
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Semakin bertambah bulan semakin besar pula perut Fallen, usia kandungan nya sekarang sudah memasuki bulan ke tujuh, dan itu tandanya untuk menunggu hari lahirnya twins hanya tinggal menunggu dua bulan lagi.
Tok..tok..
Fallen menggedor keras pintu kamar mandi nya.
"Bas! cepat keluar udah siang." teriak Fallen.
Jika beberapa bulan lalu dirinya yang selalu betah berlama-lama di kamar mandi karena hobby baru nya yaitu menyanyi, maka lain hal nya dengan sekarang Bastian lah yang suka berlama-lama di kamar mandi.
Dan itu semua juga karena hobby baru Bastian yang akhir-akhir ini suka main game, Fallen sangat yakin jika suami nya melanjutkan tidur nya di kamar mandi.
Bagiamana tidak yakin Fallen semalaman jengah melihat suaminya yang sudah kecanduan dengan bermain game, dia sudah memperingatkan suaminya tapi Bastian yang konyol selalu bisa membela dirinya membuat Fallen malas untuk kembali mengomel.
Tok..tok..
"Bas! buka atau aku dobrak pintu nya." kali ini Fallen mengendor dengan sebuah tendangan.
Kalau tidak begini mungkin saja suaminya akan kesiangan bekerja nya, apalagi hari ini Fallen juga memiliki rutinitas penting yang tidak boleh
terlewatkan, yaitu senam kehamilan.
Sejak pindah ke kota kelahirannya Fallen dan kedua mertuanya memang selalu rutin untuk olahraga, jika Mom Dena dan ibu Rosalina untuk menyegarkan tulang yang sudah tua, maka lain hal nya dengan Fallen yang melakukan olahraga karena saran dari dokter untuk kesehatan bayi-bayi nya.
"Bas__" ucap Fallen terhenti karena melihat pintu terbuka lebar.
"Masuklah, aku sedang pup." kata Bastian santai, lalu berjalan tanpa pakaian ke pojokan lagi.
Ingin rasanya Fallen meninju suaminya sampai rasa kesal nya mereda, tapi hal itu tidak di lakukan karena yang terpenting saat ini adalah Indra penciuman nya, dia harus menjauhkan dirinya dari bau sumerbak itu.
"Dasar jorok!" kesal Fallen tidak jadi masuk dan memilih menutup pintu nya sedikit keras karena kesal.
Fallen mengusap dada nya lalu mengelus perutnya yang semakin bertambah buncit itu.
"Anak-anak nanti kalau kalian besar jangan kaya Pipi ya, Pipi kalian jorok, juga pemalas." kata Fallen sambil mengusap perut nya.
"Sayang ko kamu gitu sih, aku kan ngak jorok." ucap Bastian yang baru keluar dari kamar mandi.
Fallen melirik Bastian yang berjalan ke arah nya itu, lalu menghela nafasnya panjang.
__ADS_1
"Kebiasaan, aku bilang juga apa jangan main game mulu." kata Fallen sambil memberikan pakaian ganti ke suaminya.
Bastian hanya menyengir kuda mendengar kan omelan sang istri tersayang nya.
"Aku lama di kamar mandi bukan karena tidur loh, tapi sakit perut." jelas Bastian sambil memakai CD nya di depan Fallen.
Fallen sudah biasa melihat kelakuan suaminya yang tidak tau malu itu, bahkan tak jarang Fallen sendiri yang harus memasangkan CD suaminya, benar-benar suami manja.
"Makanya jangan suka___" Omelan Fallen terhenti karena Bastian menyela ucapan nya.
"Ngak boleh makan pedes, inget usus itukan?." kata Bastian sambil memakai celana nya.
"Aku sudah hafal semuanya, sayangku." lanjut nya sambil memakai kemeja nya.
Huh..
"Kalau sudah tau kenapa terus di ulangi, dasar ya!" Fallen benar-benar kesal.
"Iya tau, dasar suami ku sayangkan." lanjut Bastian lagi sambil menarik tangan sang istri untuk berdiri.
Mau tak mau Fallen berdiri, dan melakukan kebiasaan, seperti biasanya bayi besar nya itu tidak bisa mengancingkan kancing kemeja nya, memasangkan dasi dan juga mengeringkan rambutnya, semuanya adalah tugas Fallen.
Bastian duduk di samping Fallen sambil mengusap perut istrinya, menciumi beberapa kali perut buncit sang istri lalu menggesekkan kepala nya ke perut istrinya.
"Kalau lagi di keringin tuh diam, ini gerak-gerak terus bikin kesal aja." ucap Fallen sambil memanyunkan bibirnya.
"Maaf sayang, habisnya aku gemas sama perut kamu yang buncit ini." kata Bastian sambil mendaratkan ciuman di perut Istri nya lagi.
"Gemes sih gemes, tapi lihat baju aku basah gara-gara di ciumin kamu terus tau." kesal Fallen.
Bastian mensejajarkan duduknya dengan sang istri lalu merangkup kedua pipi istrinya.
"Jangan marah-marah aja, ibu hamil ngak baik marah terus, oke." kata Bastian sambil mengelus pipi Fallen.
"Kamu yang mulai, gimana aku ngak kesel kalau kamu aja sikapnya udah kaya bocah tk." sahut Fallen sambil menatap suaminya.
Cup..
Bastian menempel kan bibir nya di bibir Fallen, lalu memperdalam kecupan nya menjadi sebuah ciuman.
Hemphh..
"Udah nanti kamu telat kerja nya." kata Fallen sedikit menjauhkan tubuhnya dari tubuh sang suami.
__ADS_1
"Ngak akan telat, aku Bos nya." sahut Bastian konyol.
"Maka dari itu kamu emang Bos nya, dan kamu harus bisa kasih contoh buat karyawan kamu biar kerja nya ngak telat dan tepat waktu." jelas Fallen membuat Bastian gemas dan kembali mencium bibir ranum sang istri yang menjadi candu nya itu.
Hemph..
Fallen kembali mendapatkan ciuman hanya pasrah, sampai akhirnya ciuman nya terlepas.
"Rasanya aku ngak mau kerja tau, aku mau nya tidur sama kamu, peluk anak kita, tengok anak kita dan_____" ucap Bastian terhenti karena langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.
"Dasar mesum!" kesal Fallen sambil berdiri dan berjalan meninggalkan suaminya.
Bastian berjalan mengikuti langkah sang istri tercinta nya.
dan sesampai nya di meja makan Bastian langsung di hadapkan dengan wajah galak Mom Dena, membuat Bastian menghela nafas nya kasar.
"Pagi-pagi udah galak aja tuh muka." kata Bastian sambil menarik kursi untuk istrinya.
Fallen menundukkan bokong nya di kursi nya, lalu melirik Mom Dena.
"Maaf Mom aku kesiangan karena suami ku yang mesum ini membuat aku tertahan lama di kamar." ucap Fallen sambil menyodok nasi goreng ke piring nya.
"Punya aku sayang." Bastian memberikan piring kosong nya pada sang istri.
"Isi sendiri, dasar manja." ketus Mom Dena sambil mengambil nasi goreng untuk nya.
Bastian mengembungkan pipi nya, seperti biasanya dia selalu kalah jika di hadapkan dengan dua singa betina di rumah nya itu.
"Aku ambilkan." ucap Fallen yang berdiri dan mengambil kan nasi ke piring Bastian.
"Makasih sayang ku, kamu memang yang terbaik." kata Bastian malah modus memberikan kecupan di pipi sang istri.
Fallen menaruh piring berisi nasi goreng untuk suaminya di meja dekat Bastian, lalu menuangkan air minum nya untuk sang suami, terlepas dari kekonyolan dan sikap Bastian yang seperti itu kewajiban tetap kewajiban, dan Fallen akan tetap melakukan kewajiban nya untuk melayani suami nya itu.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Kisah Hana udah Up ya kak🤗
judul nya ^^Salah Ranjang (Pria Buta).
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️