Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Ulang tahun Tara.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di rumah nya Fallen dan anggota rumah nya sudah mempersiapkan kejutan ulang tahun untuk Tara, mereka sudah mempersiapkan semuanya dari pagi lebih tepatnya setelah Tara pergi sekolah.


Balon warna-warni dan tulisan Happy Birthday sudah ada di sudut ruang tamu.


dan semua ini sudah di atur oleh dua ibu peri yang sekarang tengah berdandan heboh di kamar nya.


"Aku mau ke kamar liat anak-anak takutnya udah bangun, sambil siap-siap." kata Fallen.


"Aku ikut, aku juga mau siap-siap." kata Bastian ikut mengintili sang istri.


Keduanya berjalan ke kamar, dan sesampainya di kamar twins S Fallen langsung tersenyum melihat ketiga anak-anak nya sudah bangun.


"Bas bantuin aku gantiin baju anak-anak yu." teriak Fallen.


Membuat Bastian yang baru mendaratkan bokong nya di tempat tidur itu langsung bergegas berdiri dan berjalan ke kamar anak-anak nya.


"Siapa dulu nih yang mau ganti baju." Bastian tersenyum melihat ketiga bayi nya yang sudah bangun.


"Kamu Syaka aja, biar Kila sama Kira sama aku aja." kata Fallen.


Bastian mengangguk dan langsung menggendong putra sulung nya.


wajah bule yang di miliki putra nya benar-benar sangat mirip dengan nya, mungkin yang mirip dengan Fallen hanya satu yaitu pipi tembem nya.


Dengan telaten pasangan yang sudah memiliki peran menjadi seorang ibu dan ayah itu mengganti pakaian twins S.


Setelah selesai dengan urusan bayi keduanya membagi tugas untuk siapa yang akan mandi duluan, dan Bastian kebagian yang pertama mandi.


"Jangan lama, inget." kata Fallen mengingatkan.


Bastian hanya mengacungkan kedua jempol nya mengiyakan.


setelah Bastian menghilang dari pandangan nya tatapan Fallen tertuju pada ketiga bayi nya yang sudah cantik dan tampan.


Andai dia punya tangan banyak mungkin Fallen sudah menggendong ketiga bayi nya langsung, tapi itu hanyalah mustahil kalau pun mungkin yang ada ngeri jika dia memiliki banyak tangan.


"Maaf ya Kak Kila sama Abang Syaka, yang di gendong Mimi Adek Kila dulu ya." kata Fallen melirik si sulung Syaka dan putrinya Kila.


Fallen menggendong Kira dengan penuh sayang, tak lupa dia membukakan kancing nya untuk memberikan ASI nya pada sang putri bungsu.


Jika siang Fallen akan memberikan ASI nya tanpa dot, sedangkan di waktu malam karena takut bayi nya kehausan jika menunggu giliran Fallen memiliki ide untuk memompa ASI nya memakai alat bantu agar ASI nya terkumpul dan pas untuk ketiga bayi nya.


Untuk sekarang Fallen tidak ingin memakai susu formula, mungkin nanti setelah bayi nya umur satu tahun baru Fallen akan memberikan susu formula karena semakin besar anak-anak nya pasti akan semakin banyak pula ASI yang di minum ketiga anak-anak nya.

__ADS_1


Sedangkan di rumah Darrel yang baru sampai rumah nya langsung masuk dengan Tara yang berlari duluan ke kamar nya.


sikap Tara yang aneh itu membuat Darrel langsung mengikuti Tara.


Tapi pintu kamar Tara yang di kunci membuat Darrel berpikir yang tidak-tidak.


apalagi tadi Darrel telah memaksa Tara untuk menerima nya, Bahkan kembali mengambil ciuman Tara.


"Tara buka!" teriak Darrel di luar kamar.


Hening tak mendapatkan jawaban, membuat Darrel kembali menggedor-gedor pintu kamar Tara.


"Tara!" Darrel kembali berteriak.


Dan kembali tidak mendapatkan jawaban lagi, membuat Darrel kesal dan berjalan ke arah kamar nya.


tapi baru beberapa menit Darrel sudah datang lagi dengan kunci cadangan kamar Tara di tangan nya.


"Untung aku sempat menyimpan kunci cadangan nya." gumam Darrel sambil tersenyum.


Selama Tara tinggal di rumah nya Darrel memang memegang kunci cadangan kamar Tara, itu semua dia lakukan karena dia memang penasaran dengan Tara sejak beberapa bulan lalu, lebih tepatnya saat dia mengambil ciuman pertama Tara.


Ceklek..


Pintu terbuka membuat Darrel langsung masuk ke kamar Tara.


mata Darrel melihat ke semua juru kamar Tara, tapi aneh nya dia tidak menemukan Tara di kamar nya.


Tidak mendapatkan jawaban dari Tara, membuat pandangan Darrel langsung tertuju ke kamar mandi.


Darrel duduk di tempat tidur Tara untuk beberapa menit, menuggu Tara keluar dari kamar mandi, tapi sudah sepuluh menit berlalu dan Tara masih di kamar mandi, membuat Darrel langsung berdiri dan berjalan ke kamar mandi.


Tapi saat tangan nya akan menyentuh gagang pintu kamar mandi tiba-tiba pintunya terbuka, dan memperlihatkan Tara yang keluar dengan wajah yang seperti menahan sakit.


"Aduh sakit perut." ucap Tara sambil memegang perut nya.


"Ini pasti gara-gara makan samyang nya buatan si Toni." gumam Tara masih memegang perut nya yang melilit.


Darrel terdiam mencoba untuk tidak mencium bau tidak sedap yang tercium saat pintu kamar mandi terbuka.


Sampai akhirnya..


"Tara!!!!" teriak Darrel langsung berjalan menjauh dari kamar mandi.


Tara mengikuti langkah kaki Darrel, lalu menatap Darrel dengan wajah bingung nya.


"Apasih kak, tadi manggil-manggil sekarang teriak-teriak, aneh banget deh." kata Tara masih mode bingung nya.

__ADS_1


Darrel yang menutupi hidung nya itu langsung melepaskan tangan nya, lalu menatap kesal Tara.


"Kamu makan apa sih, bau banget." kata Darrel dengan ekspresi kesal nya.


Dan dengan santai nya Tara menjawab..


"Makan samyang, emang bau banget ya?." tanya balik Tara, membuat Darrel menggelengkan kepalanya.


Pertama kalinya untuk seorang Darrel mencium aroma menggila kan seperti ini, dan bau itu berasal dari gadis yang di sukai nya.


"Kak." panggil Tara.


Membuat Darrel melirik tapi masih dengan mode kesal nya.


"Baju itu, makasih ya..tapi untuk yang tadi aku__" ucap Tara terhenti karena Darrel menaruh satu jarinya di depan bibir Tara.


"Aku kan sudah bilang tidak ada penolakan, jadi kamu akan tetap menjadi milik ku." kata Darrel sambil mengusap bibir Tara.


Membuat Tara gugup dan bingung, ini pertama nya untuk Tara merasakan ada di posisi yang mendebarkan, seperti film-film yang pernah di tonton nya.


Tiba-tiba..


Kriukk.. kriukk..


"Aduh.." Tara mengaduh sakit sambil memeluk perut nya.


"Ada apa?." tanya Darrel takalah panik.


"Perut aku, hikss.." ringis Tara kesakitan.


Membuat Darrel replek memegang perut Tara dan hal itu membuat Tara melotot.


"Kakak! jangan modus." teriak Tara.


"Waw, kalian lagi ngapain hayo.." suara dua ibu peri terdengar di ambang pintu.


Membuat Tara dan Darrel replek melihat ke sumber suara, dan terlihat lah Mom Dena dan Ibu Rosalina yang tersenyum ke arah mereka.


Darrel melepaskan tangan nya dari perut Tara lalu melirik Tara.


"Aku mau nikah sama Tara ibu." kata Darrel sambil tersenyum.


"Apa!!" kaget Tara.


"Asyik.. ibu setuju!"


_________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2