
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Tara menggelengkan kepalanya mendengar ucapannya mendengar ucapan Darrel barusan, kaget? tentu saja dia kaget bukan main, apalagi di tambah perut nya yang sedang melilit sakit membuat nya susah mencerna semua nya dengan baik.
"Sakit!! Aduh.." ucap Tara tidak tahan lagi dengan sakit di perutnya langsung berlari masuk ke kamar mandi.
"Tar__" ucap Darrel terhenti karena mengingat kejadian tadi, dia langsung keluar dari kamar Tara karena Darrel enggan mencium bau busuk seperti tadi lagi.
Dan kini yang tersisa hanyalah dua ibu peri yang sedang berbahagia.
bagaimana tidak bahagia ini adalah sesuatu yang mereka harapkan sejak lama, dan keduanya tidak menyangka jika semuanya berjalan lancar bahkan sebelum rencana terakhir nya.
"Ternyata gercep juga si bule setengah." celetuk Mom Dena.
Jika biasnya ibu Rosalina akan marah jika mendengar putra nya di sebuah bule setengah, tapi untuk kali ini dia tidak mempersalahkan nya bahkan menganggukkan kepalanya.
"Iya, ternyata Darrel diam-diam suka Tara." ucap Ibu Rosalina senang bukan main.
"Malu-malu keong tuh pasti." kata Mom Dena lagi.
Keduanya terdiam lalu beberapa detik kemudian tersenyum..
"Rencana terkahir terpaksa di batalkan." ucap keduanya bersamaan dengan senyuman nya.
Kedua nya sudah menyiapkan rencana terakhir untuk mendekatkan Tara dan Darrel, tapi sepertinya rencana yang masih wacana belaka itu tidak akan terjadi karena tujuan dari rencana itu sudah terjadi sebelum rencana terakhir di mulai.
Dan tentu nya ke duanya tidak perlu pusing-pusing lagi membuat drama gila baru, karena semuanya sudah berjalan dengan sesuai keinginan nya.
Di kamar nya Darrel nampak terus tersenyum setelah apa yang terjadi di hari ini, dia tidak menyangka pada dirinya sendiri yang ternyata bisa mengungkapkan perasaan nya secepat ini.
Mungkin lebih cepat lebih baik, dia tidak ingin menunda terlalu lama dan malah menyenangkan beberapa orang yang mungkin saja akan berani mendekati Tara.
"Aku akan pastikan si Duralek bau ketek itu tidak akan punya kesempatan lagi untuk bisa mendapatkan cinta Tara." gumam Darrel.
"Aku yang mendapatkan ciuman pertama nya dan aku juga harus mendapatkan cinta pertama nya, termasuk memiliki nya." lanjut Darrel sambil tersenyum.
"Waw.. ciuman pertama.." suara tidak asing tiba-tiba terdengar di balik pintu.
"Siapa di pintu!" ucap Darrel berjalan mendekati pintu.
Meong..
"Kucing.." ucap Darrel pura-pura.
"Iya kucing." sahut Ibu Rosalina, lalu sedetik kemudian menutup bibir nya.
Dan saat dia akan mengintip kembali ternyata Darrel sudah berada di ambang pintu dengan ekspresi garang nya, jangan lupa kan tangan yang bersidekap dada seolah baru menangkap maling itu.
__ADS_1
"Kenapa ibu mengintip?." tanya Darrel.
Ibu Rosalina menyengir kuda.
"Ibu hanya lewat, tapi suara kamu kedengaran jadi ibu nguping deh." jelas ibu Rosalina bohong.
Yang benar adalah dirinya ingin mengusut apa yang membuat Darrel ingin menikahi Tara, tentu dia masih bingung dengan alasan apa yang membuat putra nya itu tiba-tiba ingin menikah, Dia tidak percaya dengan ucapan Mom Dena yang mengatakan jika putra nya kebelet kawin karena ingin itu.
Darrel menghembuskan nafas nya kasar melihat tingkah ibu nya yang semakin aneh itu.
entah kenapa setelah bersahabat dengan Mom Dena ibu nya yang dulu galak dan tegas itu sekarang malah berubah menjadi ibu yang penuh dengan kegesrekan yang hakiki itu.
"Lalu apa yang ibu dengar?." tanya Darrel lagi.
"Ibu mendengar kata cinta kamu, apa kamu benar-benar ingin menikahi Tara karena cinta? bukan karena Tara dan kamu sering bertengkar dan membuat mu kesal sehingga ingin membuat Tara kapok dengan menakut-nakuti Tara dengan cara menikahi nya?." tanya Ibu Rosalina panjang kali lebar.
Darrel menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan yang panjang dan tanpa titik juga koma itu, ibunya benar-benar sudah menjadi ibu-ibu rempong.
"Jika itu benar sebaiknya kamu batalkan niat mu itu, Tara bukan boneka yang bisa di mainkan begitu saja." lanjut Ibu Rosalina.
Dia sudah menyayangi Tara, terlepas dari keinginan nya untuk menjadikan Tara menantunya tentu dia juga tidak akan memaksa jika Tara menolak, karena kebahagiaan Tara itu adalah yang utama.
"Kalau alasan aku ingin menikahi Tara karena aku menyukai Tara dan juga ingin menjadi pelindung nya, apa ibu percaya?" tanya Darrel lagi.
Membuat ibu Rosalina menatap putra nya lalu mengangguk.
Membuat Darrel bungkam seribu bahasa, bagaimana tidak ibunya membawa masa kecilnya yang menurutnya sangat menggelikan itu, dimana itu adalah aib masa kecilnya yang secara tidak langsung telah di beberkan lagi oleh ibu nya.
Setelah mengobrol lama dengan sang ibu Darrel langsung bersiap-siap, jas baru yang di belikan sang ibu sudah dia kenakan dengan rapih di tubuhnya, membuat penampilan nya semakin terlihat gagah.
"Aku akan pastikan ini adalah malam ulang tahun terindah untuk dia." gumam Darrel sambil tersenyum simpul.
"Astaga aku benar-benar tampan." gumam nya lagi yang malah memuji diri sendiri.
Kaki panjang nya berjalan ke arah kamar Tara, ingin tau apa yang sedang di lakukan Tara, apa sudah siap, atau mungkin masih berdandan.
Ia sudah di beri perintah oleh dua ibunya untuk mengajak Tara keluar dari rumah, dan berkekeling kompleks lalu masuk ke rumah kakak nya yang dimana acara ulang tahun itu sudah di siapkan di rumah Bastian.
"Tara, ayo ini sudah hampir telat." kata Darrel sambil mengetuk pintu.
Tidak ada sahutan dari Tara, membuat Darrel langsung membuka pintu kamar Tara yang ternyata tidak di kunci.
"Ay__" ucap Darrel terhenti karena melihat bokong yang menungging di atas lantai.
"Tara kamu kenapa?" tanya Darrel khawatir.
Membuat Tara yang sedang menungging itu langsung mengintip dari bawah, dan tersenyum melihat penampilan Darrel yang sudah rapih, berbanding terbalik dengan dirinya yang masih memakai piyama.
"Bentar, nanggung." kata Tara yang masih merasakan sakit perut.
__ADS_1
Darrel melihat semua yang di lakukan Tara itu dengan wajah tidak percaya nya.
dia melihat bagaimana dengan santai nya Tara menyibakkan baju nya sedikit dan menempelkan perut nya di lantai yang dingin.
Dan saat Darrel bertanya apa yang di lakukan Tara, dengan santai nya gadis itu menjawab..
"Perut aku panas banget, biar adem nyium lantai dulu." kata Tara sambil memejamkan matanya keenakan.
26 menit berlalu..
Menunggu Tara ganti baju, make up tipis-tipis dan beberapa drama lain nya ternyata tidak lah sesingkat yang di bayangkan nya.
dimana saat Tara sudah siap dengan gaun pendek cantik nya tiba-tiba Tara kentut, dan bukan sekali tapi dua kali.
"Ini mau kemana sih, mata aku di tutup segala udah kaya mau di kasih rumah sama mobil aja." kata Tara sambil mencoba mengintip.
Darrel yang baru mengemudikan satu putaran dan hanya menghabiskan waktu empat menit itu kembali memutar lagi jalanan komplek perumahan nya dua kali lagi sampai akhir nya dia sudah malas dan menghentikan mobilnya di halaman rumah Bastian.
Mendengar mobil berhenti membuat penghuni rumah langsung membuka pintu, dan mereka tersenyum saat Darrel sedang membukakan pintu mobil untuk Tara.
Pasangan itu terlihat seperti pasangan Cinderella dan pangeran bagi Ibu Rosalina.
Tapi tiba-tiba..
Hoekkk..
Eeeuuu..
Tara muntah akibat perjalanan di mobil tadi.
Membuat semua orang yang akan tersenyum menyambut kedatangan Tara dan Darrel saling bertukar pandangan satu sama lain nya.
"Kenapa aku jadi malu mengakui kalau Tara adik ku." ucap Hana menepuk jidatnya melihat kelakuan adik nya yang kampungan itu.
"Kalau bukan adik kamu, adik siapa Han?" ucap Fallen sambil menahan tawa nya.
"Perasaan Cinderella ngak gitu-gitu amat deh sampe muntah-muntah." Bastian ikut menyahut.
Sedangkan Tara dan Darrel nampak berjongkok di dekat taman, membantu Tara memuntahkan semua isi di perut nya.
"Tanaman bunga yang malang.." ucap Mom Dena dan Ibu Rosalina bersamaan merasa miris melihat taman bunga yang selalu mendapatkan muntahan Tara.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Abis Vaksin langsung sakit tangan nya🤧
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1