Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Ternyata..


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Kakak ayo pulang." ajak Tara.


"Besok saja, malam ini kita habiskan waktu di sini." sahut Darrel sambil memainkan ponselnya.


Tara memanyunkan bibirnya, semua keluarga dan teman-teman nya juga sudah pulang duluan, Dan Tara merasa kesepian terlalu lama di hotel yang menurutnya sangat suntuk itu, apalagi dia hanya diam di kamar saja.


Merasa tidak mendapatkan jawaban lagi dari Tara Darrel yang sedang bermain game itu langsung mematikan ponsel nya.


di lirik nya Tara yang nampak menopang dagu nya dengan kedua tangan nya di atas tempat tidur.


Sebenarnya bukan ingin menghindari Tara, tapi Darrel menjaga jarak agar Tara tidak membuat nya prustasi.


karena jujur saja berada di satu ruangan dengan Tara selalu membuat nya tidak bisa menahan diri.


"Kita cari makan di luar yuk." ajak Darrel sambil duduk di tempat tidur.


Tara mengubah posisinya nya duduk, lalu melirik pria yang sudah satu malam menjadi suaminya itu.


"Kemana?." tanya Tara.


"Terserah." balas Darrel.


"Kalau terserah artinya nggak niat." sahut Tara semakin sebal.


Darrel mengembuskan nafas nya pelan lalu menarik tangan Tara untuk bisa lebih merapat pada nya.


"Jangan deket-deket, aku lagi alergi nanti kakak ketularan." kata Tara mencoba menjauhkan diri dari tubuh Darrel.


Tapi ucapan Tara yang menyebutkan dirinya alergi itu mengundang rasa penasaran Darrel.


dia langsung melihat tangan Tara, lalu wajah Tara.


"Nggak ada alergi apa-apa." ucap Darrel.


"Bukan di tangan, bukan di wajah." sahut Tara dengan helaan nafas nya yang kasar.


"Terus dimana?." tanya Darrel penasaran.


Tara terdiam, tidak berniat membahas nya karena jika dia mengatakan jika alergi nya di dada dan leher sudah pasti nanti Darrel akan melihat dada nya.


Tara tidak malu, hanya saja dia takut Darrel akan jijik padanya setelah tau Tara memiliki alergi yang aneh dan besar-besar.


"Sayang."


"Aku nggak mau bahas, sana main game lagi aku mau tidur aja." kata Tara lagi, dia merebahkan tubuhnya lalu berpura-pura memejamkan matanya.


Melihat itu semakin membuat Darrel tidak bisa berkata-kata lagi, bibir Tara yang mengerucut itu seolah meminta untuk di lahap habis oleh nya, dan jangan lupakan wangi rambut Tara yang sangat menyegarkan, membuat Darrel semakin menjadi kehilangan kendali.


Ragu-ragu Darrel melingkarkan tangannya di pinggang istri kecilnya, mencium leher jenjang Tara dengan lembut, dan apa yang di lakukan Darrel itu berhasil membuat Tara mengerejapkan matanya berkali-kali.

__ADS_1


"Kak.." pekik Tara kegelian.


Darrel sudah hilang kendali, dia tidak bisa menahan nya lagi.


Apalagi dia sudah sejauh ini, dengan posisi Tara yang diam meski Darrel sudah membasahi leher nya.


"Kak.." Tara mengeliat kegelian.


Darrel membalikkan tubuh Tara untuk menatap ke arah nya, dan saat pandangan keduanya bertemu baik Darrel dan Tara keduanya sama-sama merasakan jantungnya berdegup dengan kencang.


"Biarkan seperti ini, hanya seperti ini.. tidak lebih." ucap Darrel sambil mencium bibir Tara.


Hemphh..


Tara membuka bibirnya, matanya tertutup karena tidak mau kaget jika Darrel melakukan nya.


Merasakan Tara yang pasrah Darrel tersenyum, dia melepaskan ciuman nya lalu mencium pipi Tara.


"Buka matamu." bisik Darrel.


Tara membuka matanya, dan saat melihat Darrel Tara kaget karena Darrel malah diam dan tidak ada niatan untuk meneruskan nya lagi.


"Apa hanya itu?." tanya Tara polos.


"Apa kamu berharap lebih?." tanya Darrel menggoda sang istri.


Tara terdiam, kenapa dia malah jadi menginginkan lebih.


jujur saja saat Darrel mencium nya tubuh Tara bergetar hebat, mungkin karena ini pengalaman pertama nya.


Tara tidak menjawab dia malah balik memeluk tubuh Darrel, bahkan tak tanggung-tanggung Tara mencium dada Darrel keras itu.


"Aku mencintai mu." ucap Tara sambil memeluk Darrel.


Darrel tersenyum mendengar kata cinta dari sang istri kecil, andai dia tidak berjanji tentu saja dia akan membuat Tara menjadi miliknya sepenuh nya, menjadi wanita nya.


"Aku juga mencintaimu." sahut Darrel sambil tersenyum.


Tara mengadahkan pandangan untuk melihat wajah sang suami.


"Kalau mencintai ku lalu kenapa tidak melakukan nya?." tanya Tara polos.


Membuat Darrel terdiam, dan diam nya Darrel di salah artikan oleh Tara.


"Apa kakak berpikir kalau gadis yang suka bermain dengan laki-laki itu adalah anak nakal, dan tidak peraw*n?." tanya Tara, yang lagi-lagi memperlihatkan wajah polos nya.


"Aku masih peraw*n, aku belum pernah pacaran, aku masih.." lanjut Tara ingin menangis.


Mendengar isakan Tara membuat Darrel langsung kaget, dia merangkup wajah sang istri kecil lalu di cium nya semua inci wajah Tara dengan penuh cinta.


"Saat aku mengatakan jika aku mencintaimu maka saat itu juga aku akan menerima mu tanpa batas, dan meski pun kamu tidak peraw*n itu semua tidak akan merubah apapun." jelas Darrel mengusap air mata yang ada di pipi sang Istri.


"Tapi kenapa?." tanya Tara masih butuh penjelasan.

__ADS_1


Meski sebenarnya Tara terharu dengan ungkapan yang baru saja dia dengar itu.


dimana ternyata cinta Darrel untuk nya itu sangatlah besar dan tanpa batas.


Darrel memeluk Tara, lalu mengusap kepala Tara lembut.


"Aku ingin melakukan nya saat kamu siap, tanpa terpaksa." jelas Darrel lagi.


"Dan aku menuggu kamu mengatakan, aku ingin.." lanjut Darrel tapi di dalam hati.


Sebenarnya untuk hal itu ia sudah memikirkan nya jauh-jauh hari.


Mungkin dia masih kecil untuk menjadi seorang ibu, tapi apa salahnya mencoba? bukankah pada akhirnya nanti dia juga akan menjadi seorang ibu.


Tara tau pengalaman kakaknya menjadi ibu muda seperti apa, tapi bukankah situasi nya sekarang berbeda, Tara memiliki pria yang mencintainya, dan akan bertanggung jawab atas dirinya dan anaknya kelak.


Lalu apa yang harus dia takutkan?.


"Aku mau menjadi ibu." ucap Tara tiba-tiba.


Membuat Darrel kaget bukan main mendengar nya.


"Bagaimana dengan sekolah?."


"Bukankah mereka juga sudah tau kalau aku menikah dengan pria kaya?."


"Tapi ibu dan Mom___"


"Ahk aku lupa, ibu dan Mom saat pulang tadi memberikan ini." Tara mengambilkan selembar surat yang belum berani dia baca itu.


Darrel membuka surat itu, saat membaca surat itu tiba-tiba saja wajah Darrel terlihat marah, membuat Tara bertanya-tanya dalam pikiran nya tentu nya dengan wajah bingung nya.


"Jangan-jangan Mom dan Ibu kabur ke Belanda." batin Tara.


Darrel melihat Tara yang sedang menatapnya.


"Apa Mom dan ibu mengatakan sesuatu pada mu?." tanya Darrel.


Tara mengangguk kecil.


"Ibu bilang aku harus ngasih dia cucu banyak, kalau Mom dia bilang aku harus pintar membuat suami betah di kamar." jelas Tara polos.


Darrel menghembuskan nafas nya kasar, lalu mengeretakan gigi nya menahan kesal.


bagaimana tidak kesal ternyata dia sudah masuk ke dalam prenk dua ibu peri itu.


"SELAMAT ANDA KENA PRENKKK!! ITU KAMERA NYA DI SANA, HAHA.. BUATKAN BANYAK CUCU YA SAYANG KU, DOAKAN IBU MU YANG CANTIK INI SEMOGA PULANG DARI BELANDA DAPAT DADDY BARU BUAT KALIAN."


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Humor ku sebatas, selamat anda kena prenkkk, itu kameranya di sana!!!

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2