
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kali ini ada yang beda, jika biasanya Tara di jemput Darrel suaminya maka lain hal nya dengan sekarang Fallen yang menjemput Tara ke sekolahan nya.
"Kita kemana dulu nih kak?." tanya Tara.
"Shoping habisin duit suami lah." sahut Fallen yang menyupir.
"Gas lah, aku juga udah seminggu nggak kenal Mall." balas Tara lagi.
Yang membuat Fallen melirik Tara dengan senyuman jahil nya.
"Seminggu ini kenal nya ngamar terus ya Tar." goda Fallen sambil tertawa.
Alih-alih malu dengan polos nya Tara langsung mengangguk.
"Kakak bener, nikah sama pria dewasa itu ternyata menantang ya." celetuk Tara.
"Menantang untuk di apain nih.." sahut Fallen lagi.
"Ya buat di nikmatin lah, kakak kaya yang nggak aja sama Kak Bastian." lanjut Tara sambil melirik Fallen.
Sekali lagi Fallen menggelengkan kepalanya melihat Tara yang sudah ikut tercemar otak polos nya.
"Kalau kakak ada jeda nya Tar, masa iya tiap hari mana sekali main lama lagi." balas Fallen lagi.
Membuat Tara menatap Fallen dengan bingung.
"Emang bisa? ko aku nggak ya." Tara menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Melihat wajah bingung Tara Fallen mengelengkan kepalanya lagi.
dulu saat Fallen masih menjadi pengantin baru Fallen rasa dia tidak seperti Tara yang hampir tiap hari rambutnya basah.
Atau apa mungkin semakin muda usia nya untuk menikah maka semakin besar pula hasrat dan rasa penasaran nya?.
Keduanya sampai di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di tengah-tengah kota, Fallen dan Tara berjalan bersamaan masuk ke salah satu gerai yang menjual pakaian.
"Kak, ini cocok nggak?" tanya Tara.
Fallen melihat ke arah Tara, lalu mengelengkan kepalanya.
"Kalau pake pakaian itu bisa-bisa kamu di masukin kamar bukan di puji cantik." celetuk Fallen sambil menggelengkan kepalanya melihat Tara yang memegangi dress pendek tanpa tangan itu.
Tara melihat baju nya lalu berpikir sebentar sampai akhirnya Tara menggelengkan kepalanya.
"Ngeri, lingerie aja di robek apalagi dress ini." gumam Tara yang tiba-tiba teringat akan keganasan Darrel di ranjang.
"Mana harga nya mahal lagi, ini kalau di pake beli beras aku rasa bakal dapat 200 kg beras." lanjut Tara bergumam.
Sedangkan Fallen yang sedang memilih dress yang cantik untuk nya itu langsung menjatuhkan pilihan nya pada dress berwarna biru.
__ADS_1
"Bastian pasti akan suka." gumam Fallen sambil tersenyum membayangkan jika Bastian akan menatapnya penuh cinta.
Setelah selesai belanja dress Tara dan Fallen akan beralih ke gerai pakaian anak, tapi di perjalanan keduanya malah di pertemukan dengan seorang pria yang menatap nya dengan wajah yang so ramah.
Fallen yang mengenali siapa sosok itu langsung menarik tangan Tara untuk pergi, tapi ucapan pria itu membuat Fallen menghentikan langkah nya.
"Kamu nggak bisa move on Fall." suara Darwin terdengar menggelikan di telinga Fallen.
"Waww !! mantan kak Fallen ganteng juga, tapi masih kalah jauh gantengan kak Bastian sih." gumam Tara.
"Aku? nggak bisa move on? haha kamu kali ya yang nggak bisa move on." sahut Fallen sinis.
Darwin mendekati Fallen lalu mengulum sersenyuman nya, membuat Fallen merinding melihat nya.
"Lama nggak ketemu makin cantik kamu Fall." puji Darwin.
Fallen menatap Darwin sinis lalu tersenyum kecut.
"Tentu saja aku cantik, aku sekarang hidup dengan cinta dan suami yang perhatian bukan kaya dulu punya pacar hampir nikah ehk di tikung bini orang." balas Fallen dingin.
Yang membuat Darwin sekali lagi tersenyum, seperti biasanya Fallen ya Fallen wanita so kuat dan so galak yang pernah membuat nya malu di Mall beberapa waktu lalu.
Semuanya tidak berubah, baik wajah ataupun sikap arogan nya.
Dan anehnya Darwin malah suka Fallen yang seperti ini di bandingkan Fallen yang lembut saat berpacaran dengan nya dulu.
"Kita akan bertemu lagi, dan di saat itu maka kamu akan tau kalau aku adalah takdir mu." bisik Darwin sambil mencolek pipi Fallen.
Tara melotot melihat itu, berani nya pria itu menyentuh milik kakak iparnya.
Dan..
Brugkkk..
Brugkkk..
Satu bogeman di perut dan di tambah dengan tendangan di bagian intim nya itu membuat Darwin kesusahan berdiri dan terduduk di lantai.
"Fallen!" Darwin menatap tajam ke arah mantan ke kasihnya itu.
"Sudah aku bilang jika kita bertemu lagi aku akan menghabisi mu, dasar laki-laki tidak tau malu." kesal Fallen, masih belum puas menghajar Darwin.
Tara datang dengan wajah so galak nya, lalu ia langsung menampar pipi Darwin.
Plakkkk !!
"Itu untuk ketidaksopanan mu yang berani nya menggoda istri orang, dasar pria mesum!" ketus Tara sambil menginjak kaki Darwin.
Awww !!
"Tara sudah, biarkan si cunguk nggak guna ini kesakitan." Fallen menarik tangan Tara untuk menjauh.
Darwin melihat Fallen dan gadis kecil yang tidak dia kenali itu.
__ADS_1
"Lihat saja Fall, aku sudah katakan jika aku akan menjadi penghancur kehidupan mu di masa mendatang." ucap Darwin sambil mencoba berdiri.
Dia sudah kehilangan segalanya karena Bastian yang menghancurkan bisnis nya, dan bukan hanya itu saja Erine istrinya juga tiba-tiba menceraikan nya dan Darwin tau semua itu karena ancaman dari Bastian di perusahaan Irene.
Dan saat Darwin akan berjalan tiba-tiba ada seorang wanita yang menubruk nya, membuat keduanya saling bertatapan.
"Maaf tuan, saya tidak melihat anda." ucap wanita itu.
Darwin tersenyum saat di rasa wanita di depan nya itu ternyata tidak bisa melihat nya.
"Bagus, ternyata sangat mudah mencari mangsa baru, Haha lihat saja Fallen dan Bastian aku akan kembali hadir untuk membawa kehancuran di hidup kalian!" batin Darwin.
Sedangkan di tempat lain Bastian dan Darrel yang baru pulang ke rumah keduanya mengerutkan keningnya tidak melihat kedua Istri nya.
"Fallen bilang dia akan menjemput Tara, tapi kenapa selama itu, dia bahkan belum pulang ke rumah." Bastian yang sudah masuk ke kamar tidak menemukan sosok istri yang sedang di rindukan.
"Istriku juga tidak ada, mereka mungkin shoping." kata Darel malah duduk santai di sopa.
"Kau tidak merindukan Tara?." tanya Bastian.
Darrel menaikan sebelah alisnya ke atas dan tersenyum.
"Rindu, hanya saja aku ingin dia bisa bebas, lagi pula setiap malam istriku selalu membuat aku tidur dengan nyenyak." balas Darrel santai.
Bastian menggelengkan kepalanya mendengar itu, dia bahkan tidak seberuntung itu bisa tiap hari bermain panas dengan istrinya.
selalu ada alasan untuk keduanya bisa menghabiskan waktu bersama, baik itu tangis ketiga anak nya, ataupun Fallen yang mengatakan..
"Aku cape, besok saja lagi pula kita kan punya jadwal bermain cantik."
Tring !
Tiba-tiba ponselnya Bastian terdengar suara, Bastian langsung mengambil ponselnya lalu mengusap layar ponselnya.
Dan lagi-lagi dia mendapatkan pesan ancaman lagi.
"KIRIMI AKU UANG ATAU AKU AKAN PASTIKAN ISTRIMU TIDAK AKAN PULANG!!"
"Berani nya dia!" Bastian ingin mengebrak meja, tapi langsung dia urungkan karena ingat jika tangan nya masih sakit.
Darrel melirik kakak nya.
"Ada apa?." tanya Darrel dengan wajah binggung nya, apalagi saat melihat wajah Bastian yang terlihat marah dan resah itu.
Bastian tidak menjawab, apalagi saat dia kembali mendapatkan pesan dari nomer tidak di kenal itu yang mengirimkan foto Fallen dan Tara yang sedang tersenyum di dekat tumpukan baju.
Bastian bangkit dari tempat duduknya, lalu langsung pergi begitu saja, dan melihat itu membuat Darrel menggelengkan kepalanya.
"Sudah tua tapi masih saja tidak bisa berpikir jernih." Darrel memilih memainkan ponselnya dan bermain game.
____________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Deg-degan.
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️