
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Bastian memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit, di samping nya dia sudah membeli pesanan makanan yang di minta Fallen.
Ya dia sedikit terlambat karena tadi ban nya bocor, di tambah lagi jarak rumah sakit ke McD cukup jauh karena beda jalur.
Bastian harus mengendarai mobilnya lurus dulu dan setelah ada jalan yang akan tersambung ke jalan sebrang baru dia mengubah arah tujuan nya.
Buk !
Bunyi pintu mobil yang di tutup.
Bastian berjalan ke arah lobby dengan membawa pesanan Fallen, saat sedang berjalan melewati bagian administrasi Bastian membulatkan matanya melihat Darrel yang sedang berbicara dengan pegawai rumah sakit.
"Pasien atas nama Fallentina di rawat di ruangan kamar nomor berapa ya Sus?." tanya Darrel.
"Pasien atas nama Fallentina di rawat di ruangan kamar nomer ___" ucap suster terhenti karena Bastian menyela nya.
"Siapa yang menyuruh mu menjenguk ibu dari anak-anak ku hah!" ucap Bastian tiba-tiba.
Membuat Suster takut sedangkan Darrel langsung membalikan tubuhnya.
dia melihat Bastian yang kini menatap nya tajam.
Tanpa aba-aba Bastian menarik tangan Darrel untuk menjauh dari keramaian, dia juga bukan orang gila yang bertengkar di tempat umum dan penuh dengan antrian orang sakit.
Darrel mengikuti langkah Bastian hingga akhirnya keduanya sampai di lorong rumah sakit yang lumayan sepi dan tidak ada orang lewat.
"Kenapa kau membawa ku ke tempat ini?." tanya Darrel.
"Kau balik bertanya? seharusnya aku yang bertanya untuk apa kau ke rumah sakit ini? kau ingin mencari Fallentina?." Bastian berucap dengan nada terdengar sinis.
Darrel mengangguk, memang itu alasan kedatangan nya ke tempat ini, dia ingin tau kabar Fallen dan keponakan nya.
ya meski sebenarnya dia juga masih ada rasa khawatir untuk Fallen.
Selain itu Darrel juga ingin mengabarkan jika Tia sudah melarikan diri dan sudah menjadi burunon polisi, dia ingin memberikan info itu agar Fallen bisa berjaga-jaga, tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat.
__ADS_1
"Jawab aku sialan!" teriak Bastian murka.
Bagaimana tidak marah Fallen pendarahan di kantor Darrel, dan kemana CEO nya? jangan kan untuk mengurusi perusahaan besar milik Daddy nya, untuk melindungi karyawan nya pun Darrel tidak bisa.
Dan Bastian juga sudah tau akan perihal pendarahan yang menimpa Fallen itu adalah ulah salah satu oknum karyawan, Bastian tau semua itu dari anak buah nya yang dia tugaskan untuk mencari tau masalah kejadian tadi pagi, dan sekarang anak buahnya sedang mencari sosok yang telah membuat Bastian hampir kehilangan Fallen dan janin yang ada di perut nya itu.
Darrel menghela nafasnya panjang lalu melirik Bastian.
"Ya, kau benar, kedatangan ku ke sini memang karena aku mencari Fallen, aku mengkhawatirkan keadaan nya." ucap Darrel akhirnya berkata jujur.
Membuat Bastian menatap Darrel sinis.
"Apa lagi yang kau sukai selain istri orang?, memang bibit perusak rumah tangga orang." kata Bastian dengan nada mengejek.
Brugkkk !!
Bastian meringis saat mendapatkan pukulan di bibir nya, bahkan sampai sedikit berdarah.
"Berani nya kau!" geram Bastian menatap penuh kemarahan pada Darrel.
Brugkkk !!
Bastian balik meninju wajah Darrel, meninggalkan jejak yang sama seperti yang ada di wajah nya.
Brugkkk !!
"Tutup mulut mu! apa kau tidak tau siapa aku hah!" marah Bastian tidak terima Mom nya di tuduh seperti itu.
Brugkkk !!
"Kau hanya seorang bajingan yang hanya bisa menjadi merendahkan wanita, kau sama sekali tidak pantas untuk seorang Fallentina." kata Darrel yang sudah tersulut emosi nya.
"Berani nya kau!!" Bastian ingin menarik kerah baju yang di pakai Darrel tapi dengan cepat di tepis oleh Darrel.
"Kau pikir aku takut?, aku memang lebih muda dari mu Bas, tau camkan ini aku tidak pernah takut untuk mengambil apa yang kau miliki, termasuk istri dan anak-anak mu!" tegas Darrel lalu pergi dengan wajah marah nya.
Bastian terduduk di lantai setelah melakukan perekelahian antara kakak dan adik beda ibu itu.
Dia mengusap wajah nya kasar lalu melihat rujak dan es cream nya yang sudah terjatuh ke lantai.
__ADS_1
"Si bule tua lama banget, kebiasaan." gumam Mom Dena kesal.
Bagaimana tidak kesal Bastian pergi sudah hampir dua jam lebih, dan tentu saja hal itu membuat Fallen mengantuk dan berakhir tidur.
Fallen meminta Mom Dena membangunkan nya jika Bastian pulang, karena Fallen benar-benar sangat menginginkan makan es cream dan rujak.
Dia mengambil ponselnya ingin menelpon Bastian, tapi baru saja dia mengetik nama putra nya di ponselnya tiba-tiba pintu terbuka dan terlihat lah Bastian.
"Kenapa kau lam___ " ucap Mom Dena terhenti karena melihat Bastian yang datang dengan wajah marah, jangan lupakan sudut bibir nya yang berdarah itu.
"Ada apa dengan wajah mu Bas? apa yang terjadi?." tanya Mom Dena sambil mengajak Bastian untuk duduk di sopa yang ada di sudut ruangan.
"Ini semua adalah pukulan dari anak kesayangan Daddy." sahut Bastian dengan wajah marah nya.
"Anak kesayangan nya Daddy bukan hanya mengambil semua harta warisan Daddy Mom, tapi dia juga berniat mengambil Fallentina dari pelukan ku." lanjut Bastian lagi.
Darrel?
"Apa itu benar Bas?, Darrel berniat merebut Fallen dari mu?." tanya Mom Dena.
"Mom pikir siapa pria yang sering mengirimkan makanan ke rumah Fallen jika bukan bule setengah itu." ketus Bastian.
Mom Dena terdiam dengan pikiran nya, jika dulu dia ingin sekali mengambil kembali apa yang seharusnya Bastian miliki termasuk harta warisan dari mantan suami nya, maka lain hal nya dengan sekarang, Mom Dena tidak perduli dengan semua harta itu lagi.
Tapi jika Darrel benar-benar ingin merebut Fallentina dari pelukan nya bukan kah ibu dan anak sama saja?, Mom Dena tidak akan tinggal diam, jika dulu dia lemah dan dengan suka rela melepaskan suaminya maka tidak dengan menantu nya, Fallen.
Fallentina adalah kehidupan untuk Bastian, dan Mom Dena tidak akan membiarkan siapapun bisa menghancurkan harapan putranya untuk memiliki keluarga kecil yang bahagia.
"Mom akan labrak ibu nya, enak saja dulu ibu nya jadi duri di kehidupan kita, dan sekarang anak nya juga mau ikut-ikutan, Mom tidak bisa membiarkan nya!" tegas Mom Dena.
"Mom mau kemana?." tanya Bastian melihat Mom Dena berdiri.
Mom Dena menepis tangan Bastian, lalu menatap tajam Bastian.
"Jika Mom dulu lemah dan bodoh maka sekarang kamu tidak boleh seperti Mom dulu, pertahanan sesuatu yang sudah kamu gapai Bas, istri mu dan ketiga nak-anak mu, mereka harta mu." kata Mom Dena lalu pergi meninggalkan Bastian yang terduduk di sopa dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan.
"Perang kedua seperti nya akan di mulai, Mom benar-benar akan melawan ibu tiri galak itu." gumam Bastian ngeri.
__________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️