
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Beberapa menit telah berlalu..
Tara masih duduk di kursi tunggu sambil memakan cemilan nya yang hampir habis, mata nya melirik sekeliling nya, bandara nampak penuh tapi kenapa tidak ada satupun yang mau menyapa nya, begitu lah pikir Tara.
"Apa jangan-jangan supir nya tidak tau wajah ku? mungkin dia hanya tau nama ku saja?." gumam Tara berpikir.
Dia berdiri berniat untuk mencari supir yang akan mengantarkan nya, dan saat Tara akan berteriak tiba-tiba tangan nya di pegang seseorang membuat Tara replek memberikan menendang maut nya.
Bukkk !!
Awwww..
"Adik kecil ku!" pekik seorang pria sambil menutupi bagian bawah nya.
Tapi sang pelaku alias Tara jelas masih memperlihatkan wajah sinis nya, jangankan mau minta maaf bahkan bila di perbolehkan Tara akan kembali melayangkan beberapa tinjuan pada pria tidak sopan itu.
"Dasar Om-om mesum!" ketus Tara sambil menyilangkan tangan di dada.
Darrel masih meringis karena tendangan gadis kecil itu benar-benar membuat adik nya kesakitan, dan dia memilih duduk untuk meredakan nyeri di bagian bawah nya itu.
Ia masih belum ingin mengatakan sesuatu, rasanya jika sudah tidak sakit lagi dia akan mencabik-cabik habis gadis tidak sopan itu, seenaknya menendang orang.
Tara sesekali melirik Darrel yang nampak kesakitan, tapi dia merasa tidak bersalah maka dari itu Tara hanya melirik sinis ke arah Darrel lalu melihat ke sekeliling nya lagi.
Huh..
"Ini jadi di jemput apa enggak ya, ko aneh udah hampir setengah jam tuh supir ngak datang-datang." decak Tara kesal.
Supir?
Kata supir itu terdengar nyaring di telinga Darrel, membuat pria itu benar-benar menanam dendam kusumat untuk Tara.
"Atau mungkin si supir nya nyasar ke tempat lain." lanjut Tara bergumam.
"Awas saja jika supir nya datang aku akan adukan ke kak Fallen kalau supir nya pacaran dulu, dan tidak menjemput ku tepat waktu, haha biar tau rasa dia." gumam Tara lagi dan hal itu membuat Darrel menggelengkan kepalanya.
Kenapa ada seorang gadis kecil yang selicik Tara, sudah mau enak nya sekarang dia juga sudah merencanakan hal licik untuk supir nya, yang tak lain adalah dirinya sendiri.
"Aku makan di jalan baru tau rasa dia." gumam Darrel sambil mengelus bagian kaki nya.
__ADS_1
Dan ya ucapan Darrel itu terdengar oleh Tara, membuat Tara tertawa.
"Kasian kaki nya sakit ya Om, makanya jadi orang yang sopan, dasar prodofil." ketus Tara sambil menjulurkan lidahnya.
Darrel benar-benar tidak bisa memberikan nafas panjang lagi untuk Tara, niatnya ingin mengerjai Tara dan membuat gadis itu menunggu nya lama.
Tapi semakin di diam kan Tara malah semakin bertingkah, gadis kecil itu benar-benar sudah menguji kesabaran nya, membuat dia ingin cepat melempar jauh gadis itu.
Tanpa aba-aba Darrel langsung menggendong tubuh Tara, membuat Tara yang di gendong meronta-ronta dan berteriak meminta di lepaskan.
"Lepas!, tolong aku mau di culik." teriak Tara.
"Diam bocah atau aku akan memakan mu di sini!" ancam Darrel sedikit berbisik.
Membuat Tara menelan ludah nya, tapi tangan nya tetap memukul dada Darrel.
"Aku tidak takut, aku akan melaporkan mu pada polisi, kau akan di tangkap." kata Tara lagi.
Yang mana hal itu membuat Darrel tertawa, lalu melemparkan Tara ke jok depan, membuat Tara mengaduh sakit di lengan nya.
"Jika kau berani berteriak aku akan benar-benar memakan mu, di sini!" kata-kata ancaman Darrel kembali keluar.
Tapi siapa yang percaya dengan kata-kata ancaman itu, meski masih 16 tahun tapi Tara tidak selemah gadis remaja yang hanya bisa menangis jika di culik, Tara akan melawan.
Darrel memasang pengaman di tempat duduk nya, lalu melirik Tara yang terdiam.
Tara tidak melakukan nya, dia malah memalingkan wajahnya sambil menggedor-gedor kaca mobil.
"Tolong! dia culik." teriak Tara sambil terus menggedor-gedor kaca mobil.
Membuat Darrel menggeleng kepalanya, kenapa dia harus bernasib sial seperti ini, bertemu Tara membuat nya serasa mendapatkan hari tersial nya.
Kalau bukan karena Fallen yang meminta nya mengantarkan Tara, mana mau dia melakukan nya.
Dia seorang CEO dan harus menjadi supir karena embel-embel ngidam kakak ipar nya, benar-benar menyebalkan.
"Kau tau bahkan polisi tidak akan bisa membantu mu, begitupun dengan mereka." kata Darrel yang masih belum melakukan mobilnya karena Tara belum memasang pengaman duduk nya.
"Terserah, aku yakin di sini masih banyak orang baik yang bisa membantu ku." tegas Tara tidak mau melirik Darrel.
Melihat Tara yang keras kepala membuat Darrel memiliki ide cemerlang untuk mengerjai Tara, dengan santai nya Darrel mendekatkan wajahnya ke tubuh Tara, membuat Tara replek memberikan pukulan di pipi Darrel.
Plakk !!
__ADS_1
"Kau!!" Darrel meringis memegang pipi nya.
"Sudah ku bilang lepaskan aku, meski tubuh ku kecil aku pandai bela diri, dan kau bisa saja habis kalau aku mengeluarkan jurus ku, jangan dekati aku." kata Tara sinis.
Darrel mendekatkan diri nya lagi dengan Tara, kaca mobilnya yang hitam membuat orang tidak akan tau apa yang sedang di lakukan nya sekarang.
Dengan sengaja Darrel menarik tangan Tara, membuat ikatan rambut Tara jatuh dan rambut Tara terurai ke bawah.
Darrel menatap Tara lalu dengan cepat membungkam bibir Tara yang akan berkata pedas itu dengan sebuah ciuman.
Hemphh..
Tara melotot saat mendapatkan serangan mendadak dari Darrel.
pria yang tidak di kenali nya, dan dia anggap sebagai seorang penculik gadis muda.
Bukkk..
Hidung Darrel berhasil mendapatkan tinjuan dari Tara, membuat Darrel kembali meringis.
bukan hanya mendapatkan ciuman saja tapi sepertinya saat sampai nanti Darrel harus mempermak wajah nya kerena berkali-kali mendapatkan pukulan dari Tara.
"Pasang pengaman nya, aku akan mengantarkan mu ke kota A, dan jangan banyak tingkah." kata Darrel terdengar menakutkan, membuat Tara memilih melakukan nya.
Mobil berjalan dengan kecepatan cepat, Tara yang tidak biasa baik mobil dengan kecepatan cepat itu hanya bisa memejamkan mata nya perlahan.
Dia berharap hari ini hanyalah mimpi dan dia ingin tidur agar dia selamat dari mimpi buruk ini.
sebelum benar-benar tertidur Tara mengucapkan sesuatu.
"Ciuman pertama ku." gumam nya, lalu memejamkan mata nya.
Darrel melirik Tara yang tertidur, dia menghela nafasnya panjang lalu menggeleng kepalanya.
dia benar-benar lepas kendali hanya karena gadis 16 tahun.
Sebelum nya Darrel belum pernah sampai seberani ini apalagi pada seorang perempuan, dia memang arogan dan terkesan dingin tapi Darrel jelas masih bisa menghargai seorang wanita.
Tapi Tara? kenapa dia menjadi tidak terkendali hanya karena gadis 16 tahun.
Dan apa? tadi dia mendengar jika ciuman pertama gadis bernama Tara itu adalah hari ini, yang berarti Darrel lah pemilik ciuman pertama gadis kecil itu.
"Fallen benar-benar telah memberikan aku duduk di posisi orang gila, aku benar-benar sudah gila."
__ADS_1
__________
🌹🌹🌹🌹🌹