Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Quality time.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sepulang dari kantor Bastian Lian langsung memilih pulang, namun kali ini dia pulang dengan membawa bunga, Lian sengaja memilih bunga warna warni karena dia tidak tau bunga apa yang di sukai istrinya itu.


Ini adalah pertama kalinya Lian bersikap romantis, entahlah dia juga tidak tau apa memberikan bruket bunga masih bisa masuk kedalam daftar keromantisan atau tidak, tapi yang Lian baca dari dari geogle jika wanita sangat menyukai bunga.


"Sebentar lagi Arr akan pulang, aku harus mandi cepat." gumam Lian sambil menaiki satu persatu anak tangga dengan langkah cepat.


Sesampainya di dalam kamar Lian langsung mendekati tempat tidur, di simpan nya bunga warna warni itu di atas tempat tidur, beberapa detik Lian terus melihat ke arah tempat tidur nya.


Sampai akhirnya sudut bibir ny kembali terangkat lagi, dan tersenyum membayangkan ekspresi apa yang akan di perlihatkan sang istri.


"Aku yakin cara ini pasti berhasil untuk membuat Arr tidak kaku lagi." gumam Lian penuh keyakinan.


Setelah mengatakan itu Lian pergi ke kamar mandi dengan membawa handuk kecil nya, dia akan bersiap-siap untuk menyambut kepulangan istri nya.


Lian mungkin tidak pandai untuk mendekati seorang wanita, tapi dia yakin jika saat ini pilihan nya tidak salah, begitupun dengan pilihan cinta nya.


Sedangkan di Mall Arr nampak sedang berpegangan tangan dengan Willy, keduanya nampak akrab dan seperti ibu dan anak pada umumnya, tidak seperti ibu tiri pada umum nya.


Sebenarnya tidak semua ibu tiri itu jahat, setiap orang memiliki prinsip cara bersikap yang berbeda-beda dan inilah cara Arr, dia ingin menjadi ibu sambung terbaik untuk putra nya.


"Mommy mau es cream." pinta Willy.


"Boleh, tapi harus rajin gosok gigi." kata Arr, masih melangkah bersama putra tersayang nya.


"Yes Mommy, tapi es cream ya Mom." sahut Willy lagi.


Arr mengangguk, keduanya berjalan ke arah gerai yang menjual es cream.


di tangan Arr nampak beberapa paper bag yang berisi beberapa pakaian Willy, dan banyak lagi barang yang dia beli dengan uang tabungan nya itu.

__ADS_1


Hari ini adalah hari khusus untuk Arr bisa quality time bersama putra nya, dia ingin semakin dekat dan mengenali karakter putra nya, Arr merasa dia harus melakukan ini karena impian nya sekarang adalah bisa menjadi ibu terbaik yang memiliki anak pintar.


Sesampai di gerai Willy duduk di tempat duduk, begitu pun dengan Arr yang juga duduk di bangku yang sama dengan putra nya.


"Es cream nya dua ya mbak." kata Arr.


"Di tunggu ya Mbak." balas pelayan, dan pergi dengan membawa kertas berisi pesanan.


Sambil menunggu Arr dan Willy bercanda dan saling terbuka, seperti sekarang Willy yang dengan polos nya bertanya apa yang di sukai Mommy nya.


"Sebenernya, Mommy tidak pernah menyukai apapun." balas Arr jujur.


"Why?," tanya Willy. "Mommy, Daddy bilang kalau semua orang berhak memiliki kesukaan nya." lanjut Willy.


Arr tersenyum kikuk, putra nya benar-benar pintar dan menggemaskan, membuat Arr tidak bisa berkata-kata.


"Ahk baiklah Mommy menyukai permainan bela diri." akhirnya Arr memilih menjawab nya asal.


"Waww, tapi apa Mommy tidak suka Daddy?" tanya Willy lagi.


"Mommy menyukai Daddy mu." kembali menjawab dengan asal, entah fakta.


Tapi yang jelas Arr menikmati kebersamaan nya dengan pria sejuta pesona yang kini selalu membuat jantung nya berdetak tak karuan itu.


Apalagi saat Lian mencumbu nya dengan mengatakan kata-kata yang berhasil membuat Arr terlena yaitu seperti kata Aku akan mencoba mencintai mu Arrlianna.


"Tapi Mommy tidak pernah mencium Daddy di depan ku." Willy masih tidak mau diam.


Membuat Arr semakin terpojokkan, apa harus ya dia membahas nya? astaga Willy kenapa sih? kok tumben banyak tanya seperti orang kepo saja.


"Mommy.." panggil Willy.


Menyadarkan lamunan Arr yang terus menggerutu di dalam hati nya itu.

__ADS_1


kesal? tidak kesal dia hanya gemas dengan kepintaran putra nya, padahal Willy baru 2 tahun lebih, mungkin sebentar lagi mau naik ke usia yang ke 3.


"Baiklah Mommy nanti akan mencium Daddy mu, kau puas sayang?" Arr angkat tangan menghadapi putra nya yang sangat menggemaskan dan pandai berbicara itu.


"Ya, tapi cium aku dulu Mommy." kata Willy lagi.


Cup..


Cup..


"Sudah?" tanya Arr.


Willy mengangguk sambil tertawa, dan tiba-tiba es cream pesanan nya datang, membuat Arr dan Willy langsung dengan cepat menyantap es cream nya.


Tanpa keduanya sadari ada seseorang yang melihat ke akraban keduanya, sikap hangat Arr dan betapa eskpresip nya Willy saat bersama Arr semua itu tak luput dari pandangan wanita paruh baya itu.


Ada kehangatan saat melihat sikap manis Willy pada wanita yang berstatus ibu sambung nya itu, dan itu bisa di rasakan oleh Ibu Eliza.


"Seperti nya aku harus membawa suamiku pulang secepatnya, aku tidak boleh membuat kebahagian putra ku hancur karena ego keluarga, mereka pantas bahagia." gumam Ibu Eliza.


Meski dia belum mengenal Arr lebih dekat dan memiliki moment yang sangat mencengangkan saat bertemu menantu nya itu, tapi Ibu Eliza bisa menebak jika sifat Arr yang keras dan tidak mudah di tindas itu cocok dengan putra nya yang arogan itu.


Dulu dia pernah melakukan kesalahan dengan menindas menantu nya, yaitu Mama Willy sampai wanita malang itu meninggal karena tertekan dengan konflik keluarga suaminya yang tidak menyukai Mama dari Willy itu.


"Aku pernah salah pada Almrhum Rania, tapi kali ini aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi, aku tidak mau membuat putra ku sedih dan kembali kehilangan lagi, meski aku tau putra ku membenci ku, tapi aku berharap kebaikan menyertai kehidupan nya." ucap Ibu Eliza, lalu berjalan pergi dari tempat persembunyiannya.


Tidak bisa membenarkan keadaan yang sudah rusak, setidaknya dia bisa menghilangkan kebencian baru yang akan tercipta karena egoisme keluarga besar nya, masalah asal usul dari menantu selalu menjadi masalah utama di keluarga nya, kehidupan yang serba berkecukupan membuat semua keluarga menutup mata untuk menerima menantu yang berasal dari kalangan bawah.


Dan sekarang mungkin yang akan di lakukan ibu Eliza adalah menjauhi putra nya sendiri, karena mungkin hanya dengan cara itu keluarga besar nya yang ada di negara kincir angin tidak akan kembali mengusik kehidupan Lian, apalagi setelah kejadian malam kemarin Lian telah mengatakan jika dia tidak akan pernah memaafkan keluarga nya jika sampai Arrlianna kenapa-kenapa.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2