
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Seperti yang di janjikan jauh-jauh hari, Fallen dan Bastian akan pergi ke Swiss membawa ketiga anak-anak nya untuk liburan di Villa baru nya yang ada di Swiss.
"Mbak tolong anak-anak di bawa duluan ke mobil ya." kata Fallen.
"Baik nyonya." balas salah satu pengasuh.
Mereka akan senang tidak bekerja selama satu Minggu lebih tapi tetap mendapatkan gaji, Fallen dan Bastian memang tidak membawa satu pun dari pengasuh anak-anak nya.
Lagi pula nanti di sana bukan hanya ada dirinya saja, tapi banyak lagi pasangan yang lain nya yang juga mendapatkan tiket gratis dari Fallen dan Bastian.
"Ini sudah hampir telat, kenapa masih duduk." Fallen mendekati suaminya yang masih duduk.
"Mommy dan ibu akan pulang, mereka bilang akan langsung ke Swiss." kata Bastian.
"Waww, itu bagus kita akan melakukan banyak hal bersama Mommy dan ibu." balas Fallen.
Bastian mengangguk kecil.
"Apa semuanya beres?" tanya Bastian.
Dia sibuk untuk beberapa saat, dan Bastian tidak membantu istrinya untuk berkemas ataupun mempersiapkan apa saja yang akan mereka bawa untuk satu Minggu di Swiss.
Bastian menyelesaikan pekerjaan nya, tidak ada Jenn yang mengundurkan diri karena menikah cukup membuat nya kelimpungan, meski memiliki asisten baru tetap saja Bastian masih harus banyak mengarahkan tugas-tugas yang harus di lakukan asisten baru nya.
"Sudah, tenang saja semuanya sudah lengkap." balas Fallen.
Setelah itu keduanya langsung keluar, di sana terlihat tiga anak nya Bastian yang sedang di dalam mobil.
"Ready guys." kata Bastian.
"Yes Daddy!" sahut triplets kompak memperlihatkan beberapa gigi nya susu nya, dan selebihnya ompong.
Mereka memang janjian bertemu bandara, tentunya mereka pergi menggunakan Jet pribadi masing-masing.
Beberapa menit berlalu..
Mobil yang di kendarai Bastian sampai di bandara X, Fallen dan Bastian turun dari mobilnya, dan langsung di sambut dengan senyuman Tara.
"Aunty!" teriak Syakila melihat Tara.
__ADS_1
"Kila ayo sama Aunty." Tara langsung menggendong keponakan kesayangan nya itu.
"Au" balas Syakila semangat.
Darrel dan Tara membawa Syakila untuk duduk bersamanya.
Melihat kakak nya bersama aunty nya Syakira menatap Daddy nya.
"Kira au cama Daddy deh." ucap anak montok Bastian.
"Tentu saja, kau akan bersama Daddy sayang." kata Bastian langsung menggendong sang putri bungsu.
"Acik cama Daddy." kata Syakira lagi senang.
Kini giliran Syaka yang kebingungan, dia melihat Mommy nya yang membawa tas, dia ingin juga di gendong seperti adik-adik nya sampai mata anak laki-laki bergigi ompong itu melihat ke arah dua sosok yang sedang duduk di kursi tunggu.
"Tante cantik deh" ucap Syaka sambil mengusap perut buncit wanita di depan nya.
Hana si wanita berperut buncit itu terkekeh pelan, lalu mengusap pipi gembul Syaka yang menggemaskan.
"Kau mau bersama Tante?" tanya Hana..
Dan di balas dengan anggukan kecil Syaka.
"Boleh dong, nanti kalau udah lahir kalian akan main bareng ya." balas Hana, lalu melirik suaminya.
"Syaka mau di gendong, nggak peka banget sih kamu sayang." kata Hana lagi.
Gibran melirik bocah satu tahun setengah itu, "Mau di gendong?" tanya Gibran.
Dan Syaka mengangguk cepat.
"Mau deh, Mommy nya kacian cape dari tadi Syaka lari terus, adek Kila sama adek Kira juga di gendong." kata Syaka lagi dengan cara bicaranya yang cadel.
Tanpa banyak bicara Gibran langsung menggendong Syaka, membuat Syaka yang ada di dalam gendongan Gibran itu tersenyum ke arah Mommy nya.
"Anak kamu emang pada pinter cari perhatian sayang." kata Fallen sambil berjalan.
"Bukan anak aku aja, tapi anak kamu juga sayang." balas Bastian yang menggendong Syakira.
"Iya, iya anak kita berdua maksud aku." sahut Fallen lagi.
Fallen Tara Hana dan suami-suami nya naik di jet pribadi yang sama, sebenarnya Gibran dan Darrel juga masing-masing memiliki jet pribadi, hanya saja untuk kali ini semuanya memang di traktir oleh si Sultan bule.
__ADS_1
Sedangkan di bandara kini juga kedatangan dua pasangan adik kakak yang memang baru sampai, mereka tak lain adalah Jenn dan Arr berserta suami-suami nya.
"Kita berangkat sekarang aja, Bastian dan Fallen juga sudah duluan." kata Lian.
Arr mengangguk, dia melirik Willy yang masih mengantuk karena mereka memang pergi pagi-pagi sekali di hari libur.
"Nanti di dalam jet bisa tidur lagi, tapi untuk sekarang buka matamu dulu sayang." kata Arr.
Dia tidak bisa menggendong sang putra mengingat sedang mengandung dua bulan, begitupun dengan Jenn yang sedang menstruasi, sedangkan Juan dan Lian sendiri keduanya membawa masing-masing dua koper milik nya.
"Tunggu!!!"
Suara teriakan itu membuat ke dua pasangan itu langsung melirik ke belakang, dan kaget nya mereka melihat empat pemuda yang berpakaian keren berjalan mendekati nya, ralat bukan berjalan tapi berlari dengan menggusur koper.
"Kalian mau kemana?" tanya Arr.
"Kak Arr pura-pura nggak tau aja, kita kan juga dapat undangan untuk nginep di villa bang Babas." Kata Hadian menjelaskan.
Mereka memenang di ajak oleh Bastian, mungkin karena mereka akhir-akhir ini dekat dengan keluarga Sultan itu maka dari itu jika ada acara-acara tertentu mereka selalu di ajak.
"Oh, tapi kalian pake helikopter saja ya, soalnya nggak muat kalau bersembilan, maksimal kan 7 orang kalau naik jet pribadi." kata Lian.
Alex dan yang lain nya hanya mengangguk, tidak masalah untuk mereka tidak naik jet pribadi, toh yang penting pada akhirnya mereka bisa merasakan pertama kalinya naik helikopter.
"Siap-siap kresek." kata Toni.
"Buat apa?" tanya Jenn.
"Si Hadian kan suka__" ucap Toni terhenti karena Hadian membekap bibir nya.
"Jangan di dengerin kak, biasa si botak caper." kata Hadian kikuk.
Tidak mungkin dia mengatakan jika dia persiapan takutnya dia muntah di saat Helikopter nya terbang nanti, tentu image nya harus dia pertahanan.
"Oh suka muntah." kata Arr dan Jenn bersamaan, dan dengan wajah nya yang santai.
"Ayo sayang." Lian langsung berjalan bersama Willy, begitupun dengan Arr Jenn dan Juan yang ikut mengekori di belakang.
Sedangkan Alex dan yang lain nya mendapatkan telpon dari Bastian jika tidak bisa menggunakan helikopter karena jarak yang ditempuh bukan lah jarak yang dekat.
Pada akhirnya Alex dan ke tiga teman nya memakai jet pribadi milik Gibran, dan mungkin mereka akan sampai di Swiss paling terakhir karena perjalanan mereka baru di mulai setelah satu jam mereka menunggu di bandara.
🌹
__ADS_1