Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Syakira yang gendut.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Bersama Tara Darrel juga mulai terbiasa makan di pinggir jalan, seperti sekarang dia juga harus mulai terbiasa dengan makanan pedas yang di sukai kekasih kecilnya itu.


"Nambah lagi nggak?" tanya Tara.


Darrel mengelengkan kepalanya.


"Nggak, ini sudah kebanyakan nanti aku kekenyangan." balas Darrel menolak karena bakso di mangkuknya masih banyak.


"Siapa yang nawarin bakso, yang aku tawarin itu sambel tau." sahut Tara menyebalkan.


Membuat Darrel menghela nafasnya panjang.


"Jangan makan pedes banyak, nanti kamu sakit perut lagi apalagi kan kamu punya magh." kata Darrel memberikan peringatan untuk kekasihnya yang selalu merasakan sakit perut jika sudah makan pedas.


Tara yang mendengarkan ceramah sang kekasih hanya mengangguk kecil tanpa berniat menjawab nya.


dia sudah biasa hanya mendengar dan melihat betapa bawel nya pria yang usianya lebih tua 13 tahun dari dirinya itu.


Keduanya mulai makan kuah berwarna merah itu, meski suasana jalanan yang bising tapi hal itu tetap tidak membuat keromantisan yang tengah di ciptakan calon pengantin baru itu menjadi terhenti.


"Besok Alex dan yang lain nya mau main ke rumah, boleh kan." kata Tara sambil memasukkan pentol bakso ke mulut nya.


"Ngapain?." tanya Darrel.


"Ya main aja, lagian kan bentar lagi aku nikah jadi aku harus punya me time sama teman-teman." kata Tara lagi.


"Jangan besok lah, kalau besok aku punya pekerjaan banyak di kantor." balas Darrel.


Membuat Tara yang mendengarnya langsung tersenyum.


"Ya udah pergi aja, lagian kan di rumah ada Mom sama Ibu yang nemenin." ucap Tara dengan ekspresi wajah yang nampak sangat santai.


Tapi lain hal nya dengan wajah Darrel yang nampak cemberut.


Dan Tara yang melihat itu langsung menyudahi acara makan nya.


Paham jelas dari ekspresi wajah Darrel jika kekasih nya itu tidak senang dengan jawabannya, Ya, Tara tau betapa bucin nya Darrel pada nya.


"Uuh Om kesayangan aku ngambek, cemburu nih pastinya sama Alex." celetuk Tara sambil tersenyum karena berhasil menggoda calon suaminya.


"Nggak lucu Tara."


"Tau ko, kan yang lucu aku." sahut Tara semakin menyebalkan.


"Tara!"


"Iya aku tau Kakak mau nya nggak besok karena kakak mau aku nemenin kerja kan?." lanjut Tara.


Dan Darrel mengangguk.

__ADS_1


"Tapi aku suka bosen di kantor, bawaan nya ngantuk terus." kata Tara lagi.


"Nggak akan, nanti ada laptop kamu bisa nonton drakor di kantor." balas Darrel.


"Emang boleh?." tanya Tara.


Dan Darrrel mengangguk.


"Boleh, yang ngak boleh itu kamu ketemu si duralex bau ketek tanpa aku." ucap Darrel lagi sambil mencubit pelan hidung Tara.


"Dasar posesif."


"Biarin, yang penting kamu milik aku."


"Idih ngaku-ngaku."


Sedangkan di rumah Fallen tepatnya di luar toilet tak sengaja Juan dan Lian bertabrakan.


terlihat dari raut wajah keduanya nampak tidak bersahabat.


"Aku ikut sedih mendengar cerita mu, malang sekali." ucap Juan.


Tapi Lian seperti nya tidak berniat menjawab ucapan Juan.


Ya, Juan dan dirinya adalah calon sepupu yang tidak jadi, lebih tepatnya mantan kekasih nya dulu adalah sepupu Juan.


Dan untuk Juan sendiri dia masih menyimpan kesal pada Lian, bagaimana tidak dia pulang ke Indonesia dan mendapatkan sepupunya yang gagal menikah karena calon suami sepupunya itu malah menghamili wanita lain.


"Maaf jika kata-kata ku menyinggung kamu." lanjut Juan.


Dia memang masih merasa bersalah pada Nadia, wanita yang pernah mengisi hari-hari nya itu dia sakiti hatinya berkali-kali lipat, karena insiden salah kamar yang berujung menikah dengan Rania karena Rania telah mengandung anak nya.


"Jangan pernah berniat untuk muncul lagi di depan nya, dia sudah menikah dan sudah tidak ingin melihat mu" peringatan Juan.


Tentu Juan tidak mau melihat kakak sepupunya itu bersedih kembali, mengingat Nadia mantan kekasih Lian menikah karena di jodohkan.


tepatnya setelah pernikahan nya gagal Nadia sudah di nikahkan dengan kolega Papa nya.


Dan yang Juan tau jika Nadia sampai sekarang pun masih tetap memiliki hati untuk pria yang telah mengkhianati nya itu, itu dia dengar dari suami Nadia yang sekarang menjadi rival nya.


"Aku paham." kata Lian lalu pergi begitu saja.


"Dasar pria itu, dulu saja saat bersama Nadia dia so baik sekarang lihatlah dia bahkan mengabaikan ku." Kesal Juan.


Saat akan kembali ke ruangan bersantai Lian malah di tahan oleh Mom Dena dan ibu Rosalina.


"Kamu berhutang penjelasan pada Mom." kata Mom Dena.


Lian mengambil ponselnya lalu mengirimkan nomer telpon Om nya pada kontak Mom Dena.


"Om masih sendiri, tapi dia menetap di Belanda." jelas Lian.


Mom Dena mengangguk paham, dan itulah yang membuatnya ingin cepat menikahkan Tara dan Darrel karena setelah itu dia ingin liburan ke sana, lebih tepatnya mencari pria Hot nya.

__ADS_1


"Apa mereka benar-benar belum memiliki kekasih?." tanya ibu Rosalina.


Dia juga sudah di janjikan pria Hot oleh Mom Dena.


lebih tepatnya Om nya Lian adalah pria kembar, dan keduanya juga memiliki status duda.


"Setahu aku mereka masih menduda." balas Lian lagi.


Sampai akhirnya terdengar suara tangis putra nya membuat Lian bergegas pergi ke ruang bersantai.


Meninggalkan Mom Dena dan ibu Rosalina yang tersenyum senang karena mendapatkan nomer pria hot nya.


"Astaga mereka sangat tampan." ucap Mom Dena merinding.


"Penuh kharisma." Ibu Rosalina ikut menyahuti.


"Sabar sayangku, dua Minggu lagi kita bertemu." gumam Mom Dena.


"Aku tidak sabar, jangan lupa janji mu Den, kenalkan aku dengan salah satu dari mereka." ibu Rosalina mengingatkan.


Mom Dena mengangguk kecil.


"Santuy Ros, aku satu kamu satu, mereka kan dua." kata Mom Dena lagi.


Sedangkan di ruang bersantai nampak Fallen yang sedang menggendong Syakira yang menangis karena kaki nya terinjak oleh Willy.


Begitupun dengan Willy yang menangis di gendongan sang Daddy.


"Ada apa son, kenapa kau menangis?." tanya Lian yang baru menggendong putra nya.


"Dia jatuh setelah menginjak kaki Syakira." kata Bastian yang sedang mengajak main Syakila.


Lian mengusap kepala putra nya penuh sayang, dan itu terlihat jelas oleh Bastian dan Fallen yang melihat kasih sayang seorang Lian untuk Willy.


"Ran, kamu pasti bahagia, Lian benar-benar menyayangi anak kalian, kamu tenang di sana ya Ran." batin Fallen yang teringat akan sosok Rania.


"Ainan Wil di lusak bayi." adu Willy dengan suara cadel nya, membuat Fallen dan Bastian kaget karena dari tadi Willy memang tidak mengeluarkan suaranya.


"Kita bisa beli lagi, tapi jangan menyakiti Syakira, dia kan bayi." kata Lian lagi.


"Dia endut." lanjut Willy lagi yang membuat Fallen dan Bastian mengaga, dan berbarengan dengan suara tangisan Syakira yang semakin keras.


Bastian bangkit dari tempat duduk nya, lalu mengusap pipi sang putri.


"Nggak papa sayang, kamu Nggak gendut kok tapi montok." ucap Bastian seolah paham dengan tangis kemarahan putri nya yang tidak mau di panggil gendut.



Dua duda yang di kejar Mom Dena dan Ibu Rosalina.


________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2