
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sementara itu di tempat yang bisa di katakan adalah hutan itu menjadi saksi kelima pria yang sedang beradu mulut itu.
mereka merasa jika selama beberapa jam ini mobilnya hanya berputar-putar saja, dan itu terjadi setelah mobil nya di supiri oleh Darrel dan Juan.
"Seharusnya kau tidak menyupir." kata Gibran kesal.
Istrinya yang sedang hamil pasti mencemaskan nya, apalagi sekarang mereka tidak bisa kemana-mana karena mobil nya mati setelah kehabisan bahan bakar.
"Dia menyuruh ku menyupir tentu saja aku langsung melakukan nya kan kita gantian." Darrel tidak mau di salahkan dan menunjuk Juan si biang utama yang membuat nya nyasar.
Meski kenyataan nya mobil ini nyasar karena dirinya yang so tau dengar jalan nya, Darrel hanya mengandalkan insting nya untuk memilih jalan yang menurutnya tepat.
"Hey! mana aku tau aku kan hanya mengikuti jalur saja." Juan juga tidak mau di salahkan.
Dia berkendara satu jam lebih, dan mereka tidur tidak membantunya menunjukkan jalan tentu saja dia kebingungan sendiri saat berkendara di area yang tidak di kenali.
"Dan seharusnya kau bertanya pada Bastian, dia yang tau tentang jalan ini." Lian yang kesal hanya bisa mengusap wajah nya dengan kasar.
Sedangkan Bastian si pemilik mobil dan orang terkaya di antara ke lima pria dewasa itu hanya memijit pelipisnya yang terasa pening, mendengar adu mulut ke empat rekan nya itu membuat dia pusing.
Padahal menurutnya ini bukan perkara besar, ngapain di bawa pusing toh semua masalah pasti ada jalan terbaik nya, seperti nya yang berpikiran positif hanya Bastian seorang.
"Lalu bagaimana ini." Lian kembali mengacak rambut nya.
"Istriku sedang mengandung, dia pasti merindukan ku." Gibran terlihat kacau.
"Bukan hanya istrimu, istri ku juga sedang mengandung anak kedua ku." Lian kembali menimpalinya.
Membuat Juan dan Darrel yang sudah mencetak gol tapi belum mendapatkan poin itu hanya saling melirik.
"Aku bahkan baru melakukan nya sekali." kali ini Juan yang tadi tidak mau di salahkan malah terduduk dengan lemas di batu besar.
Mendengar ucapan Juan Darrel ingin sekali menertawakan Juan, padahal setahu nya Juan sudah menikah satu minggu tapi mendengar satu kali melakukan nya tentu saja Darrel tidak bisa menahan tawa nya lagi.
"Haha, kau ternyata impoten." Darrel tertawa senang meledek Juan.
"Padahal waktu aku pengantin baru aku hampir tiap hari melakukan nya, apalagi istriku sangat menggemaskan." Lanjut Darrel lagi.
Membuat Gibran kakak iparnya mengangguk.
__ADS_1
"Apalagi kakak nya, dia sangat seksi dan panas saat di ranjang." Gibran yang biasnya dingin kini malah ikutan ke dalam suasana menggelikan untuk meledek Juan.
"Padahal kakak nya sangat menyukai permainan panas, tidak masuk akal jika Jenny tidak suka, atau jangan-jangan_" ucap Lian terhenti.
Ke empat nya melihat ke arah Juan yang terlihat menyedihkan itu, sampai terdengar suara Bastian.
"Mungkin saja Jenn muak melihat wajah si Juanda, haha dia memang tidak sehebat kita." Bastian tertawa, membuat ke tiga nya ikut menertawakan Juan.
Juan hanya menatap sebal ke empat senior nya itu, baru menduga-duga saja mereka sudah seperti itu, apalagi kalau Juan mengatakan kebenarannya jika istrinya sedang menstruasi pasti mereka akan semakin meledek nya habis-habisan.
Benar-benar senior yang jahat, bukan nya memberi representasi gaya-gaya yang tahan lama dan bikin tekdung cepat, ini malah meledek nya seolah itu adalah candaan.
Ke lima nya kembali terdiam setelah cape tertawa, ralat hanya ke empat nya yang tertawa tapi tidak dengan Juan yang terus merindukan wanita nya itu.
Sampai akhirnya..
"Ini benar-benar lucu bagaimana bisa pria-pria tampan, kaya dan juga berkharisma seperti kita bisa terdampar di tempat seperti ini." Bastian kembali memulai pembicaraan.
Darrel melirik kakak bule nya itu dengan helaan nafas kasar.
"Ini semua karena kita ikut ide mu, kau benar-benar membuat kami ikut masuk ke dalam tingkah gila mu." sahut Darrel.
"Hey aku tidak memaksa kalian untuk ikut dengan ku." kesal Bastian tidak terima. "Lian kau aku ajak emang?" lanjut Bastian melirik sahabatnya.
Dan Lian hanya mengangguk lemas.
Yang lagi-lagi membuat Bastian menggelengkan kepalanya, kemana teman nya yang Arogant? kenapa di tempat ini hanya ada orang-orang lemas karena tidak mendapatkan kehangatan istri?.
"Kalian benar-benar menyebalkan." Bastian bangkit, dia berjalan melewati ke empatnya begitu saja.
Membuat Gibran ikut berdiri dan mengekori Bastian.
"Kau menguntit ku?" Bastian dingin, dia masih kesal karena mereka menyalahkan nya.
"Tentu saja, di sini yang tau jalan nya hanya kau saja." balas Gibran.
Bastian tersenyum kecut mendengar ucapan Gibran, lalu mengambil 3 botol besar yang ada di mobil nya.
"Ikuti aku, kalau tidak salah di dekat sini ada danau, kita harus mengambil bahan bakar dulu, dan setelah itu kita akan pulang." kata Bastian santai.
Membuat semua mata melotot ke arahnya, tentu saja mereka kaget karena Bastian tidak mengatakan apa-apa dari tadi, bahkan solusi pun tidak ia berikan saat mereka saling beradu mulut tadi.
"Kenapa kau tidak mengatakan nya dari tadi, dasar kakak menyebalkan." Darrel ikut berdiri.
__ADS_1
"Salah kalian sendiri yang tidak bertanya padaku" sahut Bastian santai.
Juan yang malas memilih duduk saja, tapi tentu saja mereka tidak membiarkan junior nya itu diam saja, mereka menggusur kaki Juan membuat pria itu kaget, tapi alih-alih marah Juan malah tertawa.
"Lanjut saja, aku memang malas berjalan." kata Juan membuat Lian yang menggusur kaki adik iparnya itu menghentikan aksi nya dan menatap tajam adik nya.
"Jalan sendiri, dasar pemalas jangan-jangan yang bergerak di atas juga Jenn bukan kamu, dasar pria aneh." kata Lian sambil menggelengkan kepalanya.
Juan hanya tersenyum menanggapi ocehan ipar nya itu, memang kenyataannya begitu Jenn lah yang ada di atas nya, dan Juan? tentu saja dia di bawah karena Jenn memenangkan permainan nya.
Ke lima nya berjalan dengan mengikuti kemanapun langkah Bastian berjalan, dan akhirnya setelah beberapa menit mereka berjalan mereka melihat danau yang memiliki air yang sangat jernih.
"Kenapa tidak bilang jika ada danau seindah ini." Darrel menatap senang ke arah danau yang meminta di nikmati kesegaran air nya itu.
"Kau bertanya kenapa? tentu saja karena aku ingin kalian melihat betapa kaya nya aku." sahut Bastian santai.
"Jadi danau ini milik mu?" kini Gibran mengeluarkan suaranya.
Membuat Bastian tersenyum santai, dan menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja bukan, aku hanya membeli Villa dan sebagian tanah belakang sebelum menuju hutan, mana boleh jalanan alam seperti ini di jual itu melanggar hukum." balas Bastian bijak.
Tapi terdengar menyebalkan di telinga ke empat pria dewasa itu.
Karena melihat langit yang masih cerah akhirnya ke lima nya memilih berenang, ke lima nya ingin bau badan setelah melewati perjalanan terik matahari tadi menghilang, dan terganti dengan wajah tampan nan mempesona yang harum.
"Bas, celana mu hanyut!" ucap Lian sambil tertawa.
Bastian melihat ke arah sumber suara, dan dia kaget saat melihat celana nya yang memang sengaja di dihanyutkan oleh teman nya.
"Kenapa di lempar!" kesal Bastian bergegas berenang untuk mengambil celana nya.
Sedangkan Juan yang melihat ke empat senior nya yang memakai boxer saja itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Pantas saja istri mereka cepat hamil, ternyata ck.." fokus mata Juan malah ke arah boxer, dan tertawa sekaligus ngeri sendiri.
Sedangkan Darrel dan Gibran kedua adik dan kaka ipar itu nampak saling adu ketahanan di dalam air, siapa yang lebih lama di dalam air dia adalah pemenangnya.
"1 2 3 !" ucap keduanya bersamaan.
Dan begitulah keduanya terus beradu siapa yang paling kuat.
🌹
__ADS_1
Beginilah kalau para pria kumpul, wk..
kalau nggak adu mulut ya saling bercanda 🤣