
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Bastian memiliki hari yang super sibuk apalagi setelah kepergian Anton sang Asisten, yang membuat nya kesusahan untuk mencari pengganti Anton.
Dan itu bukan lah perkara mudah mengingat mencari orang yang bisa menjaga kepercayaan itu tidak lah mudah.
Kini pekerjaan nya tambah lebih banyak lagi, mungkin untuk mengatur jadwal pertemuan dan beberapa keperluan dia masih bisa mengandalkan sekertaris nya, tapi untuk masalah yang lain nya seperti yang membantu nya menyelesaikan masalah dan beberapa pekerjaan yang membutuhkan bulak balik luar kota, Bastian butuh seorang Asisten.
"Apa sudah ada?." tanya Bastian pada Sekertaris nya.
"Sebenarnya sudah ada beberapa tuan." sahut Sekertaris.
"Suruh mereka masuk."
"Baik tuan."
Beberapa menit berlalu..
Bastian menatap beberapa pria yang berjejer di depan nya itu, tiga pria tua seperti Anton dan tiga pria yang masih muda, tapi yang menarik perhatian Bastian adalah seorang wanita berambut pendek yang nampak gagah dengan stelan jas hitam nya itu.
"Perkenalkan diri kalian, dan pengalaman bekerja kalian." kata Bastian.
Satu persatu dari ke enam pria itu mulai membuka suara nya untuk memperkenalkan diri mereka dan pengalaman nya masing-masing.
Sampai akhirnya bagian wanita berambut pendek itu yang memperkenalkan dirinya dan pengalaman bekerja nya.
"Nama saya Jenny tuan, sebelum nya saya pernah bekerja di perusahaan X selama tiga tahun." jelas wanita yang kerap di panggil Jenn itu.
Bastian tertegun saat wanita itu mengatakan jika dia pernah bekerja di perusahaan Daddy nya yang sekarang di pimpin oleh Darrel adiknya.
"Kenapa kamu memutuskan berhenti di perusahaan itu?." tanya Bastian penasaran.
Jenn terdiam, apa dia harus menceritakan kisah miris nya pada orang lain?, apa tidak memalukan?.
sampai akhirnya..
"Saya membuat kesalahan dengan menyukai Bos saya, maka dari itu saya mengundurkan diri tuan." jelas Jenn tanpa ragu.
__ADS_1
Membuat ke enam pria di sampingnya juga termasuk Bastian langsung tertawa.
Bagaimana tidak pria atau Bos yang di sukai Jenn itu tidak salah lagi ialah adik nya, siapa lagi kalau bukan bule setengah itu, Darrel.
"Apa rasanya di tolak itu sakit?." tanya Bastian lagi dengan wajah yang masih santai.
Dan dengan polos nya Jenn menganggukkan kepalanya.
"Mungkin lebay untuk wanita 28 tahun menangis karena di tolak cintanya, tapi itulah realita kehidupan kita tidak bisa so tegar saat kita merasakan rasa sakit." jelas Jenn lagi masih santai.
Bastian melirik ke enam pria yang seperti nya menunggu jawaban dari dirinya.
dia menghela nafasnya panjang sebelum akhirnya memutuskan siapa yang akan menjadi Asisten nya.
"Saya memutuskan untuk memperkerjakan Jenn untuk menjadi Asisten saya, dan saya harap tidak ada rasa iri dengki dari kalian karena tidak terpilih menjadi Asisten saya." kata Bastian.
"Sebagai hadiah untuk kalian yang hari ini tidak terpilih saya akan memberikan kalian rekomendasi untuk masing-masing dari kalian ke anak perusahaan yang saya pegang, saya tau kalau mencari pekerjaan itu susah apalagi saat kita memiliki banyak tanggung jawab di rumah, yaitu untuk membiayai kehidupan keluarga. Jadi saya harap kalian akan bekerja dengan baik dan tidak mengecewakan saya." lanjut Bastian yang membuat ke enam pria itu langsung saling melirik dan tersenyum.
"Terimakasih tuan, terimakasih." ucap ke enam nya serempak.
Bastian hanya mengangguk, dia juga seorang kepala keluarga, jadi Bastian tentu tau berapa besar beban seorang pria yang sudah berkeluarga.
Anggap saja hari ini baik dan mungkin hari keberuntungan ke enam pria itu.
Setelah kepergian ke enam pria yang mendapatkan hadiah darinya itu, kini tinggallah Jenn yang terdiam ditempatnya tadi.
masih belum mendapatkan perintah maka dari itu Jenn hanya bisa berdiri tanpa mengeluarkan suara nya.
"Jenn." panggil Bastian.
Jenn melirik lalu menunduk.
"Apa yang bisa saya bantu tuan?." sahut Jenn bertanya.
Bastian terdiam sebentar sampai akhirnya dia memberi kode untuk Jenn duduk di kursi dan Jenn melakukan nya, dia duduk di kursi yang di suruh sang Bos.
"Ceritakan bagaimana bisa kau jatuh cinta pada si bule setengah itu, dan bagaimana ekspresi dia saat kau menyukai nya, dan apa yang kau sukai dari bule setengah itu." pertanyaan Bastian keluar begitu saja seperti rem blong, membuat Jenn yang mendengarnya ternganga kaget bukan main.
Dia pikir menjadi Asisten dari seorang Bastian yang terkenal arogan dan bermulut pedas itu akan menakutkan, tapi sepertinya pandangan orang di luaran sana salah, Bastian tidak lebih dari seorang Bos tengil yang suka lelucon.
__ADS_1
"Hey cepat jawab, ini bagian tugas mu." kata Bastian lagi.
Membuat Jenn menarik nafasnya panjang lalu mulai menceritakannya.
baik dari mulai dia menjadi penggemar Darrel saat SMP, dan berlanjut menjadi seorang sekertaris semuanya Jenn jelaskan tanpa ada kata keraguan.
Membuat Bastian yang mendengarnya sangat tertarik dan bahkan tanpa sadar tertawa.
merasa senang karena mengetahui semua fakta tentang adik nya.
"Haha, tunggu pembalasan adik ku sayang bule setengah, lihat saja aku akan menurunkan image mu di depan princess kesayangan mu." batin Bastian sambil tertawa, rasanya tidak sabar untuk segera bertemu adik nya dan membuat adiknya menahan kesal.
Jenn melihat Bastian yang tertawa sendiri itu menjadi merinding.
"Kenapa aku merasa menyesal memiliki Bos aneh seperti tuan Bastian, dia tidak se cool tuan Darrel." batin Jenn.
"Kamu bisa mulai bekerja hari ini, ruangan mu ada di sebelah ruangan saya, dan satu hal lagi saya sudah beristri dan memiliki tiga anak jadi jangan coba-coba untuk menggoda karena saya pria tampan, kaya, berkharisma dan juga setia." kata Bastian dengan wajah percaya diri nya.
Membuat Jenn sekali lagi menggelengkan kepalanya.
siapa juga yang mau menjadi pelakor, dia bahkan tidak berniat untuk jatuh cinta lagi setelah menerima penolakan itu, cintanya kandas sebelum dia mengatakan nya.
"Dari sekian banyak Bos besar seperti nya baru kali ini aku melihat Bos yang suka memuji diri sendiri, benar-benar Bos yang aneh." batin Jenn.
"Hey jangan diam, kalau perlu saya akan membuatkan bebarapa pajangan foto di setiap sudut perusahaan ini untuk mengingatkan jika Bos kamu yang tampan ini sudah memiliki istri yang sangat cantik dan luar biasa, apa kamu mengerti?." lanjut Bastian.
Jenn kembali mengangguk lagi.
"Saya paham tuan."
Setelah kepergian Jenn Bastian langsung mengambil foto keluarga kecilnya itu, lalu mencium nya dengan penuh cinta.
"Tenang saja Pipi yang tampan dan mempesona ini hanya milik kalian."
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1