Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Rencana pendekatan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Fallen menatap rumah mewah di depan nya dengan pandangan yang tidak bisa di artikan, membuat Bastian tersenyum karena berpikir jika Fallen pasti akan senang dan langsung memeluk nya.


Tapi jelas itu tidak di lakukan Fallen, bahkan tanpa kata Fallen langsung berjalan masuk mendekati pintu.


"Punya istri bar-bar emang susah di ajak romantisan." gumam Bastian sambil ikut melangkah dengan wajah di tekuk.


Ceklek..


Pintu terbuka..


Duar !!


Suara balon meletus langsung terdengar saat Fallen membuka pintu, beruntung Fallen tidak kaget dengan suara itu dan malah santai masuk lebih dalam lagi.


"Selamat datang!" ucap Mom Dena, Ibu Rosalina dan beberapa orang yang Fallen yakini adalah pembantu di rumah nya.


Penyambutan yang aneh menurut Fallen, dimana rumah baru nya di penuhi balon-balon seperti anak kecil yang akan berulang tahun.


Dan melihat wajah Fallen yang biasa-biasa saja tidak ada ekspresi lebay membuat Mom Dena dan Ibu Rosalina menghela nafas nya panjang, sia-sia keduanya menyiapkan semuanya dari pagi buta hanya untuk memberikan penyambutan kepulangan Fallen.


Mom Dena sudah berbaikan dengan Ibu Rosalina, melupakan semua kejadian yang sudah berlalu dan memulai kehidupan keluarga yang lebih baik lagi, bahkan keduanya memutuskan untuk tinggal bersama dan menikmati masa tua nya untuk bersenang-senang.


Bastian hanya tertawa melihat ekspresi kedua Ibu nya, dia sudah menyangka jika rumah nya akan di dandani seperti kapal pecah oleh kedua ibu nya yang rempong itu.


"Apa kabar sayang?." tanya Mom Dena sambil memeluk Fallen.


Fallen tersenyum dan membalas pelukan dari mertuanya itu.


"Seperti yang Mom lihat, aku sehat dan tambah lebar." sahut Fallen, lalu melepaskan pelukan nya, Dan pelukan itu beralih pada Ibu Rosalina yang juga ingin mendapatkan pelukan dari menantunya.


Mulai saat ini Ibu Rosalina sudah bertekad untuk menjadi ibu sekaligus nenek yang baik untuk calon cucu nya, terlepas dari kejadian yang sudah berlalu dia ingin memperbaiki semuanya, dan beruntung nya baik Fallen maupun Bastian dan Mom Dena semuanya bisa memaafkan Ibu Rosalina.


"Anak yang kamu ceritakan mana?." tanya Mom Dena penasaran akan sosok gadis remaja yang di ceritakan Fallen.


"Tara masih di jalan, dia takut naik Helikopter jadi pulang nya naik mobil sama Darrel." sahut Fallen.


Membuat Mom Dena dan Ibu Rosalina saling bertukar pandangan.

__ADS_1


"Apa dia cantik?." tanya Ibu Rosalina.


Fallen mengangguk cepat.


"Cantik, kulitnya putih dan pipi Chabby." sahut Fallen lagi.


"Ya, dan juga galak." kata Bastian menimpali.


Membuat Fallen melirik tajam Bastian.


"Dia memang tidak suka Tara, abaikan saja Mom, dan Mom harus tau kalau dua hari yang lalu si bule melirik gadis muda yang pakaian nya ketat." Fallen mulai mengadu pada mertua nya.


Dan seketika itu juga wajah Mom Dena langsung memperlihatkan ekspresi galak nya, membuat Bastian menelan ludah nya kasar.


"Bas!" Mom Dena memberikan tatapan tajam nya.


"Tidak Mom, aku hanya ingin melihat nya cemburu." ucap Bastian membela diri.


Yang mana hal itu membuat Fallen yang mendengarnya langsung mencubit pinggang suaminya.


"Dan itu artinya kau ragu akan cinta ku? begitu?." tanya Fallen dengan wajah kesalnya.


Bastian menggelengkan kepalanya.


"Jawab bule tua." kata Mom Dena galak.


"Tidak Mom, aku tau Fallen cinta mati padaku, siapa yang tidak tergoda dengan ku, wajah tampan berkharisma dan juga kaya, semua wanita pasti menyukai ku." kata Bastian dengan santai nya membuat Fallen menggelengkan kepalanya.


"Ck, benar-benar kepedean." ketus Fallen.


"Iya, buktinya Mom tidak suka pada mu, bule tua." Mom Dena ikut menimpali.


"Begitupun dengan aku." Ibu Rosalina juga ikut-ikutan seperti Mom Dena.


Yang mana hal itu membuat Bastian kesal dan memilih pergi, berdebat dengan wanita galak memang tidak akan bisa menang.


Fallen yang melihat Bastian berjalan ke arah kamar berpikir jika itu kamar nya.


Tapi saat dia akan berjalan ke arah yang sama tiba-tiba tangan nya di tahan ibu Rosalina.


"Apa menurut mu Darrel cocok dengan gadis itu, siapa nama nya ibu lupa?." tanya ibu Rosalina.

__ADS_1


Fallen mengangkat bahunya ke atas, dia tidak tau apakah Darrel cocok dengan Tara atau tidak, tapi jika di lihat dari usianya memang Darrel adalah sosok dewasa dan pas untuk Tara.


Tapi semua penilaian nya jelas tidak bisa di benarkan, karena semua itu kembali pada Darrel ataupun Tara, Fallen tidak mau memaksakan Tara untuk mau memberikan tanggung jawab kehidupan nya pada Darrel, dia ingin Tara hidup seperti layaknya anak remaja pada umum nya.


"Biarkan mereka yang menentukan nya, aku tidak bisa menilai kecocokan di antara mereka Bu." jawab Fallen bijak.


Ibu Rosalina menghela nafas nya panjang, lalu tersenyum.


"Seperti nya kamu lelah Fallen, istirahat lah ke kamar, jika butuh sesuatu jangan sungkan panggil Ibu." kata ibu Roslina lagi.


"Mom juga, panggil Mom jika butuh sesuatu ya cantik." kata Mom Dena menimpali, dan Fallen langsung mengangguk.


"Makasih Mom, ibu.. Aku senang memiliki kalian." ucap Fallen lalu pergi ke kamar menyusul Bastian.


Setelah kepergian Fallen yang pergi ke kamar nya untuk istirahat kini tinggallah dua wanita yang menolak tua, jika dulu kedua nya selalu adu mulut dan cakar-cakaran saat bertemu maka lain hal nya dengan sekarang.


Keduanya sudah melepaskan kebencian mereka masing-masing dan memilih berdamai, seperti sekarang Mom Dena dan Ibu Rosalina duduk di sopa bersebalahan.


"Apa kau berniat menjodohkan Darrel dengan anak 16 tahun?." tanya Mom Dena.


Ibu Rosalina mengangguk.


"Kenapa tidak, anak ku pernah gagal menikah dengan wanita dewasa, mungkin Tuhan memang ingin anak ku mendapatkan daun muda." jawab Ibu Rosalina.


Darrel memang pernah gagal menikah, bukan gagal melainkan Darrel yang membatalkan acara pernikahan nya, karena pernikahan itu terjadi atas kehendak sang ibu, bukan keinginan Darrel sendiri.


"Aku tidak yakin anak kecil itu mau pada anak mu, kau kan bilang anak mu tidak pernah berpacaran, aku jadi meragukan jika dia bisa bermain di ranjang." kata Mom Dena membuat Ibu Rosalina langsung mendelik tajam ke arah Mom Dena.


Lalu seperdetik kemudian Ibu Rosalina menghela nafasnya panjang.


"Aku juga berpikir sama dengan mu, Darrel yang belum pernah berpacaran membuat ku khawatir, apalagi dia selalu marah jika di sangkut pautkan dengan seorang wanita." ucap Ibu Rosalina lagi.


Mom Dena terdiam mendengarkan penjelasan mantan madu nya itu.


otak pintar nya berpikir cepat, lalu melirik Ibu Rosalina.


"Kenapa kau tidak mengambil alih hak asuh anak remaja itu, aku yakin dengan cara itu Darrel dan gadis kecil itu akan mudah akrab." kata Mom Dena memberikan usul nya.


"Kau benar, aku akan mengajak siapa nama gadis itu, (berpikir sebentar) ahk iya nama nya Tara, aku akan mengajak Tara pulang ke rumah kita." ucap Ibu Rosalina bersemangat.


_________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2