Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Detik-detik.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Subuh-subuh Tara terbangun karena mendengar suara ketukan pintu.


Tara beranjak dari tempat tidur nya lalu berjalan mendekati pintu.


Ceklek..


"Kak Hana, hoam.. ngapain?" tanya Tara sambil menguap.


Hana tersenyum melihat Tara yang masih mengantuk itu, sebentar lagi Tara adik kesayangan nya itu akan menjadi istri orang.


"Rambutnya nya basah kak." celetuk Tara, lalu mencoba membuka matanya lebar-lebar meski masih mengantuk.


Membuat Hana gelagapan di buat nya, dia memang habis keramas subuh-subuh.


"Ayo sholat berjamaah, udah di tungguin." kata Hana mengalihkan topik pembicaraan agar tidak melebar kemana-mana.


"Emang udah subuh?" tanya Tara kembali menguap, tadi malam dia begadang bersama para ibu-ibu dan baru tertidur di jam 12 malam.


"Belum, tapi sebentar lagi udah masuk sholat subuh, sekalian doa bersama buat nikahan kamu kata nya." jelas Hana membuat Tara mengangguk kecil.


Tara masuk ke dalam kamar nya lagi, lalu meregakan otot-otot nya.


"Hari ini hari bersejarah untuk aku, semoga acara nya lancar." gumam Tara, lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Beberapa menit berlalu, keluarga besar Darrel termasuk Bastian berkumpul di mushola yang ada di rumah Bastian, sholat berjamaah dan setelah itu doa bersama untuk kelancaran acara hari ini.


Dengan di pimpin oleh salah satu ustadz terkenal yang di undang Bastian doa bersama itu berjalan sesuai dengan rencana.


Setelah selesai acara doa semuanya langsung pergi sarapan, sebenarnya Tara merasa aneh karena jam sudah menunjukan pukul enam lebih tapi dia bahkan masih santai makan.


"Ini kenapa masih santai ya, bukan nya aku nikah sekarang ya?." tanya Tara yang sedang makan.


Uhukk..


Uhukk.


Darrel terbatuk-batuk mendengar pertanyaan Tara yang seolah sudah tidak sabar untuk menikah.


"Udah nggak tahan nih kaya nya pengantin wanita nya." Bastian mulai membuat drama nya.


"Kak Bastian apaan sih, aku cuman nanya kok." sahut Tara lagi sewot.


"Halah nanya-nanya tapi ujung nya nggak tahan." celetuk Bastian lagi membuat semua mata melihat ke arah nya.


Sadar menjadi pusat perhatian semua mata membuat Bastian bungkam, apalagi setelah melihat wajah kesal istrinya membuat dia langsung cari aman dengan diam dan tidak bersuara lagi.


"Suami si Fallen benar-benar tengil, ngak kaya suami aku yang cool abis." batin Hana.


"Dasar bule tua, bukan nya diem kaya suami nya si Hana yang so cool." batin Fallen.


Sedangkan dua ibu peri hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Bastian, malas berkomentar apa-apa lagi karena tengil dan narsis itu adalah sifat bawaan Bastian.

__ADS_1


Mata Tara melirik ke arah Darrel begitupun dengan Darrel yang juga menatap ke arah Tara.


keduanya bertatapan dalam diam, tapi dari wajah keduanya yang sama-sama tersenyum itu bisa menjawab apa yang sedang keduanya pikirkan.


Tara pergi duluan karena ijab kabul nya akan di lakukan di jam 9 siang, dan sekarang sudah jam 7 kurang.


Tara pergi ke hotel tempat pernikahan nya dengan di temani Hana dan suaminya.


Sedangkan di rumah Fallen dan yang lain nya sedang bersiap-siap untuk seserahan.


Fallen juga harus memakaikan pakaian Twins S baju senada dengan keluarga besar nya.


"Mbak pakaian ganti, popok dan yang lain nya punya Twins S udah lengkap semuanya kan?." tanya Fallen.


"Sudah nyonya." sahut salah satu pengasuh.


"Jangan lupa bawa asi nya Mbak, terus buat makan siang nya, semuanya juga sudah lengkap kan?." tanya Fallen lagi.


Makanan anak-anak nya adalah yang utama, dan Fallen tidak boleh melewatkan satu pun untuk Twins S, meski sekarang dia masih belum bersiap seperti yang lain nya.


"Semuanya sudah di simpan di bagasi mobil nyonya." jelas pengasuh lagi.


"Sayang!" teriak Bastian di kamar.


"Iya, sebentar." sahut Fallen sedikit berteriak.


Fallen melihat ke arah kembar yang sedang di gendong pengasuh, ketiga bayi nya nampak sudah cantik dan tampan.


"Tunggu di luar dulu aja Mbak biar anak-anak nggak suntuk di kamar terus." lanjut Fallen lagi.


"Sayang kos kaki aku yang tadi malam mana?." tanya Bastian.


Astaga..


Fallen memijat pelipisnya yang terasa pusing, semalam dia sudah menyiapkan keperluan kembar dan suaminya.


tapi sekarang malah ada satu yang dia lupakan.


"Mungkin aku lupa ambil, jadi kembali ke masukin lemari lagi." jelas Fallen sambil berjalan ke arah almari.


Setelah melihat kos kaki nya Fallen langsung memberikan nya pada Bastian.


"Aku mau make up dulu di kamar Mom, kalau udah selesai pake sepatu nya liatin anak-anak lagi di luar sama Mbak." lanjut Fallen, lalu pergi meninggalkan Bastian.


Bastian keluar dari kamar nya setelah memakai sepatu, dan saat sampai di luar ia melihat anak-anak nya yang memakai warna pakaian yang senada dengan nya.


Jangan lupakan Syaka yang nampak lebih tampan dengan menggunakan jas kecilnya itu.


juga Syakila dan Syakira yang memakai dress yang senada dengan Mimi dan kedua Oma nya, sangat cantik dan juga menggemaskan.


"Apa mereka sudah Pop?." tanya Bastian.


Mungkin terdengar jijik pertanyaan nya tapi setelah menjadi seorang Ayah Bastian menjadi lebih perduli pada setiap hal-hal yang bersangkutan dengan anak-anak nya.


"Sudah tuan." sahut salah satu pengasuh nya Twins S.

__ADS_1


Membuat Bastian senang karena kalau sudah berarti nanti di pernikahan Tara dan Darrel tidak ada drama pop bersamaan, dan setidaknya dia masih bisa bersama putrinya, salian itu Bastian juga berniat memperkenalkan ketiga anak nya pada dunia.


Bastian mengusap pipi chabby kedua putri nya.


"Good girls." kata Bastian sambil tersenyum melihat kedua putrinya yang tersenyum pada nya, dan jangan di tanyakan perasaan nya bagaimana, tentunya sangat menyenangkan.


Syaka yang di gendongan pengasuh hanya terdiam membuat Bastian heran karena hari ini Syaka tidak seceria kedua adik nya.


"Ada apa Son?." tanya Bastian memegang tangan putra nya.


Syaka hanya diam bahkan seolah enggan memberikan ekspresi pada nya, membuat Bastian bingung.


"Apa Syaka sudah makan?." tanya Bastian.


"Tuan muda kecil sudah makan, tuan." jawab pengasuh.


"Lalu kenapa dia cemberut?." tanya Bastian lagi.


"Mungkin karena bosan tuan, tuan muda kecil seperti nya tidak menyukai tempat yang ramai." Jelas pengasuh lagi.


Bastian melihat sekeliling nya, di rumah nya memang sangat banyak orang, tapi ini bahkan belum semuanya datang karena rencananya seserahan nya akan membawa setidaknya 15 mobil pribadi termasuk mobil yang membawa barang seserahan.


"Astaga, putra ku akan menjadi pengusaha tapi dia bahkan tidak menyukai keramaian." gumam Bastian menggelengkan kepalanya.


"Ada apa?." tanya Darrel yang tiba-tiba datang dengan stelan jas yang juga senada dengan nya.


"Tidak, Astaga kau tampan." ucap Bastian memuji adik nya.


"Kau baru menyadari nya? aku memang tampan dari sejak lahir." Balas Darrel jumawa.


"Ya, tapi tidak setampan diriku dan se kaya diri ku." sahut Bastian lagi menyebalkan.


Membuat Darrel mendengkus sebal, karena kakak nya tidak berniat untuk memuji nya sekali saja.


Dan melihat wajah kesal Darrel membuat Bastian tersenyum.


"Kau sudah dewasa, semoga bahagia Daddy pasti bangga karena kau sudah tumbuh menjadi pria hebat." kata Bastian mengatakan hal yang belum pernah selama ini dia ungkapkan pada adik nya itu.


Darrel melirik Bastian.


"Bukan hanya aku, tapi Daddy juga akan bangga karena memiliki putra seperti mu kak, kau jauh lebih hebat dari ku." balas Darrel sambil tersenyum.


Bastian langsung menepuk pundak adik nya tapi Darrel yang tidak terjaga malah hampir jatuh karena tepukan yang di berikan Bastian padanya cukup keras.


"Astaga kau sangat lemah, aku ragu kau bisa bermain di ranjang lama, kasihan sekali Tara." ucap Bastian yang membuat haru yang semula tercipta di antara keduanya menjadi hilang seketika karena ucapan Bastian yang selalu tengil.


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Berasa lambat nggak sih alur nya?


beneran nanya ni🤧


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2