Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Adik dan kakak


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di kamar mandi Bastian dan Darrel nampak saling mendiamkan, baik Darrel atau pun Bastian keduanya tidak ada yang mau mengeluarkan satu patah kata pun sampai akhirnya kecanggungan keduanya di hentikan karena Darrel menyipratkan air ke pakaian yang di kenakan Bastian.


"Kau!" Bastian menatap tajam Darrel.


"Tidak basah, kenapa kau sewot." kata Darrel yang masih membersihkan wajah nya dari sisa make up yang menempel di wajah nya.


"Tidak basah apa nya, air cipratan mu membuat baju ku basah." kesal Bastian tapi tidak di tanggapi Darrel yang malah kembali sibuk membersihkan make up di wajah nya.


Setelah selesai Bastian dan Darrel keluar dari kamar mandi, memang konyol mana ada seorang pria mengantar pria lain ke kamar mandi bahkan menunggu nya sampai selesai.


Jika saja ini bukan permintaan Fallen sudah pasti Bastian tidak akan mau melakukan nya.


"Kau beruntung tidak mendapatkan pukulan ku karena ada istri ku yang membela mu, jika tidak sudah pasti aku akan membuat wajah mu itu lebih bonyok dari bekas di rumah sakit kemarin." ketus Bastian sambil berjalan.


"Aku tidak mau menebar kebencian lagi, apa kau tidak mau berdamai dengan ku? kak?." untuk pertama kalinya Bastian mendengar dirinya di panggil kakak oleh Darrel.


Dia memalingkan wajahnya ke samping, membuat Darrel menghela nafas nya panjang.


"Ya, terlepas dari kesalahan Ibu dan perselisihan antara Ibu dan Mom Dena di masa lalu, kita adalah saudara bukan?." lanjut Darrel membuat Bastian menghentikan langkah nya.


"Apa yang kau pikirkan? kita memang saudara, tapi meski begitu aku lebih tampan dari mu." kata Bastian.


Membuat Darrel terkekeh.


"Ya kau benar kak, seperti yang kau bilang aku bule setengah jadi kau unggul dalam ketampanan, mungkin." ucap Darrel.


"Boleh aku memeluk mu?." tanya Bastian.


Membuat Darrel yang mendengarnya hampir saja jantungan mendengar ucapan Bastian barusan.


seorang Bastian mau memeluknya?.


"Kau tidak mau? ya sudah." Bastian ingin melangkah tapi malah langsung mendapatkan pelukan dari Darrel.


"Daddy akan senang jika tau kita akur seperti ini, kak." kata Darrel.


Bastian menggangguki ucapan Darrel, memang benar sejak dulu Daddy nya selalu menginginkan jika dia dan Darrel untuk bisa akur dan damai seperti adik dan kakak pada umum nya.


Hanya saja pada saat itu baik Bastian dan Darrel keduanya sama-sama memiliki hidup berbeda, dengan prinsip anak muda yang tentunya sama berbeda, apalagi Darrel sejak kecil selalu di ajarkan untuk mengalahkan Bastian oleh Ibu nya.

__ADS_1


Sedangkan Bastian sendiri sejak kecil selalu terobsesi untuk menjadi orang hebat, dia menghabiskan masa muda nya untuk gila bekerja, dan semua itu dia lakukan untuk membuat Daddy nya tau kalau anak yang di campakkan Daddy nya itu bisa sukses tanpa campur tangan Daddy nya.


"Udah akur?, aku traktir makan bakso yuk." kata Fallen santai.


Membuat Bastian dan Darrel kaget dan langsung melepas kan acara berpelukan nya.


"Jangan bakso, kemarin kamu habis makan bakso loh sayang." ucap Bastian mengingatkan.


Fallen mengusap perutnya, lalu tersenyum.


"Bukan aku yang mau, tapi anak kamu." ucap nya santai.


"Oke, kali ini boleh tapi besok-besok enggak ya." kata Bastian kembali mengingatkan, membuat Fallen terkekeh lalu tanpa sadar mencium pipi Bastian.


"Makasih Pipi." ucap Fallen sambil tersenyum.


Bastian melirik Darrel yang melihat nya seperti cemburu.


"Jangan so sedih, cari wanita lain yang single jangan istri kakak sendiri." kata Bastian memberikan peringatan.


"Siapa juga yang mau sama Fallen." kata Darrel sambil memalingkan wajahnya.


"Halah, kemarin-kemarin ngirimin bakso terus ngapain coba kalau bukan buat caper, cari perhatian? dasar buaya tukang modus." ketus Bastian yang langsung mendapatkan cubitan di pinggang nya.


"Udah-udah, aku mau makan bakso bukan liat bule adu mulut, ayo mangkal di tempat bakso." kata Fallen.


Tiba-tiba Rosalina berjalan dengan tas kecil di tengteng nya, membuat Bastian dan Darrel saling melirik.


"Ibu ikut ya." kata Rosalina.


"Ngak!" kata Bastian dan Darrel bersamaan.


Membuat Fallen langsung memberikan pukulan kecil di lengan Bastian dan Darrel.


"Boleh kok Bu, ayo." kata Fallen sambil tersenyum, lalu melirik Bastian dan Darrel.


"Kualat kalian sinis sama orang tua, ayo Bu kita pergi." lanjut Fallen sambil berjalan bersama Rosalina.


Bastian dan Darrel saling melirik, kenapa di sini mereka seperti anak durhaka yang di ceramahi oleh Bu ustadzah, Fallen benar-benar lain dari yang lain, entah terbuat dari apa hati Fallen tapi Bastian dan Darrel yakin jika Fallen akan selalu mendapatkan kebahagiaan.


Sesampainya ditempat yang di minta Fallen Bastian, Darrel dan Rosalina saling melirik, berbeda dengan Fallen yang langsung duduk cantik di kursi panjang yang di sediakan di kedai bakso yang di pinggir jalan.


"Ini kalau hujan bakal kehujanan." kata Darrel.

__ADS_1


"Dan sekarang panas, ya kepanasan." sahut Bastian menyahuti.


"Dan kalau ada lalat ya ke makan." Rosalina ikut menimpali.


Membuat Fallen yang sedang memesan pesanan nya langsung melirik tiga orang di depan nya.


"Udah jangan bisik-bisik tetangga terus, biasa kan hidup sederhana, kita ngak akan pernah tau kapan kita bakalan hidup serba ada, persiapan semua nya dari sekarang, lagian nanti kalau meninggal kan ngak bawa harta tapi amal ibadah." sahut Fallen yang seketika membuat ketiga nya menjadi terdiam.


Fallen memang selalu bar-bar dimana-mana, tapi tentu sifat Fallen yang seperti itu malah banyak di sukai orang di dekat nya.


termasuk Rosalina yang kini tau kenapa putra nya sempat memiliki perasaan lebih untuk Fallen.


Benar apa kata Darrel, Fallen bukan hanya cantik parasnya, tapi Fallen juga memiliki hati yang tulus dan tentunya baik.


dan hal itu juga yang mungkin di lihat Darrel dari Fallen.


Keempat nya mulai makan, untuk pertama kalinya Rosalina makan bakso di pinggir jalan, entah kenapa rasanya tidak seperti makan makanan murah, melainkan terasa seperti makan di hotel mewah.


Entah karena suasana nya yang memang sangat damai, atau mungkin bakso nya yang memang enak, tapi ke empat nya merasa makan kali ini yang ternak.


"Bungkus satu buat Mom." kata Bastian ingat akan sosok sang ibu.


"Tenang aja, udah aku pesenin ko, masa iya aku lupa sama mertua terbaik." kata Fallen sambil memasukan pentolan bakso ke mulut nya.


"Boleh nambah ngak?." tanya Rosalina.


Membuat samua mata melihat ke arah nya,


yang mana hal itu membuatnya menjadi canggung dan malu.


Lalu sedetik kemudian ketiga nya tertawa.


"Ibu aneh, ko mau nambah bilang nya sama kita, langsung ke Abang nya aja." kata Fallen sambil terkekeh.


"Bang kuy, pesan lagi bang satu porsi lagi." kata Fallen sambil berteriak, lalu kembali makan lagi.


"Apa ini yang Dena rasakan? memiliki menantu sebaik Fallen benar-benar menyenangkan, bukan hanya baik tapi Fallen juga pengertian." batin Rosalina.


"Seperti nya aku harus meminta saran Fallen untuk mencari kan jodoh terbaik untuk Darrel, kasian putra ku masih jomblo di usia nya yang sudah mau kepala tiga." batin Rosalina lagi.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2