Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Suhu Bastian.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹.


Sebelum nya Hana sudah di telpon oleh Fallen untuk hadir di acara ulang tahun adiknya yang ke 17, tentunya dia senang karena ini adalah moment langka untuk nya bisa melihat adiknya meniup lilin.


Dan bukan hanya itu saja kedatangan Hana kesini juga karena dia ingin menjenguk Fallen yang baru lahiran, kebahagian nya bertambah lagi karena melihat tiga Twins S yang menggemaskan.


"Tumben Han kamu beli barang ngak liat harga." kata Fallen yang melihat harga beberapa hadiah yang Hana berikan untuk ketiga anak-anak nya.


"Kamu pikir aku bakalan pelit untuk keponakan aku, ya ngak lah.. dulu kan aku ngirit karena__" ucap Hana terhenti karena teringat akan sosok Yura.


"Kamu sekarang berasa lebih segeran, kaya yang kejatuhan durian runtuh." kata Fallen mencoba mengalihkan topik pembicaraan nya.


Membuat Hana tersenyum, tentu saja dia hanya berubah karena dia sudah bersuami.


dan tentunya banyak hal yang belum Fallen ketahui tentang nya.


Ya Hana memang masih belum menceritakan perihal dirinya yang memiliki suami.


Bukan tanpa alasan dia merahasiakan semua ini, tapi Hana merasa hidup nya masih penuh drama jadi ia masih ingin merahasiakan nya, terlebih lagi Hana tidak mau Tara masuk ke dalam masalah nya yang rumit itu.


"Bisa aja kamu Fall, tapi emang sih aku juga ngerasa lebih cantik dari sebelum nya." kata Hana sambil tersenyum.


"Pede banget nih Mama Hana." kata Fallen sambil tertawa.


"Han, kamu gimana tentang Tara dan Darrel." tanya Fallen lagi.


Hana melirik pojokan ruangan, dimana Darrel dan Tara yang sedang asyik mengobrol, dan Hana juga bisa merasakan jika tatapan yang di berikan mantan Bos nya itu lebih dari kata perduli.


"Aku ngak bisa berkomentar, tapi melihat Tara nyaman aku hanya bisa mendoakan." kata Hana sambil tersenyum.


"Tara adik aku satu-satunya, kita sama-sama jauh dari orang tua dan di paksa hidup mandiri untuk bisa menyambung hidup, jadi aku sih terserah Tara aja Fall, apapun pilihan nya aku akan setuju." lanjut Hana.


Siapa yang tidak senang jika adiknya ada yang menjaga, Hana bukan tidak mau membawa Tara untuk hidup bersama nya, tapi masalah yang dia hadapi sekarang benar-benar bukan pilihan tepat jika Tara masuk ke kehidupan nya yang baru.


"Fall.."


"Hemm."


"Makasih ya kamu udah mau jagain Tara selama aku pergi, aku berhutang pada kamu Fall, makasih banget ya Fall." kata Hana sambil memegang tangan Fallen.


Fallen menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu ngomong apa sih Han, Tara itu bukan cuman adik kamu, tapi juga adik aku.. kan kata kamu juga kalau aku itu adik kamu jadi otomatis Tara adalah adik kita berdua." kata Fallen sambil tersenyum.


Hana dan Fallen berpelukan, beberapa bulan keduanya tidak bertemu dan hari ini keduanya bertemu setalah Fallen menjadi seorang ibu, dan Hana yang sudah berstatus menjadi istri seseorang.


Keduanya asyik mengobrol setelah acara tiup lilin yang berjalan tidak sesuai dengan rencana awal itu, dimana semuanya gagal total setelah acara mual Tara dan juga sakit perut Tara.


Tapi meski demikian acara makan-makan tetap di lanjutkan hanya saja ekspresi wajah Tara saja yang tidak menyenangkan, yaitu ekspresi menahan perut melilit.


Tara melirik Darrel yang sedang memberikan usapan lembut di kepala nya.


setelah minum obat diare Tara memang langsung duduk di pojokan bersama Darrel.


"Aku ngantuk." ucap Tara.


"Nyender aja sini." Darrel menarik Tara ke pelukan nya.


Tara mencoba memejamkan matanya, tapi baru bebarapa menit Tara langsung membuka matanya.


"Jangan di cium, inget." kata Tara.


Darrel mengangguk.


"Iya bawel, ayo tidur." ucap nya sambil mengusap kepala Tara lagi, dan Tara pun tertidur di pelukan nya.


yang membuat Bastian yang melihat nya ngeri.


"Jangan aneh-aneh Mom, udah nenek-nenek juga ngak tau malu masih suka berondong." celetuk Bastian yang langsung mendapatkan cubitan di pinggang nya dari sang ibu.


"Diam kamu, dasar bule tua ngak suka aja kalau orang tua lagi seneng." kata Mom Dena sinis.


Membuat Alex dan yang lain nya terkekeh geli karena melihat kekonyolan antar ibu dan anak di depan nya.


Ketiga nya di undang untuk menjadi saksi tiup lilin Tara, sang Leddy queen nya yang baru berulang tahun yang ke 17 tahun.


Alex melirik ke pojokan sana yang memperlihatkan Tara yang sedang duduk menyender ke dada Abang nya.


ralat bukan Abang kini Alex sudah tau kalau Darrel itu bukan kakak nya Tara, melainkan calon suami Tara.


"Tara kaya nya emang lebih suka Abang nya, di bandingkan sama aku." batin Alex.


Sadar akan raut wajah sedih Alex ibu Rosalina langsung mendeuhem.


"Udah ngak apa, Tante yakin banyak ko cwe yang lebih cantik dari Tara yang akan kamu temui." kata Ibu Rosalina.

__ADS_1


Mom Dena mengangguk.


"Iya, kamu masih muda ngak kayak bule setengah itu yang udah mau 30 tahun tapi ngak pernah pacaran." celetuk Mom Dena yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Ibu Rosalina.


"Aku bicara benar, anak kamu kan belum pernah pacaran ngak yakin juga bisa tahan sampai 3 ronde." celetuk Mom Dena semakin gila.


Membuat Alex dan yang lainnya langsung menggelengkan kepalanya.


sedangkan Bastian hanya menahan tawa nya, sebuah kesenangan untuk nya saat ada yang bisa menghina adik nya itu.


Ya bagaimana pun Bastian selalu ingin dirinya lah yang menjadi yang tertampan.


tidak mau ada yang mengalahkan ketampanan dan kebulean nya.


"Santai Lex nanti Abang ajarin kamu buat ngambil hati cwe cantik, lugu dan imut." kata Bastian sambil tersenyum santai.


Membuat Hadian, Dani, dan Toni langsung melirik Bastian dengan senyuman mengembang nya.


"Ajarkan kami suhu." kata keempat nya kompak.


Bastian mengusap bulu-bulu halus yang ada di dagunya itu dengan santai, lalu melirik ke empat pemuda yang sedang menatap nya penuh harap itu.


"Nanti Abang ajarkan, sekarang kita makan-makan dulu aja." kata Bastian lagi.


"Oke suhu." sahut keempat nya kembali serempak.


Mom Dena dan ibu Rosalina saling melirik lalu menggelengkan kepalanya.


"Awas saja kalau kau mengajarkan anak-anak imut ini kegilaan mu Bas." ancam Mom Dena tau sifat gila putra nya.


"Iya, ngak ridho ibu kalau anak-anak se polos mereka kamu rusak otak nya." ibu Rosalina ikut menimpali.


Membuat Bastian melirik sinis kedua ibunya.


"Apasih nenek-nenek so ikut nimbrung sama anak muda."


"Dasar bule tua."


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2