Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Setelah menikah.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Acara pernikahan sudah selesai, tamu undangan sudah banyak yang pulang termasuk sanak keluarga terdekat dan teman-teman dari kedua pengantin sudah pamitan pulang duluan.


Kini tinggallah Jenn dan Juan yang sedang membersihkan diri sebelum akhirnya pulang dari hotel, keduanya memang memutuskan untuk pulang karena Jenn yang memaksa pulang.


Jenn ingat obrolan nya tadi bersama Mami Anita, mertuanya di saat sedang proses makeup.


Flashback beberapa jam yang lalu..


Jenn.." panggilan lembut itu terdengar di telinga si calon pengantin yang masih dalam proses makeup itu.


"Mami.." Jenn memberi kode pada perias yang membantu nya untuk berhenti sebentar.


Dan paham dengan itu si perias keluar dari kamar yang di gunakan calon pengantin wanita.


"Apa kau senang Jenn?" tanya Mami Anita.


Jenn menganggu dengan senyuman nya.


"Tapi sekarang aku lebih ke tegang Mi." balas Jenn jujur.


Mami Anita tersenyum mendengar pengakuan jujur dari calon memantu nya itu.


dia berjalan mendekat supaya tidak ada jarak di antara calon mertua dan calon menantu itu.


"Setelah menikah kalian tinggal di rumah Mami ya." kata Mami Anita.


"Bukan kah Juan sudah beli rumah baru ya?" Jenn bingung, kerena setahu nya Juan memang membelikan rumah baru untuk memulai kehidupan baru dengan nya.


"Kamu benar Juan memang membelikan rumah baru untuk bisa memulai hidup baru bersamamu Jenn, tapi Mami tidak mau sendirian, Mami tidak mau jauh-jauh dari anak Mami, kamu dan begitupun dengan Juan." balas Mami Anita lagi sedih.


Di usianya yang sudah 57 tahun itu tentu saja dia ingin memiliki masa tua yang indah, hidup dengan anak mantu nya, dan mungkin lebih indah lagi kalau dia mendapatkan cucu yang lucu-lucu, itulah keinginan di masa tua nya.


Jenn melihat raut wajah Mami nya yang penuh harap itu, tidak mau melihat mertuanya sedih Jenn memilih mengalah, dia tau jika Juan dan Mami Anita memang sangat dekat dan ikatan seorang ibu dan anak memang tidak bisa di pisahkan, sekalipun jarak yang menjadi penghalang diantara nya.


"Mami tenang aja, aku nggak akan pernah ninggalin Mami sendiri, aku akan bujuk Juan untuk tidak pergi dari rumah Mami, kita akan bersama Mami selamanya." akhir nya Jenn memilih mengalah.


Lagi pula apa yang harus Jenn takutkan, mungkin menantu lain takut tinggal bersama mertua karena memiliki mertua yang bawel dan apa-apa selalu menggibahkan menantu nya, tapi ini berbeda, Mami Anita baik dan juga ceria jadi Jenn yakin kalau Mami Anita akan semakin menyayangi nya.


"Terimakasih Jenn.." ucap Mami Anita senang.


"Tidak Mami, aku yang harus nya terimakasih karena Mami telah mau menerima aku menjadi menantu di keluarga ini." balas Jenn.


Obrolan itu di akhiri dengan pelukan, baik Jenn ataupun Mami Anita sama-sama senang, dan keduanya berharap jika semuanya berjalan dengan lancar, termasuk acara besar hari ini.

__ADS_1


Flashback off.


"Sayang.." Juan memeluk Jenn yang masih duduk di tepi ranjang.


"Yuk pulang." kata Jenn beranjak berdiri.


"Nginep aja sayang, aku mau berduaan sama kamu." mencolek perut Jenn.


"Di rumah juga bisa, kan nggak ada yang ganggu juga." balas Jenn.


"Sayang.." Juan mengerucutkan bibirnya sebal, kenapa istrinya tidak paham dengan kode nya.


Padahal dia ingin membuat kenangan indah di kamar hotel nya yang penuh dengan taburan bunga-bunga ini.


Melihat suaminya yang diam saja Jenn mendudukkan bokong nya di samping suaminya, lalu tangan nya mengusap tangan Juan.


"Yuk, pulang.." ajak Jenn.


Juan melihat istrinya, lalu mengangguk kecil dengan hembusan nafas panjang Juan berdiri dan melangkah keluar dari kamar hotel nya.


Di perjalanan pulang, Jenn dan Juan hanya banyak diam, Jenn yang memikirkan malam pertamanya nanti, sedangkan Juan memikirkan alasan istrinya yang mau malam pertama di rumah.


"Kamu takut ya?" tanya Juan.


"Takut?" Jenn kebingungan dengan ucapan suaminya itu.


"Takut malam pertama, tebakkan aku benar kan?" lanjut Juan.


"Tidak takut kok wajah nya kaya gitu." Juan mencolek pipi istrinya.


"Apasih, orang nggak takut juga." sahut Jenn sebal.


"Yakin nggak, nanti di gempur nangis." balas Juan menyebalkan.


Tapi Jenn malah menganggap itu tangtangan, dan menatap tajam Juan.


"Kita lihat nanti siapa yang kelelahan duluan." kata Jenn sambil tersenyum sinis.


"Pasti kamu lah, aku kan strong mana di kasih jamu yang bikin tahan lama lagi, haha Tara dan Darrel emang pengertian." ucap Juan sambil tertawa.


"Jadi kado kecil itu isi nya jamu?" tanya Jenn baru tau.


Dan Juan mengangguk sambil mengendarai mobilnya.


"Bukan hanya kamu saja, tapi ada minyak wangi juga, nggak tau tuh pasangan mesum nemu minyak wangi haram itu dari mana, tapi nggak apa harum nya enak apalagi kalau kamu pake pasti aku langsung nempel nggak mau lepas." kata Juan lagi.


Jenn hanya mangut-mangut karena dia tidak melihat minyak wangi apa yang di berikan Tara dan Darrel, Jenn hanya tau jika hadiah nya berbentuk kotak dan sangat kecil, dan Jenn berpikir jika isinya itu adalah kunci motor.

__ADS_1


Sesampainya di halaman rumah nya Jenn dan Juan langsung masuk ke dalam rumah nya, dan di sambut hangat oleh Mami Anita yang tersenyum melihat anak-anak nya itu.


"Mami belum tidur?" tanya Juan.


"Ya kalau udah yang nyambut kalian sekarang siapa." sahut Mami Anita sewot.


"Sewot banget calon nenek, udah aku sama Jenn mau latihan malam pertama dulu, Mami jangan lupa cuci kaki, cuci tangan, gosok gigi dan baca doa sebelum tidur." lanjut Juan, dan tanpa menunggu jawaban Mami Anita Juan dan Jenn melangkah begitu saja.


"Heh dasar anak nakal!" Mami Anita kesal dengan ledekan putra nya.


"I love you Mami!" suara teriakan Jenn dan Juan.


Mami Anita menatap ke arah kamar yang baru tertutup itu dengan senyuman mengembang, dia senang karena Jenn benar-benar melakukan keinginan nya yaitu tidak pergi dari rumah nya.


"Semoga kalian bahagia sayang, doa Mami menyertai kalian." gumam Mami Anita, lalu berjalan pergi ke arah kamar nya.


Sedangkan di dalam kamar nampak Juan yang sibuk mencari kesenangan nya, Jenn yang menjadi korban kemesuman suaminya hanya bisa pasrah, karena ini sudah menjadi tugasnya sebagai seorang istri.


"Siap nggak?" tanya Juan sambil menciumi wajah Jenn.


"Dari tadi juga udah siap, kamu nya aja yang lama pake acara bikin wajah aku basah air liur kamu lagi, dasar ya!" kesal Jenn.


Yang jawaban itu membuat Juan malah tersenyum, merasa gemas dengan istrinya yang bisa-bisa nya masih memperlihatkan jiwa tegas nya di saat detik-detik panas nya.


"Habisnya kamu gemesin banget sih." kata Juan sambil terkekeh.


"Buruan dong." balas Jenn.


"Buruan apanya?" tanya Juan pura-pura polos.


Jenn kesal, dia mencubit pinggang suaminya, membuat Juan meringis sakit.


"Kamu kaya nya udah nggak tahan banget sih, padahal aku mah b aja loh." kata Juan malah kesenangan menggoda Jenn.


"Oh jadi nggak mau? ya udah aku mau tidur aja, good night." Jenn menutup matanya, dan memilih tidur.


Juan melirik istrinya yang pura-pura tertidur, Juan langsung memulai aksinya, dan hal itu membuat Jenn melotot.


"Katanya nggak mau!" kesal Jenn.


"Siapa bilang, ini udah berdiri gini masa iya harus gagal dapat enak nya, lagian aku pengen cekpat punya dedek bayi, kita harus main gercep." kata Juan langsung membungkam bibir Jenn dengan ciuman.


Dan terjadilah..


________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Kenapa nggak panas? ya karena Jenn dan Juan bilang kalau dia mau di skip aja malam pertama nya🤣 jadi jangan marah ya karena MP nya Juan dan Jenn hanya menjadi rahasia keduanya 🤭


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2