiliki nilai bagus agar dia layak menjadi istri dari pria hebat seperti suaminya, Tara tau mungkin dari pandangan publik dia dan suami cocok, tapi tetap saja dari otak dan harta keduanya jauh berbeda, dan itu sangat jauh, sangat.
"Ada yang salah, yang no 3, 5, dan 8 salah." kata Darrel.
Tara yang mendengar itu langsung melihat buku nya kembali, dan dia memanyunkan bibirnya sebal saat melihat jawaban nya yang memang Tara jawab asal karena malas menghitung.
"Sini aku kerjain lagi." ucap Tara ingin mengambil buku nya.
Tapi tidak di berikan oleh suaminya, membuat Tara menjadi bingung sendiri.
"Siniin ihk, katanya salah." Tara berusaha mengambil buku nya kembali.
"Jangan di perbaiki, biar saja begitu karena itu hasil kamu ngerjain dengan usaha kamu yang awal, kalau kamu mau ubah seharusnya dari tadi, dari sebelum kamu mengakan jika kamu sudah beres mengerjakan tugasmu." jelas Darrel lagi.
Meskipun ada yang salah tapi jelas Darrel bangga pada istri kecilnya, karena sekarang Tara benar-benar bisa memperbaiki semua pelajaran nya yang tertinggal, meski
Membuat Tara tersenyum dan memeluk suaminya lagi.
__ADS_1
"Aku ngantuk, kita tidur yuk." balas Tara sambil menguap lebar.
Melihat itu Darrel langsung terkekeh dan menaruh buku nya, lalu membalikan tubuhnya agar menghadap tubuh sang istri tersayang nya.
"Ayo kita tidur." Darrel mengangkat tubuh kecil sang istri.
Darrel merebahkan tubuh Tara di tempat tidur nya, lalu ikut merebahkan tubuhnya di tempat tidur bersama istrinya.
Tara kemabli memeluk suaminya, mencium harum tubuh suaminya yang sangat wangi itu.
"Kita bikin dedek nggak?" tanya Tara dengan polosnya.
Darrel menaikan sebelah alisnya ke atas mendengar pertanyaan sang istri.
"Terserah, kalau kamu mau aku akan mau." balas Darrel sambil tersenyum.
Tara mencium pipi suaminya, lalu melingkarkan tangannya di leher suaminya.
"Kenapa aku harus nggak mau, kakak adalah suami ku dan aku mencintai mu, menyukai mu dan ingin mengandung anak mu juga." sahut Tara lagi dengan senyuman bahagia nya.
Membuat Darrel tidak pinggir panjang, dia langsung menarik pinggang Tara dan mulai mencium sang istri tersayang.
Dan keduanya mulai melakukan nya, dengan cinta yang di miliki keduanya, begitulah keduanya memulai saling berbagi kisah kasih nya.
"Aku heran kenapa mereka bule, kenapa tidak ada satupun yang mengikut gen ku." Fallen yang sedang memegangi dot untuk Syakila dan Syaka mulai mengeluarkan suaranya.
Membuat Bastian yang sedang memegangi dot yang di minum Syakira langsung melirik istrinya.
"Gampang sayang, kita buat adik mereka aku yakin anak ke empat kita pasti berwajah Asia." balas Bastian dengan senyuman penuh kemenangan nya.
Membuat Fallen yang mendengarnya menjadi malas dan juga sebal.
"Dasar mesum, bilang aja mau itu pake bawa anak segala lagi." Fallen mencubit pinggang Bastian dengan kesal.
"Habisnya kamu akhir-akhir ini susah sih, banyak alasan." kata Bastian lagi.
Yang lagi-lagi membuat Fallen melirik suaminya.
Jarang apa nya, bahkan seminggu ini Fallen tidak bisa menghitung berapa kali keduanya melakukan nya karena Bastian yang selalu menjebak Fallen.
Entah itu di kamar mandi, ataupun di kamar nya, yang jelas Fallen rasa semakin tua suaminya semakin gila di ranjang.
__ADS_1
Setelah menidurkan anak-anak nya Bastian dan Fallen langsung ke kamar nya.
dan lagi-lagi Fallen yang sedang berjalan mendekati tempat tidur itu kecolongan lagi.
"Sayang!" Fallen tersentak kaget saat Bastian menarik pinggang nya dan mencium nya.
"Banyak anak banyak rejeki." alasan Bastian di setiap permainan nya.
"Banyak anak emang banyak rejeki, tapi banyak anak yang kaya mana dulu, ini mah bukan rejeki tapi suami yang gila ranjang." kata Fallen sambil melepaskan dirinya dan berjalan ke tempat tidur.
Melihat Fallen yang merebahkan tubuhnya di tempat tidur Bastian pun ikut merebahkan tubuhnya di tempat tidur, lalu kembali memeluk Fallen istri kesayangan nya.
"Hana hamil." ucap Fallen.
"Bagus dong, itu tandanya Gibran berhasil." balas Bastian.
"Aku yakin Hana pasti bahagia, kita kirim hadiah ya besok." kata Fallen lagi.
"Lakukan apapun yang kamu mau sayang." balas Bastian lagi.
Setelah keduanya terdiam tiba-tiba Fallen merasakan jika tangan Bastian mulai nakal, dan berkeliaran di area dada nya, membuat Fallen merasa geli sekaligus kesal.
"Sayang.."
"Hem."
Bastian menarik Fallen ke pelukan nya agar dia lebih leluasa, dan saat tubuhnya mulai ingin mengkungkung-kung sang istri tiba-tiba terdengar suara tangisan anak nya.
"Haha, sudah kamu tidur duluan aja, Syakira nangis aku mau tidurin anak kesayangan kamu dulu." kata Fallen buru-buru berdiri dan langsung berjalan ke arah kamar anak-anak nya.
Melihat kepergian Fallen yang pergi ke kamar anak-anak nya Bastian hanya bisa menghembuskan nafas nya kasar, lalu melihat ke bawah sana, di mana adik kecil nya sudah berdiri.
"Kau benar-benar menyebalkan, kenapa berdiri sebelum masuk." kesal Bastian sambil beranjak dari tempat tidur nya.
Karena tidak nyaman pada akhirnya Bastian memilih berjalan ke kamar mandi, dan begitulah akhir dari si mesum yang berakhir horor nya di kamar mandi.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Biar nggak bosen, lagi pula ini kisah cinta semua peran, jadi semua peran punya cerita di setiap bab nya.
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗