
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Kakak kenapa?." tanya Tara saat melihat Darrel terus menatap nya dengan wajah aneh itu.
Darrel tidak menjawab, dia memberikan selembar kertas yang berisi surat itu pada Tara, dengan wajah bingung Tara membacanya.
"Jadi Mom sama ibu mau cari Daddy lagi?." ucap Tara mengatakan apa yang dia tangkap dari isi surat yang ada di tangan nya.
"Bukan itu."
"Lalu apa?."
Tara menatap Darrel yang juga sedang menatap nya.
keduanya terdiam dengan saling pandang sampai akhirnya..
"Aku mau sekarang." ucap Darrel akhirnya.
"Mau apa?" tanya Tara polos, entah mungkin pura-pura tidak paham.
Darrel mendekatkan wajahnya dengan wajah Tara, dan saat wajah keduanya hanya berjarak 5 cm saja Tara langsung memejamkan matanya.
Adegan ini pernah dia tonton di drakor kesukaan nya, dan Tara yakin sekarang adalah giliran nya untuk bisa merasakan di posisi si aktris cantik di flm kesukaan nya itu.
"Buka matamu." bisik Darrel.
Tara membuka matanya, dan saat matanya terbuka hal pertama yang Tara lihat adalah wajah tampan suaminya.
"Aku takut kak." kata Tara jujur.
Darrel tersenyum lalu mengusap bibir Tara dengan satu jari nya.
"Semua nya tidak akan terjadi jika kamu menolak ku, jadi tolak aku sebelum aku kehilangan kendaliku." sahut Darrel.
Dia sudah berjanji tidak akan memaksa, ya meski rasa yang dia rasakan sekarang itu cukup membuat nya merasa prustasi, karena harus menahan lagi.
"Aku takut, tapi aku penasaran." Tara menjeda ucapan nya. "Jadi, ajari aku untuk menjadi istri mu kak, aku mau menjadi milik mu " lanjut Tara sambil tersenyum.
"Aku akan melakukan nya dengan pelan, jangan khawatir." kata Darrel berjanji.
Tara mengangguk kecil.
"Aku tau, maka dari wahai pria bule setengah ku mau kah kamu mengajariku percintaan ranjang." ucap Tara lagi sambil menatap suaminya dengan senyuman yang mengulum di wajah cantik nya.
Darrel menggelengkan kepalanya.
Bukan seperti itu caranya, tapi entah kenapa mendengar ucapan Tara dengan wajah imut nya itu semakin membuat Darrel gemas.
"Haha, Baiklah kita akan melakukan nya."
Di mulai dengan sebuah ciuman yang penuh kelembutan, meski masih belum bisa mengimbangi ciuman sang suami tapi Tara tetap mencoba yang terbaik.
Pelan tapi pasti Tara sudah ada di bawah kungkungan sang suami, saat ciuman nya terlepas Tara langsung menghirup udara sebanyak-banyaknya.
"Apa masih susah?." tanya Darrel sambil terkekeh.
Tara menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa, nanti juga akan terbiasa." sahut Tara tidak mau mengecewakan suaminya.
Darrel terkekeh lagi melihat Tara yang masih menghirup udara itu, dia tau Tara belum lancar berciuma apalagi dengan waktu yang panjang, Tara selalu membusungkan dada nya sebagai pertanda jika dia sudah kehabisan nafasnya.
__ADS_1
"Ayo lanjut lagi, aku ingin tau yang lebih dari ini." jiwa penasaran gadis remaja yang ada di diri Tara mulai tidak sabaran.
Sekali lagi Darrel menggelengkan kepalanya melihat Tara yang begitu menggemaskan di matanya itu.
Dan saat tangan Darrel ingin meraba bagian dada Tara tangan Tara replek langsung menepis tangan Darrel.
"Emm.. bisakah kita memulai tanpa harus buka baju?." cicit Tara pelan.
Yang lagi-lagi membuat Darrel kaget, mungkin jika dia punya penyakit jantung sudah pasti dia mendapatkan serangan mendadak.
"Sayang bukan seperti itu caranya." kata Darrel dengan wajah tidak percaya nya.
"Tapi aku malu."
"Jangan malu, aku juga akan membuka samua pakaian ku."
"Tapi aku.." ucap Tara tak di lanjutkan.
Tara masih berpikiran jika alergi di dadanya itu akan membuat suaminya jijik pada nya.
"Tara.."
"Aku alergi, di dadaku banyak kemerahan besar, di leher juga."
Darrel melongo mendengar penuturan Tara, apa istrinya itu benar-benar sangat polos sehingga tidak paham jika itu adalah perbuatan nya saat malam pertama menjadi suami Tara?.
Alergi?.. jelas itu bukan alergi melainkan hasil mahakarya terindah nya.
dan apa malam itu Tara tidak sadar jika mereka hampir saja melakukan nya jika saja Darrel tidak menghentikan aksinya.
"Aku akan menambah alergi mu lagi." ucap Darrel sambil merobek piyama Tara.
"Kakak!" Tara kaget bukan main saat melihat piyama kesayangan nya itu telah di robek oleh Darrel.
Tara membusungkan dadanya saat merasakan jika dadanya sudah basah, dan jangan lupakan jika di dadanya sudah bertambah tanda kemerahan lagi.
"Jangan-jangan ini semua ___" baru saja Tara akan mengucapkan keterkejutan nya tiba-tiba Darrel mencium bibirnya.
Hemphh..
"Iya, aku pelaku nya." ucap Darrel saat ciuman nya terlepas.
"OMG !! aku menikahi vampir! "
"Bukan vampir tapi suami hebat di ranjang."
Aaaa.. !!
Tara berteriak histeris saat melihat Darrel yang sudah tidak mengenakan pakaian nya.
sejak kapan? hanya pertanyaan itu yang sekarang sedang berkeliaran di otak polos nya.
"Jangan berteriak, dia akan membuat mu hamil."
"Ak__" ucap Tara terhenti karena Darrel tiba-tiba membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman.
Melihat Tara yang lebih rileks Darrel langsung tersenyum karena berhasil mengalihkan perhatian Tara.
A..
Tara baru saja akan menjerit saat merasa kan ada sesuatu di bawah sana yang memaksa ingin masuk.
Tapi lagi-lagi Tara di bungkam dengan sebuah ciuman lagi.
__ADS_1
"Beginilah resiko nya menikahi seorang gadis remaja, mudah penasaran tapi juga berisik." batin Darrel yang harus terus bisa mengalihkan perhatian Tara agar tidak berteriak dan syok dengan apa yang telah dia lakukan saat ini.
Tara meremas seprai, tapi tetap saja itu tidak mengalihkan rasa sakit nya, dan saat menatap wajah Darrel yang terlihat menikmati nya hal itu membuat Tara kesal bukan main dan langsung menjambak rambut Darrel.
"Sakit!!!!! " teriak Tara sambil menjambak rambut Darrel.
Darrel menghentikan aksinya, lalu membenarkan tangan Tara untuk melingkar di leher nya.
"Akhir nya sudah." gumam Tara sambil memejamkan matanya.
Tapi baru dua detik tiba-tiba Tara kembali merasakan nya lagi, lagi-lagi dan lagi yang mana membuat Tara semakin tidak bisa menahan nya dan mengeluarkan suara yang menurut nya sangat menggelikan.
Lain halnya di pendengaran Darrel yang mendengar suara rinti*n Tara itu sangat indah di telinga nya.
dan semakin membuat nya bersemangat untuk membuat Tara bisa merasakan nya.
30 menit berlalu..
Tara membungkam bibirnya saat dia kembali merasa ingin pipis.
"Kakak aku mau pipis lagi, sudah!"
"Aku belum."
"Tapi aku udah emp__"
Tara mengeliat saat merasakan pipis yang ke empat kali nya itu.
Lain hal nya dengan Darrel yang masih sangat bersemangat untuk menggempur istri nya.
15 menit berlalu..
Akhirnya Darrel menghentikan aksinya, di liriknya Tara yang nampak terlihat kelelahan, bahkan nafasnya tersengal-sengal karena cape.
"Aku lelah."
"Tidurlah, kita akan melakukan nya nanti."
"Apa setelah ini aku akan hamil?."
"Tentu, kita akan mendapatkan bayi."
"Apa akan kembar tiga seperti kak Fallen?."
Darrel terdiam, sampai akhirnya..
"Entah, tapi aku berharap lebih."
"Tapi perut ku sangat kecil.".
"Nanti juga lebar."
"Aku tidak mau gendut."
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Di sini lagi mati lampu jadi aku banyakin main kelereng aja deh, mungkin up selanjutnya nya akan telat.
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1