
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Pertemuan bak reuni itu selesai dengan Willy yang menangis karena di pukul Syaka, kakak tertua nya Syakira itu marah seolah tidak terima karena adik kecil nya yaitu Syakira menangis karena Willy.
"Daddy." Isak Syakira saat melihat Willy menangis di pelukan Lian.
"Jangan menangis sayang, kita akan pulang." kata Bastian sambil mengusap penuh sayang rambut sang putri.
Syakira memang sudah mulai bisa berbicara, begitupun dengan Syaka dan Syakila yang juga sudah belajar bicara meski hanya beberapa kata saja.
"Sayang, ayo.." kata Bastian mood nya turun saat melihat gadis nya menangis.
"Astaga kau baper hanya karena itu? tunggu lah sebentar Syakila masih ingin di sini." kata Fallen yang berjalan dengan Syaka yang jalan nya terlalu cepat dan seperti orang linglung, sesekali jatuh dan sesekali menubruk orang.
"Aku tidak baper, aku harus menenangkan putri ku, dia sedih lihat pipi tembem memerah karena cubitan si bule kecil itu." balas Bastian kembali kesal.
"Pertengkaran anak kecil itu biasa, tunggu di mobil aku akan menjemput Syakila dulu." kata Fallen lalu melirik Syaka.
"Berjalan ke Daddy mu sayang, Mommy akan menjemput adik mu." lanjut Fallen.
Dan Syaka mengangguk seolah paham dengan ucapan Mommy nya, lalu berjalan mendekati Daddy nya yang sedang menggendong adik bungsu nya.
Fallen melangkah mendekati Tara dan Darrel, dia juga melihat ke empat teman Tara yang sedang makan dengan lahap nya itu.
"Calon mertua." gumam Toni melihat kedatangan Fallen.
"Syakira suka sama anak nya kak Arr dan bang Lian, sadar Ucok." bisik Dani di telinga Toni.
Membuat Toni memonyongkan bibir nya, dia tadi memang melihat betapa posesif nya si bocah montok yang sudah dia tandai akan menjadi calon istrinya di masa depan itu, yang memeluk Willy di bule.
"Kila ayo pulang kak Syaka sama adik Kila udah nunggu di mobil yuk " ucap Fallen.
Syakila yang ada di pangkuan Darrel itu melirik Mommy nya, lalu menggelengkan kepalanya.
"Ndak au ahk." balas Syakila sambil memeluk Darrel.
Fallen menghela nafasnya panjang, memang dari ketiga anak nya itu mereka tidak ada yang sedekat itu dengan nya, mungkin hanya Syaka Saha yang dekat dengan nya, sedangkan Syakila dia lebih suka bersama adik ipar nya yaitu Tara dan Darrel, dan Syakira sendiri, tentu saja si bungsu itu lebih dekat dengan Bastian Daddy nya.
__ADS_1
"Sudahlah kak Fallen pulang saja, Kila biar pulang sama aku aja." kata Tara sambil menyuapi cake ke mulut Syakila.
"Ya udah aku titip anak ku sama kalian." balas Fallen menyerah.
"By Mommy." kata Syakila dengan wajah imutnya dia melambaikan tangan ke arah Mommy nya yang perlahan menjauh.
"Kila mau makan buah nggak?" tanya Tara sambil melihat suaminya yang tengah membersihkan bibir Syakila yang belepotan dengan cake.
"Utu tu manis nya suami ku." Tara mencubit pipi suaminya dengan gemas.
Membuat ke empat teman jomblo nya menelan ludahnya, bahkan Toni sampai tersedak karena kaget dengan Tara yang menebar keromantisan di depan mereka.
"Kila au itu." ucap Syakila cadel.
Dan semua mata melihat ke arah yang di tunjuk Syakila seketika semuanya melotot karena Syakila menunjuk ke arah Alex.
"No, dia jomblo sayang ngeri." bukan Tara yang mengatakan nya, tapi Darrel yang ikut menimpali.
"Au itu." kata Syakila lagi, kekeuh dengan keinginan nya dan terus melihat ke arah Alex.
Dan ke empat teman nya termasuk Tara menatap tajam ke arah Alex, seolah marah pada pemuda yang kesusahan menelan ludah nya itu.
"Pake pelet apaan sih kamu Lex sampai-sampai kakak nya Syakira mau sama kamu." tanya Toni.
Tara menggelengkan kepalanya melihat itu, dia melirik Syakila yang duduk di pangkuan suaminya dan terus melihat Alex.
"Kila jangan suka Om itu, dia bau ketek loh sayang, mana ketiak nya banyak bulu nya." celetuk Tara sambil menggendong Syakila.
Darrel ikut berdiri, dan saat akan berjalan pergi bersama Tara tiba-tiba Syakila merengek meminta turun.
Dengan terpaksa Tara melepaskan nya, Syakila berjalan dengan tubuh montok nya, pipi Chabby dan perut yang berlemak itu.
"Peyuk, au." Syakila menatap ke atas, lebih tepatnya menatap Alex.
Semua nya kaget melihat nya, termasuk Alex sendiri yang kaget saat bocah satu tahun lebih yang baru bisa berjalan dan ngomong sedikit-sedikit itu tiba-tiba memeluk kaki nya.
"Astaga, calon Hot Daddy babak dua nih si Alex." celetuk Tara lagi.
"Ketuan sayang, kalau aku sama kamu kan cuman beda 14 tahun." kata Darrel.
__ADS_1
"Kak Fallen sama bang Babas juga beda 14 tahun." balas Tara.
"Nah ini kalau Syakila suka Alex beda nya jauh banget, gile 18 tahun Ucok." celetuk Hadian sambil menepuk pundak Toni.
"Sakit monyong." kesal Toni.
"Bukan monyong tapi botak." kata Dani membenarkan, karena kepala Toni memang botak setelah terkena razia balapan liar.
Alex menatap Syakila yang kini ada di gendongan nya, lalu mengusap pipi bocah yang sedang menatap nya itu.
"Jangan suka Om, lihat banyak iri." kata Alex lalu memberikan Syakila kepada Tara, dan kembali fokus makan sisa makanan nya.
Tara melirik Syakila yang melirik nya, dan seolah paham Tara mengusap tangan nya Syakila.
"Hot Daddy masa depan yang menantang ya Kil." kata Tara yang hanya di balas dengan tatapan bingung Syakila.
Jauh dari keramaian di acara pernikahan, di luar gedung nampak Lian yang sedang memberikan pengertian pada putra nya.
"Jangan melakukan nya lagi, Daddy sudah katakan jika dia masih kecil Son." kata Lian.
"Lalu dia membuatku kesal aku harus diam? Daddy, aku tidak menyukai si Endut." balas Willy yang baru selesai menangis.
Arr yang melihat perdebatan itu menggelengkan kepalanya, lalu memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Sayang, sudah aku mual ayo kita pulang." kata Arr yang memang sekarang sedang merasakan fase kehamilan muda nya, yang sering orang bilang morning Skicness.
Lian melirik istrinya yang seperti menahan mual itu, lalu melirik Willy lagi.
"Daddy tidak mau kau nakal seperti itu lagi, besok kita ke rumah Syakira, kau harus meminta maaf dan berteman dengan nya, dia gadis lucu dan menyukai mu." tegas Lian lalu berjalan mendekati istri nya.
"Mommy.." Willy memeluk Mommy nya.
"Jangan sedih, nanti di jalan kita beli mainan, dan jangan nakal lagi sama Syakira." ucap Arr sambil mengusap pipi sang putra.
"Iya Mommy." tidak bisa menolak setiap ucapan Mommy nya, Willy hanya bisa mengangguk.
Dan setelah berpamitan pada Jenn dan Juan keluarga kecil Lian langsung pulang.
_________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗