
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi-pagi sekali Fallen seperti biasnya sudah bangun, jika hari biasnya dia harus bekerja maka lain halnya dengan hari ini, Fallen berniat akan jalan-jalan pagi, menurut panduan buku kehamilan yang di baca nya jalan pagi bagus untuk kesehatan ibu dan janin yang ada di perut nya.
"Sudah siap?." tanya Bastian yang memang banyak mengambil cuti bekerja.
Dia akan kembali ke kota A setelah Fallen menginginkan nya, dan untuk pekerjaan semuanya dia serahkan pada sang Asisten yaitu Anton.
"Udah, ayo." sahut Fallen sambil tersenyum lalu melangkahkan kaki nya mendekati suaminya.
"Sekalian sarapan nya di luar?." tanya Bastian dan langsung mendapatkan anggukan kecil dari Fallen.
Saat keluar rumah Fallen tidak sengaja melihat Hana dan Tara yang sedang membawa koper yang cukup besar, membuat Fallen mengerutkan keningnya aneh dan berjalan mendekati pagar rumah Hana.
"Kamu tunggu dulu di sini ya, aku mau ke rumah Hana dulu." kata Fallen melirik Bastian.
"Jangan lama, aku mau pemanasan dulu nanti ke sini lagi." ucap Bastian dan Fallen hanya menjawab nya dengan anggukan saja.
Fallen melangkah kaki nya untuk mendekati Hana dan Tara.
dia merasa Hana menjauhinya, apalagi semenjak Tara meninggal Hana jarang terlihat keluar rumah, dan tentu hal itu membuat Fallen khawatir karena Hana sudah dia anggap seperti keluarga sendiri.
"Kalian mau kemana?, ko bawa koper gede-gede gitu?." tanya Fallen.
Hana melirik Tara, memberi kode untuk Tara masuk duluan karena taksi nya sudah datang.
tak ingin berdebat Tara memilih masuk ke dalam mobil, lalu memainkan ponselnya.
Fallen masih menunggu jawaban Hana, tapi dari wajah Hana terlihat jika dia benar-benar seperti tidak ingin di ganggu, atau mungkin merasa risih di berikan pertanyaan seperti itu oleh Fallen.
Melihat Hana yang terus terdiam membuat Fallen semakin merasa di jauhi, Fallen menatap Hana lalu menghela nafasnya panjang.
"Aku ngak tau masalah kamu apa, tapi aku ngak percaya kalau Hana teman baik aku bisa pura-pura budeg dan ngak jawab pertanyaan simple dari aku." ucap Fallen sambil mengusap perut nya.
Deg..
Mendengar ucapan Fallen barusan membuat air mata Hana yang semula tertahan menjadi akhirnya tumpah juga.
Dan Fallen yang melihat Hana terisak langsung tersenyum kecil.
"Saat aku pindah aku hanya punya kamu, teman sekaligus keluarga, dan kata itu bukan aku dengar dari wanita kuat yang pemberani, bukan dari orang lain." lanjut Fallen.
"Fall." ucap Hana terhenti, dia langsung memeluk Fallen sambil terisak.
Lama keduanya berpelukan sampai akhirnya Hana melepaskan pelukannya.
lalu menatap Fallen dengan wajah yang tidak bisa di artikan.
__ADS_1
"Aku ngak bisa tinggal di sini lagi Fall." ucap Hana akhirnya mengatakan keinginan nya.
"Kenapa?." tanya Fallen.
"Disini aku selalu menjadi teringat Yura, aku ngak bisa lupain semua kenangan Yura, sikap nya suara nya semuanya Fall! aku benar-benar ngak bisa." kata Hana sambil terisak.
Fallen ikut meneteskan air mata nya.
"Tapi kenapa harus pindah Han?, dan andai aku ngak keluar dari rumah barusan, mungkin kamu juga akan pergi tanpa pamit Han?, kenapa? apa aku sudah buka teman kamu lagi?." air mata Fallen semakin keluar.
Hana benar-benar tidak bisa mengatakan semua nya untuk saat ini, pikiran nya saat ini hanyalah ada satu, yaitu mencari Papa Yura dan membalaskan rasa sakit hati nya.
Katakan dia jahat karena akan kembali mencari Papa Yura untuk merusak semuanya, tapi seorang ibu yang di tinggalkan oleh anaknya tidak akan rela saat melihat orang yang menyakiti nya masih bisa tersenyum bahagia, Tidak akan bisa, begitupun dengan Hana.
Hana mengusap air mata di wajah Fallen lalu menatap Fallen.
"Ini bukan waktunya untuk menangis Fall, aku benar-benar butuh ruang, dan Fall (memegang tangan Fallen) aku boleh minta sesuatu dari kamu?." tanya Hana.
"Katakan lah." sahut Fallen.
"Aku titip Tara sama kamu ya Fall, dia ngak ada siapa-siapa lagi selain aku, aku mohon bawa pergi Tara sementara waktu, aku ngak rela adik ku menikah dengan kakek-kakek, Tara masih belum genap 17 tahun." jelas Hana membuat Fallen tertegun.
"Lalu bagaimana dengan kamu?." tanya Fallen lagi.
Yang membuat Hana seketika terdiam sebentar, lalu menatap Fallen.
"Aku akan pergi ke tempat dimana aku memulai semua nya." kata Hana sambil tersenyum misterius.
"Jangan bilang kamu mau__" ucap Fallen tak bisa meneruskan ucapan nya.
"Kamu tidak perlu khawatir Fall, aku ngak akan melakukan sesuatu yang membuat aku semakin hancur, tapi mungkin aku akan bermain sebentar dengan Papa nya Yura, dia perlu tau anak nya." jelas Hana.
Keduanya berpelukan untuk perpisahan, saat Hana memeluk Fallen dia berbisik di telinga Fallen yang mana hal itu membuat Fallen menjadi terdiam begitu lama, bahkan sampai Hana pergi dengan taksi nya.
Tara memandang bingung ke arah mobil taksi yang sudah menjauh itu, kenapa kakak nya meninggalkan nya? apa kakak nya tidak mau terbebani oleh kehadiran nya?.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan, aku tidak punya siapa lagi, masa iya aku harus tidur di emperan kios lagi." batin Tara sambil menunduk.
"Tara." panggil Fallen.
Membuat Tara melirik ke arah nya, dan tiba-tiba Tara bertekuk lutut di hadapan Fallen, bahkan memeluk kaki Fallen.
"Kak, Aku mau jadi pembantu di rumah kakak boleh ngak?, ngak papa di gajih kecil juga yang penting bisa makan, sekolah sama punya tempat tidur." kata Tara sambil memberikan wajah memelas.
Fallen melongo melihat drama adik Hana, dia langsung menarik tangan Tara untuk berdiri lalu membenarkan anak rambut Tara.
"Ngak bisa." kata Fallen terhenti.
Tara yang mendengarnya langsung memanyunkan bibirnya, tanpa banyak bicara Tara langsung menarik koper nya dan berjalan, tapi baru beberapa langkah tiba-tiba Fallen mengeluarkan suara nya lagi.
__ADS_1
"Maksud kakak kamu emang ngak boleh jadi pembantu, kamu bisa tinggal bersama kakak dan bisa sekolah dengan satu syarat." ucap Fallen yang membuat Tara menatap Fallen dengan wajah serius.
"Syarat apa?." tanya Tara penasaran.
Fallen tersenyum sambil menatap Tara, dan hal itu membuat Tara memandang aneh Fallen.
Bukkk..
Awww !!
Fallen meringis karena Tara menepuk sedikit keras pipi nya.
"Sakit Tara!" kesal Fallen.
Tara masih memperlihatkan ekspresi sama, yaitu wajah penasaran yang di balut wajah orang jengah.
"Habisnya di tanya malah senyum-senyum sendiri." kata Tara santai.
Fallen menggelengkan kepalanya, kenapa sekarang dia merasa seperti melihat dirinya di diri Tara.
"Kak." panggil Tara lagi.
"Syarat nya hanya satu, kamu harus giat belajar dan ngak boleh malas." jelas Fallen yang seketika membuat Tara terdiam.
Dia rasa tidak yakin, mengingat Tara memang ingin menggapai impian nya, tapi untuk giat belajar dan tidak malas, Tara merasa tidak yakin dengan syarat itu.
"Aku ngak yakin." kata Tara.
"Kenapa?." tanya Fallen.
Tara menghela nafasnya panjang lalu memberikan ponselnya ke Fallen.
Fallen melihat layar ponselnya Tara dan seketika mata nya melebar sempurna saat melihat nilai merah yang begitu banyak di foto itu.
"Itu nilai kamu Tar?." tanya Fallen masih kaget.
Dan Tara hanya mengangguk kecil.
"Ini masih belum seberapa kak, teman aku ada yang nilai nya lebih buruk, tapi kita masih santuy lagian nilai buruk juga bakalan naik kelas ko." sahut Tara santai, membuat Fallen menggelengkan kepalanya.
"Dia adiknya Hana atau adik ku ya." gumam Fallen.
"Apa kak? ngak denger tadi."
"Bukan apa-apa, ayo masuk." kata Fallen akhirnya tidak jadi jalan-jalan pagi.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️