
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Tidak pernah menyangka jika hari istimewa akan datang, Arr wanita yang baru menikah beberapa menit yang lalu itu akhirnya bisa merasakan menjadi pengantin sehari, meninggalkan masa lajang nya yang sangat lama itu, yaitu 33 tahun.
Di samping nya nampak Lian yang tengah melirik nya, pria yang baru beberapa menit menjadi suaminya itu nampak lebih santai dan bersahabat di bandingkan wajah nya yang biasnya.
Tidak ada raut wajah galak dan juga dingin, yang ada sekarang hanyalah wajah teduh dari pria arogan yang selalu memarahi nya itu.
"Son kau ingin sesuatu?" tanya Lian.
"No Dad, aku hanya ingin Mommy." sahut Willy masih betah di pangkuan Arr.
"Makanlah, Willy biarkan bersama ku." kata Arr mengeluarkan suara nya.
"Kau juga belum makan bukan?" tanya Lian.
Tapi Arr menggeleng cepat.
"Aku sudah sarapan, maaf hanya ada nasi kotak." kata Arr bingung harus berekspresi seperti apa.
Dia bukan sosok yang humoris, apalagi wanita yang aktif, Arr hanya seorang wanita dewasa yang terlalu kaku karena termakan usianya yang sudah terlalu dewasa.
"Tidak apa, seharusnya aku yang minta maaf karena aku tidak memberikan pernikahan yang kau inginkan, seharusnya kita masih bisa menyiapkannya dengan matang tapi mungkin ajakan ku terlalu mendadak." jelas Lian merasa bersalah.
Bagaimana pun Lian paham jika harapan semua wanita adalah menjadi ratu sehari di pernikahan yang megah, meski Arr tidak mengatakan nya Lian jelas bisa paham dengan hal itu, tapi posisinya sekarang adalah dia juga tidak mau membuat harga diri Arr jatuh di hadapan nya.
Lian tau Arr wanita dewasa dan maka dari itu Lian memilih menikahi Arr dalam waktu yang sangat singkat dari ajakan nya kemarin, Lian tidak mau menjadikan Arr seperti wanita nakal yang tidur di satu ranjang dengan pria yang bukan suaminya.
Arr melirik Lian lalu kembali mengusap kepala Willy yang nampak nyaman di pelukan nya.
"Impian ku hanya satu, menkkah dan memiliki anak manis seperti Willy, dan ini sudah cukup membuat ku senang." jelas Arr lagi yang lagi-lagi membuat Lian kesusahan mencari bahan obrolan bersama Arr.
Di pojokan ruangan itu nampak Jenn dan Juan yang sedang duduk saling berhadapan memakan nasi kotak di pernikahan Arr.
keduanya sangat menikmati makanan itu sampai akhirnya Juan tiba-tiba mengulurkan tangannya untuk mengusap sudut bibir Jenn.
"Ada nasi yang membuat mu semakin terlihat imut." kata Juan sambil tersenyum.
Dan alih-alih membuat nasi itu, Juan malah memasukkan nasi itu ke mulutnya yang membuat Jenn menatap Juan tidak percaya.
"Kenapa memakan nasi bekas bibirku?" tanya Jenn.
"Kenapa? memang nya nasi tadi beracun?" tanya balik Juan dengan alis terangkat sebelah ke atas.
Jenn tidak menjawab, dia kembali makan dengan khitmat sampai akhirnya Juan yang melihat tidak ada yang melihat ke arahnya itu langsung memanggil Jenn lagi.
"Jenn." panggil Juan.
"Hemm" sahut Jenn sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita tunangan." celetuk Juan.
Uhukk.. uhukk.. !!
Jenn batuk sampai makanan yang ada di dalam mulutnya itu keluar dan masuk ke nasi kotak milik Juan.
"Maaf." kata Jenn sambil menepuk dadanya.
Juan yang melihat itu langsung memberikan Jenn minum, dan Jenn langsung meminum air nya.
"Pelan-pelan saja Jenn, tidak akan ada yang mengambil makanan mu." kata Juan sambil melihat Jenn.
Jenn tidak menjawab, dia masih meminum air nya, sampai akhirnya air nya habis.
"Makasih." kata Jenn.
"Sama-sama" Juan ingin melanjutkan makannya tapi Jenn tiba-tiba mengambil nasi kotak milik Juan.
"Jangan di makan, nasi di kotak ini kan sudah terkena nasi yang keluar dari mulut aku." kata Jenn.
"Lalu?" tanya Juan.
"Ambil saja nasi yang baru, yang ini biar di buang saja." kata Jenn beranjak berdiri dan pergi ke dapur untuk membuang makanan itu, dia yakin Juan akan tetap memaksa memakan makanan itu karena Jenn tau jika Juan itu pria yang aneh.
Dan saat Jenn kembali ke tempat nya semula dia melihat Juan yang memakan nasi kotak milik nya.
"Kenapa punya aku?" tanya Jenn dengan wajah kaget.
Aaaaa
Juan memberikan kode untuk Jenn membuka mulutnya, membuat Jenn tertegun, tapi bukan nya membuka mulutnya Jenn malah membalikan sendok itu untuk di makan Juan.
"Jangan lakukan ini, mereka melihat." kata Jenn.
"Mereka siapa?" tanya Juan sambil mengunyah.
Jenn menunjuk kebelakang Juan, yang membuat Juan langsung melirik ke belakang dan terlihat lah empat sekawan yang nampak nyengir ke arah nya.
"Bang Juan ternyata romantis juga ya." celetuk Toni.
"Hem, nanti aku juga kalau punya pacar mau suap-suapan ahk." Hadian ikut menimpali.
"Makan sisa pacar pun aku mau." lanjut Alex sambil memasukkan makanan nya ke mulut nya.
"Dan juga ___" ucap Dani yang akan menimpali malah terhenti karena Juan menyela ucapan nya.
"Dasar pemuda nggak laku, suka nya gangguin orang pacaran aja, sana pulang." Juan menatap sebal ke empat pemuda sahabat Tara itu.
"Ongkosnya mana bang? kita kesini bela-belain nggak mandi loh." kata Hadian terlalu jujur.
Yang membuat Alex, Dani, dan Toni langsung melirik Hadian dengan wajah ngeri.
__ADS_1
"Pantes bau ngeces, ternyata ada yang nggak mandi." sindir Toni si raja tengil.
Juan yang malas mendengarkan drama ke empat pemuda itu langsung merogoh kantong saku celana nya, lalu mengeluarkan dompetnya yang penuh dengan uang dan bebarapa kartu harta karun nya.
"Silau guys." celetuk Hadian sambil nyengir.
"Nih buat ongkos, sisa nya pake nabung inget!" kata Juan sambil memberikan masing-masing dari ke empat pemuda itu 200 ribu an.
Yang membuat ke empat pemuda itu langsung tersenyum sumringah dan mengacungkan jempol nya pada Juan.
Di sebelah kirinya nampak Bastian dan Fallen yang baru selesai makan nasi kotak, sedangkan Tara dan Darrel pasangan pengantin baru itu pulang duluan di antar menggunakan salah satu mobil Lian.
Mereka pulang duluan karena Tara yang tiba-tiba sakit perut dan mengeluh ingin ke kamar mandi terus menerus.
"Lian aku dan Fallen pulang duluan ya." kata Bastian sambil berdiri.
"Terimakasih untuk kehadiran mu Bas." balas Lian memeluk Bastian.
"Kau pikir aku siapa, santai saja kita sahabat dan calon besan." sahut Bastian lagi.
Sama seperti Fallen Bastian juga memang setuju jika anaknya nanti akan menikah dengan Willy, siapapun itu baik Syakila ataupun Syakira ia akan menjadi orang pertama yang mensupport hubungan anak-anak nya.
Setelah melepaskan pelukannya kini pandangan Bastian tertuju pada Arr yang sedang memangku Willy, seketika jiwa tengil nya keluar dan langsung mengatakan..
"Arr jangan syok kalau liat __" ucap Bastian terhenti karena Fallen langsung menarik tangan nya.
"Jangan di dengarkan Arr, fokus saja membuat adik untuk Willy." kata Fallen sambil tersenyum santai.
Membuat Arr yang sedang mengusap rambut Willy itu hanya mendeuhem, tapi jelas mimik wajah nya itu menunjukkan jika dia sedang salah tingkah.
"Astaga dia masih memiliki pipi merah sayang." kata Bastian tengil.
Fallen tidak menjawab, dia hanya memberikan jempol nya untuk Arr dan Lian.
"Sukses untuk malam pengantin kalian berdua, bye." kata Fallen langsung berjalan keluar rumah bersama suaminya.
Meninggalkan Arr dan Lian yang nampak saling melirik dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di artikan.
"Kalian kaya masih remaja aja, masa iya nggak ngerti malam pertama apaan." Hana berjalan dengan wajah santai nya.
"Arr aku dan suamiku pulang dulu, jangan lupakan siaran langsung nya ya, kalau perlu kita pergi bulan madu bersama, pasti seru." lanjut Hana lalu pergi bersama suaminya.
Arr menggelengkan kepalanya, kenapa rata-rata tamu undangan nya memiliki jiwa mesum yang tinggi.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Pasti banyak yang komen MP 🌚
yakin aku🤣
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️