
YA^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hana menatap Fallen dengan wajah kaget nya tapi saat dia melihat ke perut buncit Fallen dia pun paham, mungkin Fallen tidak seegois dirinya yang mementingkan ego dan diri sendiri.
"Maaf, Han aku baru cerita sekarang habis nya kamu nya sih ngilang dan susah di hubungin." kata Fallen merasa tidak enak memberikan kabar rujuk nya pada Hana yang sedang dalam masa sedih nya itu.
Hana menggelengkan kepalanya lalu memegang tangan Fallen.
"Ngak apa Fall, aku senang kamu bisa menemukan kembali kebahagiaan kamu, aku ikut bahagia kalau kamu bahagia." sahut Hana sambil tersenyum.
Fallen lega mendengar nya, dia pikir Hana akan berekspresi berlebihan tapi ternyata dia salah, Hana mengerti dirinya dan tentu hal itu membuat Fallen senang.
Hana menerima minuman yang di berikan suami Fallen itu, begitupun dengan Fallen yang minum minuman itu.
"Han aku sama Bastian kesana dulu ya, bentar." ucap Fallen yang langsung di angguki Hana.
Fallen berjalan di ikuti Bastian ke arah koridor yang lebih sepi, setelah di rasa tidak ada orang Fallen pun menatap Bastian.
"Bas, tolong pinjamkan uang 1 miliar untuk aku." kata Fallen.
Hah?
Bastian menatap tak percaya dengan permintaan istri nya itu.
lalu mengecup singkat bibir Fallen.
"Sayang aku suami mu, kau bisa menggunakan uang ku sesuka mu." kata Bastian sambil tersenyum.
"Benarkah?." tanya Fallen.
Dan Bastian langsung mengangguk cepat.
"Apa sih yang ngak untuk istri tersayang, kamu boleh menggunakan uang ku sesuka mu." kata sahut Bastian lagi.
Fallen tersenyum lalu tanpa aba-aba dia memberikan kecupan singkat di pipi suami nya.
"Terimakasih, tapi sebenarnya jika kau tidak memberikan nya aku mungkin akan melakukan hal gila." kata Fallen.
"Hal gila apa?." tanya Bastian.
Fallen terkekeh lalu merogoh kantong saku celana suami nya.
"Tentu saja mencuri uang mu, apalagi kalau bukan itu." sahut Fallen santai lalu pergi meninggalkan Bastian setelah mendapatkan apa yang di inginkan nya.
Bastian menatap punggung wanita yang menjadi ibu dari anak-anaknya itu dengan wajah tak terbaca.
untuk sekian kalinya Bastian merasakan jatuh cinta lagi, lagi dan lagi.
__ADS_1
Fallen benar-benar memberikan semua hal yang belum pernah di rasakan nya, termasuk tangtangan memiliki istri yang baik meski sedikit bar-bar.
"Aku benar-benar gila, istriku dia benar membuat aku gila, gila untuk mencintai nya." gumam Bastian.
"Si Om bule bucin, gila gila orang gila kali ahk Om." ucap seorang gadis SMA yang tak sengaja melewati koridor tempat Bastian berdiri.
"Diam kau bocah, dasar anak kecil ngak sopan orang ngak di ajak ngobrol juga ikut nyambung aja." ketus Bastian membuat sosok gadis berseragam SMA itu menghentikan langkah nya.
"Numpang lewat doang kali Om, lebay banget dasar Om tua, pasti gede tuh anu nya, ihk serem banget pasti Istri nya nangis kejar-kejar tuh." kata gadis itu sambil memperlihatkan wajah sinis nya.
Bastian ingin mengejar gadis SMA yang berlari ke arah lobby itu, tapi saat beberapa langkah Bastian memilih mengurungkan niatnya karena merasa jika gadis tadi itu tidak penting.
"Anak sekarang emang ngak ada yang benar, kecil-kecil udah tau masalah intim." gumam Bastian sambil menggelengkan kepalanya.
Sedangkan di ruangan Yura nampak Hana yang sedang menatap Yura, tentunya dengan di temani Fallen yang juga setia menjadi keluarga terdekat Hana.
"Yura, sayang.. ini Mama nak." ucap Hana.
Air mata nya mengalir tak tertahankan, Hana benar-benar merasa gagal menjadi seorang ibu.
dia takut kehilangan Yura, anak nya penyemangat di hidup nya.
"Mama bawa makanan kesukaan Yura loh, Yura bangun Yuk, Mama juga bawa boneka kesayangan Yura." kata Hana lagi sambil terisak.
Tiba-tiba tangan Yura bergerak, membuat Hana dan Fallen saling bertukar pandang dan tersenyum.
"Iya Han, aku panggil dokter ya." sahut Fallen sambil berjalan ke arah pintu keluar, tapi langkahnya terhenti karena suara Hana.
"Fall, biar aku saja." kata Hana membuat Fallen memilih diam.
Hana membuka pintu lalu berteriak memanggil dokter, Bastian yang duduk di kursi tunggu ikut berteriak memanggil dokter, dan tak lama kemudian datang lah dokter dengan suster di belakang nya.
"Dok tangan Yura bergerak." kata Hana senang.
Dokter mengangguk lalu mulai memeriksa pasien nya.
dan setelah beberapa menit memeriksa Dokter pun mengehentikan pengecekan nya, lalu menatap ibu pasien nya.
"Ini sering terjadi pada pasien yang sedang mengalami masa kritis, maaf Bu bukan saya mau melewati batasan sebagai seorang manusia biasa, tapi denyut nadi pasien benar-benar sangat lemah." jelas Dokter yang seketika membuat senyuman di wajah Hana pudar.
"Apa maksud dokter! Yura sudah bangun dari masa kritis nya, dan lihat anak ku sudah mulai membuka mata nya." kata Hana langsung mendekati Yura yang baru membuka mata nya.
"Sayang, nak Yura ini Mama, Yura mau apa Mama beliin ya, Yura sembuh ya sayang." ucap Hana sambil mencium pipi sang putri.
Yura menatap Mama nya, wanita yang sangat dia sayangi selama hidup nya.
"Ma, sakit." ucap Yura pelan.
Membuat Hana yang menangis mengusap air mata nya langsung.
__ADS_1
"Iya sayang, sakit nanti Mama kasih vitamin lagi ya biar ngak sakit, Yura kan anak Mama, Yura pasti kuat." kata Hana lagi.
"Ma." panggil Yura lagi.
Hana langsung memegang tangan Yura, lalu mengusap kepala sang putri dan di sinilah Fallen baru tau kalau Yura gadis ceria yang selalu menjadi anak manis di mata nya itu ternyata tidak memiliki rambut, rambut Yura botak dan rambut panjang nya itu ternyata hanyalah wig rambut saja.
"Yura." gumam Fallen kaget.
"Iya sayang, Mama ada di samping mu." sahut Hana.
"Mama cantik, Yura sayang sama Mama, tapi Yura cape Ma, Yura mau bobo tapi mau di nyanyiin Mama." kata Yura pelan.
Hana terdiam sebentar, dia melirik Fallen yang di balas dengan anggukan kecil dari Fallen.
"Nina bobo oh Nina bobo, kalau tidak bobo di gigit nyamuk, Nina bobo oh Nina bobo kalau enggak bobo nanti di_____" ucap Hana terhenti karena melihat mata Yura sudah mulai terpejam.
"Sayang." panggil Hana sambil mengusap pipi Yura.
"Dok." panggil Hana.
"Yura sudah pergi Bu, anak ibu sudah melepaskan rasa sakit nya." jelas Dokter yang seketika membuat kaki Hana lemas.
Bugkkk !!
Hana terduduk di lantai mendengar ucapan Dokter yang mengatakan jika Yura putri nya sudah tidak ada.
"Tidak, dokter bohong kan Yura hanya tidur, Yura bilang dia mau tidur dan bukan meninggal, Yura masih hidup." kata Hana sedikit menekan kata hidup nya.
"Han." panggil Fallen.
"Ngak Fall, Yura masih ada Yura masih hidup!" teriak Hana.
Fallen benar-benar tak kuasa menahan air mata nya lagi, air mata nya jatuh membasahi pipi nya.
Melihat Hana yang hancur sungguh Fallen pun ikut merasakan sakit yang di rasakan Hana.
Dia tidak bisa membayangkan jika dirinya yang ada di posisi Hana, mungkin saja Fallen tidak akan sekuat Hana.
kehilangan anak yang sangat di sayangi nya.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Nulis nya sambil mewek, ya Alloh😭
Tapi gimana lagi alur nya emang gini, kalau beda nanti nya malah ngawur lagi alur nya🤧
Jangan lupa like coment and Vote ya kak 🙏
__ADS_1