Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Muntah.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Mobil Darrel berhenti sejenak di rest area, dia ingin mampir makan dulu karena perjalanan nya sudah satu jam lebih, dan dia merasa cape dari tadi menyupir.


Lain halnya dengan Tara yang enak-enak kan tidur, bahkan saat Darrel keluar dari mobilnya pun Tara tak kunjung bangun.


"Aku akan memesankan makanan nya untuk bocah itu, tidur nya benar-benar seperti orang mati." gumam Darrel sambil berjalan.


Lama Darrel menghabiskan waktu di rest area, tepatnya di salah satu rumah makan.


sampai akhirnya dia kenyang dan kembali masuk mobil dengan dua kantong kresek yang berbeda ukuran.


Yang kecil berisikan makanan untuk Tara, dan yang besar berisi cemilan dan minuman untuk mereka berdua.


meski kesal pada Tara tapi Darrel juga tidak egois, bagaimana pun Tara adalah adik Hana yang di titipkan pada Fallen, dan berarti Tara adalah tanggung jawab Fallen.


Dan jika sesuatu terjadi pada Tara maka dia harus bisa bersiap diri untuk mendapatkan amukan singa betina, siapa lagi kalau Fallen, marah Fallen yang bar-bar itu sudah seperti singa betina baginya.


"Hey bangun." ucap Darrel menggoyang-goyang lengan Tara.


Membuat Tara membuka matanya, dan saat dia benar-benar tersadar dari tidur nya Tara langsung membungkam mulutnya dengan tangan, lalu menatap Darrel dalam.


"Eeeee.." ucap Tara tidak jelas, tangan nya masih menutupi mulutnya.


Darrel yang melihat nya mengerutkan keningnya aneh, lalu memilih memainkan ponselnya.


"Makan lah, dan jika kau mau pipis maka keluarlah di sana ada toilet umum." jelas Darrel sambil memainkan ponselnya.


Tara tidak bisa berkata-kata lagi, rasanya sangat mual, dan dia tidak tahan untuk terus menahan nya.


jika berlari sudah pasti muntahan nya akan keluar di tengah jalan.


Dan sialnya lagi pria yang ada di samping nya itu juga tidak paham dengan kode nya.


padahal dari tangan yang di pakai membungkam mulut pun seharusnya pria itu sudah paham apa maksud dari gerakan nya itu.


Mata Tara melihat ke arah kantung kresek yang ada di dekat Darrel, dengan gesit dia mengambil kantung kresek itu dan menumpahkan cemilan-cemilan yang ada di dalam nya itu.

__ADS_1


"Hey kenapa di berantakin!" kata Darrel sewot.


Tapi Tara yang sudah tidak tahan memilih keluar dari mobil dan langsung muntah di kresek.


lama Tara duduk di pinggir mobil sambil memuntahkan isi perutnya, membuat Darrel yang menunggu menghela nafasnya panjang lalu mengambil sebotol air mineral kemasan yang di beli nya tadi.


"Dasar katro." gumam Darrel.


Darrel keluar dari mobil, dengan langkah malas dia berjalan mendekati Tara dan memijat punggung Tara, hal itu tentu saja membuat Tara kaget, tapi karena tidak berdaya Tara memilih diam dan kembali memuntahkan isi perutnya lagi.


Setelah di rasa sudah enak kan Tara menghela nafasnya panjang, lalu melirik Darrel yang ikut duduk di sebelahnya itu.


"Minumlah." ucap Darrel sambil memberikan air mineral kemasan di tangan nya.


Tanpa banyak bicara Tara langsung menerima nya dan berkumur-kumur, setelah di rasa tidak mual lagi baru Tara meminum sisa air nya, tapi dia sisakan sedikit untuk mencuci wajahnya.


Setelah selesai dengan acara muntah itu Tara langsung berdiri, dia berjalan mendekati tong sampah, lalu membuang kantung kresek bekas muntahan nya itu.


"Seharunya kamu bilang kalau tidak suka mobilnya terlalu ngebut." kata Darrel membuka suaranya.


Tara yang dari diam kini melirik Darrel.


"Aku mau bilang, tapi takut. dan satu lagi makasih untuk bantuan pijatan tadi, air minum nya juga, Makasih." kata Tara lalu memalingkan wajahnya ke samping.


Keras kepala dan juga memiliki gengsi yang tinggi, di lihat dari gelagak nya saja Darrel sudah tau kalau Tara itu sedang menahan malu.


"Mau ngapain?." tanya Tara kaget karena Darrel mendekat lagi.


Bukan nya menjawab Darrel malah semakin mendekat, membuat Tara menutup mata nya takut, dia berpikir jika Darrel akan kembali mencium nya, tapi ternyata dugaan nya salah besar.


Darrel memasangkan pengaman di jok nya, membuat Tara yang membuka matanya langsung memalingkan wajahnya ke samping lagi.


"Aku tau kau malu, tapi makan lah aku sudah membelikan makanan untuk mu." kata Darrel.


Tara melirik makan nya, lalu memegang perutnya, dia memang sangat lapar, bahkan jika dia tidak gengsi sudah Tara ambil saja makanan nya dari tadi, tapi dia menahan nya, terlalu gengsi untuk Tara mengakui jika dia lapar.


"Kalau tidak mau makanan nya akan aku kasih ke anak jalanan saja, sekalian cemilan nya juga." kata Darrel lagi membuat Tara langsung mengambil makanan nya dan mulai makan.


Tara makan dengan lahap karena dia memang lapar, meski sudah makan cemilan banyak di bandara tapi semua makanan yang di makan nya tadi pagi itu sudah dia muntahkan tadi, jadi Tara kembali merasakan lapar.

__ADS_1


Darrel yang sedang menyupir sesekali melirik Tara, melihat Tara yang makan membuat nya teringat akan Fallen lagi, ya Darrel mengakui jika susah untuk nya diri nya untuk cepat melupakan Fallen, kakak iparnya itu seolah terus ada di ingatan nya, dan entah kapan Darrel akan bisa melepaskan cinta nya itu.


"Jangan di makan semuanya." kata Darrel sambil menyetir.


"Minta dikit, pelit banget sih Om." sahut Tara sambil memanyunkan bibirnya.


Huh..


"Baiklah, makan sepuas mu, tapi sisakan sedikit untuk aku." kata Darrel dan langsung di angguki Tara.


"Makasih, kalau Om nya baik kaya gini aku ngak akan aduin ke kak Fallen kalau Om ngebut-ngebutan, aku bakalan bilang yang baik-baik deh." kata Tara sambil mengacungkan jari kelingking nya.


Pertanda jika dia benar-benar serius dengan ucapan nya.


Darrel hanya menggelengkan kepalanya tak percaya mendengar ucapan Tara barusan.


entah apa yang di makan Tara setiap harinya sehingga dia bisa menjadi rubah kecil yang sangat licik.


"Tapi aku ngak janji buat bisa ngak bilang kalau Om mesum sama aku, kira-kira apa reaksinya kak Fallen ya kalau tau supir nya berani cium aku?." lanjut Tara dengan senyuman misterius nya.


Membuat Darrel menelan ludahnya kasar, tidak salah menamai Tara si rubah kecil yang licik, Darrel benar-benar di buat bungkam dengan semua sikap Tara, termasuk kelicikan nya itu.


Dan apa tadi gadis kecil itu bilang kalau dia adalah supir Fallen?, yang benar saja pria setampan diri nya supir, bahkan mimpi pun Darrel enggan menjadi supir seorang gadis kecil yang licik seperti Tara.


"Om." panggil Tara.


Darrel melirik sinis karena kesal, membuat Tara terkekeh geli.


rasanya senang saat melihat kesal dengan ulah nya.


"Jangan marah, aku bakal lupain kejadian ini, is't oke kehilangan ciuman pertama, tapi yang penting aku ngak kehilangan kehormatan aku sebagai seorang wanita." ucap Tara sambil memasukan makanan ke mulutnya lagi.


Darrel mengelengkan kepalanya mendengar kata bijak yang keluar dari bibir si gadis licik itu.


bisa-bisa nya bocah kecil itu merelakan ciuman nya untuk seseorang meski itu adalah dirinya, benar-benar gadis aneh.


"Semoga saja hari ini hari terakhir aku bertemu dengan si bocah menyebalkan ini, jika setiap hari bisa-bisa aku mati berdiri karena terus meladeni kelicikan nya itu." batin Darrel.


_________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2