
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Tidak terbayangkan.. mungkin hanya kata itu yang mewakili perasaan dua sejoli yang kini sedang memadu cinta nya itu.
Arr kini sudah tidak memiliki daya lagi setelah Lain melakukan nya lagi dan lagi.
Seolah candu Lian melakukan nya berulang, bahkan dia tidak memperdulikan jika wanita di bawah kungkungan nya itu sudah terlihat lelah karena permainan nya yang sudah cukup lama.
"Sudah 1 jam lebih, kenapa belum selesai." Arr yang dari tadi lelah mendes*h kini mulai komplen.
Alasan dia komplen tentu saja karena Lian tidak memberikan nya merasakan pelepasan nya, Lian selalu tidak sabaran dan lebih kasar di ranjang.
"Aku masih belum, dan ini masih belum lama." kata Lian sambil tersenyum, membuat Arr kaget bukan main.
"Willy mungkin akan terbangun." kata Arr berasalan.
"Tenang saja, Willy tidak akan bangun dia paham untuk menjadi putra yang baik." kata Lain kembali melakukan nya.
Arr tidak bisa berkata-kata lagi, mungkin inilah yang di sebut yang tua berpengalaman, tapi dia juga sudah tua, dan rasanya dia tidak pantas mendapatkan gelar itu, terkecuali si mantan duda di atas nya, Lian lebih pantas mendapatkan gelar pria hot.
Saat akan kembali merasakan nya Lian benar-benar tidak membiarkan Arr bergerak, dia mengunci pergerakan wanita yang masih harus membiasakan diri nya untuk kegiatan ranjang bersama nya itu.
"Tahan." kata Lian sedikit mengerang keras.
Arr membungkam bibir nya saat merasakan rasa yang cukup aneh itu, tapi dalam hatinya Arr bertanya-tanya apakah semuanya sudah selesai setalah dua kali dia merasakan nya?.
Dan jawaban nya adalah..
"Baru satu jam lima puluh menit, bagaimana kalau kita menambah menjadi tiga ronde." kata Lian masih belum melepaskan tubuh Arr dari kungkungan nya.
Kembali tersentak kaget Arr di buatnya, bagiamana tidak bahkan permainan tadi pun Lian merasakan pelepasan nya di waktu lima puluh dua menit lebih sepuluh detik, dan waktu kedua nya adalah setelah satu jam lima puluh menit.
Dan itu hanya dua ronde, dan Arr bisa membayangkan bagaimana di ronde ke tiga, mungkin saja dia pingsan karena kelelahan mengimbangi naf*u suaminya.
Hemphh..
Lian kembali melakukan nya, Arr yang tidak ada daya untuk berontak lagi memilih diam dan pasrah.
Mungkin dengan ini cinta mereka akan tumbuh, meski dalam hati Arr dia masih terbayang beberapa novel yang gagal menjalin cinta setelah ranjang panas nya.
50 menit berlalu..
Lian yang baru melepaskan Arr langsung terjatuh di samping wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
Dia tidak bodoh saat merasakan nya, Lian tau kalau wanita yang sering di katai perawan tua masih virgin, dan dia adalah pemiliknya.
Arr yang melihat Lian menatap atap itu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos nya, pinggang nya terasa sakit, dan Arr rasa dia seperti sedang encok.
"Apa masih sakit?" tanya Lian tiba-tiba.
Ehkk..
__ADS_1
Arr yang di tanya entah kenapa jadi salah tingkah, dan bibirnya juga terasa sulit untuk berbicara normal, padahal Arr adalah seorang Asisten dan sudah menjadi pekerjaan nya untuk berbicara tegas dan jelas di hadapan Bos ataupun rekan kerja nya.
Tapi sekarang pipi nya bahkan merona karena pertanyaan spele itu, Arr merasa malu dan juga tidak bisa berkata-kata setelah akhirnya dia merasakan nya.
"Ada apa dengan mu Arr, kenapa kau menjadi pemalu seperti ini, hey sadarlah kau Arrlianna bukan Anha Riana." batin Arr.
"Apa pertanyaan tadi sulit di jawab? atau mungkin memang tidak sakit dan kau ingin kembali__" ucap Lian terhenti karena Arr menaruh satu jari nya di depan bibir Lian.
"Jangan katakan itu lagi, ini sakit tapi aku tidak akan kenapa-kenapa karena ini mungkin hanyalah rasa sakit sementara." ucap Arr mencoba kembali ke mode Arr yang biasnya.
"Ya kau benar, ini hanya sementara sakit nya dan setelah nya hanya rasa__" ucap Lian kembali terhenti karena lagi-lagi Arr menaruh satu jari nya di depan bibir Lian.
"Bisa tidak membicarakan hal itu sekarang? aku merasa mengantuk." kata Arr berasalan.
Padahal dia merasa malu setiap Lian mengatakan permainan nya, masih terbayang saat betapa lihai nya Lian melakukan nya, membuat Arr terbang dan juga membuat Arr histeris dengan rasa yang baru dia kenali itu.
"Baiklah kita akan tidur." akhirnya Lian membiarkan Arr untuk tidur.
Beberapa menit berlalu..
"Arr.."
"Iya.."
"Belum tidur?" tanya Lian melirik Arr.
Arr yang susah tidur itu hanya mengangguk kecil, membuat Lian yang melihatnya itu langsung menarik pinggang ramping Arr ke dalam dekapan nya.
"Jangan seperti ini." kata Arr tidak nyaman karena bokong nya seperti menubruk sesuatu yang keras.
Arr melotot saat Lian lagi-lagi melakukan nya..
"Tidak apa, biarkan seperti ini, dia hanya ingin masuk, tapi tidak gerak." kata Lian sambil meraba bagian favorit nya, lalu mengecup punggung putih Arr.
Mencoba memejamkan matanya berharap hari cepat pagi, Arr tidak tahan rasanya tidak nyaman sekali, ragu-ragu dia melepaskan nya dan membalikan tubuhnya untuk menghadap Lian.
"Aku mengantuk, apa kita tidak bisa tidur dengan nyaman?" tanya Arr.
Lian tersenyum lalu mengecup pipi Arr yang sekali lagi membuat Arr melotot kaget di buatnya.
"Terimakasih." kata Lian sambil memeluk Arr.
"Terimakasih untuk apa?" tanya Arr polos.
"Tentu saja untuk segalanya, untuk menjadi Mommy Willy dan untuk malam ini dan malam-malam seterusnya." kata Lian lagi.
"Jangan berterimakasih, itu adalah kewajiban seorang istri, dan maaf jika aku terlalu sulit di pahami, aku memang begini dan mungkin aku akan terbiasa setalah melawati nya bersama mu." ucap Arr lalu menajamkan mata nya.
Dan Lian mendengar suara orang tidur, di tatapnya wajah Arr, Lian tersenyum saat melihat Arr yang nampak kelelahan itu.
dia sendiri juga tidak percaya jika Arr wanita yang akhir-akhir ini selalu berdebat dengan nya itu ternyata akan menjadi pasangan hidupnya, menjadi Mommy untuk Willy putra nya.
"Aku akan mencintaimu, dan begitupun dengan mu yang harus membalas rasaku." ucap Lian lalu memejamkan mata nya, ikut tertidur bersama Arr yang ada di dalam pelukan nya.
__ADS_1
Siang harinya Arr yang sedang tertidur itu merasakan ada sesuatu yang berat di atas tubuhnya, dan hal itu membuat Arr membuka matanya.
"Good morning Mommy Daddy." kata Willy sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi susu nya yang putih itu.
"Sudah bangun?" Arr masih kaget, apalagi dia tidak memakai pakaian.
Ehk..
Arr melihat tubuhnya sudah memakai kaos kebesaran, dan melihat hal itu Arr yakin jika suaminya yang sudah memakai kan pakaian nya tadi malam.
"Mommy Morning kiss me." kata Willy lagi.
"Oke, Morning too anak manis." balas Arr.
Cup..
Arr mengecup singkat pipi sang putra.
"Bagaimana tidurmu sayang?" tanya Arr.
"Mommy dan Daddy meninggalkan ku, dan aku sendirian." kata Willy mengerucutkan bibirnya masih kesal.
Dan melihat itu Arr langsung mengecup lagi pipi sang putra.
"Jangan sedih, setelah ini kita akan Quality time bersama sayang." Balas Arr sambil tersenyum.
Willy mengangguk kecil, lalu tersenyum.
"Love you Mommy." kata Willy sambil mencium pipi Arr.
"Love you too anak Mommy." sahut Arr tersenyum manis.
Bolehkah dia jumawa dengan kehidupan nya sekarang? Arr benar-benar merasa bahagia.
inilah yang dia harapkan selama ini, memiliki suami memiliki putra yang manis, dan dia mendapatkan nya sekarang.
Lian yang baru bangun tidur itu langsung menarik Willy ke dalam pelukan, yang membuat Willy kaget dan replek memberikan pukulan pada sang Daddy.
"Mommy tolong aku di peluk monster." kata Willy.
"Bukan monster, tapi Daddy mu Son." kata Lian tidak terima.
"Wle, Daddy monster jahat, Daddy mencuri Mommy ku." lanjut Willy lagi yang membuat Arr dan Lian saling pandang.
"Mommy mu menyukai Daddy, tentu saja Mommy mu akan bersama Daddy." balas Lian sambil mengelitiki perut Willy.
Dan setelah itu yang ada hanya kebersamaan keluarga Lian, yang kini sudah lengkap dengan kedatangan Arr di kehidupan nya dan sang putra.
__________
๐น๐น๐น๐น๐น
Kemarin aku abis ngerayain ultah di rumah teman๐ lupa waktu sampai nggak nulis seharian maafin ya๐๐
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ๐ค
Jangan lupa like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ๐ค