Salah Ranjang (Hot Daddy)

Salah Ranjang (Hot Daddy)
Ajakan menikah Juan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Pagi hari di rumah Jenn, tidak ada suara kakak nya yang berteriak meminta handuk ataupun suara kakak nya yang menyuruhnya untuk sarapan dulu.


Kini dia harus kembali terbiasa hidup sendiri tanpa sang kakak, jika di rasakan Jenn menginginkan kembali moment bersama kakak nya, tapi kehidupan harus berjalan, Jenn tidak ingin menghambat jalan kebahagiaan kakak nya, dia ingin kakak nya bahagia, hidup bahagia bersama anak dan suaminya.


Tok..tok..tok..


Suara ketukan pintu itu mengalihkan perhatian Jenn, dia menaruh piring yang berisi sarapan nya itu.


"Siap__" ucap Jenn terhenti karena melihat Juan yang ada di hadapan nya.


"Pagi sayang." sapa Juan dengan senyuman terbaik nya.


Jenn tersenyum kecil menanggapinya, lalu mengajak Juan untuk masuk ke dalam rumah nya.


Hubungan keduanya memang jauh lebih dekat dari sebelumnya, Jenn sudah mulai terbuka dan tidak malu-malu lagi untuk memperlihatkan ketertarikan nya untuk Juan.


Dan begitupun sebaliknya, Juan pun hampir setiap hari selalu antar jemput Jenn bekerja, bahkan malam nanti Juan juga berniat untuk mengajak Jenn nonton film.


"Kok nggak di habisin sayang?" Juan melihat Jenn yang ingin membawa sarapan nya ke dapur.


"Nggak apa, aku kenyang." sahut Jenn ingin melangkah.


"Jangan di buang sayang nasi nya." kata Juan mengambil sisa makanan Jenn, dan menyuapkan makanan nya ke mulut nya.


Melihat itu Jenn tidak kaget lagi, dia lebih ke malu karena setiap makan tidak habis Juan selalu melakukan hal yang sama, yaitu makan nasi sisa makanan nya.


"Enak beli di mana?" tanya Juan sudah selesai menghabiskan makanan nya.


Jenn menutupi bibirnya karena tersenyum.


"Nggak beli, buat sendiri." jawab Jenn.


"Wah kamu sekarang pintar masak ya." puji Juan, meski sebenarnya rasa makanan yang dia makan barusan itu tidak seenak kelihatan nya, tapi Juan memberikan apresiasi yang penuh untuk Jenn yang mau belajar memasak sendiri.


Membuat pipi Jenn memerah mendengar pujian kecil itu.


"Nggak pinter, ini juga kan karena di ajarin Mami, lagian aku cuman bisa masak dikit-dikit nggak sepintar Mami." jelas Jenn lagi.


Juan bangkit dari tempat duduknya, lalu mengecup pipi Jenn yang memerah itu, dia gemas melihat nya.


"Mami pasti senang nih kalau tau mantu nya udah bisa manggil Mami kaya anak nya." kata Juan.

__ADS_1


Jenn hanya diam, jantung nya kembali berdetak kencang, dan ini sering Jenn rasakan saat dirinya sedang bersama Juan, pria aneh yang selalu membuatnya salah tingkah itu.


Tidak bisa di pungkiri jika sikap Juan yang aneh itu berhasil membuat Jenn jatuh cinta, cara Juan memperlakukan nya itu benar-benar membuat Jenn tersanjung dan kini menjadi menyukai kehadiran Juan di kehidupan nya.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Juan.


"Hem, aku ngambil tas dulu." balas Jenn, lalu berjalan pergi ke dapur untuk menaruh piring.


Keduanya langsung pergi bekerja bersama, meski beda kantor tapi untuk seminggu ini Jenn dan Juan tidak absen untuk berangkat bersama.


Di perjalanan tak banyak pembicaraan yang kedua nya lakukan, Jenn diam seperti biasnya menunggu di tanya, dan Juan yang menyupir sambil mencari topik pembicaraan.


"Nanti malam kita nonton yuk." ucap Juan memecahkan keheningan di dalam mobil nya.


Akhirnya Juan bisa mengeluarkan ajakan yang dua hari ini dia sengaja persiapkan untuk malam sabtu nanti.


"Boleh, ada film baru katanya." balas Jenn.


Yang ternyata juga menunggu ajakan dari Juan, Jenn sudah melihat beberapa film yang akhir-akhir ini sedang di bicarakan beberapa teman online nya di akun sosial media nya.


"Romantis nggak?" tanya Juan lagi.


Jenn menggelengkan kepalanya, tentu saja tidak.


"Film horor nggak ada yang romantis, yang ada bikin takut." lanjut Jenn lagi.


Dan saat itulah Juan akan menjadi pahlawan kesiangan yang akan berpura-pura berani padahal dalam dirinya yang terdalam dia juga sama penakutnya dengan hal-hal semacam itu.


"Mami ingin bertemu dengan mu, bagaimana kalau hari Minggu kita ke rumah?" ucap Juan lagi.


Jenn yang baru saja diam itu melirik Juan yang nampak fokus dengan menyetir mobil,


sudut bibirnya terangkat untuk tersenyum kecil.


"Aku akan melakukan nya, aku akan ke rumah mu, dan bertemu dengan Mami." balas Jenn sambil tersenyum.


Dan mendengar itu tentu saja Juan juga takalah senang nya, merasa jika bau-bau pernikahan nya dan wanita yang sedang bersamanya akan segera datang.


Dan begitulah obrolan keduanya di dalam mobil, hingga akhir nya Jenn sampai di halaman gedung tempat bekerja nya dan keduanya terdiam sebentar.


"Aku akan berkerja." ucap Jenn membuka sabuk pengaman nya.


"Hati-hati." kata Juan.


"Maksudnya?" tanya Jenn bingung.

__ADS_1


Juan melirik Jenn begitupun dengan Jenn yang balas melirik Juan.


"Hati-hati jaga hati, inget ada pria tampan yang menunggu kapan kamu siap untuk di halalkan." kata Juan yang membuat Jenn kaget sampai merona.


"Aku serius Jenn, aku ingin bisa memiliki mu, menjaga mu lebih dari ini." lanjut Juan lagi.


Tiba-tiba tangan Jenn terulur untuk mengusap tangan Juan.


"Aku juga ingin, tapi aku ingin melihat kak Arr hamil dulu." jelas Jenn. "Kamu nggak apa kan nunggu satu atau dua bulan?" lanjut Jenn menatap Juan penuh harap.


Ini memang keinginan Jenn, dia ingin melihat kakak nya hamil dulu, agar setelah itu Jenn bisa menikah tanpa takut mendahului kakaknya di saat kehamilan nya.


Jenn ingin menjaga perasaan Kakak nya, dia tidak mau membuat kakak nya tersinggung dengan hal sekecil apapun karena bagaimanapun kehidupan yang Jenn dapatkan sekarang itu tidak akan pernah dia dapatkan jika kakak nya tidak bekerja keras untuk ekonomi di kehidupan nya.


"Aku paham Jenn, kita akan menikah setelah kamu siap, aku akan menunggu mu." balas Juan sambil mengusap pipi Jenn.


Meski sebenarnya dia ingin secepatnya tapi Juan tidak mau membuat Jenn terasa terbebani dengan niat baik nya.


Bagaimana pun dia ingin pernikahan yang bisa mendatangkan bahagia, tapi jika Jenn belum siap tentu nya Juan tidak bisa memaksakan nya.


"Makasih sayang." kata Jenn.


Membuat Juan melongo kaget Jenn memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Katakan lagi, sekali lagi." pinta Juan.


"Makasih sayang, aku akan bekerja." kata Jenn lalu membuka pintu mobilnya.


Melihat Jenn yang akan keluar Juan tidak ikhlas, dia langsung menahan tangan Jenn, membuat Jenn melirik nya dan saat itulah Juan kembali memberikan kecupan di kening Jenn.


"Vitamin untuk mu bekerja, semangat sayang." kata Juan sambil tersenyum.


Cup..


"Vitamin juga untuk mu, semangat bekerja." kata Jenn berhasil memberikan kecupan singkat di bibir.


Setelah itu Jenn pergi tanpa melihat kebelakang dimana Juan masih terlihat kaget, mungkin itukah yang di namakan ciuman pertama untuk Jenn, tapi itu bukan ciuman hanya kecupan singkat.


"Astaga dia sudah mulai nakal, bagaimana aku bisa menahan nya, dia semakin manis untuk tidak di miliki." gumam Juan sambil mengusap bibirnya yang masih terasa sedikit basah itu.


_________


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Seperti biasa kita nggak cerita satu orang, semua harus mengalir dengan beberapa cinta di masing-masing peran yang ada di dalam cerita๐Ÿค—

__ADS_1


Tapi kalau alur cerita nya jelek maafkan ya๐Ÿ™


Jangan lupa like coment and Vote ya kak โ™ฅ๏ธ๐Ÿค—


__ADS_2