
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Fallen apa ibu boleh bicara?." tanya Ibu Rosalina.
Fallen yang sedang duduk di sopa itu melirik ibu mertua nya.
"Boleh, ibu mau bicara apa?." tanya Fallen.
Ibu Rosalina melirik Mom Dena, membuat Mom Dena langsung paham dan melirik Tara.
"Tara cantik ikut Mom yuk, Mom punya sesuatu untuk kamu." kata Mom Dena.
Tara yang tidak tau apa-apa memilih mengikuti Mom Dena, dan meninggalkan Fallen yang duduk di sopa bersama Ibu Rosalina.
Sebelum bicara ibu Rosalina melihat dulu raut wajah Fallen, dia harus mengatakan niat baik nya saat mood baik terpancar di wajah Fallen, Ibu Rosalina takut niat baiknya akan di salah artikan, apalagi mood ibu hamil kan memang kadang tidak bisa di tebak.
Melihat ibu Rosalina diam saja membuat Fallen mengerutkan keningnya aneh.
"Ibu mau bicara apa?." tanya Fallen sekali lagi.
"Ibu mau adopsi Tara, apa boleh?." ucap Ibu Rosalina.
Fallen yang mendengarnya tidak kaget lagi, dia sudah menduga hal ini akan terjadi.
tapi Fallen juga sadar dia bukan siapa-siapa Tara, dia hanyalah teman kakak nya Tara yang di percaya bisa menjaga Tara.
Situasi ini membuat Fallen sangat bingung, entah nasib Tara yang bagus karena kehadiran nya di sukai orang-orang di sekeliling nya, atau memang Tara sudah di takdir kan untuk menjadi bagian dari keluarga nya.
Fallen tidak tau rencana Tuhan untuk Tara, tapi seperti nya kehidupan Tara akan berubah, entah itu dari kebahagiaan nya ataupun menjadi beban untuk Tara, tapi yang Fallen yakini adalah Tara bukan gadis yang lemah dan cengeng, Fallen tau Tara pasti bisa menyikapi semuanya dengan pikiran yang matang.
"Ibu mau Adopsi Tara atau menjodohkan nya?." tanya balik Fallen to the poin.
Membuat ibu Rosalina tersentak kaget, dia juga sudah menduga jika menantu bar-bar nya itu akan mengetahui niatan nya itu.
"Kamu benar, selain ingin menyekolahkan Tara ibu juga ingin Darrel memiliki kehidupan nya sendiri, ibu ingin merasakan memiliki anak gadis sekaligus melihat Darrel menikah dengan gadis baik." jelas ibu Rosalina tidak menampik ucapan Fallen.
Fallen menghela nafasnya panjang lalu memegang tangan Ibu Rosalina.
"Ibu Tara bukan siapa-siapa aku, aku tidak bisa menyetujui keinginan ibu, tapi jika ibu mau aku bisa membantu ibu untuk meminta ijin pada Hana teman ku, dia kakak nya Tara." jelas Fallen tidak mau ibu mertua nya berharap banyak pada nya.
Karena Fallen memang benar-benar tidak mau ikut ke dalam masalah itu, Fallen tau kehidupan anak remaja seperti apa, dan ia merasa jika menikahkan Tara di usia muda nya itu tidak bisa di katakan baik, apa lagi dengan usia nya yang masih belum memasuki batas syarat usia untuk menikah.
"Ibu mau bicara sama kakak nya." kata Ibu Rosalina.
Dia benar-benar akan berjuang untuk kehidupan putra nya.
dan satu hal yang di pahami ibu Rosalina dari Mom Dena, yaitu tidak semua hal bisa di beli dengan uang, maka dari itu ibu Rosalina akan mencoba mendekati Tara, membuat Tara nyaman dengan nya, begitulah pesan penuh modus dari Mom Dena.
"Aku akan mencoba menghubungi Hana, nanti kalau Hana mengangkat Ibu bisa bicara dengan Hana." jelas Fallen membuat Ibu Rosalina tersenyum dan langsung memeluk Fallen.
__ADS_1
"Terimakasih cantik, ibu janji akan menjadi ibu mertua dan nenek yang baik untuk kalian, ibu menyayangi kalian." ucap ibu Rosalina sambil memeluk Fallen.
"Kami juga menyayangi ibu." kata Fallen, membalas pelukan nya.
Di ruang tamu nampak Darrel dan Bastian yang sedang main catur sambil menikmati malam nya.
"Kau kalah." ucap Bastian sambil tersenyum menyeringai.
Darrel melihat ke papan catur nya, lagi-lagi dia harus kalah lagi dari kakak nya.
padahal saat masih remaja Darrel selalu bisa memenangkan pertandingan catur saat melawan Daddy nya, tapi sekarang kenapa dia malah kalah terus.
Bastian tersenyum senang melihat wajah di tekuk Darrel, tidak sia-sia dia belajar dari YouTube cara-cara untuk bisa memenangkan permainan catur, dan ya sekarang dia tiga kali menang.
"Kau curang." tuduh Darrel.
"Mana ada, kau saja yang tidak bisa menjaga area mu sehingga bisa aku terobos." kata Bastian tidak mengaku, "Lagi pula mana paham kau soal tobos menerobos, itu hanya aku dan istri ku yang paham, jomblo sabun seperti mu mana paham masalah itu." lanjut Bastian semakin menyebalkan.
Membuat Darrel kesal dan beranjak berdiri, tapi tangan nya di tahan oleh Bastian.
"Ayolah aku hanya bercanda." ucap Bastian yang membuat Darrel kembali duduk.
Tapi semenit kemudian.
"Jomblo sabun seperti nya pantas untuk julukan mu." lanjut nya semakin menyebalkan.
"Kalau kau tidak diam aku akan meninju mu." kesal Darrel tidak terima di sebut jomblo sabut oleh kakak mesum nya.
Bastian melirik adiknya yang wajahnya di tekuk itu, lalu menghela nafasnya panjang.
"Menikah itu ibadah." lanjut Bastian so bijak.
Membuat Darrel menatap horor kakak nya, dan Bastian yang di tatap horor hanya tersenyum kikuk tidak berani membuat adiknya kesal.
"Jomblo sabun." teriak Bastian sambil berlari ke kamarnya.
Darrel berdecak kesal melihat tingkah kakak nya itu, dia mengusap dadanya lalu meminum teh hangat nya.
"Dasar bule mesum!" gumam nya kesal, seperti nya dia lupa kalau diri nya sendiri pun juga memiliki wajah bule, hanya saja tidak sebule kakak nya.
Di kamar nya Mom Dena nampak kikuk apalagi terus di tatap aneh oleh Tara, dia bingung memberikan hadiah apa karena sejatinya tadi dia hanya asal bicara.
"Mana hadiah nya Mom?." tanya Tara antusias.
Sebelum nya Mom Dena yang menyuruh Tara memanggil nya dengan sebutan Mom, dia merasa merinding karena saat pertama bertemu Tara dia malah di panggil Oma, yang benar saja wanita cantik seperti dirinya di panggil Oma, dia tidak setua itu juga kali.
"Bentar dong cantik, kamu duduk dulu coba." ucap Mom Dena.
Tara mengangguk dia melakukan nya, Tara duduk di pinggir ranjang lalu kembali menatap Mom Dena.
Mom Dena melirik Tara yang menatap nya, dia melihat semua juru kamar nya sampai akhirnya Mom Dena melihat tas nya, dia ingat sebelumnya dia pernah membeli jepitan cantik yang tadinya dia akan berikan pada Fallen.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Fallen masih bisa aku belikan yang lain." gumam Mom Dena.
"Ini hadiah nya, suka ngak?." Mom Dena memberikan jepitan rambut yang memiliki corak bunga.
Tara melongo melihat hadiah nya, dia sudah menduganya jika hadiah dadakan nya tidak sesuai ekspektasi nya.
tapi melihat senyuman manis yang di perlihatkan Mom Dena pada nya membuat tembok es di hatinya seketika meleleh.
Tara belum pernah di beri hadiah oleh ibunya, bahkan untuk di berikan kata sehari-hari yang lembut pun Tara tidak pernah merasakan nya, ibu nya selalu membentak nya, memukul nya dan juga mengatai nya dengan kata-kata tidak pantas di ucapkan seorang ibu pada anak nya.
"Makasih, Mom." ucap Tara sambil menggenggam jepitan rambut itu pelan, lalu menunduk karena air matanya yang sudah mengalir.
Tara tidak suka saat memperlihatkan ke ke lemahnya pada orang lain, tapi entah kenapa dia menjadi se cengeng ini saat mendapatkan perlakuan manis dari Mom Dena.
"Ada apa cantik? kenapa menunduk? apa hadiah nya jelek?" tanya Mom Dena.
Dan melihat Tara yang terus menunduk membuat Mom Dena langsung merangkup kedua pipi Tara, yang membuat Tara memeperlihlhat air mata nya.
"Astaga kenapa menangis cantik, ya ampun wajah mu bisa menjadi jelek jika menangis seperti ini." kata Mom Dena langsung mengusap air mata di wajah Tara.
Tapi tangan nya tiba-tiba di pegang oleh Tara, membuat Mom Dena langsung menatap Tara yang kebetulan juga sedang menatap nya.
"Kenapa Mom baik?." hanya pertanyaan itu saja yang keluar dari bibir Tara.
Mom Dena menatap Tara lagi, lalu tersenyum.
"Apa ada alasan untuk Mom tidak bersikap baik?." tanya balik Mom Dena.
Tara terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa, karena di kehidupnya sebelum nya Tara selalu melihat perlakuan kasar seorang ibu pada anak nya.
Mom Dena tidak tau apa yang terjadi pada Tara, tapi saat melihat wajah polos Tara yang menangis dia merasakan jika anak remaja di depan nya itu banyak menyimpan kesedihan, hanya saja Mom Dena tidak tau apa yang membuat Tara sampai sesedih ini.
"Kamu itu anak spesial, masa iya di kasarin, jahat banget Mom kalau ngak baik sama gadis cantik kaya kamu." ucap Mom Dena lagi sambil tersenyum manis.
"Jadi jangan sedih lagi, oke." lanjut nya.
Tara membuka genggaman tangan nya, lalu melirik Mom Dena.
"Apa Mom mau memasang kan nya di rambut ku?." tanya Tara.
Mom Dena mengangguk cepat, dan langsung melakukan nya.
"Kamu terlihat cantik, sangat cantik." kata Mom Dena sambil mengusap sisa air mata di wajah Tara.
"Tuhan apa aku boleh meminta satu permohonan?, aku mau di sayang Ibu." batin Tara.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Aku rasa part ini yang terpanjang deh😅
__ADS_1
ehk iya btw Sampai sini alur nya gimana sih? masih aman ngak?
jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️