Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Kekeluargaan #3


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Ibu tau selama ibu tidak ada aku dan kakak sangat kesepian." Tara yang senang akan kedatangan mertuanya itu nampak tiduran di paha mertuanya.


"Kalian kesepian?" tanya Ibu Rosalina.


"Tentu saja, Ibu selalu baik aku jadi merindukan kasih sayang ibu, Apalagi masakan ibu ahk aku sangat merindukan bekal yang selalu ibu buatkan." Tara bercerita dengan wajah yang penuh semangat.


Ibu Rosalina tersenyum melihat betapa bawel nya menantu kecil nya itu, dia senang karena sekarang Tara lebih berisi di bandingkan beberapa bulan lalu saat menikah, melihat Tara yang seperti sekarang ini Ibu Rosalina tau jika putra nya menjaga menantu nya dengan baik.


"Nanti ibu buatkan bekal setiap hari, kamu sudah libur panjangkan?" tanya Ibu Rosalina.


Dan Tara mengangguk.


"Iya, tinggal nunggu lulusan aja." balas Tara lagi.


Darrel yang melihat istrinya yang sangat semangat bercerita itu tersenyum kecil, ikut merebahkan tubuhnya di paha sang istri.


"Kakak, kepala kakak kan berat." Tara memanyunkan bibirnya saat Darrel tiduran di atas paha nya.


"Kamu juga tiduran di paha ibu, jadi gantian aku tidur di paha kamu" balas Darrel malah memejamkan matanya.


Tara menghembuskan nafasnya, lalu mengadahkan pandangan ke atas menatap ibu mertuanya.


"Ibu berat nggak?" tanya Tara sambil menguap kecil.


Ibu Rosalina menggelengkan kepalanya.


"Nggak, kamu ngantuk sayang?" tanya Ibu Rosalina.


Tara mengangguk sambil menguap kecil, membuat Ibu Rosalina terkekeh dan mulai mengusap kepala sang menantu.


"Tara sudah siap punya anak belum?" tanya Ibu Rosalina.


Tara mengangguk lagi.


"Aku siap, tapi mungkin masih belum di kasih, aku juga udah berusaha malahan hampir__ hoam.." Tara kembali menguap lagi.


"Udah bobo aja." kata Ibu Rosalina, mereka ada di atas karpet bulu-bulu yang ada di kamar Tara dan Darrel.


Ibu Rosalina mengambil bantal, dengan pelan-pelan dia memindahkan kepala Tara ke bantal, lalu menepuk bokong putra nya.


Bukkkk..


"Ibu apaansih." kesal Darrel sambil membuka matanya.


"Pindah, nih pake bantal nanti paha istri kamu sakit kepala kamu kan berat." kata Ibu Rosalina memberikan bantal pada Darrel.


Setelah melihat Darrel kembali terlelap ibu Rosalina tersenyum dan mencium anak mantu nya.


"Kalian harta ibu, maafkan ibu yang selalu banyak tingkah, ibu tidak akan pergi lagi, ibu insyaf." gumam Ibu Rosalina sambil menatap anak mantunya yang sedang tertidur itu.


Dia menyesal karena pergi selama beberapa bulan untuk mengejar cinta dari duda kembar yang ternyata sudah memiliki kekasih itu, membayangkan semua yang terjadi beberapa waktu lalu ibu Rosalina langsung merinding.


"Untung nggak sampai di lempar sendal sama calon istrinya, kalau sampai di lempar bisa viral aku." gumam Ibu Rosalina sambil mengambil bantal dan tiduran di dekat anak mantu nya.

__ADS_1


Lain hal nya di kamar Darrel dan Tara di kamar yang di tempati Lian dan Arr keduanya sedang tidur siang dengan Willy yang ada di tengah, yaitu di antara keduanya.


"Engap nggak?" tanya Lian saat melihat nafas istrinya tidak beraturan.


"Nggak, hanya kepanasan." sahut Arr.


"Mau pake AC?" tanya Lian.


Arr menggelengkan kepalanya, dia langsung turun dari ranjang nya, dan berjalan membawa bantal nya.


"Kotor nanti ada debu." kata Lian saat melihat istrinya merebahkan tubuhnya di atas teras.


"Nggak akan, debu takut di pelototin kamu." sahut Arr yang kini tersenyum karena merasa segar saat merasakan teras dingin.


Lian bangkit dari tempat tidurnya, dan berjalan mendekati istrinya, Lian merebahkan tubuhnya di samping sang istri, lalu memeluk Arr dari belakang.


"Aku kangen kamu." Lian menciumi punggung istrinya.


"Aku juga kok." Arr membenarkan posisi nya menjadi menatap suaminya.


Keduanya saling bertatapan, sampai akhirnya bibir keduanya menempel, mata keduanya saling menatap beberapa detik lalu saling membalas ciuman nya.


Tiba-tiba..


"Mommy Daddy !!" suara ringisan Willy terdengar.


"Nanti malam." ucap Arr.


Lian mengangguk lemas, dan tiba-tiba Willy datang dan langsung ikut merebahkan tubuhnya di lantai dekat Mommy nya.


"Mommy peluk." ucap Willy, dan Arr langsung memeluk sang istri.


"Gaya kepiting nyapit gebetan." ucap Hadian langsung mengeluarkan gaya andalan nya, dan..


Byurrr !!


Hadian melompat ke kolam berenang dengan santai nya.


"Gaya nendang orang gila." Dani ikut mengeluarkan gaya andalan nya.


Byurrr !!


Dani ikut melompat ke kolam berenang.


Kini giliran Toni yang akan melompat, tapi sebelum pemuda banyak gaya itu mengeluarkan gaya andalan nya pemuda berkepala botak itu sudah melompat duluan, lebih tepatnya di dorong oleh Alex.


"Banyak gaya." kata Alex, lalu ikut melompat tanpa memperlihatkan gaya melompat andalan nya.


"Syirik bilang." Toni yang terbatuk-batuk itu nampak kesal.


Bastian yang melihat ke empat pemuda itu hanya menggelengkan kepalanya, dia berenang dengan penampilan nya yang penuh sejuta pesona.


"Otot bang Babas oke juga." Toni kagum melihat pria bule yang memiliki perut kotak-kotak itu.


"Ajari kita buat punya begituan dong Bang." Hadian ikut menimpali.


"Gampang, nanti aku ajari." sahut Bastian sambil beranjak dari air.

__ADS_1


Dan saat pria itu berdiri Alex dan yang lain nya kembali di buat kagum saat melihat penampilan Bastian yang sangat keren itu, rambut basah, tubuh yang atletis dan jangan lupakan ketampanan nya.


"Pantas saja Syakira cantik, Daddy nya juga ganteng." puji Toni.


"Iya, Syakila juga cantik ternyata mereka dari bibit unggul semua, harus banyak sadar ini mah." Hadian menimpali dengan wajah kagum nya yang mengarah ke Bastian.


Meninggalkan kolam berenang Bastian berjalan dengan kimono yang menutupi tubuhnya, dia berjalan mendekati Mom Dena dan Istri nya yang sedang duduk sambil melihat anak-anak nya yang sedang bermain.


"Daddy!" Syakira berjalan mendekati Daddy nya.


"Au belenang Daddy." ucap Syakira sambil memanyunkan bibirnya.


"Besok saja, sekarang main sama kak Kila sama kak Syaka." balas Bastian sambil mencubit hidung kecil putri nya.


"Bocen Dad, kak Kila suka belbie, kak Syaka suka mobil-mobilan, mainan Kira mana? kan ndak ada." sahut Syakira lagi.


Astaga..


Syakira memang menggemaskan, Bastian mencubit pipi gembul putrinya itu, lalu mencium pipi nya beberapa kali.


"Makan aja, Daddy liat tadi Mommy membuat puding loh." ucap Bastian sambil tersenyum.


Dan seketika bocah gembrot itu berjalan dengan tubuh gempal nya ke arah Fallen, dan langsung menciumi pipi sang Mommy beberapa kali.


"Cayang Mommy." kata Syakira sambil menciumi pipi sang Mommy.


Fallen mengerutkan keningnya aneh melihat tingkah sang putri, sampai akhirnya Bastian mendekat.


"Biasa, kalau ada mau nya pasti manja gitu." kata Bastian, lalu pergi untuk memakai pakaian nya.


"Kira mau apa?" Fallen yang tau tingkah manja putri nya mengandung keinginan terselubung itu langsung bertanya.


"Au puding Mom." sahut Syakira sambil tersenyum manis.


"Benar-benar mirip Bastian." kata Mom Dena.


"Iya, kalau ada mau nya aja deketin Mommy, tapi kalau lagi nangis atau lagi senang minta nya sama Daddy." Fallen mencubit gemas pipi sang putri.


Membuat Syakira menggelengkan kepalanya, dan langsung menatap Mommy nya.


"Ndak kok, cayang Mommy juga." ucap nya polos.


"Iya, tunggu bentar sama Oma, Mommy akan ambilkan." Fallen beranjak berdiri dan pergi ke luar dari kamar.


"Kak Syaka kak Kila au puding Ndak!" Syakira berteriak.


Membuat Syaka dan Syakila yang mendengar nya langsung melirik ke sumber suara.


"Auuuuu" Syaka langsung berlari mendekati Oma dan adik bungsu nya.


Sedangkan Syakila gadis kecil itu nampak terdiam sebentar lalu mengusap perut nya.


"Nanti Ndut kaya adek Kira, tapi aku juga puding enak manis, tapi nanti ndut." Syakila masih diam di tempatnya.


"Ndak ndut kok, puding enak ndak Ndut." Syakira tiba-tiba ada di depan Syakila.


"Tapi ini Ndut." Syakila menunjuk perut buncit Syakira.

__ADS_1


"Ini cekci kata Daddy ndak ndut." sahut Syakira sambil tersenyum.


🌹


__ADS_2