
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Tia keluarlah dari ruangan saya, dan ambil SP 1 untuk mu di bagian HRD." ucap Darrel.
Tia mengepalkan tangan nya kuat-kuat mendengar ucapan Bos nya, gara-gara Fallen dia mendapatkan SP 1 padahal dia baru bekerja selama beberapa bulan di kantor nya.
"Baik Tuan."
"Awas saja kau Fallen, aku akan membalas mu, aku janji!" Batin Tia.
Setelah kepergian Tia kini tinggallah Fallen dan Darrel di ruangan CEO, Darrel melirik Fallen yang dari tadi membuang wajahnya ke samping.
"Fallen." panggil Darrel.
"Saya paham Tuan, terimakasih." ucap Fallen beranjak berdiri.
Dia sudah menebak akan mendapatkan SP 1, dan benar saja dia mendapatkan nya.
Saat akan melangkah tiba-tiba pandangan nya buyar membuat Fallen memegang kursi yang di duduki nya tadi, lalu melirik Darrel.
Darrel yang melihat nya langsung berdiri, tapi saat dua langkah lagi tiba-tiba..
"Tuan Tol___" ucap Fallen terhenti karena langsung ambruk beruntung Darrel bisa dengan cepat menangkap tubuh Fallen.
"Fallen?, hey kamu kenapa?." Darrel yang tidak mengerti dengan alasan pingsan nya Fallen menepuk-nepuk pelan pipi Fallen.
Tapi nihil hal itu tentu saja tidak membuat Fallen sadar, membuat Darrel menghela nafasnya panjang.
Tanpa ragu Darrel memangku tubuh Fallen, beruntung Fallen memakai celana jadi saat di pangkuan nya bagian pangkal paha Fallen tidak terlihat.
"Bertahan lah." ucap nya lalu berjalan ke luar ruangan nya.
Para karyawan yang melihat Darrel sang CEO yang memangku Fallen tentu saja histeris, bahkan tak banyak dari mereka menyangka jika anak yang ada di dalam kandungan Fallen itu adalah anak Darrel Bos nya.
"Kaya nya tuan Darrel khawatir banget tuh sama si jala*g, jangan-jangan si Fallen emang selingkuhan nya lagi."
"Wuih anak baru pantesan aja cepet bunting, jadi pelampiasan nya Bos ternyata."
Begitulah bisik-bisik yang di dengan Hana, membuat ibu satu anak itu geram dan marah.
"Jaga mulut kalian ya, Fallen itu gadis baik dia hamil anak suami nya dan asal kalian tau dia itu punya suami!" teriak Hana sambil membawa tas selempang nya.
Dia tidak perduli dengan pekerjaan nya, yang Hana perduli kan hanya satu sekarang, yaitu keselamatan Fallen apalagi Hana sempat mendengar jika Fallen berantem dengan Tia si anak emas, dan dia tidak sempat menemui Fallen karena pekerjaan nya yang memang banyak.
"Tunggu aku Fall, aku mohon bertahan." gumam Hana melambaikan tangan di pinggir jalan, menunggu taksi.
Sedangkan di dalam mobil Darrel yang menidurkan Fallen di pangkuan nya merasa kasihan pada Fallen.
dia tidak tau siapa yang membuat Fallen sampai hamil seperti ini.
Tapi yang Darrel ketahui selama 3 bulan lebih mengenal nya, Fallen adalah gadis ceria dan bar-bar yang tidak mudah di tindas, jadi mustahil Fallen melakukan hal kotor seperti yang di tuduhkan beberapa karyawan nya.
__ADS_1
"Siapa sebenarnya pria yang berhasil meluluhkan seorang Fallentina?, kasihan dia tinggalkan setelah kehamilan nya."
Setelah beberapa menit..
Mobil Darrel sampai di parkiran rumah sakit, saat supir akan memangku Fallen langsung dengan cepat di hentikan oleh Darrel.
"Kau mau apa?." tanya Darrel dingin, Membuat supir nya kebingungan.
"Singkirkan tangan mu, biarkan aku yang memangku nya." ucap nya lagi, lalu memangku tubuh Fallen dan berjalan masuk ke lobby rumah sakit.
Fallen langsung di baringkan di brankar darurat lalu di bawa keruangan UGD, saat Darrel akan masuk tiba-tiba dia di hentikan oleh suster.
"Maaf tuan, tapi anda tidak boleh masuk." kata Suster.
Akhirnya Darrel memilih menunggu di luar, dia duduk di kursi tunggu dengan wajah bingung nya.
"Apa aku benar-benar telah jatuh hati pada gadis bar-bar seperti Fallen?." gumam nya bertanya-tanya.
Karena perasaan nya tidak menentu Darrel kembali berdiri, dia penasaran dengan kondisi Fallen di dalam sana.
"Semoga saja dia baik-baik saja." gumam nya lagi.
Bugkk..!!
Seseorang menabrak Darrel, membuat Darrel terjatuh.
"Maaf Tuan, saya tidak sengaja." ucap Hana menunduk karena takut di marahi oleh Bos nya.
"Kenapa semua karyawan ku bermasalah." gumam nya.
"Tuan, anda mengatakan sesuatu?." tanya Hana.
Darrel langsung memasang wajah dingin nya, membuat Hana kembali menunduk lagi, tapi jelas rasa ingin bertanya nya masih tetap ada dan menolak untuk diam.
"Tuan, apa Fallen di periksa di dalam?." tanya Hana lagi.
Dan hanya di balas dengan wajah dingin lagi, membuat Hana menghela nafas nya lega.
Keduanya terduduk tanpa saling sapa, Hana berdecak pelan karena dokter tidak keluar-keluar dari ruangan UGD.
Sedangkan Darrel langsung melihat jam di tangan nya.
"Hana." panggil Darrel.
Bos memanggil nama ku?.
"Hana." ulang Darrel lagi.
"I..iya tuan, saya." Hana memasang wajah bingung nya.
"Saya harus menemui seseorang beberapa menit lagi, mungkin saya akan menitipkan Fallen pada mu." ucap Darrel tanpa menatap ke arah Hana.
Hana berdecak pelan, tanpa di suruh pun dia akan melakukan nya, bahkan dia sudah memberi tahu pengasuh putrinya untuk menjaga putri nya sampai malam karena takutnya Fallen menginap di rumah sakit.
__ADS_1
"Baik, Tuan." sahut Hana.
Darrel melihat sebentar ke arah ruangan UGD, lalu berjalan pergi meninggalkan Hana yang masih setia duduk di kursi tunggu.
"Keluarga nya nona Fallen?." panggil suster.
"Saya Sus!" Hana berlari kecil untuk masuk ke dalam ruangan UGD.
Dia melihat Fallen yang baru membuka matanya, membuat nya langsung berjalan mendekati Fallen dan memegang tangan Fallen.
"Kamu ngak apa Fall?, apa yang kamu rasain sekarang Fall? kamu mau apa?." tanya Hana.
"Aku ngak apa ko Han, dokter bilang aku hanya terlalu emosi aja yang buat tekanan darah ku naik." kata Fallen terdengar santai di telinga Hana.
Dokter mendekati pasien nya, lalu menjelaskan semuanya.
dan melarang keras Fallen untuk terlalu emosi karena sekarang darah Fallen sedang naik dan terlalu tinggi.
Hana dan Fallen mendengar dengan seksama lalu saling melirik.
"Denger tuh Fall, jangan marah-marah terus." kata Hana.
Fallen hanya tersenyum kecil lalu mengusap perut nya.
"Maafin Mimi ya sayang, Mimi janji ngak akan marah-marah lagi." ucap Fallen sambil mengusap perut nya lagi.
Hana yang melihat perut buncit Fallen langsung teringat akan mimpi Fallen, dia meminta dokter untuk mengecek anak yang ada di dalam kandungan Fallen.
"Nona Fallen hamil anak kembar tiga, untuk kehamilan pertama sebenarnya hamil kembar tiga sangat lah berbahaya, saya sarankan nona Fallen bisa menjaga kesehatan nya dan juga mengkonsumsi makan-makanan yang bergizi, nanti akan saya buatkan resep vitamin nya." ucap Dokter menjelaskan.
Fallen dan Hana saling menatap lalu keduanya tersenyum senang.
"Tuh kan aku bilang juga apa, kembar kan!."
"Iya, kamu benar Han, ternyata aku emang hamil anak kembar." sahut Fallen takalah senang dari Hana.
Karena tidak mau menginap di rumah sakit akhirnya Fallen dan Hana memilih pulang, kini keduanya sudah dalam perjalanan pulang dengan menumpangi taksi.
"Han aku kaya nya mau nginep di rumah kamu deh." ucap Fallen.
Hana yang sedang bermain ponsel melirik Fallen dengan bingung.
"Tumben?." sahut Hana aneh.
Fallen mengusap lengan nya dan memegangi leher nya.
"Lihat nih, bulu-bulu tangan aku berdiri Han, perasaan aku juga ngak enak banget kaya nya mau bertemu hantu." kata Fallen membuat Hana melihat ke arah tangan Fallen dan benar saja bulu tangan Fallen memang berdiri.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1