
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi harinya Jenn terbangun saat merasakan ada yang mengusap pipi nya.
dan saat membuka matanya Jenn melotot saat melihat Juan yang menatap nya dengan wajah aneh.
Aaaaa !!
Jenn berteriak, membuat Juan yang mendengar nya langsung menutup bibir Jenn dengan tangan nya.
Dan bukan nya Jenn diam malah Juan yang kali ini berteriak.
Awww !!
"Sakit Jenn." ringis Juan, tangan nya di gigit oleh Jenn.
"Cepat keluar dari kamar ini." kata Jenn, melepaskan tangan Juan dari bibirnya.
Juan meniup-niupkan tangan nya, rasanya perih tapi saat melihat bekas gigitan di tangan nya itu Juan malah mencium nya.
"Bau cinta." kata Juan dengan tengilnya mencium bekas gigitan Jenn di tangan nya.
Jenn menggelengkan kepalanya melihat itu, dia langsung bangkit dari tempat tidur nya lalu mendorong Juan untuk keluar dari kamarnya.
Dan saat Juan keluar bersamaan dengan Arr yang membuka pintu kamar mandi, dengan pakaian yang berbeda.
"Mandi sana, pacaran mulu." kata Arr sambil memberikan handuk pada Jenn.
"Kakak!" Jenn tak suka di goda.
Tapi meski begitu Jenn mengambil handuk nya, lalu menatap kakaknya yang memakai dress.
"Tumben pake dress." ucap Jenn aneh.
Arr melirik adiknya lalu mendudukkan bokong nya di tempat tidur.
"Dari pada punya kamu lebih tumben, lihat aja nih." Arr memperlihatkan dress yang lebih seksi yang di berikan Fallen tadi subuh.
Dan dia lebih memilih dress yang lebih panjang, lain hal nya dengan Jenn yang kebagian dress sangat seksi.
"Aku lagi menstruasi kak, masa iya pake dress seksi." Jenn menolak pakaian itu.
Mendengar ucapan adiknya Arr langsung menyimpan dress seksi itu, lalu bangkit dari tempat tidur nya.
"Kakak minta baju yang lain aja ya, tunggu bentar." Arr langsung berjalan ke luar kamar.
Melihat itu Jenn tersenyum, kakaknya memang selalu yang terbaik di matanya.
padahal sebenarnya Jenn hanya berbohong mengatakan jika dirinya menstruasi, alasan sebenarnya adalah Jenn yang tidak menyukai baju seksi itu.
__ADS_1
Tok..tok..
"Iya.." Jenn membuka pintu, dan kembali melihat Juan.
"Ngapain lagi sih!" tanya Jenn ketus.
Juan memberikan kaos oblong dan celana joging yang ada di tangan nya.
"Ini untuk kamu, lagian aku suka pakaian kamu yang sopan di bandingkan seksi." kata Juan sambil memberikan pakaian di tangan nya itu.
Jenn menerima nya meski tidak tersenyum.
"Makasih." kata Jenn lalu masuk ke dalam kamar nya lagi.
Melihat pintu yang tertutup itu Juan menghela nafasnya panjang, padahal dia berpikir Jenn akan memberikan senyuman terbaiknya untuk si superhero dadakan ini, tapi ternyata tidak.
"Untung aku bawa baju ganti yang selalu di pakai joging, jadi orang lain nggak bisa liat kaki jenjang Jenn yang cantik." gumam Juan sambil tersenyum lalu pergi ke arah kamar nya.
Sepeninggal Juan Arr yang ternyata malu mengetuk pintu kamar Fallen kembali dengan tangan yang tidak membawa apa-apa, tapi wajahnya nampak senang, bagiamana tidak dia mendengar suara gumaman seorang pria yang bisa menghargai wanita seperti Juan.
"Aku harap Juan adalah pria baik yang bisa menerima semua kekurangan Jenn." gumam Arr, lalu masuk ke dalam kamar nya.
Sedangkan di kamar anak-anak nampak Lian yang sedang ikut memandikan Willy bersama Bastian.
kedua pria berpengalaman yang sudah berstatus seorang ayah itu nampak senang menjalani peran nya sebagai seorang ayah yang serba bisa itu.
"Kau selalu melakukan nya?." tanya Bastian.
"Dia selalu mandi bersama ku karena siang sampai sore aku selalu sibuk di kantor." sahut Lian.
"Aku tidak yakin aku bisa bertahan di zona kesendirian yang kau jalani, Lian." Ucap Bastian lagi.
"Semula mungkin tidak, tapi setelah menjadi ayah aku merasa lebih lebih senang menjalani hidupku, meski di saat aku pulang terkadang aku melupakan jika ada putra ku yang menunggu kepulangan ku." jelas Lian lagi.
Obrolan keduanya harus terhentikan karena mendengar suara tangisan anak-anak.
dan saat melihat itu Bastian dan Lian kaget karena Syakira menangis.
"Ada apa?." tanya Bastian melihat ketiga anaknya.
"Will!" Lian menatap putra nya dengan pandangan yang teduh.
Membuat bocah dua tahun itu membuka tangan nya lalu memberikan mainan bebek yang sudah rusak itu pada Daddy nya.
"Si endut ngasih aku bebek jelek!" ucap Willy.
Mendengar itu Bastian melotot ke arah Lian, tidak terima princess kesayangan nya di sebut gendut meski kenyataan nya Syakira memang gendut.
"Will, Syakira menyukai mu, jangan buat dia menangis lagi." kata Lian.
Willy tidak menjawab nya dan memilih bermain air lagi, bergabung dengan Syaka dan Syakila yang bermain air.
__ADS_1
Meski masih 10 bulan tapi Syakira nampak terlihat sedih melihat Willy yang mengabaikan nya.
Bastian yang melihat itu langsung mengusap pipi putrinya dengan sayang lalu mengusap kepalanya lembut.
"Biarkan saja, nanti sudah besar kamu harus jual mahal sama anak nya si Lian, enak saja bilang anak Pipi yang montok dan cantik ini gendut, kan nggak baik ya." ucap Bastian sambil menyentil hidung kecil putrinya, membuat Syakira tersenyum dan meraba wajah sang Pipi tersayang nya.
"Mereka masih kecil Bas, biarkan saja semuanya terjadi secara alami." kata Lian.
"Tidak boleh, putri ku harus mendapatkan apa yang dia mau, dan lagi pula kenapa kau menjadi sewot seperti ini biarkan saja putri ku menyukai putra mu." kata Bastian lagi.
Huh..
"Nama panggilan mu Pipi?." tanya Lian lagi.
Bastian melirik Lian dengan wajah sewot nya, masih tidak menerima jika anaknya di katai gendut oleh anak Lian.
"Lalu apa masalah nya dengan kau!" sahut Bastian sewot.
"Tidak ada, hanya saja aku rasa itu terlalu lebay, bagaimana kalau mereka memanggil mu dengan sebutan Pipi itu karena ingin menyentuh pipi mu?." Lian menjawab dengan wajah santai nya.
Bastian terdiam, entahlah dia juga merasa agak bagaimana dengan nama panggilan untuk nya itu, tapi meski begitu itu adalah nama panggilan yang Fallen inginkan jadi Bastian tidak mau terlalu memikirkan hal itu karena apapun keinginan Fallen akan selalu Bastian berikan, termasuk panggilan Pipi dan Mimi.
Di ruang tamu setelah acara sarapan pagi yang penuh dengan canda tawa itu semuanya berkumpul di ruang belakang, Bastian tidak melanjutkan perdebatan nya antara Arr dan Lian tadi malam, dia ingin membicarakan hal itu nanti setelah semua orang pulang agar tidak membuat kericuhan.
Tara yang melihat wajah Arr nampak gugup dan terus melirik ke arah Lian itu nampak tersenyum.
"Kak Arr suka sama kak Lian ya." celetuk Tara sambil tersenyum.
Arr kaget mendengar nya, dia reflek langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak nona." kata Arr menolak tuduhan itu.
"Halah ngaku aja kak, aku bisa ngeliat aura-aura pernikahan loh, kaya nya kalian jodoh deh." celetuk Tara lagi.
Mendengar ucapan Tara, Toni si tengil langsung mengeluarkan suara nya.
"Wah ada bahan di kasih jas baru nih, lumayan." ucap Toni sambil terkekeh.
"Jangan di undang kak, si Toni tukang ngabisin makanan." kata Tara lagi.
"Heh mana ada, si Hadian tuh yang suka bawa kresek kaya ibu-ibu arisan." Toni membawa nama teman nya, membuat Hadian yang di bawa-bawa namanya itu langsung mengacungkan kedua jempol nya ke atas.
"Undang ya kak, jas nya juga kalau nggak ngerepotin sekalian sama ongkosnya juga." celetuk Hadian yang membuat Tara, Alex, Toni dan Dani kompak menjitak kepala Hadian.
_______
🌹🌹🌹🌹🌹
Hana dan Gibran udah mau 60 bab ya😍 yuk mampir.
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1