
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kini setelah adegan berciuman nya kepergok Mami Anita Juan dan Jenn mendapatkan sidang di pagi harinya.
tatapan Mami Anita nampak tajam, seolah sedang berhadapan dengan penjahat.
Begitu juga dengan ekspresi Jenn yang takalah tegang nya, baru saja jadi calon mantu dia sudah ketahuan berciuman, hancur sudah harga diri nya di hadapan calon mertuanya.
Sedangkan untuk Juan nampak cengengesan tidak jelas, entah apa yang ada di dalam pikiran pria itu yang jelas raut wajahnya nampak acuh dan seolah santai saja menanggapi sidang Mami Anita.
"Kalian tidak boleh seperti ini." Mami Anita melirik calon mantu dan putra nya.
"Maaf Mami, tadi itu__" ucap Jenn terhenti.
"Kita sudah besar Mami, lagian kita mau nikah kok, iya kan sayang." Juan menimpali.
"Mami tau kalian akan menikah, tapi tetap saja Mami tidak di mau melihat kamu bersikap seperti itu pada wanita Juan, tidak sopan Mami tidak pernah ya ngajarin anak Mami buat bersikap nggak sopan kaya gitu sama wanita." suara Mami Anita nampak terdengar serius.
Jlebb..
Jenn semakin di buat malu, karena kenyataannya dia dan Juan sama-sama saling senang, dan juga menikmati ciuman nya.
Tapi dari penjelasan Mami Anita seolah-olah jika Jenn adalah wanita baik-baik yang bisa menjaga jarak dengan pria, Jenn jadi malu sendiri mendengar nya.
"Juan kamu paham maksud Mami!" Mami Anita menatap tajam putranya.
"Iya paham Mami, maaf Mami." kata Juan sambil tersenyum.
Huh..
Mami Anita menghembuskan nafasnya kasar, dia memang masih menganggap Juan seperti anak kecil, bukan karena apa tapi karena hanya Juan lah satu-satunya putra nya, dan jika Juan di luar jangkauan nya sudah di pastikan Mami Anita akan semakin kesepian.
"Mami nggak mau tau kalian harus cepet nikah, Mami nggak ingin anak manis Mami nakal, dan Mami juga nggak mau lihat adegan ciuman lagi, nggak baik itu." kata Mami Anita, lalu beranjak berdiri.
Sebelum pergi Mami Anita melihat Jenn yang nampak masih malu, takut membuat menantu nya menjadi menjauhi nya kerena adegan tadi Mami Anita kembali duduk di dekat Jenn.
"Mami juga dulu pernah muda, dan Mami paham kalau cwe itu nggak agresif, pasti cwo nya yang agresif, jadi untuk yang tadi jangan malu sama Mami ya, karena itu bukan salah kamu, salah anak Mami yang nakal ini." kata Mami Anita sambil tersenyum, tapi menatap tajam saat Juan melirik nya.
"Nasib anak tiri emang gini." Juan mulai dramatis.
__ADS_1
Jenn melirik calon mertuanya, rasanya malu saat melihat pandangan yang penuh perhatian itu, merasa gagal menjadi calon menantu yang manis dan baik seperti yang Mami Anita ucapkan saat bersama nya.
"Maaf Mami." hanya kata itu yang keluar dari bibir Jenn.
"Tidak apa, kalian bisa melakukan hal lebih tapi nanti setelah menikah, oke." Mami Anita memeluk Jenn.
Jenn juga membalas pelukan itu, keduanya berpelukan cukup lama sampai akhirnya suara cacing di perut Juan terdengar.
"Makan yuk, laper aku." Juan bangkit dari tempat duduknya.
"Kamu puasa pagi ini." kata Mami Anita.
"Enak aja, emang nya aku anak tiri di larang makan segala." Juan acuh, dia malah berlari cepat ke arah dapur.
Mami Anita dan Jenn saling pandang, lalu tersenyum.
"Juan memang menyebalkan, dan terlihat kekanakan, tapi hanya orang yang dia anggap spesial lah yang bisa melihat sikap nya yang seperti itu." jelas Mami Anita.
Jenn mengangguk paham, senang rasanya dia menjadi salah satu orang spesial untuk pria pemilik hati nya itu.
"Aku suka Juan yang apa adanya." balas Jenn sambil tersenyum.
"Mami tau, maka dari itu setelah menikah nanti Mami akan titipkan Juan sama kamu Jenn sayang." ucap Mami Anita sambil beranjak berdiri.
"Jenn ayo, kita harus cepat makan agar tidak kehabisan." suara Mami Anita membuat lamunan Jenn buyar.
"Iya.." Jenn berdiri dan langsung berjalan mengikuti langkah mertuanya.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di sekolahan Tara yang baru masuk kelas itu langsung di sambut ceria oleh ke empat pemuda berseragam SMA yang sama dengan nya.
"Leddy kenapa?" tanya Toni yang aneh melihat wajah di tekuk Tara.
Tara melirik ke empat pemuda di depan nya, lalu menghembuskan nafas nya dengan kasar.
"Suamiku ke luar kota." balas Tara dengan wajah kesalnya.
"Jadi ceritanya kamu ngambek nih?" timpal Hadian.
Dan Tara mengangguk kecil.
"Nyebelin kan." lanjut Tara mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Alex dan yang lain nya mangut-mangut mendengar penjelasan Tara, mereka tau bertapa posesif nya Tara pada suaminya itu.
Semenjak menikah Tara memang selalu terlihat bahagia dan lebih ceria, mungkin hanya hari ini saja mereka berempat melihat sang Leddy Queen nya terlihat kesal dan sedih itu.
"Berapa lama sih bang Darrel pergi nya?" tanya Hadian kepo tingkat dewa.
"Nggak lama sih cuman tiga hari, tapi tetap saja aku kesal tiga hari itu lama banget bagi pasangan pengantin baru." balas Tara sambil mengerucutkan bibirnya lagi.
"Apalagi gimana kalau kak Darrel ketemu cwe cantik, kan nasib aku yang baru di nikahin jadi terguncang." lanjut Tara kali ini wajahnya nampak ketakutan.
Tara suka menonton film-film yang dimana suaminya pergi ke luar kota dan bertemu wanita seksi, dan Tara tidak bisa membayangkan jika suaminya di rebut wanita lain.
"Hus, jangan ngomong gitu, tapi kalau itu benar kita akan pasang badan tenang saja Tar kamu nggak akan sendirian." Alex yang dari tadi diam mengeluarkan suara nya.
Dani, Hadian dan Toni mengangguki ucapan Alex.
"Bukan hanya pasang badan Tar, kita juga akan jadi uncle terbaik buta calon anak kamu nanti, hihi ya syukur-syukur jadi calon mantu." timpal Hadian sambil cengengesan.
Membuat Tara melirik tajam pada Hadian.
"Enak aja, kamu udah tua kalau nunggu anak ku lahir, nanti yang ada anak ku jadi janda muda kalau nikah sama aki-aki." balas Tara menolak ucapan Hadian yang terus menginginkan menjadi mantu nya.
"Sabar bro, kalau mau jadi mantu orang kaya harus kaya aku dong, lihat dompet penuh muka lumayan nggak jelek-jelek amat lah, dan yang paling penting aku tuh abis lulus nanti bisa kerja sama perusahaan Bang Bastian, kan kita udah punya jembatan buat kerja di perusahaan gede." ucap Toni dengan wajah santai nya.
Membuat Alex, Tara, Dani dan Hadian melirik ke arah nya.
"Tumben kamu Ton nggak mau jadi mantu bang Bastian." tanya Tara aneh.
Pasalnya Toni selalu mengaku ingin menikahi Syakira keponakan montok nya.
Toni yang mendengar pertanyaan Tara itu tersenyum, lalu..
"Sadar diri, nggak apa nggak dapat Syakira yang montok ya aku dapat kakak kembaran nya, Syakila kan nggak kalah montok." balas Toni sambil cengengesan.
Membuat Tara dan yang lain nya kompak memberikan pukulan di tangan Toni.
"Makin nggak sadar diri nih anak." kata Alex.
"Iya, udah tau udah tua nggak nyadar." timpal Tara.
__________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗