
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di perjalanan pulang Tara yang semula menolak pulang bersama Darrel akhirnya memilih pulang bersama karena ancaman itu.
apalagi kalau bukan ciuman gila itu.
Dan melihat wajah Tara yang kesal bibir Darrel tidak tahan untuk bertanya.
"Ada apa? apa kau marah pada ku?." tanya Darrel.
Tara tidak menjawab nya, dia malas untuk berdebat jadi Tara memilih memejamkan matanya.
Melihat Tara yang pura-pura tertidur membuat Darrel kesal dan langsung membanting setir sehingga mobil harus berhenti mendadak.
Dan hal itu juga yang membuat Tara langsung membulatkan matanya dan melirik tajam para Darrel.
"Apa kakak sudah gila Hah! kalau mau mati sendiri saja, jangan ajak aku!" teriak Tara sambil memperlihatkan ekspresi kesal nya.
"Siapa juga yang ingin mati." sahut Darrel ketus.
"Dasar gila!" kesal Tara lalu memukul keras lengan Darrel.
Tapi tiba-tiba tangan Darrel menahan tangan nya, dan menarik Tara untuk lebih mendekatkan wajahnya nya.
"Kamu marah pada ku?." tanya Darrel.
"Tentu saja, sikap mu yang gila itu bisa membuat ku mati konyol." sinis Tara, lalu memalingkan wajahnya.
Melihat bibir Darrel lama-lama membuat Tara jadi menggila, bisa-bisa nya gadis 16 tahun seperti nya sudah tau rasa nya berciuman dengan pria dewasa, dia benar-benar sudah gila.
"Kenapa? apa kau takut aku melakukan itu lagi?." tanya Darrel sambil mengulum senyum nya saat melihat Tara yang mencoba menghindari kontak tatap mata bersama nya.
"Berhenti membuat aku gila dengan tingkah mu kak, aku anak kecil tidak seharusnya kamu mengajarkan hal gila ini." teriak Tara sambil meninju dada Darrel.
Awww !!
"Kamu!" Darrel melepaskan tubuh Tara, membuat Tara langsung duduk di jok nya lagi, dan mengusap dada nya..
"Benar kata kak Fallen, berontak bisa membuat aman." batin Tara.
__ADS_1
"Aku mau pulang." kata Tara enggan melirik Darrel.
Darrel menghela nafasnya panjang, lalu kembali mengendarai mobilnya dengan perasaan campur aduk nya.
dia bingung kenapa dirinya selalu lepas kendali saat bersama Tara.
Dan bukan hanya itu saja, bahkan saat Tara sedang bersama pemuda lain pun Darrel selalu merasakan marah yang tidak jelas.
dan perasaan itu cukup menganggu nya.
"Dasar pria gila, kak Hana benar kalau dia itu memang orang yang nyebelin." gerutu Tara sambil pura-pura memejamkan matanya.
Sesampainya di halaman rumah nya Darrel yang melihat Tara tertidur langsung sigap memangku tubuh Tara.
membuat Tara yang pura-pura tidur melotot, tapi dia tidak punya pilihan lain selain diam dan para-pura tidur lagi.
Tara malas berdebat lagi, dan bersikap biasa-biasa di depan ibu Rosalina, entah keberanian apa yang Tara miliki tapi Tara berjanji setelah mendapatkan nilai yang cukup memuaskan dia akan membongkar semua nya, termasuk sikap Darrel yang mesum itu.
"Tara tidur?." tanya Ibu Rosalina.
"Iya." sahut Darrel sambil terus melangkah.
Darrel melangkahkan kakinya ke arah kamar Tara, dan sesampai nya di kamar ia langsung merebahkan tubuh Tara di tempat tidur.
Dan setelah mengatakan itu Darrel langsung menarik selimut untuk Tara, lalu mengusap kepala Tara dengan lembut, membuat Tara yang semula akan memberikan tendangan nya langsung terdiam.
"Apa kau tau artinya jatuh cinta?." pertanyaan itu keluar dari bibir Darrel.
Membuat gadis yang pura-pura tertidur itu menggelengkan kepalanya, dan hal itu tentu membuat Darrel kaget karena setau nya Tara tertidur, tapi sekarang apa? Tara malah seperti orang yang sedang merespon pertanyaan nya.
Darrel duduk di sebelah ranjang Tara, membuat Tara bingung kenapa pria itu tidak kunjung keluar dari kamar nya.
"Sial, kenapa dia belum keluar dari kamar ku." batin Tara.
"Dia pikir aku bodoh apa sampai tidak tau jika dia sedang pura-pura tidur." batin Darrel ingin tau sejauh mana Tara bisa berpura-pura tidur.
Beberapa menit berlalu, Tara benar-benar tidak tahan untuk pura-pura tidur, ingin rasanya dia berdiri dan menendang keluar Darrel dari kamar nya.
Tapi saat mengintip jam Tara memilih untuk tidak berpura-pura lagi, dan mencoba memejamkan matanya.
"Apa dia benar tidur?." gumam Darrel langsung melirik Tara.
__ADS_1
Dan terlihat lah wajah Tara yang tertidur nyaman, membuat tangan nya terangkat untuk kembali mengusap kepala Tara.
rasanya sangat damai, dan juga ia bisa merasakan rasa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
"Pakai ikat rambut itu besok, kamu akan terlihat cantik." ucap nya lalu beranjak berdiri dan berjalan mendekati pintu.
Ceklek..
Baa!!
Ibu Rosalina dan Mom Dena membuat Darrel kaget karena tiba-tiba ada di balik pintu.
"Kalian membuat aku terkejut." kesal Darrel masih kaget.
"Kamu apain Tara, kenapa kalian berdua lama di dalam kamar?." cecar Mom Dena bertanya.
"Jangan bilang kamu habis__" ucap Ibu Rosalina tidak melanjutkan ucapan nya dan malah menutup bibirnya.
Dan hal yang sama pun di lakukan Mom Dena yang juga ikut-ikutan menutup bibirnya dengan tangan nya.
"Cepat jawab, apa yang kalian lakukan?." tanya dua ibu peri itu bersamaan.
Darrel menghela nafasnya panjang lalu..
"Aku hanya memastikan dia tidur nyaman, hanya itu." sahutnya santai lalu berjalan meninggalkan dua ibu nya.
Mom Dena dan Ibu Rosalina saling melirik lalu menggeleng kan kepalanya bersamaan.
"Apa putra mu benar-benar tidak memiliki naf*u bercinta?." tanya Mom Dena.
"Entahlah, tapi aku rasa dia bodoh dalam hal itu." sahut Ibu Rosalina dengan wajah lelah nya.
Sejauh ini keduanya sudah berusaha mendekatkan Tara dan Darrel dengan berbagai macam cara, termasuk mendatangkan seorang pemuda muda yang menyukai Tara.
Tapi semuanya seperti nya sia-sia karena baik Tara dan Darrel masih sama-sama polos dalam hal cinta.
"Cara terakhir." ucap keduanya bersamaan.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️