Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Kesederhanaan


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Masih di taman yang tadi, kini keluarga kecil Bastian dan Fallen sedang makan siang di hamparan karpet, mereka membawa bekal dan memilih makan di taman.


Inilah yang di namakan keluarga kecil yang bahagia, Bastian benar-benar mewujudkan impian Falken untuk memiliki keluarga kecil yang bahagia.


"Mommy au ayam" pinta Syakira.


"Boleh." memberikan ayam yang di pinta Syakira.


Di antara semua makanan yang ada di depan nya dia lebih tertarik untuk makan ayam, dari pada makan sayur pahit.. dan rasanya tidak enak.


Syakira menyukai semua jenis makanan yang berbau daging ayam dan daging sapi, dia penyuka daging.


"Au sayul Mom." Syakila meminta makanan nya.


"Bagus itu sehat untuk mu cantik." Mom Fallen memberikan apa yang di inginkan Syakila.


Lain dengan Syakira, Syakila memang lebih sehat makanan nya, dia selalu seimbang dalam memilih makanan nya.


Terkadang sayur dan terkadang daging, tergantung dengan mood nya yang ingin makan dengan apa.


"Kalau aku au sayul sama naget Mom." pinta Syaka.


"Nggak mau ayam?" tanya Fallen.


"Ndak ahk, au naget aja." kata Syaka lagi.


Fallen memberikan apa yang di minta putra nya itu, dan Syakira yang melihat naget di piring sang kakak langsung melirik Mommy nya.


"Au deh, aku au naget." Syakira memberikan piring nya pada sang Mommy.


Melihat itu Fallen langsung memberikan makanan yang di minta sang putri, apapun yang di inginkan Syakira dia akan memberikan nya.


Yang penting Syakira sehat, karena jika Syakira tidak mau makan itu akan membuat nya aneh, tapi sepertinya tidak mungkin karena selama ini Syakira tidak pernah mengatakan jika dia tidak lapar, selalu mengatakan aku lapar.


"Daddy mam?" Syakira melirik Daddy nya yang terus beramin ponsel.


"Iya sayang, makan lah." Bastian tersenyum.


Dia melirik penagsuh anak-anak nya, lalu memberikan ponselnya.


"Mbak tolong foto kan ya." pinta Bastian.


"Baik tuan." pengasuh itu mengambil ponsel sang majikan.


"Anak-anak lihat ke arah kamera, kita akan berfoto untuk kenang-kenangan." kata Fallen.


"Oke Mommy." sahut ketiga nya kompak.

__ADS_1


Cekrekk..


Satu kali potretan itu berhasil, Syakira yang semula duduk sekarang memilih berdiri dan mengangkat ayam yang ada di tangan nya.


Cekrek..


Cekrek..


Setalah selesai berfoto Syakira langsung fokus makan, begitu pun dengan pengasuh anak-anak nya, sedangkan Fallen yang melihat hasil foto nya itu nampak bingung karena melihat sosok anak laki-laki yang ada di belakang Syakira.


Mata Fallen melihat ke arah putri nya itu, dan benar saja ternyata anak laki-laki itu ada di belakang Syakira dengan membawa bola nya.


"Dek sini." Fallen memanggil anak itu.


Tapi yang datang malah Syakira dengan tubuh gempal nya di berjalan mendekati Mom nya.


"Apa Mom?" tanya Syakira sambil mengigit ayam goreng di tangan nya.


Fallen lupa, jika di sini yang sering di panggil adek adalah Syakira, putri bungsu nya.


"Nggak sayang, ayo makan lagi sama Daddy." kata Fallen, membuat Syakira langsung pergi lagi untuk makan lagi.


Fallen melangkah berjalan mendekati anak laki-laki yang kini sudah melangkah tak jauh dari tempat duduk keluarga kecil nya itu.


"Hallo tampan." sapa Fallen.


"Kenapa Tante?" tanya anak laki-laki itu melihat Fallen dengan wajah bingung nya.


"Mau makan bersama anak-anak Tante, yuk." ajak Fallen.


"Boleh?" tanya anak laki-laki itu.


Fallen mengangguk kecil.


"Yuk, makan sama-sama nanti Tante anter ke rumah nya." balas Fallen.


Anak laki-laki itu berjalan mengikuti Fallen, dia sebenarnya ragu tapi tidak bisa bohong jika dia juga sedang kelaparan karena dari tadi belum makan.


"Ayo duduk sama anak-anak Tante." Fallen menyuruh anak laki-laki itu untuk duduk.


Fallen mengambilkan nasi dan lauk pauk nya, lalu memberikan makanan itu pada anak laki-laki itu.


"Tante mau cuci tangan." ucap anak laki-laki itu.


"Mbak tolong bantu cuci tangan nya" kata Fallen meminta tolong pengasuh anak nya.


Syaka dan Syakila nampak cuek melihat anak laki-laki yang ikut makan bersama nya itu, lain hal nya dengan Syakira yang terus melihat ke arah anak laki-laki itu.


"Abang lapal kok ndak bilang, katanya ilang kaya." Syakira berucap dengan mulutnya yang penuh, yang membuat anak laki-laki itu tidak paham dengan apa yang di ucapkan Syakira.


"Sayang anak ini siapa?" tanya Bastian.

__ADS_1


"Nggak tau, tadi aku ajak aja deh makan, kasian dia sendirian dan dari tadi dia lihatin kita makan terus." bisik Fallen.


Bastian mangut-mangut, dia melihat anak laki-laki yang memiliki wajah tampan itu, seperti nya wajah anak laki-laki itu tidak asing, dan Bastian merasa mengenali anak laki-laki itu.


Syakira melihat anak laki-laki yang sedang makan di samping nya itu, dia melihat kening anak laki-laki itu yang memerah membuat tangan Syakira terulur untuk mengusap kening anak laki-laki itu.


"Cakit ndak?" tanya Syakira.


Tapi anak laki-laki itu tidak menjawab, membuat Syakira mengeluarkan uang yang ada di saku celana nya, dia selalu membawa uang kecil di saku celana nya karena Mommy nya selalu bilang kalau di pinggir jalan selalu ada anak yang membutuhkan uang itu.


"Nih, buat jajan." Syakira memberikan uang dua puluh ribu.


Anak laki-laki itu melihat uang itu, tapi tanpa mengatakan apapun anak laki-laki itu malah bangkit dari duduk nya dengan piring yang sudah habis nasi dan lauk pauk nya.


"Tente makasih ya, aku akan pulang." kata anak laki-laki itu.


"Kemana? mau Om antar sekalian?" tanya Bastian menawari.


" Tidak usah, Mommy ku sedang di rumah sakit, aku akan ke rumah sakit." balas anak laki-laki itu, dan tanpa menunggu jawaban lain nya lagi anak laki-laki itu langsung berlari pergi.


Fallen dan Bastian melihat kepergian anak laki-laki itu dengan wajah bingung nya.


"Sayang apa kamu tau nama nya?" tanya Bastian.


"Entahlah, aku lupa bertanya." balas Fallen.


"Kenapa lupa?" tanya Bastian lagi.


"Entahlah." jawab Fallen lagi.


Karena cuaca yang sudah mendung akhirnya Bastian dan Fallen pun memutuskan untuk pulang.


di perjalanan pulang Fallen Syakila dan Syakira menyanyi di sepanjang perjalanan nya.


Membuat Bastian yang duduk di depan bersama Syaka yang duduk di jok depan itu saling pandang.


"Apa enak Dad?" tanya Syaka.


"Kita harus terbiasa Son, jika tidak bisa di pastikan para wanita akan mengamuk." balas Bastian.


"Dad benar, meleka selalu mudah malah dan menangis." kata Syaka lagi.


"Maka dari itu kita sebagai pria harus bisa membuat mereka tertawa bahagia." balas Bastian lagi.


Dan Syaka tidak menjawab lagi, dia melihat dua adik perempuan nya dan Mommy nya yang sedang asyik bernyanyi.


"Ndak enak, bikin sakit telinga aja."


🌹


__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2