
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di meja makan Fallen mengambilkan nasi untuk suami nya, sedangkan yang lain nya mengambil makanan nya sendiri.
begitupun dengan Juan yang langsung mengambil makanan favorit nya.
"Woah orek tempe buatan kamu pasti yang terenak Fall." kata Juan sambil memasukkan suapan pertama ke mulutnya.
"Gimana?." tanya Fallen.
Juan langsung mengacungkan jempol nya, bahkan tak tanggung-tanggung dia memberikan kedua jempol nya ke atas, kalau bisa dia mungkin akan memberikan empat jempol nya jika itu masih di anggap sopan, mengangkat kaki ke atas.
Seperti biasnya makanan hasil buatan tangan Fallen selalu yang terenak.
apalagi kalau soal memasak orek tempe, Fallen selalu juara nya menurut Juan.
"Bukan main enak nya." lanjut Juan sambil tersenyum.
Fallen terkekeh pelan mendengar pujian dari teman nya, membuat Bastian yang sedang makan steak itu mulai sebal.
terakhir kali nya dia mencoba makanan itu mungkin saat pertama kali dia melihat Juan di rumah nya.
"Sayang aku juga mau." Bastian mengangkat piring nya.
"Nih buat suami aku." Fallen memberikan orek tempe secukupnya di piring milik sang suami.
Bastian memakan nya, dan ya apa yang Juan katakan memang tidak bohong.
masakan istrinya memang sangat enak, apapun masakan nya asalkan Fallen yang memasak nya pasti berubah menjadi hidangan yang lezat dan juga mewah.
Juan melirik Jenn yang duduk di dekat nya, lalu tanpa ragu dia memberikan tempe kesukaan nya untuk di cicipi Jenn.
"Cobain, kamu pasti suka." kata Juan sambil tersenyum.
"Terimakasih tuan." ucap Jenn pelan.
"Jangan panggil tuan, di sini yang CEO cuman mereka berdua, kalau aku hanya orang biasa jadi panggil aku Juan aja." kata Juan kembali menebar senyuman nya.
"Iya bener tuh, panggilnya Juandaaaaa aja, Jenn." Fallen ikut menimpalinya.
Membuat Juan melirik tajam ke arah teman nya, sudah tau teman sedang pdkt an ehkk Fallen malah menurunkan image nya.
"Jangan di dengerin, dia emang gitu ngak bisa liat teman senang." kata Juan lagi, "Ayo makan lagi Jenn." lanjut nya.
"Baik, Juanda." cicit Jenn pelan.
Dan itu terdengar jelas di telinga Fallen, membuat Fallen terkekeh pelan dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Juan yang kesal.
"Haha, bagus Juan sudah masuk satu langkah lebih dekat." batin Fallen tersenyum senang.
Lain hal nya dengan Fallen yang senang Bastian malah terlihat kesal, bagaimana tidak Lian yang ingin dia keluarkan dari Jona duda karatan nya itu malah terlihat santai makan tanpa enggan ikut serta kedalam drama di meja makan itu.
"Kak, aku ngak mau makan ahk." Tara yang juga duduk di meja makan yang sama itu langsung beranjak berdiri.
Membuat sosok pria bucin itu langsung ikut berdiri, siapa lagi kalau bukan Darrel si calon pengantin.
"kemana?." tanya Darrel.
Tara melihat tiga pria yang sedang makan, lalu melirik tiga wanita yang sangat di hormati itu (Fallen, Mom Dena, ibu Rosalina).
"Makan bakso yuk." ajak Tara.
"Baiklah, apapun untuk mu." balas Darrel sambil tersenyum.
__ADS_1
Membuat Bastian ingin mual saat melihat berapa bucin nya Darrel.
lain hal nya dengan Jenn yang nampak seperti menghindari kontak mata dengan seseorang.
"Ada apa." bisik Juan.
Jenn melirik Juan lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada, aku hanya lapar." sahut Jenn asal.
"Astaga, badan kecil ternyata makan mu banyak ya." Juan berkata dengan keras, membuat Jenn kaget.
"Ini, makan lah." lanjut Juan lagi yang semakin membuat Jenn kaget, bagaimana tidak Juan malah memberikan nasi lagi ke piring nya.
Ingin rasanya Jenn mengatakan jika dia sudah kenyang, tapi nasi nya sudah di piring nya, membuat Jenn mau tak mau harus kembali makan lagi.
Tara berjalan pergi bersama Darrel keluar dari area orang dewasa itu, meninggalkan Mom Dena dan ibu Rosalina yang saling bertukar pandangan.
"Lian." panggil Mom Dena.
Uhukk..
Uhukk..
Bastian terbatuk-batuk mendengar panggilan lembut itu.
Mom Dena benar-benar sudah memulai nya, ke anak sendiri selalu memanggil bule tua, atau bule kampret, tapi ke orang lain, apa-apaan Mom nya malah memanggil nama Lian dengan selembut itu.
"Iya, Mom." sahut Lian.
"Bagaimana perusahaan mu?." tanya Mom Dena basa basi.
"Tentu saja baik-baik saja, memang nya apa yang Mom harapkan." bukan Lian melainkan Bastian yang menyahut cepat.
Membuat Mom Dena melirik sinis putra nya.
"Dasar nenek-nenek nggak inget umur." kesal Bastian melihat tingkah Mom Dena.
"Lian." panggil Fallen.
Membuat Lian mengalihkan pandangannya ke arah istri sahabatnya.
"Apa Willy menyukai buah?." tanya Fallen.
Lian mengangguk.
"Dia anak yang pintar, dan suka makan apapun termasuk buah." jelas Lian.
Fallen mengangguk mendengar nya.
"Baiklah kalau begitu aku akan memberikan nya buah untuk makan siang nya." kata Fallen lalu melirik Bastian.
"Jangan buat Mom marah, biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan." bisik Fallen lalu beranjak pergi dari area meja makan.
Meninggalkan Jenn yang kaku dan bingung harus melakukan apa karena saat ini nasi di piringnya masih banyak.
"Nona, anda benar-benar menyebalkan membiarkan aku masuk kedalam situasi aneh ini." batin Jenn.
Satu persatu dari mereka mulai berdiri karena merasa perutnya sudah kenyang.
"Lian ikutlah dengan ku, ada obrolan penting yang harus kita bicarakan." kata Bastian.
Lian melirik Jenn dan Juan yang masih makan itu, lalu melirik Mom Dena.
"Aku akan menemui Bastian dulu, Mom ingin tau tentang Paman kan." kata Lian membuat Mom Dena mengangguk dengan berseri-seri.
__ADS_1
"Iya, Mom ingin tau kabar paman mu." kata Mom Dena sambil tersenyum malu-malu.
Setelah kepergian Lian Mom Dena yang sedang berdiri itu melirik sepasang couple J yang sedang makan.
"Kalian makan saja, kalau boleh kasih saran sebenarnya kalian itu cocok kenapa tidak di resmikan saja." celetuk Mom Dena.
Uhukk..
Uhukk..
Jenn terbatuk-batuk mendengar nya.
Jenn kaget, dan lain nya dengan Juan yang malah tersenyum.
"Mom benar, aku juga masih jomblo kok." Juan malah menanggapinya dengan santai.
"Jomblo sama jomblo, cocok tuh." kata ibu Rosalina yang tiba-tiba datang.
Jenn menunduk saat melihat wanita yang dulunya menjadi nyonya besar saat dia bekerja di perusahaan Darrel.
"Nyonya.." Jenn merasa malu.
"Jangan sungkan Jenn, dulu kamu memang asisten anak ku, tapi sekarang kamu kan sudah menjadi bagian dari hidup menantu ku, jadi panggil aku Ibu saja, sama seperti yang lain nya." kata Ibu Rosalina, lalu pergi dengan Mom Dena.
Jenn kembali meneruskan acara makan nya, membuat Juan yang sudah selesai makan itu langsung melirik Jenn.
"Setelah selesai makan minta nomer ponsel mu ya." kata Juan santai.
"Ahk satu lagi, nanti kita pulang bersama, aku rasa nama awalan kita itu takdir." lanjut Juan lagi.
Jenn masih belum menyahuti ucapan Juan, dia masih fokus pada makanannya.
sampai akhirnya makanannya habis dan Jenn yang akan mengambil minum tiba-tiba di kagetkan dengan Juan yang memberikan segelas minum pada nya.
"Minumlah." kata Juan sambil tersenyum.
Ragu-ragu Jenn menerima nya.
"Terimakasih, tuan."
"Panggil aku Juan."
"Oke, Juandaaa."
Heh!
Jenny
Juan (Kesayangan Author)
Lian (Duda keren beranak satu)
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Siapa yang salah nebak orang yang di sukai Mom Dena kaya Bastian?
ayo ngaku🤣
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️