Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Aku akan memikirkan nya.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sesampainya di halaman rumah Arr Lian melirik Arr yang sedang tertidur.


tanya nya terulur untuk membangunkan Arr, tapi melihat Arr yang nyenyak membuat Lian menarik kembali tangannya.


Lian keluar dari mobilnya, ia melangkah mendekati teras rumah sederhana milik Arr.


Tok..tok..


Tidak ada sahutan, atupun yang membukakan pintu nya, membuat Lian kembali mengetuk pintu, dan lagi-lagi tidak ada sahutan.


"Wanita itu, aku yakin dia sedang tertidur pulas, benar-benar adik kakak yang memiliki banyak persamaan." ucap Lian sambil menghembuskan nafas nya panjang.


Mau tak mau Lian kembali masuk ke dalam mobil, dan kembali mengendarai mobilnya dengan Arr yang masih tertidur di jok depan.


"Mungkin aku akan membuatmu tidur di rumah ku untuk malam ini." kata Lian lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan cepat.


Di perjalananan nya Lian sesekali melirik Arr yang sedang tidur terlelap, sampai akhirnya tatapan nya itu jatuh pada bibir Arr.


"Astaga otak ku." Lian menggelengkan kepalanya.


Pikiran nya mulai terbang kemana-mana, kembali dia teringat akan kejadian di kamar nya tadi di mana Arr yang memberikan Willy merasakan bagiamana rasanya di susui.


Meski sebenarnya itu cukup menggelikan, bagaimana tidak Arr yang belum memiliki anak bahkan ASI nya saja tidak ada malah memberikan milik nya untuk di gigit Willy.


"Katakan saja aku egois, tapi Willy seperti nya menyukai mu." kata Lian lagi.


Beberapa menit berlalu..


Akhirnya mobil Lian sampai di halaman rumah nya, Lian keluar dari mobilnya dengan Arr yang di gendongan nya.


Kaki Lian melangkah ke dalam rumah nya, tubuh Arr yang tinggi dan cukup berat badan nya itu sedikit membuat Lian kesusahan saat menaiki tangga, meski pada akhirnya Lian berhasil membawa Arr ke kamar nya.


Di baringkan Arr di ranjang yang sama dengan Willy, lalu Lian menutupi tubuh Arr dan Willy dengan selimut yang sama.


"Malam ini kau mendapatkan nya Son, jangan kesepian lagi Daddy akan melakukan yang terbaik untuk mu." kata Lian lalu ikut membaringkan tubuh nya di ranjang yang sama dengan Arr dan Willy.


Malam berganti pagi, mungkin begitu cepat tapi tidak untuk penghuni kamar yang nampak masih tertidur meski jam sudah menunjukan pukul enam lebih.


Willy yang sudah bangun nampak bingung saat melihat kehadiran seorang wanita di tempat tidurnya, dia mencolek hidung Arr, lalu meraba wajah Arr.


"Mommy." panggil nya masih dengan meraba wajah Arr.


Perlahan Arr membuka matanya, dan saat membuka matanya betapa kagetnya Arr melihat Willy yang tersenyum ke arahnya dengan tangan yang masih tetap meraba nya.


"Morning Mommy." sapa Willy sambil mencium pipi Arr.

__ADS_1


Deg..


Arr yang kesadaran nya baru terkumpul itu langsung melotot, apalagi saat melihat salah satu kaki Lian yang menindih pinggang nya.


"Apa yang telah terjadi!" gumam Arr bingung.


Yang dia ingat tadi malam dia di antarkan dan dia ketiduran..


hanya itu yang Arr ingat untuk kejadian semalam.


Dia langsung meraba tubuhnya, beruntung masih tetap sama yaitu memakai pakaian lengkap meski satu kancing nya terbuka, Arr melirik Willy yang menatapnya dengan wajah bingung nya itu.


"Morning Mommy." Willy mengulangi ucapan nya lagi.


Arr tertegun dengan sapaan di pagi hari yang sangat menyentuh hati nya itu.


Willy nampak manis dan membutuhkan perhatian seorang ibu, dan Arr tidak mampu mengabaikan nya.


Tangan nya terulur untuk mengusap pipi Willy dengan lembut penuh sayang, mungkin inilah rasanya memiliki seorang anak, dan dia merasakan nya sekarang.


"Morning too anak manis." kata Arr sambil tersenyum.


Willy menunjuk pipi nya, dan melihat itu Arr yang paham langsung mengecup singkat pipi Willy.


Cup..


"Kau senang anak manis?" tanya Arr.


"Mommy mandi." kata Arr lagi.


"Baiklah ayo." Arr langsung bangkit dari tempat tidur, begitupun dengan Willy yang juga turun dari ranjang.


Tangan Willy menarik tangan Arr untuk berjalan mengikuti nya, dan saat akan melewati Lian Arr yang menyimpan kesal karena membutuhkan penjelasan itu langsung memberikan pukulan di pantat Lian dengan keras.


Bukkkk !!


"Cepat bangun pria aneh, dan setelah itu jelaskan apa yang terjadi padaku tadi malam, dasar culik." batin Arr kesal, lalu masuk ke kamar mandi bersama Willy.


Lian terbangun dan saat melihat ke sampingnya dia mengerutkan keningnya aneh karena tidak menemukan Willy dan Arr.


"Kemana mereka?" gumam Lian sambil mengucek mata nya yang masih merasakan kantuk nya.


Sampai akhirnya telinga nya mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi, Lian langsung bangkit dari tempat tidur dan melangkah kan kaki nya untuk berjalan ke kamar mandi.


Ceklek..


"Daddy kemarilah, kita mandi bersama Mommy." kata Willy nampak senang bermain air dengan Arr di bathub.


Senyuman yang penuh keceriaan yang belum pernah Lian lihat sebelumnya, dan itu sekarang bisa dia lihat saat Willy menemukan wanita yang membuat nya nyaman.

__ADS_1


Lain hal nya dengan Willy yang nampak senang Arr malah sebaliknya, dia mensilangkan tangan nya di dada saat Lian berjalan mendekat ke arah nya.


"Jangan mendekat, dasar mesum." kata Arr sinis.


"Mommy biarkan Dad mandi bersama kita, kasihan Daddy juga ingin di mandikan." kata Willy sambil keluar dari bathub dan berjalan mendekati Lian.


"Ayo Dad buka baju mu, kita akan mandi bersama Mommy." lanjut Willy sambil menarik tangan Lian agar mengikuti nya.


Arr sontak kaget melihat Lian yang malah ikut bergabung di bathub yang sama dengan nya.


Kesal marah tentu saja apalagi setelah Lian yang dengan santainya membuka baju nya, membuat kemarahan Arr semakin bertambah untuk Lian.


"Mommy Daddy juga mau di sabuni." kata Willy dengan polos nya dia bangkit dari bathub dan berdiri di bawah shower yang menyala.


Arr menatap tajam Lian yang nampak santai itu, ia mengeretakan gigi nya menahan kekesalan nya, dan semua itu tentu saja di lihat oleh Lian yang kini sedang berhadap-hadapan dengan Arr di bathub.


"Apa yang kau lakukan pada ku tadi malam?" tanya Arr dengan nada yang terdengar kesal.


"Tidak banyak, hanya tidur." sahut Lian.


"Seharusnya kau mengantarkan aku pulang, kenapa aku masih ada di sini!" kesal Arr lagi.


"Salahmu yang tidak bangun, aku sudah mengetuk pintu rumah mu, tapi tidak ada yang membuka nya." jelas Lian masih dengan wajah santainya.


Arr malas mendengar omong kosong Lian, dia bangkit dari bathub dan mendekati Willy yang berdiri di bawah air Shower.


"Ayo anak manis kita ganti pakaian, tidak baik mandi terlalu lama kau bisa flu." kata Arr sambil membuka CD Willy, lalu mengambil handuk dan membalut tubuh Willy dengan handuk.


"Mommy apa kita akan makan bersama?" tanya Willy.


"Tentu, kita akan melakukan nya." balas Arr sambil tersenyum.


Lalu berjalan keluar dengan baju basah nya, melihat kepergian Arr Lian menaikan sebelah alisnya ke atas.


"Willy menyukai nya, aku harus segera membuat nya menjadi Mommy untuk Willy." gumam Lian sambil tersenyum.


Di meja makan tak banyak drama lagi, hanya ada keheningan yang tercipta di meja makan, tentunya hanya untuk Lian dan Arr, tapi tidak untuk Willy yang kini sedang merengek di suapi makan oleh Arr.


"Mommy suapin." ucap Willy manja.


"Kau memiliki tangan Son." kata Lian.


"No Dad, anak lain juga di suapi makan oleh Mommy nya." balas Willy sambil menatap Arr penuh harap.


Membuat Arr langsung tersenyum, dan langsung melakukan apa yang di ingin anak manis di depan nya, yaitu menyuapi Willy dengan penuh kelembutan.


"Mommy jangan pergi lagi ya, Mommy tau Daddy selalu mengatakan jika dia ingin di temani sepanjang malam, jadi Mommy harus tetap bersama ku, bersama Daddy." kata Willy yang membuat Lian dan Arr saling melirik dengan wajah yang sama-sama tidak bisa di artikan.


_________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2