Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Pendekatan


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Tiga hari berlalu setelah kejadian siang itu Bastian tidak lagi ke rumah Fallen, dan tentu saja hal itu tidak di bawa pusing oleh Fallen karena dia hanya fokus ke pekerjaan nya sendiri.


Seperti sekarang ini Fallen sedang bekerja seperti biasa nya, tentunya dengan Hana yang selalu menjadi rekan kerja paling klop untuk Fallen.


"Bentar lagi pulang, aku mau mampir ke toko kue kesukaan Yura, kamu mau ikut ngak Fall?." tanya Hana yang sedang menata kembali meja nya agar terlihat rapih.


Fallen yang sedang duduk menggelengkan kepalanya.


"Kata nya ngak deh Han, aku juga mau mampir dulu ke mini market sekalian belanja sayuran." sahut Fallen.


Hana menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah kalau gitu berarti kita pulang nya ngak bareng ya Fall, kalau ada apa-apa jangan lupa telpon aku ya." kata Hana lagi dan mendapatkan acungan jempol dari Fallen.


Dan selang beberapa menit para karyawan pun satu persatu keluar dari kantor, jam pulang sudah tiba terlihat dari area parkiran yang penuh dengan karyawan.


"Fall aku duluan ya." ucap Hana.


"Iya, hati-hati." kata Fallen yang masih duduk.


"Kamu juga, inget kalau ada apa-apa telpon aku!" kata Hana lagi, mengingatkan.


"Iya ihk bawel banget bunda." sahut Fallen sambil terkekeh pelan.


Setelah kepergian Hana kini tinggallah Fallen sendirian.


mata Fallen melihat ke sekeliling nya sampai tatapan matanya menangkap sosok yang baru keluar dari lift.


"Kamu belum pulang Fall?." tanya Darrel yang sudah mendekat.


Fallen mengangguk kecil.


"Iya, Tuan." sahut nya tegas.


"Permisi." ucap Fallen lagi sambil melangkahkan kakinya lebar, meninggalkan Darrel yang terdiam menatap punggung wanita hamil yang kini semakin menjauh itu.


"Kesempatan." gumam Darrel sambil tersenyum.


Darrel melangkahkan kaki nya ke area parkiran, tapi sesampainya di area parkiran dia melihat ban mobil nya kempes.


membuat Darrel menggerutu kesal.


"Sial, padahal aku hampir saja bisa pulang berduaan dengan Fallen." kesal Darrel.


Fallen menunggu taksi di pinggir jalan, tapi dua kali dia ingin memberhentikan taksi kedua taksi nya malah berlalu begitu saja, membuat Fallen kesal.


"Taksi sekarang emang cari penumpang nya pilih-pilih, giliran cwe cantik baru aja mau berhenti." gerutu Fallen sambil mengusap keringat nya.


Tiba-tiba ada sebuah mobil yang menepi tepat di samping jalan dimana Fallen berdiri, membuat Fallen bingung.

__ADS_1


Si kutu kupret lagi!


Ya sosok yang sedang mengendarai mobil mewah itu adalah Bastian, Pipi anak-anak nya.


"Ayo, aku sengaja menjemput mu." ucap Bastian dengan senyuman manis nya.


Fallen melirik ke arah lain, berharap ada taksi yang melewat dan bisa di tumpangi nya, tapi nihil Fallen tidak kunjung melihat satu pun taksi.


"Yakin ngak mau?." tanya Bastian.


Membuat Fallen menghela nafasnya panjang, dia gengsi untuk bilang iya, jadi Fallen hanya bisa diam saja.


Bastian keluar dari mobilnya, berjalan mendekati Fallen dan membukakan pintu mobil nya.


"Silahkan masuk tuan putri." ucap nya sambil tersenyum ramah.


Untuk pertama kalinya Bastian menjadi seorang pelayan, tapi masa bodoh dengan semua itu, tiga hari tidak bertemu Fallen membuat dia rindu, serindu-rindunya.


"Baiklah, lumayan hemat ongkos." ucap Fallen sambil masuk kedalam mobil dan duduk di jok depan.


Bastian tersenyum simpul setelah menutup pintu mobil, dengan perasaan senang dia berjalan dan masuk kedalam mobilnya lagi.


"Kamu cantik." ucap Bastian.


"Aku tidak punya receh." sahut Fallen ketus.


"Apa hari ini menyenangkan?." tanya Bastian lagi.


Fallen menatap tajam Bastian.


Bastian terkekeh pelan lalu mencari kesempatan untuk mengusap perut Fallen.


"Baiklah anak-anak Daddy kita akan makan, sabar ya." ucap Bastian sambil menyalakan mesin mobil nya.


Mobil mulai berjalan dengan kecepatan pelan, kedua nya saling terdiam lebih tepatnya Fallen kesal karena Bastian selalu saja mencari kesempatan untuk memegang perutnya.


"Mau makan dimana sayang?." tanya Bastian.


Membuat Fallen melirik Bastian kesal.


"Panggil aku dengan nama ku, aku tidak suka nama ku di ganti-ganti." kata Fallen tegas.


Membuat Bastian terkekeh pelan.


"Lihatlah anak-anak, Mommy kalian sangat galak, Daddy benar-benar menyukai Mommy kalian." kata Bastian.


"Aku bukan Mommy." tegas Fallen.


"Hey kau memang Mommy si kembar." kata Bastian lagi.


"Aku bukan Mommy, aku Mimi." sahut Fallen tegas.


Ucapan Fallen membuat Bastian terdiam, jika Fallen ingin di panggil Mimi mungkin dirinya harus di panggil Pipi?, begitulah pemikiran nya.

__ADS_1


"Mimi Pipi? begitu?." tanya Bastian.


Dan Fallen hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Bastian tersenyum membayangkan nya, dia benar-benar tidak sabar untuk segera bertemu dengan anak-anak nya, akan lucu rasanya untuk seorang Bastian yang akan memiliki bayi-bayi lucu, dan itupun sekali tiga.


"Stop!" ucap Fallen mendadak.


Membuat Bastian kaget dan replek ngerem mendadak.


"Ada apa?." tanya Bastian dengan wajah bingung nya.


Bukan nya menjawab Fallen malah keluar dari mobilnya, membuat Bastian menghela nafas nya panjang.


Dia benar-benar harus ekstra sabar untuk bisa mempertahankan harapan memiliki keluarga Kecil nya.


Dia tau Fallen bersikap seperti ini karena kesalahannya nya dulu, Bastian sadar betul sekerasnya seorang wanita pasti akan bisa bersikap lembut untuk seseorang yang bisa membuat nya nyaman, dan Bastian melihat itu saat Fallen sedang bersama Juan, teman Fallen yang sempat membuat nya cemburu itu.


"Mau beli apa?." tanya Bastian yang kini sudah mengikuti setiap langkah kaki fallen yang sedang mendorong troli.


"Dorong ini." kata Fallen memberi alih troli nya.


Bastian melakukan nya tanpa penolakan, dan mulai mengikuti lagi kemana si ibu hamil akan pergi.


Fallen membeli sayuran, dan beberapa bahan masakan lain nya yang sudah kosong di kulkas nya.


Bastian tersenyum melihat makanan sehat yang di beli Fallen, setidaknya dia tidak khawatir dengan gizi untuk si kembar, dia yakin Fallen pasti menjaga kehamilan nya dengan baik.


"Fall mau beli ini ngak?." tanya Bastian yang sedang memegang pembalut.


"Mas nya bodoh atau gimana? istri hamil malah di suruh beli pembalut, aneh banget." ucap seorang ibu-ibu yang kebetulan ada di dekat Bastian.


Fallen ingin tertawa mendengar nya, seorang Bastian ternyata juga bisa bersikap konyol.


"Dengerin tuh Bas, suami saya emang gitu Bu, ngak sadar dia yang bikin dia juga yang lupa kalau Istri nya bunting." ucap Fallen tersenyum kecil, seperti nya Fallen tidak sadar jika ucapan nya itu membuat harapan seorang Bastian menjadi semakin besar.


Si ibu manggut-manggut mendengar nya, lalu melirik Bastian.


"Berapa bulan neng?." tanya si ibu kepo.


"Tiga bulan lebih Bu." sahut Fallen sambil tersenyum.


Membuat si Ibu menatap Fallen aneh.


"Yakin tiga bulan? itu kebesaran neng, kaya yang udah masuk bulan ke lima loh neng." ucap si ibu lagi.


"Kebetulan saya hamil kembar tiga Bu, makanya buncit nya agak gede, he." kata Fallen sambil tersenyum kecil.


Si ibu bergedik ngeri, lalu melihat Bastian dan Fallen bergantian.


"Emang ya kalau orang bule mah hot, sekali tancap langsung tiga."


________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak


__ADS_2