
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Acara akad nikah yang di tunggu-tunggu oleh Bastian dan Mom nya itu berlangsung lancar meski di lakukan dengan cara sederhana.
Fallen kini sudah sah kembali menjadi istri dari seorang Bastian.
Kata SAH membuat keduanya kembali bisa menata masa depan bersama, meski dalam diri nya Fallen masih memiliki ketakutan untuk sesuatu yang belum terjadi, tapi Fallen yakin pilihan yang sudah ia ambil adalah pilihan yang terbaik.
Dengan kembali menerima Bastian dia bisa membuat anak-anak nya terbebas dari perceraian, dan begitupun dengan Bastian dengan dirinya kembali bersama Fallen itu tandanya anak-anak nya tidak akan kehilangan sosok seorang Daddy seperti diri nya saat kecil.
"Aku mau tidur ya, ngantuk banget." kata Fallen pamit.
Perutnya sudah terisi penuh karena tadi Fallen makan banyak, acara nikahan nya memang sederhana tapi makanan nya jelas tidak sederhana karena Mom Dena memesan makanan dari restoran bintang lima.
"Aku ikut." Bastian ikut berdiri.
Membuat Mom Dena memutar bola matanya jengah, dan langsung memiliki ide berlian untuk membuat anak nya kesal.
"Hey Bas mau kemana!" tanya Mom Dena saat melihat Bastian yang ikut masuk kamar saat Fallen masuk kamar.
Bastian menghentikan langkah nya lalu menatap Mom Dena dengan malas, dan berpura-pura menguap lebar agar Mom Dena tidak mengganggu nya.
"Jangan berpura-pura mengantuk, Mom tau pikiran mesum mu." kata Mom Dena lagi sambil mencubit lengan Bastian.
Membuat Bastian meringis pelan.
"Berhenti bertanya jika Mom sudah tau." kata Bastian yang langsung ingin masuk tapi tangan nya di tarik tangan nya oleh Mom Dena.
"Apalagi Mom." Bastian menatap Mom Dena dengan wajah kesalnya, melupakan siapa yang berjasa dalam pendekatan nya dengan Mimi si kembar.
"Bagaimana mana dengan Mom?, jika kau tidur di kamar lalu Mom tidur dimana?." Mom Dena memperlihatkan wajah sedih nya.
Bastian menghela nafasnya panjang, lalu merogoh kantong saku celananya mengambil ponselnya.
"Hallo! Anton cepat kau bawa Mom dari rumah ku dan antarkan Mom ke Apartemen ku." kata Bastian lalu menutup panggilan nya.
Mom Dena menggelengkan kepalanya lalu mencubit gemas pinggang Bastian.
secara tidak langsung Bastian telah mengusirnya, seolah dia adalah pengganggu.
__ADS_1
Benar-benar anak laknut si Babas!
"Tega kau Bas, Mom di usir." kesal Mom Dena.
"Sudahlah Mom jangan drama, ini sudah malam jangan ganggu malam pengantin ku, Mom tau aku akan menjenguk anak-anak sebentar lagi, dan Mom menganggu acara ku." kata Bastian lagi.
"Jadi kau merasa Mom adalah pengganggu? begitu." Tanya Mom Dena dan mendapatkan anggukan kecil dari Bastian.
"Anak tidak tau diri, dasar!" kesal Mom Dena sambil memberikan jeweran di telinga Bastian dengan gemas.
Bastian hanya pasrah mendapatkan jeweran di telinga nya, dan setelah Mom Dena melepaskan jeweran nya baru Bastian bisa mengeluarkan suara nya.
"Makanya cari suami, jomblowati ya gini nih sukanya ganggu." gumam Bastian.
"Jika Mom mau Mom bisa menikah lagi, tapi belum ada yang pas dengan kriteria Mom tau." sungut Mom Dena kesal.
"Bukan nya Mom sedang dekat dengan aki-aki itu?." tanya Bastian membuat Mom Dena terdiam dan teringat akan sosok pria tua yang membantu nya saat keseleo di Mall.
Melihat Mom Dena terdiam membuat Bastian tersenyum lalu mencium pipi Mom nya.
"Aku hanya bercanda, maaf Mom. terimakasih untuk hari ini, I love you Mom." ucap Bastian sambil memeluk Mom Dena.
Mom Dena tersenyum lalu membalas pelukan dari sang putra, tapi sedetik kemudian dia menutup hidung nya karena mencium aroma bau yang tidak di sukai nya.
Dan ya Bastian yang malas menjawab nya karena tau akan sampai kemana arah pembicaraan nya memilih untuk tidak mengatakan apapun selain.
"Selamat malam Mom, semoga mimpi indah." dan setelah mengatakan itu Bastian langsung mengunci pintu kamar nya.
Mom Dena menghela nafas nya panjang, kamar di rumah Fallen hanya ada satu, jika ada banyak sudah pasti dia akan bisa mendengar apa yang akan di lakukan putra nya di malam nanti, apa mendapatkan jatah atau tidak.
"Nyonya." panggil Anton.
Membuat Mom Dena kaget dan memegangi dada nya.
"Kau membuat aku terkejut saja Anton, dasar pria tua." kesal Mom Dena menatap tajam Anton.
"Tapi nyonya, anda juga sudah tua." ucap Anton yang seketika langsung mendapatkan tatapan tajam dari Mom Dena.
"Kau lebih tua lihat saja uban mu banyak." kata Mom Dena tak mau kalah.
Anton terdiam lalu..
__ADS_1
"Tapi nyonya rambut anda juga semula putih, dan anda mewarnai nya." sahut Anton seperti tidak mau kalah.
Dan pada akhir nya Mom Dena memilih pulang ke Apartemen Bastian dengan di antar oleh Anton, tentunya di sepanjang perjalanan nya keduanya terus saling menuduh tentang siapa yang paling tua dia antara keduanya, yang nyatanya baik Anton atau pun Mom Dena keduanya sama-sama tua.
Sedangkan di kamar nya Bastian hanya bisa menghela nafasnya panjang karena Fallen malah tidur duluan, tentunya tanpa sempat melakukan aktivitas panas malam pertama nya.
Ya meski bukan malam pertama keduanya tapi ini adalah malam pertama untuk Bastian dan Fallen selama menikah, karena sejak awal menikah keduanya memang tidak pernah melakukan malam pertama.
"Tidak apa twins, besok Pipi akan menjenguk kalian, oke." kata Bastian sambil mengusap perut buncitnya Fallen.
Bastian merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dan setelah itu memeluk tubuh Fallen dengan senang.
Setidaknya meski tidak bisa melakukan hal lebih tapi dia masih bisa memeluk Fallen.
"Mimpi yang indah istri ku, ibu anak-anak ku." kata Bastian sambil mengecup singkat bibir Bastian.
Dan setelah itu Bastian memejamkan matanya, tapi baru beberapa detik Bastian menutup mata nya dia malah harus terbangun karena mendapatkan sebuah tendangan dari Fallen.
Bugkk !!
Akhirnya setelah mendapat kan dua tendangan Bastian pun terjatuh ke lantai.
satu hal yang dia lupakan jika Fallen memang wanita yang sangat aneh saat sedang tidur.
"Aku lupa jika Fallen memang tidur seperti orang kesurupan, astaga pantat ku sakit." gumam Bastian sambil mengusap bokong nya.
Bastian beranjak dari lantai dan duduk di tempat tidur, dia melirik Fallen lalu tersenyum.
ternyata begini rasanya menikah dengan cinta, bahkan saat pasangan melakukan kesalahan dia akan dengan senang hati memaafkan pasangan nya.
Tidak ada alasan untuk Bastian tidak mencintai Fallen, dia akan senang jika Fallen juga merasakan hal yang sama dengan dirinya.
meski Bastian tau kalau Fallen mungkin masih belum mencintai nya sepenuh nya, tapi Bastian akan menunggu cinta Fallen.
Cinta benar-benar merubah segalanya, untuk saat ini Bastian sangat menikmati masa indah nya dengan Fallen, dan dia harap hubungan nya dan Fallen akan tetap abadi sampai maut memisahkan keduanya.
"I love you Fallentina." gumam Bastian lalu memejamkan mata.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️