Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Memulai nya.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Ceklek..


Lian membuka pintu, dan langsung di sambut oleh Arr yang ternyata masih terjaga.


"Dari mana saja?" Arr berucap dengan suara pelan, karena tidak mau membuat Willy terbangun dengan suaranya.


"Apa kau menunggu ku?" tanya balik Lian sambil menaikan sebelah alisnya ke atas.


Arr mendeuhem, namun enggan menjawabnya, membuat Lian yang melihat itu langsung berjalan mendekati Arr.


"Apa pernikahan ini sesuai ekspektasi mu?" tanya Lian, mendudukkan bokong nya di sebelah Arr.


"Tidak." jawab Arr jujur.


"Memang nya apa yang kau harapkan?" tanya Lian lagi.


Dia ingin mengenal sikap Arr dari apa yang dia lihat, bukan dari sudut pandangan nya yang terkesan terburu-buru itu.


Sebelum menjawab nya Arr menarik nafasnya dalam, dia bukan sosok yang suka menahan sesuatu hanya untuk sebuah harapan yang palsu, Arr selalu apa adanya, mengatakan apa yang dia sukai dan mengatakan apa saja yang tidak dia sukai, dan begitulah sikap Arr yang sebenarnya.


"Yang aku harapkan dari sebuah pernikahan adalah satu, yatu janji dan komitmen, tapi untuk sekarang aku masih paham karena kita adalah dua orang yang di satukan karena saling membutuhkan." jelas Arr lagi.


Dan jawaban yang Arr berikan itu penuh kedewasaan, Lian tidak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar penuturan dari istrinya itu, wanita dewasa memang berbeda, begitulah pikirnya saat ini.


"Apa kau mau memulai nya?" tanya Lian sekali lagi.


"Mencoba dalam hal apa?" tanya Arr tidak ada manis-manis nya.


Jangan kan untuk romantis, tidak ada kata romantis di dalam hubungan keduanya, Arr yang kaku di pertemuan dengan Lian yang dulunya lembut tapi sekarang berubah menjadi sedikit arogan.


"Kau tidak paham?" tanya Lian.


Membuat Arr mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang Lian katakan.


"Memang nya apa yang harus aku pahami? sedangkan kamu saja tidak mengatakan nya secara jelas." sahut Arr datar.


Yang lagi-lagi membuat Lian geleng-geleng kepala, andai dia bisa meninju ding-ding nya mungkin ia akan lakukan, tapi hal itu tidak benar-benar dia lakukan karena rasanya mungkin akan sakit.


Tapi untuk kepolosan Arr yang tidak paham dengan apa yang Lian maksud apa harus dia menjelaskan semuanya secara detail?, benar-benar membuat Lian geram saja.

__ADS_1


"Kenapa dia bisa sepolos itu, usianya sudah 33 tahun, apa mungkin dia tidak tau caranya membuat kamar menjadi panas." gumam Lian..


"Apa maksud mu?" Arr bangkit dari tempat tidur.


Lian yang melihat Arr bangkit ikut bangkit, dan menarik Arr untuk keluar dari kamar nya, lalu masuk ke kamar sebelah nya.


"Willy akan terbangun." Arr melepaskan tangan nya.


"Willy tidur nyenyak, aku akan menyuruh pengasuh nya untuk menjaga di kamar." kata Lian.


"Tidak usah, aku kan ada kenapa harus memakai pengasuh?" Arr menolak, dia ingin berjalan ke arah pintu.


Tapi langkahnya terhenti karena ucapan Lian.


"Jangan pergi, apa kau ingin membuat mata putra kita ternodai karena melihat kita?" ucap Lian.


Arr membalikan tubuhnya menjadi menghadap Lian.


"Memang kita kenapa? sehingga membuat mata Willy ternodai." tanya Arr benar-benar polos.


Membuat Lian gemas, dan langsung berjalan mendekati Arr.


tanpa ragu Lian menarik pinggang Arr agar merapat ke dalam dekapan nya.


"Jangan pura-pura Arr, kau sudah dewasa tidak mungkin kau tidak paham apa yang harus di lakukan suami istri saat di dalam kamar." ucap Lian tiba-tiba mengecup pipi Arr.


Arr kaget saat Lian melakukan itu, jujur saja dia memang tidak pernah tau semua hal yang bersangkutan dengan intim.


Arr akui dia memang tidak paham semua yang bersangkutan dengan ranjang, di usianya yang ke 33 tahun dia bahkan masih belum merasakan rasanya ciuman pertama karena Arr benar-benar menjaga pergaulan nya.


"Apa kita akan melakukan nya sekarang?" tanya Arr yang bisa-bisa nya masih bertanya.


"Kenapa tidak, kita sudah halal dan kau adalah istri ku, siapa lagi yang akan menemani malam ku kalau bukan kau." balas Lian sambil mengusap leher Arr.


Merinding Arr di buatnya, tapi seperti biasanya Arr masih mempertahankan wajah yang penuh ketenangan nya.


dan bahkan Arr terkesan datar saat tangan nakal Lian mulai aktif kemana-mana.


"Tapi kita tidak saling mencintai." akhirnya Arr berani mengatakan nya, meski sebenarnya Arr juga tidak tau apa pernikahan tanpa cinta itu bisa seindah pernikahan di dalam novel-novel yang ada aplikasi kesukaan nya.


"Apa artinya cinta, kita akan memulainya dari sini, percayalah cinta akan datang seiring berjalannya waktu." kata Lian lagi, dan mulai mengusap pipi Arr.


Blush.. pipi Arr merona mendengar nya, dia mencoba untuk tidak salah tingkah, tapi Arr tetap saja merasa gelisah saat melihat wajah Lian yang sangat dekat dengan wajah nya itu.

__ADS_1


Tiba-tiba Lian mengangkat tubuh Arr, membuat Arr kaget bukan main, hampir saja lepas kendali dan ingin memberikan jurus bela diri yang di milikinya.


"Kita akan memulainya." lanjut Lian lagi, merebahkan tubuh Arr di tempat tidur, lalu menindih tubuh Arr.


Arr memejamkan matanya saat bibir keduanya mulai bersentuhan, sensasi berciuman yang belum pernah dia rasakan akhirnya bisa Arr rasakan, dan dengan gerakan yang malu-malu Arr melingkarkan tangannya di leher Lian.


"Aku tidak tau apakah ini awal dari segalanya atau bukan, tapi aku merasa ingin mengikuti alur nya, aku Arrlianna melepaskan masa lajang dan kesucian ku untuk suami ku." batin Arr, lalu membuka matanya.


Lian melepaskan ciumannya saat Arr yang tidak merespon ciuman nya.


"Apa ini sebuah penolakan?" tanya Lian.


Namun Arr malah menggeleng.


"Tidak, tapi ajari aku agar aku bisa terbiasa melakukan nya." balas Arr sambil tersenyum.


Membuat Lian tersenyum dan membuka pakaian nya, Arr nampak biasa saja saat melihat dada polos Lian, tapi saat Lian membuka celana di situlah Arr panik dan mulai menutup mata.


Untuk pertama kalinya Arr melihatnya, dan dia kaget, Arr bukan penikmat sosial media yang aktif, dia menggunakan ponselnya hanya untuk pekerjaan nya, dan untuk hal itu pun sering dia ketahui dari membaca novel, bukan dari flm ataupun bahan referensi lain nya yang berhubungan dengan hal semacam itu.


"Dia yang akan membuat mu mencintai ku." kata Lian, menarik celana piyama Arr dengan satu tarikan.


Arr tentu kaget, ternyata apa yang di baca nya itu benar-benar fakta jika duda memang hot.


dan sekarang bukan nya berhenti Lian malah merobekkan baju piyama Arr, yang lagi-lagi membuat Arr tersentak kaget.


"Apa tidak bisa di buka pelan-pelan?" ucap Arr.


"Lama, kita harus cepat karena waktu nya tidak banyak." balas Lian lagi.


"Memang nya kita mau kemana?" tanya Arr dengan bodohnya.


"Tentu saja terbang." kata Lian sambil menarik pengait bra Arr, dan tanpa ragu dia langsung memainkan nya.


Arr mengeliat kegelian, bagaimana tidak Lian benar-benar gila dan melakukan nya dengan secepat kilat sehingga membuat Arr benar-benar tidak bisa berhenti mengatakan rasa sakit di dalam batin nya.


"Dia terlihat manis saat tidak memakai apa-apa." batin Lian.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Kenapa tidak fulgar? karena Author tidak ingin membuat pikiran negatif di hari spesial ini, apalagi hari ini adalah hari ultah aku dan sekaligus pembukaan lembaran baru di tahun yang baru🤗

__ADS_1


Selamat tahun baru 2022, dan good bye 2021 semoga di tahun yang baru kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa melakukan hal-hal yang positif 🤗 semangat anak bangsa 💪 semangat anak petani💪 dan semangat untuk kalian yang sedang meraih mimpi💪♥️🔥


jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2