Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Pernikahan dadakan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Jenn masih belum percaya dengan pernikahan kakak nya, terlalu cepat bahkan kemarin-kemarin kakak nya masih bisa mengatakan jika dia belum berhasil menemukan pria yang cocok dengan nya.


Tapi sekarang? kakak nya akan menikah hari ini, saat ini Jenn sedang melihat kakak nya yang sudah di dandani oleh MUA, Jenn benar-benar masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.


"Jika itu karena aku yang selalu meminta kakak ipar maka jangan lakukan kak, aku tidak akan memaksa kakak lagi." kata Jenn sambil terisak.


Merasa bersalah jika alasan kakak nya menikah itu adalah dirinya yang bawel, yang selalu memaksa kakaknya untuk segera menikah.


Arr yang melihat adik nya terisak itu langsung meminta MUA yang sedang mendandani nya untuk menghentikan pekerjaannya sebentar, lalu berjalan mendekati Jenn yang duduk di pinggir ranjang.


"Jangan katakan itu, kakak sama sekali tidak terpaksa." kata Arr menegaskan, karena dia memang tidak terpaksa menikah dengan pria yang sudah memiliki satu putra itu.


"Jangan menangis Jenn, ini bukan seperti mu yang kakak kenal." lanjut Arr, mengusap air mata di pipi Jenn.


Jenn yang terisak itu menatap kakak nya, dia benar-benar masih menyalahkan dirinya karena dia yang mulai membuka hati untuk Juan, dan mungkin itu alasan kakaknya menikah cepat untuk membuat Jenn bisa menikah dengan Juan.


"Apa kakak mencintai nya?" tanya Jenn masih terisak.


Jenn memiliki kesan buruk saat pertama bertemu dengan Lian, dimana pria itu sangat arogan dan berkata kasar pada seorang wanita yang bekerja di rumah nya.


Dan hal itu membuat Jenn takut, dia tidak mau kakak nya di kasari orang lain, tentunya sebagai seorang adik dia tidak akan pernah rela melihat kakak yang dia sayangi itu menderita.


Sedangkan Arr yang mendengar pertanyaan adiknya itu terdiam, tidak menampik jika pertanyaan itu sangat sulit untuk di jawab, bahkan jika mudah pun sudah pasti jawabannya adalah Tidak.


"Kakak tidak mencintai nya, bahkan perasaan kakak sangat bertolak belakang dengan apa yang akan terjadi hari ini, tapi tau kah kamu Jenn saat Willy memanggil kakak Mommy, hati kakak bergetar, perasaan kakak yang selalu gundah menghangat saat Willy memanggil kakak Mommy nya." Arr menjeda ucapan nya sebentar.


Tangannya terulur untuk memegang tangan adiknya.


"Dia membutuhkan seorang ibu, kakak membutuhkan kehangatan yang belum pernah kakak dapatkan, dan kakak dapatkan semua itu dari anak manis yang memanggil kakak Mommy, itu sudah cukup untuk kakak bisa merasakan cinta." lanjut Arr sambil tersenyum.


"Apa itu karena rasa kasihan?" tanya Jenn lagi.


Dan Arr menggelengkan kepalanya.


"Bukan kasihan, tapi kakak juga ingin memiliki hidup yang lebih berarti, kakak ingin menjadi ibu dari anak manis itu Jenn, kakak ingin." balas Arr jujur.


Jenn menatap kakaknya dalam, dan dia melihat kejujuran di mata sang kakak, yang membuat Jenn langsung memeluk kakaknya.


"Aku harap kakak bahagia dengan pilihan kakak." kata Jenn di sela pelukan nya.


"Amin, kakak juga berharap kamu bahagia dengan pilihan mu, Jenn." balas Arr di sela pelukan nya.


Meninggalkan hari di rumah Arr dan Jenn, di kamar nampak Bastian yang baru keluar dari kamar mandi, lengkap dengan handuk yang melilit di pinggang nya.


Tiba-tiba ponselnya berdering, membuat Bastian yang sedang akan mengambil CD itu menaruh kembali CD nya dan langsung mengangkat telpon nya.

__ADS_1


"Hallo.." ucap Bastian, ternyata Lian yang menelpon nya.


"Bas, datang ke rumah ku sekarang." kata Lian di sebrang telpon, terdengar memaksa.


Membuat Bastian yang baru selesai mandi itu mengerutkan keningnya bingung.


"Why? ada apa? apa kau sakit?" tanya Bastian yang sedang mulai berpakaian.


"Aku akan menikah." suara Lian terdengar serius di sebrang telpon.


Tapi tidak untuk Bastian yang langsung tertawa takalah mendengar apa yang di ucapkan Lian.


bagaimana tidak dalam waktu dua hari setelah dia ceramahi pria duda itu langsung akan menikah.


Apa ceramah nya terlalu bagus? atau mungkin Lian yang terlalu menghayati setiap ucapan Bastian yang sebenarnya hanya ceplosan belaka.


"Wanita baik mana yang mau di nikahi pria sombong dan arogan seperti mu?" tanya Bastian masih menganggap jika ucapan Lian adalah sebuah lelucon di pagi hari.


"Aku serius Bas, aku akan menikah jam 9 siang, jika kau mau datang sebagai sahabat sekaligus keluarga ku maka datanglah, tapi jika tidak itu pun tidak masalah karena kedatangan mu mungkin juga tidak aku harapkan bule mesum." kata Lian lagi.


Yang mana membuat Bastian yang baru memasukan kaki nya ke celana nya itu melepaskan celana nya dan melorot ke bawah.


"Siapa wanita nya?" tanya Bastian penasaran.


"Wanita yang kau suruh." dengan cepat dan tanpa beban Lian mengatakan nya.


"Waw, kau menjilat kembali air ludah mu, haha ini bagus, kau akan merasakan masuk kedalam rumah baru lagi." Bastian malah semakin gila obrolan nya.


"Kau akan datang atau tidak." suara Lian mulai jengah di sebrang telpon.


"Hey aku sahabatmu bule tua, tentu saja aku akan datang, memberikan kado dan ucapan selamat untuk burung mu yang akan terbang." kata Bastian lagi.


"Astaga.." Lian di sebrang sana menggila mendengar ucapan Bastian.


Tut..Tut..


Bastian menatap layar ponselnya, lalu bergumam.


"Sepertinya aku pantas mendapatkan gelar menjadi Pak comblang." gumam Bastian sambil menggelengkan kepalanya.


Tiba-tiba Fallen datang dengan dan dia kaget saat melihat bokong Bastian yang belum di tutupi.


Bukkkk !!


"Pakai celana mu! kalau pengasuh anak-anak lihat bagaimana." Kata Fallen sambil menepuk bokong Bastian.


"Sayang ada kabar bahagia." kata Bastian.


"Ya..ya pakai dulu celana mu, burung mu membuat mata ku ternoda." balas Fallen sambil memberikan CD.

__ADS_1


Dan saat itulah Bastian sadar jika dia belum memakai CD nya dan malah langsung memakai celana.


"Terimakasih sayang ku." kata Bastian mulai berpakaian.


Fallen melihat suaminya yang sedang memakai pakaian itu, anak-anak sudah mandi dan sekarang sedang di sarapan di taman bersama pengasuh nya.


Dan sekarang tugas terkahir nya adalah untuk memastikan suaminya berangkat bekerja, tapi saat masuk kamar dia bahkan melihat suaminya yang tidak memakai apa-apa, benar-benar suami yang tengil.


"Sayang ayo ganti pakaian mu." kata Bastian.


"Untuk apa?" tanya Fallen.


"Lian akan menikah, dia ingin kita datang ke pernikahan nya." balas Bastian lagi.


"Benarkah? secepat itu?" tanya Fallen kaget.


Dan Bastian mengangguk cepat.


"Lian memberi tau ku tadi, mereka berdua sudah dewasa tentu saja mudah untuk saling memahami, mereka sudah mengalami banyak pahit hidup." jelas Bastian.


Fallen bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan ke arah almari nya untuk mengambil dress yang serasi dengan pakaian yang di pakai suaminya.


"Kak Fallen, apa itu benar? kak Arr menikah dengan kak Lian?" tanya Tara yang tiba-tiba datang ke rumah Fallen lengkap dengan dress yang warna nya senada dengan warna jas yang di pakai Darrel suaminya.


Fallen yang baru keluar kamar itu mengangguk.


"Iya, kita harus cepat pernikahan jam 9 siang, kita masih punya waktu 2 jam lagi." kata Fallen sambil membenarkan anting-anting nya.


Tara yang mendengarnya langsung menutup bibirnya, tidak menyangka jika pernikahan orang-orang di sekeliling nya itu tidak jauh dari lingkungan nya.


Arr dengan Lian, dan mungkin setelah nya akan ada pernikahan couple JJ, benar-benar kehidupan yang sangat istimewa.


"Sayang ayo kita berangkat." ucap Darrel.


"Aku datang." Tara berjalan cepat mendekati suaminya.


"Darrel, kita akan memakai mobil yang sama?" tanya Bastian.


"Tentu, aku yang akan menyupir." sahut Darrel.


Dan begitulah kedua pasangan itu berangkat bersama-sama ke acara pernikahan Lian dan Arr.


Fallen tidak membawa ketiga anak-anak nya, bukan karena dia tidak ingin tapi karena banyak barang yang harus di bawa jika anak-anak nya ikut, apalagi acara ini adalah acara yang mendadak.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️ aku

__ADS_1


__ADS_2