Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Kondisi Fallen.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sebelum nya..


Bastian yang ingin yang baru parkir di sebuah restoran mewah menyerhitkan kening nya melihat dompet Fallen yang ada di mobil nya.


Karena takut Fallen tidak bisa makan siang Bastian pun memilih balik arah kembali ke kantor tempat bekerja Fallen.


Di perjalanan entah kenapa Bastian merasakan rasa khawatir yang berlebihan, tak hanya itu saja Bastian juga tiba-tiba ingin menangis tanpa sebab, membuat nya menghentikan mobilnya sebentar di pinggir jalan.


"Ada apa dengan ku, kenapa aku merasakan rasa sakit di dada ku, ini benar-benar tidak masuk akal." gumam Bastian.


Bastian pikir jika dia kembali menjalankan mobilnya lagi perasaan nya akan baik-baik saja, tapi nyatanya Bastian salah dia malah semakin merasakan rasa cemas berlebihan.


"Aku harap ini hanya perasaan ku saja, aku tau Fallen pasti akan menjaga ketiga bayi ku dengan aman." gumam Bastian.


Tapi kata-kata itu harus dia telan lagi karena sesampainya di kantor milik Daddy nya Bastian melihat sosok yang sangat tidak asing, yaitu Fallen sedang menahan sakit dengan langkah nya yang sempoyongan.


"Fallen." teriak Bastian berlari ke arah Fallen dan langsung memangku Fallen.


Next..


Sepanjang perjalanan Fallen dan Bastian saling bergenggaman tangan.


keduanya saling diam di dalam situasi yang sangat darurat ini.


"Maaf, Bas aku__" ucap Fallen terhenti karena Bastian menyela ucapan nya.


"Ini bukan salah kamu Fall, ini semua adalah salah aku yang bodoh dan membuat mu seperti ini." kata Bastian sambil menangis.


Keduanya saling terisak dengan air mata penyesalan, Bastian yang merasa gagal karena memang semua letak kesalahan ada pada nya, sedang kan Fallen dan ketiga anak-anak nya hanyalah korban keegoisan nya.


Andai dia tidak terobsesi untuk penasaran akan kedatangan mantan nya, andai dia tidak membawa masalah di rumah tangga nya.


Mungkin kini dia dan Fallen akan hidup bahagia menanti ketiga anak kembar.

__ADS_1


Tapi nasi sudah menjadi bubur, Fallen dan dirinya sudah selesai dengan meninggalkan ketiga buah hati yang masih menunggu hari lahir nya.


"Temani aku Bas." ucap Fallen.


Bastian mengeratkan pegangan tangan nya.


"Aku akan menemani mu, kamu dan anak-anak kita pasti kuat, aku tau itu." kata Bastian lagi.


Butuh waktu beberapa menit untuk sampai di rumah sakit.


Fallen di pindahkan ke brankar darurat, tapi saat akan di bawa ke UGD pihak rumah sakit malah membuat Bastian kesal.


Bagaimana tidak Fallen sedang membutuhkan bantuan, tapi pihak medis malah menyuruh nya untuk ke bagian administrasi dulu.


Dia tau itu adalah peraturan penting, tapi yang di sayangkan adalah kenapa pihak rumah sakit tidak langsung mengambil tindakan saat melihat pasien yang butuh bantuan, dan malah menuntut untuk menyelesaikan administrasi nya dulu.


"Bas, tenanglah aku mohon jangan marah, selesaikan dulu administrasi nya, aku menunggu mu cepatlah." ucap Fallen memegang tangan Bastian.


Bastian menatap Fallen yang menahan sakit, hatinya sakit saat melihat Fallen yang kesakitan seperti itu.


Perlahan ego Bastian meluluh dan langsung berlari ke bagian resepsionis untuk mengurus administrasi nya.


Tapi saat ke lorong bagian UGD Fallen sudah terlanjur masuk ke dalam ruangan UGD, membuat Bastian hanya bisa berdiri di depan ruangan UGD sambil mendoakan keselamatan Fallen dan ketiga anaknya.


"Aku tidak pernah merasakan sesedih ini, tapi tidak untuk kali ini, Ya Tuhan aku mohon berilah keselamatan untuk Fallen dan ketiga janin yang ada di dalam kandungan nya, aku mohon selamat kan anak-anak ku." ucap Bastian.


Di dalam ruangan UGD nampak Fallen yang menahan untuk tidak menangis, rasa nya sangat sakit di bagian perut nya tapi Fallen kembali menegaskan jika dirinya bukan wanita lemah, dia wanita kuat dan begitupun dengan anak-anak nya.


"Mimi sayang kalian, jangan tinggalkan Mimi." dan setelah mengatakan itu Fallen langsung menutup matanya karena obat bius yang di suntikan di tangan nya mulai beraksi.


Sedangkan di tempat lain Tia masih syok dengan apa yang terjadi pada Fallen tadi, dia tidak menyangka jika Fallen akan mengalami pendarahan karena ulah nya.


Tapi meski demikian tidak ada penyesalan di wajah Tia, dia tidak perduli dengan kondisi Fallen yang mungkin saja sedang sekarat di rumah sakit, Tia senang karena dendam nya bisa terbalaskan meskipun dia tau setelah ini Tia yakin dia akan mendapatkan sebuah masalah besar.


"Persetan dengan Fallen, aku tidak perduli meski dia mati sekalipun, yang penting aku sudah balas dendam." ucap Tia sambil mendudukkan bokong nya di kursi kerja nya.


Tiba-tiba ponsel Tia berdering, membuat Tia langsung mengangkat nya.

__ADS_1


"Hallo."


"Tia, tuan Darrel menyuruh mu untuk ke ruangan nya."


Tia mematikan ponselnya, sial dia yakin Bos nya itu akan memecat nya, bahkan mungkin tak akan segan-segan memasukkan nya ke polisi.


"Aku harus kabur, aku tidak mau menghabiskan masa muda ku di penjara." gumam Tia langsung beranjak bergegas untuk melarikan diri sebelum dirinya benar-benar ke tangkap polisi.


Darrel yang baru mengetahui Fallen mengalami pendarahan karena di dorong oleh Tia sangat murka, dia bukan hanya akan memecat Tia tapi Darrel juga yang akan mengirim Tia ke kantor polisi sendiri.


"Aku memang tidak menyukai Bastian tapi tidak dengan anak-anak nya, bagaimana pun anak yang ada di kandung Fallen adalah cucu Daddy yang berarti keponakan ku." gumam Darrel.


Lama Darrel menunggu tapi belum juga ada tanda-tanda kedatangan Tia, membuat Darrel memilih untuk keluar dari ruangan nya untuk mencari Tia.


"Mana Tia, kenapa dia belum ke ruangan ku!" tanya Darrel pada salah satu karyawan.


"Tia sudah pulang Tuan, tadi saya melihat Tia mengendap-endap keluar dari kantor." jelas karyawan itu.


Darrel mengeretakan gigi nya kesal, dia menatap horor semua karyawan yang kini menunduk takut itu.


"Apa di kantor ini kalian bekerja hanya untuk menonton seseorang yang di tindas? hah!" teriak Darrel marah.


Tidak ada yang menjawab, hening dan sepi seperti tidak ada satu pun manusia.


membuat Darrel semakin kesal.


"Apa kalian tau wanita yang kalian gosipkan hamil di luar nikah atau simpanan Om-om itu adalah menantu dari pemilik perusahaan tempat kalian bekerja, Fallentina adalah istri dari Bastian Cashel Chris, anak pertama dari pernikahan pemilik perusahaan ini bersama istri pertama nya."


"Dan kalian telah melakukan kesalahan besar dengan mengabaikan menantu Bos kalian yang sedang merintih sakit meminta pertolongan, jadi untuk kalian yang merasa telah mem-vidio dan menonton kejadian tadi sebaiknya kalian cepat angkat kaki dari perusahaan ku, karena di perusahaan ini tidak membutuhkan manusia yang tidak memiliki hati seperti kalian!" tegas Darrel.


Tanpa melihat wajah karyawan di defisi yang bersama dengan Fallen yang memperlihatkan wajah kaget nya, Darrel langsung tancap gas pergi menuju rumah sakit, dia bukan hanya bersalah akan kejadian yang menimpa Fallen tapi Darrel juga mungkin saja sudah membuat bendera kebencian di antara dirinya dan Bastian.


"Aku akan menangkap nya, tapi sebelum itu aku memastikan jika Fallen dan keponakan ku selamat."


_______


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2