
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kini yang tersisa hanyalah Lian dan Arr di rumah Bastian, sedangkan yang lain nya sudah pulang, termasuk Tara dan Darrel yang memilih menghabiskan siang nya untuk honeymoon di rumah.
"Bagaimana apa kalian sudah memiliki alasan yang cantik untuk mengelak dari permainan tadi malam yang belum selesai?." tanya Bastian membuka suaranya.
"Saya tidak melakukan apapun." kata Arr.
"Benar, kita hanya salah masuk kamar." kata Lian.
"Anda yang salah masuk kamar tuan, saya tidak." kata Arr.
Lian melirik Arr dengan wajah dingin nya.
"Kamar yang kau pakai itu adalah kamar yang di tempati putra ku, dari mana kau tau jika kamar itu kamar yang kau tempati lebih dulu?" Lian menatap sinis Arr.
"Tentu saja saya tau karena saat masuk ke kamar saya tidak melihat siapapun, begitupun dengan putra anda." sahut Arr tidak mau kalah.
Sekali lagi Arr dan Lian saling memandang dengan wajah yang sama-sama sinis, dan melihat itu Fallen dan Bastian hanya bisa menghembuskan nafas nya.
"Kalian sangat cocok." celetuk Fallen.
Sikap Arr yang tidak lembut mungkin akan tidak bagus untuk di pertemukan dengan sikap Lian yang juga arogan, tapi Fallen yakin dalam kehidupan tidak ada yang namanya kebetulan.
Semuanya pasti ada alasan nya, dan Bastian atau pun Fallen yakin jika pertemuan yang penuh perdebatan ini akan berakhir bahagia, seperti masa lalu nya.
"Tidak, dia terlalu kasar." kata Lian memalingkan wajahnya ke samping, tidak mau melihat Arr yang menatapnya tajam.
"Anda pikir saya juga menyukai pria arogan pemarah seperti anda? tidak sama sekali." balas Arr takalah sinis dari Lian.
"Dasar wanita tua." lanjut Lian lagi.
Arr yang mendengar ucapan Lian yang seolah meledek nya yang memang sudah menjadi perawan tua itu mengepalkan tangan nya.
Brugkkk !!
Arr meninju pipi Lian.
Lian yang merasakan perih di pipinya itu menatap tajam Arr dan melihat itu bukan nya takut Arr malah semakin memperlihatkan wajah sinis nya.
Banyak orang yang mengatai nya perawan tua, tapi entah kenapa kata-kata Lian lebih menyakitkan di bandingkan kata-kata orang di luaran sana, dan emosi Arr benar-benar terpancing dengan penghinaan yang dia dapatkan itu.
"Itu hukuman untuk pria yang tidak bisa menutup mulutnya dengan mengatai seorang wanita dengan kata-kata yang penuh penghinaan, seharusnya anda sadar diri jika bukan hanya saya yang sudah tua tapi anda juga sudah tua tuan Lian yang terhormat, lihat saja bewok anda yang panjang itu, jangan bilang anda masih 30 tahunan bahkan nenek-nenek pun tau kalau orang brewokan seperti anda itu terlihat seperti pria TUA!" kata Arr sambil memperlihatkan wajah ketidaksukaan nya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Arr Lian bungkam, baru kali ini ada orang yang berani memarahi nya sampai seperti ini, bahkan Rania almarhum istrinya juga belum pernah berkata seperti itu padanya.
Tiba-tiba..
Prokk Prokk !!
Fallen dan Bastian bertepuk tangan melihat keberanian Arr, membuat Lian menatap tajam pasangan di depan nya.
"Bagus Arr, laki-laki arogan memang harus di buat bungkam dengan kata-kata yang penuh ketajaman." kata Fallen sambil mengacungkan kedua jempol nya ke atas.
"Lian, kau juga sudah tua kenapa mengatai seseorang tua, bahkan usianya lebih muda tiga tahun di bandingkan dengan mu yang sudah 37 tahun." Bastian berkata dengan tawa nya.
Lian mengepalkan tangan nya mendengar semuanya kompak mendukung Arr, karena kesal Lian langsung bangkit dari tempat duduknya tapi tangan nya di tahan oleh Arr.
"Jika kata-kata saya menyinggung perasaan anda maafkan saya tuan, jika tidak mau di senggol balik maka jangan menyenggol orang karena anda tidak tau wanita seperti apa yang telah anda anggap lemah dan telah anda hina itu." kata Arr sambil melepaskan tangan nya dari tangan Lian, lalu ikut bangkit dari tempat duduknya.
"Nona, tuan.. saya pamit, adik saya pasti sudah menunggu." lanjut Arr, lalu pergi meninggalkan ketiga pasang mata yang menatap nya dengan wajah tidak bisa di artikan.
"OMG dia benar-benar mirip dengan mu sayang." kata Bastian tidak bisa mengalihkan pandangannya dari punggung Arr yang semakin menjauh.
Fallen mengangguki ucapan suaminya, dia memang melihat jiwa bar-bar nya di sosok Arr, wanita tangguh yang bisa melawan orang-orang yang menganggap nya lemah..
"Kamu benar sayang, dia adalah kakak ku yang hilang." kata Fallen asal, jika dulu dia berpikir Tara adalah adiknya yang hilang maka sekarang dia menemukan kakak nya yang hilang.
"Wanita so hebat, Rania jelas lebih segalanya di bandingkan dengan singa betina itu." gumam Lian.
Lalu melirik Bastian dan Fallen.
"Aku akan pulang." lanjut Lian.
"Pulanglah, biarkan Willy bersama Syakira." kata Bastian.
"Sayang, Willy menyukai Syakila." kata Fallen.
"Tapi Syakira menyukai Willy." balas Bastian lagi.
Mereka memang melihat bagiamana cara Willy bermain dengan Syakila yang lembut, lain dengan sikap Willy pada Syakira yang lebih cuek dan selalu mengatai Syakira dengan sebutan si Endut.
"Mereka masih kecil, biarkan mereka berteman dulu." kata Lian ingin melangkah berjalan.
"Lian." panggil Bastian.
"Apa lagi?." tanya Lian enggan berbalik.
Bastian melirik Fallen dan Fallen yang melirik Bastian itu mengangguk kecil.
__ADS_1
"Pikirkan sekali lagi, putra mu membutuhkan seorang yang bisa menemani nya sepanjang hari, dan itu tidak bisa dia dapatkan dari seorang ayah Lian." kata Bastian.
"Langsung ke intinya saja, kau menginginkan aku menikahi wanita tua itu kan." Lian membalikan tubuhnya dan menatap sepasang suami istri yang sudah bahagia itu.
Dan Bastian mengangguk.
"Terserah, tapi aku rasa Arr adalah wanita yang tepat untuk mu, dia dewasa dan tentunya bisa menjadi seorang ibu yang serba bisa untuk anak mu, pikirkan sekali lagi." lanjut Bastian.
Lian tidak menjawab, dia memilih pulang tanpa membawa Willy, dia akan membiarkan putra nya untuk main bersama anak-anak Bastian, sedangkan dirinya mungkin akan cukup bersantai hari ini.
Sedangkan di perjalanan nya Arr yang sedang duduk di taksi tanpa sadar mengeluarkan air matanya.
entahlah dia merasa sedih setelah apa yang terjadi hari ini.
"Dia pikir dia siapa, seenaknya mengatai seseorang tua, dia juga sudah tua." batin Arr kesal.
Arr mengusap air matanya, tapi tiba-tiba mobilnya berhenti, dan Arr rasa ini masih belum sampai di rumah nya.
"Ada apa Pak, kenapa berhenti?" tanya Arr.
"Seperti nya ban mobilnya kempes mbak." jelas supir taksi.
Arr menghembuskan nafasnya, jika menunggu pasti akan sangat lama karena supirnya mengatakan jika dia tidak membawa ban serep jadi mungkin supir taksinya akan menunggu orang bengkel.
Saat sedang berdiri di pinggir jalan Arr melihat kesana kesini nampak mencari taksi, tapi nihil 15 menit dia menunggu belum kunjung ada taksi yang melewati nya, adapun yang melewati nya pasti terisi penumpang.
Tiba-tiba mobil menepi tepat di depan nya, membuat Arr menyerhitkan kening nya bingung, tapi saat kaca nya terbuka Arr melihat sosok yang sangat menyebalkan itu.
"Kenapa di mana-mana ada si arogan!" batin Arr.
"Masuk!" ucap pria itu, yang tak lain adalah Lian.
"Terimakasih, tapi saya lebih memilih naik angkot di bandingkan naik mobil mewah tapi yang punya nya tidak ikhlas memberikan tumpangan." balas Arr, lalu berjalan ke belakang mobil Lian dan langsung naik angkot yang kebetulan berhenti di depan nya.
"Dasar sombong!" Lian melajukan mobilnya dengan kecepatan cepat.
Niatnya dia ingin berbaik hati untuk mencoba apa yang di katakan oleh Bastian dan Fallen tapi seperti nya saran itu akan dia abaikan, karena Lian semakin tidak menyukai Arr.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Hana udah Up sampai bab 59 ya, yuk mampir biar makin berwarna karena cerita salah ranjang Fallen dan Hana saling berkaitan.
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1