Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Pertemuan tak sengaja #2


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Lian mengendarai mobil nya dengan perasaan salah tingkah, bagaimana tidak dia terus melihat Willy putra nya yang nampak nyaman memegang bagian dada Arr.


"Astaga, kenapa putra ku sangat nakal." batin Lian prustasi.


Willy tidak mengalihkan tangan nya dari bagian dada Arr, dan yang membuatnya semakin syok adalah Arr yang nampak biasa saja saat tangan putra nya nakal seperti itu.


Sedangkan Arr yang sedang merasakan usapan di dadanya itu nampak biasa saja, meski awalnya Arr merasa geli karena ini pertama kalinya ada yang menyentuh bagian intim nya.


dan sekali nya itu adalah seorang anak berumur dua tahun lebih.


Arr malah mengusap pelan rambut Willy, kehangatan yang cukup membuat nya hampir terbius dengan perasaan yang sangat aneh, dan belum pernah dia rasakan sebelumnya.


"Mungkin seperti ini lah rasanya memiliki bayi, benar-benar hangat." batin Arr.


Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang, tidak ada obrolan di antara keduanya, baik Arr ataupun Lian sama-sama saling mendiamkan dan lebih fokus pada pikiran nya masing-masing.


Sampai akhirnya mobil Lian berhenti tepat di halaman rumah nya, Arr yang merasakan mobilnya berhenti langsung tersadar dan melihat sekitarnya.


"Tuan kenapa anda tidak memberitahu saya jika rumah saya sudah terlewati." kata Arr melotot.


"Kau fokus pada putra ku, jadi bagaimana aku bisa memberitahu mu, lagi pula aku tidak mau membuat putra ku bangun karena mendengar suara mu." balas Lian berbohong.


Nyatanya Lian memang sengaja tidak memberitahu Arr jika rumah Arr sudah terlewati, lebih tepatnya karena Lian ingin putra nya merasakan tidur di pelukan seorang ibu.


Arr menghembuskan nafas nya dengan kasar, lalu keluar dari mobil dengan Willy yang masih di gendongan nya.


"Berikan pada ku, kau bisa pulang aku akan menyuruh supir untuk mengantarkan mu." kata Lian sambil ingin mengambil tubuh Willy dari Arr.


Tiba-tiba..


"Mommy.." suara Isak Willy kembali terdengar.


Arr dan Lian saling bertatapan, sampai akhirnya Arr memilih untuk menidurkan Willy ke kamar nya.


"Di mana kamar Willy?" tanya Arr.


"Di sana." tunjuk Lian ke lantai atas.

__ADS_1


Arr berjalan menaiki tangga dengan Willy yang masih terisak pelan, dan sesampai di kamar Arr langsung merebahkan tubuh Willy di tempat tidur.


Tapi sayangnya Willy malah semakin menangis dan itu membuat insting seorang ibu dari diri Arr keluar.


"Cup..cup..sayang jangan nangis Mommy di sini." ucap Arr tanpa sadar mengucapkan kata yang sangat menggelikan itu.


Lian yang ada di ambang pintu itu sampai melongo mendengar ucapan Arr barusan, apalagi di tambah Arr yang malah merebahkan tubuhnya di tempat tidur dengan posisi menyamping Arr mencoba menidurkan Willy putranya.


"Bastian benar, dia terlihat dingin dan kasar, tapi terlepas dari sikapnya yang jutek itu dia memiliki jiwa keibuan yang sangat besar." batin Lian yang tanpa sadar terpukau dengan Arr yang sedang mencoba menidurkan Willy.


Sedangkan Arr sendiri dia nampak kaget saat Willy tiba-tiba memegang bagian dadanya, tangan Arr terangkat untuk memegang kancing kemeja nya, dia terdiam sebentar nampak menimbang.


Mata Arr melihat ke sekeliling kamar nya takut ada orang yang melihat ataupun ada Cctv tersembunyi, sampai akhirnya Arr yang sudah memastikan tidak ada orang di kamar nya itu langsung membuka tiga kancing kemeja nya.


"Mungkin tidak akan ada ASI, tapi mungkin ini akan membuat tangis nya berhenti." gumam Arr.


Ragu-ragu Arr mendekatkan **** ke bibir Willy, sampai akhirnya Willy mulai nyaman dengan apa yang baru dia rasakan.


dan sensasi baru juga di rasakan Arr, matanya nampak terpejam sesaat sampai akhirnya rasa kantuknya mulai menerpa.


Arr tertidur dengan posisi menyamping dan jangan lupakan tiga kancing nya yang terbuka, sama hal nya dengan Arr Willy juga tertidur di samping Arr.


Di luar nampak Lian yang sedang menunggu di sopa, Lian menggaruk kepalanya merasa aneh karena Arr sangat lama di dalam kamar nya.


Karena penasaran Lian langsung masuk ke dalam kamar nya, dan terlihatlah Arr yang tidur menyamping, ragu-rahu Lian melangkah untuk mendekati Arr.


Sampai akhirnya mata Lian melotot saat melihat pemandangan mengejutkan di depan nya, bagaimana tidak dia melihat dua gundukan bulat milik Arr yang nampak kencang meski terbilang kecil.


Glek..


Lian menelan ludah nya kasar, bagai mana pun dia adalah pria normal dan tentu saja pria normal pasti merasa hawa panas saat di hadapkan dengan sesuatu yang menggoda iman itu.


"Pikiran ku sudah gila, aku harus buru-buru berendam." gumam Lian, langsung masuk ke kamar mandi.


Samar-samar Arr yang sedang tertidur itu mendengarkan suara gemericik air, mata Arr terbuka dan alangkah kaget nya Arr saat merasakan sakit di bagian dada nya.


"Seperti nya Willy mengigit nya, astaga sakit." gumam Arr sambil mengancingkan kembali kancing kemeja nya.


Arr yang tau jika Lian sedang mandi memilih keluar dari kamar, tapi baru juga dua langkah tiba-tiba Lian keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggang nya.


"Saya akan pulang." ucap Arr tidak membalikan badannya.

__ADS_1


"Tunggu di luar sebentar, aku akan mengantarkan mu." kata Lian, dan Arr hanya mengangguk tanpa berniat menjawab nya.


Lian berjalan mendekati tempat tidur, dia melihat Willy yang nampak tidur nyenyak setelah mendapatkan sesuatu yang belum pernah putranya rasakan sensasi nya.


"Kita akan mendapatkan nya Son, jangan khawatir." kata Lian sambil mengecup singkat kening sang putra.


Lalu mengambil pakaian ganti nya dan mulai berpakaian, setelah selesai berpakaian Lian langsung keluar dari kamarnya dan berjalan mendekati Arr yang sedang duduk di sopa.


Melihat Lian yang mendekat Arr langsung bangkit dari sopa, lalu keduanya menuruni tangga bersama tapi saat tangga terakhir nya Arr yang masih mengantuk itu hampir terjatuh, beruntung di tahan oleh Lian.


"Hati-hati." kata Lian.


Arr membenarkan posisi nya, keduanya kembali berjalan sampai akhirnya sampai di dalam mobil.


Di perjalanan keduanya nampak terdiam, dan saat pandangan nya bertemu Arr melihat Lian yang berbeda.


"Apa ada yang salah?" tanya Arr memecahkan keheningan.


"Tidak ada." sahut Lian gelagapan, dia kembali teringat saat melihat bagian dada Arr yang terbuka.


Arr menguap saat merasakan rasa kantuknya kembali datang, dan melihat itu Lian langsung mendeuhem.


"Arr." panggil Lian.


"Hem." sahut Arr dengan wajah mengantuk nya.


"Apa kau tidak ada kepikiran menikah cepat?" tanya Lian.


"Hemm." sahut Arr lagi masih mengantuk.


"Bagaimana jika ada yang mengajak mu menikah, apa kau mah." lanjut Lian dengan suara pelan.


"Hemmm"


Lian menghentikan mobilnya, dan saat matanya melirik Arr dia melotot karena Arr ternyata sudah tertidur.


"Aku pikir hemm itu adalah jawaban, tapi ternyata dia tertidur." gumam Lian sambil menggelengkan kepalanya merasa lucu untuk niatnya yang salah waktu.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2